

"Lebih keras! Ya, begitu! Ah~!"
Desahan penuh gairah menggema nyaring dari layar HP Kresna yang retak di ujungnya.
Pria itu menatap nanar dua sosok yang sedang bergumul panas di dalam video. 'Sial, andai aku bisa kaya cuma modal mainin wanita cantik begini,' keluhnya dalam hati.
Nasibnya sebagai mahasiswa melarat yang selalu sial benar-benar membuatnya muak. Ia lelah hanya menjadi penonton sementara pria lain menikmati surga dunia.
Perutnya mendadak berbunyi nyaring, memaksanya bangkit menuju kulkas berkarat di sudut kamar. Matanya masih menempel pekat pada adegan di layar HP tanpa berkedip sedikit pun.
Tangan kurusnya membuka pintu lemari pendingin yang ternyata kosong melompong. Hanya ada keheningan yang seolah mengejek kemiskinannya.
Baru saja ia memutar tubuh untuk mencari sisa mi instan, telapak kakinya menginjak sesuatu yang licin. "Sialan, kulit pisang siapa ini?!"
Kresna kehilangan keseimbangan dan tergelincir parah ke udara.
Kepalanya menghantam sudut tajam meja dapur dengan suara retakan tulang yang mengerikan. Lehernya patah seketika pada sudut yang tak wajar.
Hening mencekam langsung menyelimuti ruangan sempit itu. Kresna tewas secara konyol hanya karena kelalaiannya sendiri membuang sampah.
Di tengah kekosongan kematian, sebuah suara mekanis yang dingin tiba-tiba memecah kegelapan.
[Ding!]
[Sistem Penguasa Iblis Tertinggi diinisiasi... Mendeteksi anomali pada jiwa inang.]
[Analisis inang selesai! Menyesuaikan dengan hasrat terdalam... Sistem Aktor Ranjang berhasil diberikan kepada inang.]
Kresna tersentak bangun dengan napas memburu bak orang tenggelam yang baru meraup udara segar.
Bunyi retakan kasar terdengar saat tulang lehernya yang patah mendadak lurus kembali dengan sendirinya. Rasa dingin kematian di kulitnya digantikan oleh sensasi hangat yang aneh.
"Hah?! Bukannya aku baru saja mati konyol gara-gara pisang?" gumamnya kebingungan sambil meraba lehernya yang utuh.
Sebuah layar biru pendar transparan mendadak melayang tepat di depan retinanya. Kresna mencoba menyentuhnya, tapi jari-jarinya hanya menembus udara kosong.
Layar itu hanya eksis di dalam pikirannya. 'Tunggu... Apa aku baru saja Bangkit?!' batinnya dengan jantung berdebar liar.
Sepuluh tahun lalu, kiamat mengubah total wajah Bumi secara drastis. Energi misterius bernama mana muncul di udara, merobek realita dan membuka gerbang dungeon penuh monster.
Sebagian kecil manusia berevolusi dan mendapatkan kekuatan super, mereka inilah yang dikenal luas sebagai 'Yang Bangkit'.
Sementara itu, Kresna hanyalah Manusia Biasa yang terjebak di kasta terbawah, setidaknya sampai detik ini.
'Status,' batin Kresna memberi perintah ragu-ragu.
Layar biru itu berkedip sesaat sebelum menjabarkan informasi pribadinya dengan deretan teks bercahaya.
[Nama: Kresna]
[Pangkat: 0 - Cacing]
[Misi Tutorial: Berhenti Jadi Pecundang, Jebol Perawan Demi Cuan!]
Urat di dahi Kresna menonjol membaca hinaan blak-blakan dari sistem tersebut.
[Deskripsi Misi: Menjadi aktor pria itu kompetisinya sangat kejam dan selektif. Inang bukan hanya pecundang perjaka tulen, tapi fisikmu juga sangat tidak sedap dipandang.]
[Tugas: Bentuk ototmu yang lembek itu dan tingkatkan stamina durasi ranjangmu dalam waktu satu bulan penuh!]
[Target: Studio Mawar Hitam, rumah produksi elit spesialis adegan perdana, sedang mencari aktor pria baru untuk proyek bulan depan. Siapkan dirimu sebaik mungkin jika tidak ingin dipermalukan saat seleksi.]
[Hadiah: Akses Sistem Lebih Besar, Kartu Skill Acak, Keputusan Mengubah Hidup]
'Sistem Aktor Ranjang?!' Kresna menganga lebar tak percaya membaca antarmuka di depannya.
Emosinya campur aduk antara senang bisa hidup lagi dan kesal karena sistemnya sangat absurd.
'Aku memang pengen kaya dari ranjang, tapi minimal kasih kekuatan elemen api atau petir kek!' rutuknya dalam hati penuh protes. 'Biar aku bisa kelihatan keren melempar bola api kayak elit Yang Bangkit lainnya!'
Yang Bangkit biasanya mendapat kelas bergengsi seperti Penyihir Penghancur atau Petarung Garis Depan.
Sistem Aktor Ranjang milik Kresna ini jelas merupakan entitas yang jauh berbeda dari antarmuka standar umat manusia. Sistem ini beroperasi secara mandiri hanya untuk mengubahnya menjadi dewa asmara.
Tiba-tiba, layar biru itu kembali bergetar memunculkan notifikasi baru.
[Sistem mendeteksi tubuh Inang terlalu menyedihkan. Silakan pilih satu hadiah awal untuk memulai perjalanan mesummu:]
[1. Otot Binaragawan Instan: Langsung dapatkan fisik berurat yang akan membuat para atlet profesional menangis iri.]
[2. Pusaka Penusuk Wanita: Dapatkan senjata utama pria yang proporsional dan sehat sempurna, dengan panjang permanen 23 sentimeter.]
[3. Uang Tunai Rp15 Miliar: Dana bersih yang langsung masuk ke rekening untuk modal menyuap studio atau operasi plastik.]
[4. Skill Bintang Jatuh: Dapatkan 1 Kartu Skill Acak yang fungsinya belum diketahui.]
Kresna menatap layar itu dengan mata berbinar lapar. Ia mulai menimbang-nimbang pilihannya dengan otak ekonominya yang setengah matang.
Opsi pertama langsung dicoret, otot masih bisa ia kejar perlahan dengan rajin pergi ke gym dan minum suplemen.
Opsi ketiga memang menggiurkan untuk orang miskin sepertinya. Lima belas miliar rupiah bisa mengubah hidupnya dari gembel menjadi sultan dalam semalam, memungkinkannya membeli apartemen mewah atau sekadar makan enak setiap hari tanpa melirik harga.
Namun, di dunia hiburan dewasa, uang sebanyak itu tidak akan menutupi kekurangan ukuran yang ia bawa sejak lahir.
Operasi plastik sehebat apa pun di Bumi saat ini takkan bisa memberikan hasil yang natural dan berfungsi sempurna layaknya bawaan asli.
Jika ia sungguh ingin menjadi dewa ranjang legendaris yang memuaskan banyak wanita cantik, ia butuh senjata murni yang tak bisa ditiru oleh siapa pun.
Dan opsi keempat? Sistem gacha acak adalah penipuan terbesar abad ini, ia ogah berjudi nasib dengan ketidakpastian.
Matanya tertuju mantap pada opsi kedua. Ini adalah anugerah mutlak dari surga yang takkan bisa dibeli dengan uang triliunan sekalipun!
'Leluhur, semoga prosesnya nggak pakai acara potong-sambung yang menyakitkan,' doanya pasrah bercampur ngeri.
Tanpa ragu lagi, Kresna mengklik opsi kedua dengan perintah mentalnya.
"Argh!!!" Jeritan tertahan meledak keras dari tenggorokan Kresna.
Ia langsung roboh dan menggelepar di lantai ubin bak cacing disiram air garam. Rasa sakitnya benar-benar di luar nalar manusia, menembus hingga ke sumsum tulangnya.
Selangkangannya terasa seperti sedang diremukkan, dibongkar paksa, lalu dirakit ulang dengan baja panas dari dalam. Kresna memegangi area keramatnya dengan panik, takut jika pusakanya itu malah meledak hancur lebur.
Keringat dingin bercampur debu lantai menempel pekat di wajahnya yang memucat pasi. Urat-urat di lehernya menonjol keras seakan mau pecah karena menahan siksaan yang tak tertahankan.
Brak! Brak! Brak! Tembok tipis kosannya mendadak digedor kasar dari sebelah.
"Woi, diam bangsat! Suara lu kayak babi disembelih! Gue lagi ranked mau naik Mytich nih!" teriak tetangga kosnya penuh emosi.
"Sumpah, hapus Lancelot dari game, anjing!! Hero haram!!" lanjut suara makian itu tanpa ampun.
Kresna tak bisa membalas omelan absurd tetangganya itu. Otaknya sudah kehilangan kewarasan akibat rasa sakit yang menguasai sistem sarafnya.
Ia terus menggigit bibir bawahnya kuat-kuat menahan nyeri hebat hingga sudut mulutnya mengeluarkan busa putih. Semenit masa transformasi itu berlalu lambat bak disiksa di kerak neraka terdalam.
Begitu rasa sakitnya mereda, pandangan Kresna langsung menggelap dan ia jatuh pingsan di lantai dapur yang dingin.