
Terjebak dalam Cinta belum usai
Yasa2111|Bersambung
- Jumlah kata
- 2.1K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 0
- Jumlah kata
- 2.1K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 0
Sinopsis
Arka seorang pemuda dingin, pintar, dan seorang CEO. yang susah di tebak BSnya mencintai seorang gadis semasa remajanya tanpa mengenalnya , dia hanya melihatnya dari jauh karena takut. dan sulit sekali membuka hatinya untuk orang lain. beberapa tahun kemudian saat dia membuka hatinya untuk orang lain dia bertemu kembali dengan gadis itu saat dia bertunangan, gadis itu datang sebagai kekasih sahabatnya. dia bahagia bisa melihatnya kembali dan,kecewa, sedih, saat mengetahuinya namun dia tetap mau bertunangan. dan persaingan balapan antara Arga dan Rama semakin sengit ditambah persaingan asmara ,karena Rama tidak terima kalah,Rama mengganggu kekasih Arga agar ke distrik,dan tidak fokus agar bisa menang,Rama selalu mengganggu Naira,hingga membuatnya kesal.hingga membuat mereka sering adu mulut dan tanpa sadar Rama merasa ada perasaan beda,padahal Rama juga punya kekasih .hingga terjadilah konflek hubungan yang mereka tidak bisa selesai hingga salah faham.
Ulasan
0 ulasan
Belum ada ulasan
Jadilah yang pertama menulis komentar
BAB 1- harga Sebuah kemenangan
Malam, Mesin, dan Harga Sebuah Kemenangan
Malam itu bukan malam biasa.
Lampu jalan berderet seperti garis start yang tak pernah habis. Udara dingin bercampur aroma aspal panas dan bensin, menciptakan suasana yang cuma dimengerti oleh mereka yang hidup di jalanan.
Dan di sana—
Dua geng berdiri saling berhadapan.
Geng Black Vortex.
Dan lawannya—
Geng Night Reaper.
Sorak sorai penonton menggema di sepanjang jalan. Puluhan orang berkumpul, sebagian berdiri di atas motor, sebagian lagi duduk santai sambil merekam.
“WOII! MALAM INI SIAPA YANG TUMBANG?!” teriak salah satu penonton.
“BLACK VORTEX!”
“NIGHT REAPER!”
Teriakan bersahut-sahutan.
Dan di tengah semua itu—
Gue berdiri.
Benak Arka
Tangan gue menggenggam helm, mata lurus ke depan. Tenang.
Selalu begitu sebelum balapan.
Di depan gue, lawan gue malam ini maju satu langkah.
Cowok tinggi dengan jaket merah gelap, senyum miring yang jelas penuh tantangan,saingan gue,namanya Rama.ketua geng black vortex
“Udah siap kalah?” katanya santai.
Gue nyengir. “Lo yang bakalan kalah, jangan nangis nanti.” dengan suara datar.
Sorakan makin keras.
Salah satu dari anak Black Vortex maju. “Aturan sama seperti biasa. Satu putaran penuh. Siapa yang duluan sampai garis finish—menang.”
“Taruhannya?” teriak seseorang dari kerumunan.
Semua langsung diam beberapa detik.
Salah satu dari sponsor balapan maju ketengah mengangkat kunci motornya. “Motor gue.” taruhannya siapa yang menang,"
Sorakan langsung meledak.
“GILA! MOTOR TARUHAN!” sorak dari salah satu penonton.
Semua mata langsung ke gue.
Gue memutar kunci motor gue di jari.
Santai.begitpun Rama juga memutar kunci motornya sambil kamu bergantian beradu.
“Deal,” kata gue singkat.
Sekali lagi—
Suasana meledak.
“Arka GILA!”
“INI BARU SERU!”
Seseorang maju ke tengah jalan, mengangkat tangan sebagai tanda siap mulai.
Mesin motor mulai dinyalakan satu per satu.
VROOOOMMMM!!
Suara mesin meraung seperti binatang buas yang siap dilepas.
Gue naik ke motor.
Memakai helm.
Menarik napas pelan.
Fokus.
Di samping gue, lawan gue melirik.
“Jangan nyesel,"ucapnya dengan songong.
Gue menoleh sedikit. “Gue nggak pernah nyesel.” sahutku.
Tangan di depan—
Terangkat tinggi.
Semua diam.
Detik terasa lebih lambat.
Dan—
“TIGA!”
Gas mulai diputar.
“DUA!”
Mesin makin meraung.
“SAAATUUU!”
TURUN!
Dan—
BRRRRAAAAKKK!!
Motor melesat seperti peluru.
Angin langsung menghantam tubuh gue. Jalanan panjang di depan jadi satu garis lurus yang harus ditaklukkan.
Gue langsung ambil posisi depan.
Cepat.
Tapi—
“Belum cukup!” teriak lawan gue, menyusul di samping.
Dia nyalip dari kanan.
Gila.
Gue menyeringai di balik helm.
“Bagus…”
Tikungan pertama di depan.
Lampu jalan redup.
Aspal sedikit basah.
Berbahaya.
Dia tetap gas.
Nekat.
Gue menurunkan kecepatan sedikit—
Lalu masuk tikungan dengan lebih rapi.
Dan—
Keluar lebih cepat.
“SHIT!” suara dia terdengar samar.
Gue di depan lagi.
Penonton di kejauhan mulai terlihat.
Sorakan mereka samar, tapi cukup buat bikin darah makin panas.
“AYO RAKA!!”
“JANGAN KALAH!”
Satu tikungan lagi.
Dan ini yang paling tajam.
Gue menekan rem.
Sedikit.
Lalu miringkan motor.
Nyaris jatuh—
Tapi stabil.
Keluar tikungan—
Gas penuh.
Dan di depan—
Garis finish.
Dekat.
Sangat dekat.
Lawan gue masih di belakang.
Berusaha mengejar.
Tapi—
Terlambat.
BRRRAAAKKK!!
Gue melewati garis finish lebih dulu.
Sorakan langsung meledak.
“RAKAAAA MENANG!!!”
“GILA! GILA! GILA!”
Gue menghentikan motor.
Melepas helm.
Napas sedikit berat.
Tapi senyum gue…
Lebih lebar dari biasanya.
Beberapa detik kemudian, lawan gue sampai.
Dia turun dari motor.
Kesal.
Tapi—
Nggak bisa bantah.
Gue mendekat.
Mengulurkan tangan.
“Good race.”
Dia menatap gue beberapa detik.
Lalu—menepuk tangan gue.
“Lo menang.”
Seseorang dari kerumunan melempar kunci motor ke arah gue.
“ITU HADIAH LO!”
Gue menangkapnya.
Menatap kunci itu.
Lalu tersenyum.
Bukan karena motornya.
Tapi karena—
Perasaan ini.
Adrenalin.
Kemenangan.
Dan malam yang belum selesai.
Gue menoleh ke arah jalan.
Gelap.
Panjang.
Dan entah kenapa—
Gue merasa…
Ini baru permulaan.
Teman teman geng gue mendekati memberikan selamat atas kemenangan malam ini.
"Dari tadi handphone loe bunyi terus,gua gak berani angkat." Ujar teman gue yoga,sengaja gue titip handphone gue kedia,dan gue mengambilnya sambil tersenyum dan tahu siapa yang menghubungi gue malam ini,hanya gadis ini yang mencariku di malam hari ini,alasan gue sering ikut balapan bukan karena hadiahnya melainkan hanya pelampiasan.karena di rumah gue selalu terjadi pertengkaran antara nyokap dan bokap gue yang tidak ada penyelesainnya.
"Gue duluan,besok saja taraktirannya,udah terlalu malam, ucapku sambil memasang helm dan langsung ku jalankan mesin motor baruku dengan melaju.
Di sebuah rumah Naira sedang rebahan sambil memainkan handphonenya menscrol akun tok toknya.
Jam sudah menunjukan 11 .50 dia tidak bisa tidur sebelum mendengar suara kekasihnya ,sudah seharian dia tidak bertemu dan mendengar suaranya.kemudian handphonenya berbunyi,langsung dia melihat gawainya dan riang melihat layar nama kekasihnya bergegas di tekan warna hijau dan langsung bicara tanpa jeda.
"Aduuuh sayang kamu kemana aja seharian ini gak ada kabarnya,di chat ga di balas buru balas di baca aja,engga fi telpon juga ga di respon,kamu kemana aja." Ucap Naira tanpa henti gue hanya terkekeh kecil.
"Kok ketawa,apa yang lucu". Ucapnya kesal.
"Ok, maaf sayang,tadi seharian aku di kantor ada meteng mendadak,maklum akhir pekan". Jelasku dengan datar.
"Terus malam ini?". Tanyanya
"Em, aku tadi habis main sama anak anak,dan aku habis balapan dan aku menang!". Sahutku langsung agar dia tidak panik.
"Yaampun sayang, kok balapan lagi,itu bahaya,kan aku udah bekali kali larang kamu!". Ketusnya marah.
"Hey...hey aku menang Lo sayang,seharusnya kasih selamat ,dan ini aku dapat motor baru Lo,coba lihat aku ada di depan rumah kamu sekarang!". Ucap Arka dengan gaya spokennya.
Dan Naira langsung membuka ke balkonnya dan melihat kebawah dan Arka langsung melambai tangan dan Naira langsung keluar dari kamar dan turun meniti anak tangga rumahnya,dan berlari langsung keluar rumah dan menghampiri Arka yang ada di depan rumahnya .
"Hei,gimana motornya bagus gak?". Tanya Arka.
"Wow bagus sich,tapi tetap bahaya". Ucap Naira.
"Tapi suka gak?". Tanya Arka sambil tersenyum.
"Suka,nanti aku coba naik di boncengen kamu ya!". Ujarnya.
" Em udah malam,aku pulang,kamu tidur ya,besok aku jemput kamu lagi jam 09...
Ujar Arka sambil melihat jam di tangannya.
"Janji ya jangan telat". Ucap Naira dan di anggukin arka sambil memasang helmnya
Arkapun memutar kuncinya pelan dan lansung melaju sebelumya melirik kearah Naira.
Anak anak geng black vortex memberhentikan motornya di pinggir jalan dan Mading nading membuka helm
"Pokoknya kita harus cari cara lain agar si Arka kalah,kalau dia menang terus dia yang skan menguasai jalanan ini,semua orang akan kenal dia segan sama geng motor mereka!". Ucap Rama.
"Oke,nanti kita akan cari celah kelemahannya!". Ucap marko.
Bersambung
Daftar bab
2 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat








