
KEPALA DUSUN DARI KAMPUNG BIDADARI
penashuga|Bersambung
- Jumlah kata
- 27.3K
- Popular
- 1.2K
- Subscribe
- 209
- Jumlah kata
- 27.3K
- Popular
- 1.2K
- Subscribe
- 209
Sinopsis
Jaka liman pemuda dusun dari kampung terpencil yang di kucilkan teman sebaya dan sulit mendapat jodoh. mereka semua menganggap jaka pemalas tidak memiliki masa depan, karena jaka tidak mau merantau untuk merubah nasib hidupnya. Anggapan mereka semua salah jaka tidak mau merantau seperti rekan yang lain karena memegang teguh pesan emaknya sebelum meninggal. "kalau kamu ke kota itu untuk buang duit bukan cari duit, kamu bisa sukses di kampung ini" emaknya juga meninggalkan satu pusaka lagi berupa cincin mustika mangku langit yang baru bisa di pakai jaka saat berusia 22 tahun, sejak itu kehidupan jaka mulai berubah bukan ssja untuk dirinya tapi juga kampung bidadari yang terpencil dan terisolir menjadi kampung paling kaya di seluruh negeri.
Ulasan
0 ulasan
Belum ada ulasan
Jadilah yang pertama menulis komentar
Di Bully
Suara riuh berasal dari kampung dengan adanya pesta, tidak membuat jaka bergerak dari duduknya seperti joran yang sejak tadi hanya diam tidak ada satu ikan pun yang memakan umpan.
Setiap hari raya suasana kampung yang tadinya sunyi berubah menjadi ramai karena banyak perantau yang kembali dari kota. Di saat seperti itu jaka yang tidak merantau akan menjadi bahan cemohan dari teman sebayanya yang pergi ke kota, memamerkan baju baru, ponsel sepatu dan sebagainya.
Untuk itu jaka lebih memilih sendiri di tepi sungai daripada mendengar ocehan mereka.
"Ooiiii kang jaka.. disini kamu.. " jaka menoleh melihat dul bocah berusia dua belas tahun datang menghampirinya. Ditangannya membawa sebungkus snack.
"Kamu.. dul " jaka terkekeh. Dul duduk di sisi jaka sambil mulutnya memakan snack sepertinya sangat menikmati.
"Sudah dapat ikannya, kenapa sih kamu ngga ikut kumpul.. malah sendiri disini"
Kata dul
"Kamu sendiri ngapain disini.. kalau di kampung sedang ramai.. "kata jaka berbalik tanya.
"Cari kamu kang jaka... " dul menyodorkan snack yang di makannya
"Mau pamer ini" goda jaka yang mencomot satu buah snack dan memakannya.
"Aku bosan dengar cerita mereka.. " kata dul lagi. Jaka terkekeh tidak mau berkomentar mengambil kembali beberapa snack..
"Kamu doyan kang jaka.. " kata dul tidak suka snack oleh-oleh ayah dul dari kota di makan sama jaka.
"Bukan untuk aku, barangkali ikan di kampung ini bosan dengan makanan kampung.. makanya aku mau coba campur ke umpan yang aku buat" jaka mencampur snack yang tadi di buat ke dalam umpan dengan meremasnya aroma keju dari snack yang dul bawa bisa jadi akan membuat ikan tertarik.
Dul cuek saja , jaka memang kadang idenya suka ngawur namun selalu berhasil.
Jaka mengangkat kail dan menganti umpan dengan yang baru , bersiap untuk melempar kail kembali ke dalam sungai yang jernih.
Joran jaka bergoyang.. "tuuuh kan ikan pada semangat.. " jaka menarik jorannya sebuah ikan mas seukuran telapak tangan berhasil di tangkap.
Dul tertawa puas ,kali ini ide jaka yang ngawur membuahkan hasil lagi. Hampir setiap kali jaka melempar kail tidak berapa lama pasti mendapat ikan. Jaka melihat wadah ikan yang dia bawa, cukup puas dengan hasil yang didapatnya.
"Banyak duul.. nanti sebagian kamu bawa pulang untuk ibu dan nenek mu ya" kata jaka.
Jaka dan dul berjalan melewati tepian sungai yang berbatu dengan airnya yang jernih kemudian melewati air terjun sebelum mengambil arah ke jalan setapak yang menanjak menuju ke kampung.
Kampung bidadari adalah kampung terpencil berada di lembah bukit kamandaka dengan air terjun dan sungai yang mengalir jernih bebas polusi.
Hampir setiap hari di selimuti kabut , hanya 3 sampai 4 jam saja kampung ini terkena sinar matahari.
Penduduknya mayoritas wanita karena pria yang ada di kampung bidadari lebih memilih merantau ke kota-kota besar untuk mencari nafkah. Akses jalan dan jembatan yang rusak menjadikan kampung bidadari menjadi terisolir, angkutan ke kota kecil hanyà ada 3 kali dalam seminggu membuat hasil panen ikan dan sayuran kadang tidak terangkut. Namanya saja kampung bidadari yang di ambil dari cerita rakyat jaman dahulu walaupun wanita mayoritas berparas cantik dan berbodi bahenol , penduduknya hidup dalam kemiskinan susah untuk berkembang hanya listrik dari pln yang masuk sampai ke kampung, internet belum ada tapi signal hape dari seluler sangat bagus diterima karena adanya tiang pemancar diatas bukit, tapi sayang hanya ada segelintir orang yang memiliki ponsel di kampung.
Jaka melangkah dengan santai bersama dul , saat melewati warung kopi mbak santi yang ramai dengan temam sebayanya yang sedang nongkrong jaka mempercepat langkahnya.
"Kaaa.. jaka.. tunggu ka.. " jaka menoleh ke belakang , ardi teman sma jaka datang mendekati jaka.
"Ada apa.. dii"kata jaka.
"Kamu mau kemana, ayyooo kumpul sudah lama kita tidak.bertemu" kata ardi.
Jaka senang dengan ajakan ardi tapi tidak suka dengan rekannya yang lain terlihat jelas dari tatapan mereka terutama lagi dari orang yang sedang menghampiri ardi dan jaka.
"Heii dii.. kenapa kau ajak si pemalas tidak punya masa depan " kata basir
"Jangan gitu lah dii.. kita kan teman sekampung" kata ardi kepada basir yang sudah berhadapan dengan mereka.
"Si bodoh dan ibunya yang tolol itu---"
BUGHH !!!!!! basir tidak dapat melanjutkan bicaranya .. pukulan keras jaka menghantam tepat di rahangnya membuat basir ambruk ke tanah.
"Kau boleh cemooh dan hina sepuasmu, tapi jangan kau hina emak ku" kata jaka lantang emosinya meluap mendengar basir mengatakan almarhum emaknya tolol.
"Bangun kau basir.. pantang buat ku memukul orang yang sudah jatuh" tegas jaka.
"Kaa.. tenang kaa.. sabar" ardi mencoba menenangkan jaka.
PAK.. PAK..PAK !!!!! ardi melongo ,jaka diam beberapa kali tamparan mendarat di pipi kanan dan kirinya.
"Manusia bar bar kampungan, ngga punya masa depan bisanya main pukul" hardik mawar yang tadi menampar wajah jaka. "Cuiiihh.. " bukan hanya tamparan dan hardikan saja yang di dapat jaka tapi juga semburan ludah dari mawar , jaka hanya diam menahan amarah pantang buat dirinya melawan seorang wanita. Memilih berbalik arah melanjutkan jalan bersama dul ,harga diri jaka hancur di hina di depan banyak orang oleh mawar wanita yang dulu pernah di cintai jaka.
Mawar lebih memilih basir yang mau merantau untuk memcari nafkah dan memiliki masa depan cerah.
"Kenapa kamu ngga balas kang jaka" kata dul yang sejak tadi diam dan memperhatikan saja.
"Pantang buat ku memukul wanita" kata jaka terkekeh.
Jaka sampai dirumah panggungnya, dua ikan nila berukuran lengan dewasa dan ikan mas dia berikan kepada dul.
"Sudah sana kamu pulang, kasih ini ke nenek dan ibu kamu" kata jaka.
"Tapi nanti aku balik lagi ya.. cuma mau kasih ini ke nenek" kata dul.
"Sudah sore.. kenapa juga harus balik kesini"
"Aku mau nginap disini.. sejak bapak datang ,ibu sama bapak seringnya berdua di kamar terus" keluh dul.
Adit terkekeh mendengarnya.
"Kalau mau nginap izin dulu dul.. bawa snack lagi buat mancing besok" kata jaka.
"Siiiap komandan.. " dul segera berlari membawa ikan hasil pancingan jaka.
Jaka menghela nafas panjang, masuk ke rumah , foto almarhum emak terpajang di dinding . "Tidak ada yang boleh menghina emak ku" gumam jaka. Jaka menuju ke lemari baju ,besok atau tengah malam nanti usianya genap 22 tahun . Emak jaka sebelum meninggal pernah berwasiat "di usia 22 tahun jaka baru boleh mengenakan cincin mustika peninggalan emak yang jaka simpan dalam kotak lemari pakaian.
Daftar bab
26 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat








