
Tergoda Kakak Ipar
Bonanzalala|Bersambung
- Jumlah kata
- 1.1M
- Popular
- 265.3K
- Subscribe
- 7.4K
- Jumlah kata
- 1.1M
- Popular
- 265.3K
- Subscribe
- 7.4K
Sinopsis
Skandal hubungan terlarang yang berujung nikmat, sudah sering Rian lakuin berdua dengan kakak ipar di kamar saat istri sedang tak ada di rumah. Kehadiran Rika menumpang di rumah Anie-adiknya telah membawa petaka. Bagaimana tidak, postur tubuh Rika yang ideal membuat Rian-adik iparnya tergoda hingga mereka sampai berselingkuh. Teganya Rika merebut suami adik kandungnya sendiri, dan seiring berjalannya waktu, hingga skandal terlarang mereka terbongkar. Gimanakah kisah ceritanya? Tentu kalian penasaran bukan? Mari kita mulai membaca!..
Ulasan
10 ulasan
Panda89
29/6/26 10:42
Izin Promo ya kak Mampir juga ke cerita aku ya ... Judul:Duda Polos vs Tante Hiper Penulis:Panda89 Terima kasih kak
Resia Noir
14/5/26 12:38
Izin Promosi novel saya ya kk. Judul : Bupati Muda yang Misterius Penulis : Resia Noir Dulu Mika hanya anak supir yang hidup di belakang pasar dan dihina semua orang. Kini… ia kembali sebagai Bupati termuda di Kabupaten Arunika. Namun jabatan itu bukan untuk kekuasaan. Ia datang membawa dendam, rahasia, dan pencarian tentang kematian ayahnya yang misterius. Di balik dunia politik yang penuh korupsi, pengkhianatan, dan permainan kekuasaan… Mika harus melawan orang-orang paling berbahaya di kotanya sendiri. Dan saat hatinya mulai terusik oleh seorang pustakawan sederhana bernama Alena, rahasia besar perlahan mulai terungkap. 🔥 Penuh misteri 🔥 Politik dan balas dendam 🔥 Romance yang bikin baper 🔥 Banyak plot twist dan rahasia gelap 📖 BUPATI YANG MISTERIUS Siapkah kamu masuk ke dunia Mika Ardian?
Bab 1
Matahari Bandung sore itu mulai merunduk di balik Gunung Tangkuban Perahu, meninggalkan langit jingga yang mempesona.
Anie menghela napas panjang, jari-jemarinya gemetar sedikit saat ia mengetik pesan pada suaminya, Rian. Di layar ponselnya, pesan itu tampak sederhana, namun bebannya terasa berat di dadanya.
"Mas, aku mau ngomong sesuatu. Kakakku Rika, mau ikut tinggal di rumah kita sementara waktu. Dia lagi cari kerja di Bandung, dan keadaannya agak sulit sekarang. Aku rasa kita bisa bantu dia, ya? Aku udah bicara sama dia, dan dia janji bakal bantu-bantu pekerjaan rumah. Aku tau ini agak mendadak, tapi aku harap kamu bisa mengerti. Kita bicarakan nanti malam, ya?”
Anie menekan tombol kirim, jantungnya berdebar-debar. Ia tahu Rian adalah suami yang baik dan penyayang, tapi tetap saja, ada rasa cemas yang menggigitnya.
Rumah mereka meskipun nyaman, bukanlah istana yang luas. Menambah satu anggota keluarga, apalagi kakak perempuannya yang agak pemalu dan sedikit manja, tentu akan mengubah dinamika kehidupan mereka.
Ia membayangkan reaksi Rian. Mungkin akan ada protes, mungkin juga akan ada dukungan penuh. Anie berharap yang terakhir. Ia butuh dukungan Rian, bukan hanya untuk menghadapi kemungkinan protes dari suaminya, tapi juga untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan lain yang mungkin muncul.
Rika dengan sifatnya yang sensitif, mungkin akan merasa tidak nyaman jika harus tinggal di rumah orang lain dalam waktu yang lama. Anie harus memastikan kakaknya merasa nyaman dan diterima.
Sepanjang perjalanan pulang entah dari mana, pikiran Anie melayang. Ia mengingat masa kecilnya bersama kakaknya, masa-masa penuh tawa dan pertengkaran saudara kandung. Ia ingat bagaimana Rika selalu mengandalkannya, dan bagaimana ia selalu berusaha melindungi adiknya itu. Sekarang, giliran Anie untuk meminta bantuan dan perlindungan dari suaminya.
Sesampainya di rumah, Anie langsung menyiapkan makan malam. Aroma masakan Sunda kesukaan Rian, tumis kangkung dan ayam goreng, memenuhi ruangan. Ia berharap aroma itu dapat menenangkan suasana saat Rian pulang nanti. Ia juga sudah menyiapkan segelas teh hangat, berharap dapat meredakan ketegangan yang ia rasakan.
Pukul tujuh malam, Rian pulang. Wajahnya tampak lelah, tetapi senyumnya masih ramah saat melihat Anie. Anie menghela napas, mengumpulkan keberanian. Saat makan malam, dengan hati berdebar, Anie menceritakan rencana kedatangan kakaknya.
Rian mendengarkan dengan sabar. Ekspresinya tak menunjukkan apa pun, membuat Anie semakin cemas. Setelah Anie selesai berbicara, Rian meletakkan sendoknya, menatap Anie dengan mata yang lembut.
“Sayang, aku mengerti. Kakakmu adalah keluargamu. Kita akan bantu dia. Rumah kita memang tak besar, tapi hati kita cukup luas untuk menampungnya,” kata Rian, senyumnya tulus.
Beban di dada Anie terasa berkurang. Ia bersyukur memiliki suami sebaik Rian. Mereka akan menghadapi tantangan ini bersama-sama, seperti selalu mereka lakukan. Malam itu, mereka berbincang panjang tentang rencana kedatangan Rika, membicarakan bagaimana mereka bisa membantu Rika beradaptasi dengan kehidupan di Bandung, dan bagaimana mereka bisa berbagi tanggung jawab di rumah. Anie merasa lega, semua akan baik-baik saja.
Berlanjut..
Daftar bab
2068 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat
2068 bab








