
ASPRI (Asisten Pribadi) Bos Cantik
Denok Rahayu|Bersambung
- Jumlah kata
- 56.9K
- Popular
- 2.2K
- Subscribe
- 467
- Jumlah kata
- 56.9K
- Popular
- 2.2K
- Subscribe
- 467
Sinopsis
Karna seringkali dihina dan direndahkan membuat seorang anak laki-laki yang bernama Yanto Admaja lulusan Smk Otomotif memutuskan merantau dan mencari peruntungan dikota besar,dengan berbagai ujian saat diperantaun dan akhirnya dia menemukan suatu pekerjaan yang membuatnya sukses yaitu menjadi Aspri dipabrik besar yang ada dijawa timur. Disanalah semuanya berawal sehingga merubah kehidupnya jauh lebih baik dan lama kelamaan bos cantikpun luluh dengan sosok yang sangat tegas beribawa serta disiplin itu yaitu Yanto Admaja.
Ulasan
2 ulasan
the anomaly
24/4/26 07:15
wah keren banget ceritanya, btw yanto ngingetin aku sama tetanggaku,namanya sama hohoho, nggak sabar buat tau lanjutannya, semangat nulisnya ya, semoga makin banyak yg baca ya thor!
Juneachneun89
23/4/26 07:18
Ide ceritanya bagus dan menarik. ayo Yanto, semangat, tunjukan pesonamu. Buat Bos cantikmu itu klepek-klepek. 👍👍
01. Di Sama- samakan
Dirumah yang kecil beralaskan lantai semen serta perkarangan yang terbilang rumayan lebar, disitulah ada anak yang bernama Yanto Admaja. Anak yang saat ini berusia 15thn dan bersekolah di Smk Otomotif.
Dia tumbuh tanpa kasih sayang seorang Ibu,karna Alm Ibunya meninggal setelah Yanto dilahirkan. Diusia yang harusnya dipenuhi kasih sayang tetapi Yanto harus menghadapi kepahitan kehidupan ini tanpa adanya sosok Ibu dan Ayah sedangkan diusianya yg masih belia diusia 3 thn, Ayahnya meninggalkannya.
Dengan alasan sang Ayah pergi untuk merantau tetapi sampai yanto usia 15 thn Ayahnya pun tak kunjung pulang, tanpa ada kabar tanpa memberikan nafkah kepadanya selama ini.
Yanto dibesarkan oleh Neneknya berserta Om Rudi dan Tante Shinta yang mempunyai anak bernama Laras saudara dari Ayahnya sedangkan Kakeknya sudah meninggal saat Yanto usia 3thn , Yanto tumbuh menjadi anak yang disiplin, kuat , humble , keingintahuanya yang tinggi serta selalu mengalah terbiasa apa-apa dia tahan sendiri dia selesaikan sendiri dan dia mempunyai pendirian yang kuat.
Tapi disuatu malam saat usia Yanto menginjak ke 16thn perdebaatan besar dengan om Rudi pun terjadi, saat Yanto ketauhan pulang pukul 11 malam. Saat pintu dibuka didalam ruang tamu duduklah om Rudi berserta Neneknya sebut saja Nenek Siti, Yanto masuk dan disurulah om Rudi untuk duduk dikursi itu.
Dengan nada kesal Om Rudi berkata , " Yanto kamu itu sudah dewasa kenapa setiap malam berangkat isya pulang jam 1 terkadang jam 2 pagi? Kamu itu masih anak sekolah fokuslah belajarmu.kamu ini sudah tidak ada orang tua tapi bertingkah seperti anak orang kaya. Bersyukulah kamu masih mempunya tempat tinggal dan ada makanan yang kamu bisa makan " ujar Om Rudi dengan nafas ngos-ngosan karna menahan amarah.
Sontak Yanto pun menjawab " Maaf Om saya memang salah tapi saya keluar memang ada tugas yang saya harus kerjakan. Ujar Yanto dan om Rudi pun menjawabnya
" tugas apa yang belanjarnya malam dan pulang tengah malam terkadang sampai mau subuh ??? Heem aku tau kamu berteman dengan anak-anak urakan, anak-anak peminum perokok dan anak-anak yang tidak pernah dididik sama orang tuanya ya sama kaya kamu? Kamu sama Ayahmu itu sama saja suka minum-minuman dan suka judi ,ooh pantesan kamu seperti ini wong kamu nurun Ayah mu. Memang ya kacang itu gak jauh beda sama kulitnya "
Nenek Siti pun sontak menjawab kata-kata Rudi dengan kemarahn juga " Hai Rudi apa yang kamu katakan? Yang kamu bicarakan itu juga anak Ibu dan itu Kakak kamu,bisa-bisanya kamu menceritakan dan berbicara tidak baik seperti itu ".
"Apakah kamu sudah benar berbicara begthu? Tanya Yanto dulu apa yang dia kerjakan kenapa pulang slalu tengah malam. "
Nenek pun berbicara dengan memegangi dadanya yang terasa sesak mendengarkan kata-kata anaknya, suara yang pelan tetapi tegas slalu meluruskan mana yang baik dan yang salah.
Om Rudi pun menjawab dengan sontak ke Ibunya ," Kenyataannya memang begithu ibu! Kenapa harus ditutupi kalau faktanya demikian? "
Yanto pun semakin Geram mendengarkan kata-kata Om Rudi tersebut dan dia pun membalas dengan kata-kata yang sedikit tetapi menusuk.
" Om saya memang lahir dengan keadaan yang seperti ini tapi jangan samakan saya dengan Ayah saya, dan tidak ada Anak yang minta dilahirkan seperti ini. Jadi Om cukup jangan menjelek- jelekkan Ayah saya,saya sangat sadar betapa buruknya Ayah saya dimata Om tapi apa Om juga tau kesulitan apa yang dialami Ayah saya sekarang sampai beliau tidak ada kabar sama sekali "?
Yanto pun bertanya dengan nada kesal dan amarah yang ditahannya.
" Dan mengenai saya keluar malam pulang tengah malam karna saya mengasah kemampuan saya diOtomotif saya mencari uang tambahan untuk saku perjalan PKL( Praktek Kerja Lapangan ) Disekolah yang akan dilakukan 2 bulan lagi,saya gak mau Om menjadi beban semua ke Nenek dan Om. Saya cukup tau diri dan tau batasan , memang teman- teman saya demikian tapi saya tidak ada niatan untuk ingin mencoba. Meraka teman- teman yang peduli dan memahami saya. "
tegasnya berusaha memberikan pemahan kepada Om Rudi , setelah mendengarkan penjelasan Yanto Om Rudi pun mulai terdiam dengan seribu kata..
Saat suasana sudah mulai mendingin Nenek pun berdiri dan memegang pundak Om Rudi, Nenek pun mencoba menengahi agar jangan sampai bertengkar apalagi ditengah malam.
" Sudahlah Rudi ini sudah malam, kamu boleh marah dan bertanya-tanya tapi semua sudah dijelaskan sama Yanto jadi jangan diperpanjang lagi, hari sudah tengah malam waktunya istirahat ". Ujar Nenek Siti , dan Om Rudi pun menjawabnya.
" Iya bu maaf kalau kata-kataku tadi membuat Ibu marah dan menjadikan suasana ramai",
sambil Om Rudi berdiri dan bejalan kearah Yanto , Om Rudi pun memegangi pundak Yanto dan berkata ...
"Baik Yanto kalau memang kenyatannya begthu maafkan Om dan Om dukung kamu nak "
setelah itu Om Rudi pun pamit pulang kerumahnya yang berada disamping rumah Nenek Siti.
Yanto bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Neneknya, Yanto pun memeluk tubuh Neneknya yang sudah tidak muda lagi tubuh yang membuatnya bisa tumbuh menjadi anak yang kuat bijaksana dan dewasa, dengan memeluknya Yanto berkata ,
" Nenek terimaksih ya Nek atas semua kasih sayang Nenek, pengorbanan Nenek yang membesarkanku memberikan aku kenyaman selama ini Nek terimaksih banyak ". Dengan berteteskan air mata Yanto benar- benar memeluk Neneknya, dan memberika amplop yang berisikan uang yang slama ini iya dapatkan dari hasil belajar dan berkerjanya dimalam hari.
Sontak Neneknya pun bertanya , " Apakah ini Yanto apa ini?" Menerima amplop dan ditanyakanlah , Yanto pun menajawab dengan lantang.
" Nenek ini hasilku berangkat jam 7 malam pulang tengah malam karna aku ingin memberikan ini ke Nenek , ini wujud syukurku nek slama ini slalu ada untukku dan Nenek separuh jiwaku. "
Nenek pun menerima dengan senyuman dan dengan tetesan air mata nenekpun mengucapkan doa untuk Yanto sambil masih dipelukan Yanto.
" Le Yanto cucu Nenek seng bagus dewe ( yang ganteng sendiri ) matur suwon ya cu ( terimakasih ya cucuku ) amplop ini Nenek terima jujur Nenek bahagia sekali menerima hasil dari jerih payahmu ,kamu masih sekolah tapi kamu pintar cari uang dan Nenek gak tau kalau kamu cari uang . Nenem terima ya cu semoga kamu jadi anak yg Sholeh,kuat ,menjadi laki-laki yang beruntung didunia dan diakhirat pesennya Nenek jaga sholatmu jaga adabmu dan jaga diri baik-baik ya cu. "
Pada saat Nenek mengucapkan doa-doa entah kenapa hati Yanto sangat tersentuh hingga air mata semakin deras serasa Yanto berasa kalau usia Neneknya sudah tidak lama lagi.
Daftar bab
54 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat








