

Di tahun 2.100 awal mulai nya ke bangkitan energi spiritual di seluruh bumi, saat terjadi nya kebangkitan spiritual banyak hewan,manusia,tumbuhan dan semua mahluk hidup dapat berevolusi menjadi lebih kuat yang di luar nalar manusia biasa.
Ada manusia yang bisa loncat hingga 5 meter lebih dalam sekali loncar dan hewan yang badan nya sangat besar dari ukuran hewan yang spesies nya sama.
Di sebuah kota yang bernama Lewipanjang ada seorang anak yang berusia sekitar 12 tahun yang bernama Bion Dwi.
Orang tua Bion Dwi ini meninggal di awal-awal kebangkitan spiritual yang awal kekacauan di seluruh dunia, yang menyebabkan kerusuhan dan banyak nya orang yang meninggal akibat hewan yang berevolusi menjadi ganas.
Sekarang Bion Dwi hidup bersama paman pertama dari keluarga bapak nya yaitu Ujang Dwi, paman nya ini baik selama Bion Dwi tinggal di kediaman nya dan sekarang Bion Dwi sudah berusia 16 tahun, besok nya akan berusia 17 tahun.
Setiap orang yang berumur 17 tahun bakal ada pengecekan kekuatan tapi tergantung bakat apa nya apa baru bisa mendapatkan kekuatan yang besar di luar nalar.
Bion Dwi itu orang yang miskin karena harta dan rumah nya di hancurkan oleh monster yang muncul. Meskipin Bion Dwi miskin tidak memiliki harta tapi Bion Dwi terus berjuang dengan belajar dan mencari uang, karena Bion Dwi tau kalau diam dan cuman tidur-tiduran tidak akan mengubah nasib diri nya sendiri.
Di kediaman paman nya, Bion Dwi hidup dengan sangat miskin karena ga punya uang buat membeli makanan untuk di makan tapi di kediaman paman nya Bion Dwi hidup dengan bahagia, penuh canda tawa dan suka duka, Bion Dwi suka membantu paman nya yaitu Ujang Dwi untuk mencari uang untuk membantu mengurangi beban yang di tanggung oleh paman nya.
Setiap hari nya Ujang Dwi dan Bion Dwi suka mencari barang bekas seperti botol bekas, botol plastik atau besi bekas untuk di jual, meski ini kurang Bion Dwi juga suka kerja di pasar Bojong untuk tambah-bambah penghasilan.
Keesokan hari nya saat pagi tiba sekitar jam 05.00 WIB Bion Dwi selalu bekerja di pasar Bojong, pekerjaan Bion Dwi mengangkut sayuran yang baru saja di antarkan dan aku juga di kasih uang atau di kasih sayuran gratis buat makan Bion Dwi, Ujang Dwi dan Keluarga nya.
Setelah kerja di pasar Bojong, Bion Dwi berangkat sekolah untuk mencari ilmu, karena kerja tanpa pakai ilmu biasa nya hanya di bayar kecil.
Uang hasil bekerja di pasar Bojong sehari sekitar 30.000 ribu rupiah dan mencari barang bekas Bion Dwi mendapatkan 40 ribu rupiah jadi total penghasilan Bion Dwi sekitar 70 ribu rupiah perhari dan kalau lagi bagus bisa sampai 150 ribu rupiah perhari.
Dulu 70 ribu sampai 150 ribu itu sangat besar nilai nya tapi sekarang uang segitu nilai nya sangat kecil akibat inflasi dan sekarang di jaman nya gelombang spiritual uang segitu bagi orang biasa saja cuman cukup beli bensin atau cukup untuk bayar listrik selama 7 hari saja.
Uang yang Bion Dwi dapatkan di tabung sekitar sekitar 13 ribu sampai 14 ribu perbulan
Uang tabungan Bion Dwi yang di kumpulkan dari penghasilan nya kerja dari umur 12 tahun hingga sekarang sekitar 800 ribu rupiah.
Bion Dwi bekerja di pasar Bojong dari jam 05.00 WIB sampai jam 07.00 WIB, jam 7 Bion Dwi harus bersiap-siap untuk bersekolah karena masuk sekolah itu sekitar jam 08.00 WIB. Bion Dwi bersiap-siap mandi dan habis beres mandi, lalu Bion membantu bibi Windi istri dari Ujang Dwi.
“Bion Dwi, terimakasih sudah selalu membantu untuk membantu membuat masakan” ucap bibi Windi sambil tersenyum dengan hangat.
“Sama-sama bibi, Bion Dwi juga malah seneng ko membantu,” Ucap Bion Dwi sambil tersenyum hangat.
Setelah membuat makanan bersama Bibi Windi, semua makanan di siapkan di meja makan. Di meja makan ada paman pertama Ujang Dwi, bibi Windi dan anak nya yaitu Deri Dwi anak satu-satu nya.
Anak nya Ujang Dwi itu sudah berumur 5 tahun, semenjak datang Deri Dwi baru berumur 1 tahun lebih. Bion Dwi juga sering membantu untuk mengurus Deri Dwi saat bibi Windi masak makanan. Setelah bertambah umur Deri Dwi, Bion Dwi sekarang membantu untuk membuat makanan.
Setelah di siapkan dan semua orang duduk untuk menikmati makanan yang ada, setelah beres makan, Deri Dwi dan Bion Dwi mencuci piring.
“Bion Dwi, hari ini ulang tahun mu yang ke 17 tahun semoga kamu dapat bakat yang bagus setelah pengecekan nanti di sekolah, dan ini hadiah uang sekitar 250 ribu buat kamu dari kami,” ucap Ujang Dwi sambil tersenyum.
“Paman Ujang Dwi kenapa harus di kasih hadiah, padahal Bion Dwi sudah sangat bersyukur sudah di perbolehkan tinggal di rumah kalian selama ini,” ucap Bion Dwi.
“Sudah terima saja Bion Dwi, dulu bapak dan ibu mu itu juga baik kepada kami dengan memberikan pekerjaan dan memberikan makanan.” Ucap bibi Windi.
“Karena kurang nya ilmu untuk mengelola uang, akhir nya kami kembali miskin lagi dan cuman bisa memberi Bion Dwi uang yang sedikit,” ucap Ujang Dwi sambil menghela napas.
“Segini saja cukup ko, tidak usah di pikirkan lagi, terimakasih banyak paman Ujang Dwi dan bibi Windi,” ucap Bion Dwi sambil tersenyum hangat.
Setelah memberikan hadiah uang ulang tahun dari paman dan bibi nya, setelah itu Bion Dwi memakai pakaian sekolah dan akhir nya berangkat sekolah.
Bion Dwi berjalan kaki setiap hari dari rumah paman nya sampai sekolah dan pulang nya juga jalan kaki, perjalan nya menuju sekolah sekitar 1 jam atau 10 KM jauh nya.
Bion Dwi ini bercita-cita ingin menjadi orang kaya dan juga membantu orang lain dengan segala yang Bion Dwi bisa, dan dia tidak mau orang lain menderital, minimal keluarga terdekat nya dan teman terdekat nya tidak seperti Bion Dwi yang kekurangan makanan.
Meski Bion Dwi kekurangan makanan, Bion Dwi suka menabung uang yang di hasilkan dari kerja keras nya, meski sekolah gratis tapi di sekolah suka ada iuran kelas, acara sekolah, dan juga harus beli peralatan sekolah seperti baju,sepatu dan lain-lain.
Bion Dwi juga suka ngasih uang buat membantu keluarga Ujang Dwi yang tulus membantu nya, dan Bion Dwi juga menabung untuk dana darurat ketika hal buruk terjadi.
“Ding, Selamat tuan sudah mempunyai aset 1 juta lebih, memenuhi persyarat mengaktifkan sistem kultivasi uang,”.