Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
Pertaruhan Di Arena Kematian

Pertaruhan Di Arena Kematian

Vheindie | Bersambung
Jumlah kata
35.8K
Popular
100
Subscribe
33
Novel / Pertaruhan Di Arena Kematian
Pertaruhan Di Arena Kematian

Pertaruhan Di Arena Kematian

Vheindie| Bersambung
Jumlah Kata
35.8K
Popular
100
Subscribe
33
Sinopsis
18+PerkotaanAksiMafiaBalas DendamPembunuhan
Pertaruhan Zayn di Arena Death Fight dalam membebaskan Zia adik perempuannya yang berada digenggaman pak Broto salah satu kepala keluarga mafia di negeri Palapa yang berambisi masuk jajaran sepuluh penguasa bayangan di wilayah tenggara benua Dimana ia harus meraih dua puluh kemenangan sebagai syarat kebebasannya.Akankah Zayn mampu meraih dua puluh kemenangan di arena kematian tersebut dan berhasil melakukan niat balas dendam pada pak Broto yang telah membunuh ibu serta menculik adiknya itu? Ataukah ia akan mati di arena ganas tempat berkumpulnya para petarung hebat dan brutal dari seluruh penjuru dunia bawah.
Tragedi Tak Terduga

Ruangan seluas 20.000 m2 tampak ramai oleh penonton dengan beragam ekspresi. Mulai dari yang berteriak, bertepuk tangan dan saling sahut menyahut menjagokan petarung yang mereka pertaruhkan malam itu. Terlihat raut tegang dan antusias terpancar disetiap wajah mereka, berharap jagoan yang mereka pasang bisa memberi keuntungan.

Sementara di atas ring yang sekelilingnya dipagari kawat logam berlapis vinil hitam, dua petarung terus saling melesatkan tinju terkuat serta terarah guna menumbangkan lawan minimal hingga sekarat. Itulah cara main di arena Death Fight jika kau ingin diakui sebagai pemenangnya.

Diantara jual beli serangan, terdengar suara tertahan serta mengaduh dibarengi bunyi tepisan dan suara bak buk yang dihasilkan dari dua petarung yang terus saling beradu pukul. Keduanya tampak sudah penuh luka lebam disekitar wajah mereka.

"Sialan kau badjingan pemula, lumayan merepotkan juga ya? Tapi hari ini adalah terakhir kali bagimu tampil di arena ini." Petarung yang memiliki perawakan dua kali lebih besar dari Zayn nampak begitu kesal karena perlawanan sengit yang didapatnya.

"Apapun yang terjadi pada tubuhku, aku tidak akan kalah dan tidak boleh kalah darimu," timpal Zayn dengan sorot mata membara. Nafasnya tersengal dan udara terasa pengap meski setiap sudut ruangan dipasang AC besar yang terus bekerja maksimal.

Ia kembali merengsek maju, melakukan pukulan terarah pada wajah lawan walau pukulannya masih terbaca, meski begitu masih tetap tenang dan terus menyerang tanpa memberi jeda lawan untuk bernafas bebas.

WHUSS

Tinju Zayn hanya mengenai udara kosong, karena lawannya mengelak dengan mundur 50 cm kebelakang dan sang lawan bersiap melakukan pembalasan. Namun lawan tidak memperhitungkan gerakan kaki cepat yang berhasil menyasar lutut bagian belakang hingga membuat tubuhnya goyah.

BUKK

Satu tinju penuh tenaga dengan tempo cepat langsung menyusul mendarat di rahang lawan tanpa mampu dihindari, kemudian disusul tinju beruntun menyasar area wajah. Serangan yang mengesankan membuat sebagian penonton berteriak girang. "Yes!!" Dan sebagian lainnya mengeluh tertahan: "Oh... Tidak!!"

Lawan Zayn langsung tersungkur ke lantai ketika pukulan terakhirnya menghantam dagu yang menghancurkan sebagian giginya hingga darah segar mengalir deras dari mulut ketika ia terbaring tak berdaya dengan bola mata terlihat memutih.

"Bunuh... Bunuh..."

"Bunuh"

"Bunuh"

Suara riuh menggema seakan memberi perintah. Zayn menatap ke salah satu kursi VIP. Dan orang yang ditatap tanpa bersuara melakukan gerakan kecil, dimana ibu jarinya secara perlahan mengarah ke bawah. Seakan seperti robot yang dikontrol dari jarak jauh, ia menginjak sekuat tenaga leher lawan hingga mengerang seperti hewan disembelih sebelum nyawa nya melayang dibawah kaki pemuda yang dulunya seorang pria lugu dan baik hati tersebut.

Suara bel terdengar tanda pertandingan usai dan sebagian besar penonton bersorak kegirangan apalagi yang memasang taruhan pada Zayn. Ini adalah kemenangan kelimanya di arena Death Fight yang mana membuat namanya semakin melambung diantara pendatang baru di arena kematian tersebut.

"Bravo!"

"Bravo!"

"Haha... Sahamku akhirnya kembali, tidak salah aku bertaruh padanya malam ini."

Pak Broto tersenyum puas melihat salah satu robot pembunuhnya berhasil menambah pundi-pundi kekayaan lewat kemenangan yang kelima kalinya.

"Selamat pak Broto atas dua kemenangan petarung anda malam ini," ucap pria setengah baya yang duduk di sebelahnya.

"Terimakasih tuan Adolf," jawab pak Broto sambil menatap dan melakukan gestur mohon maaf pada bos petarung lawan yang berada di deretan bangku VIP lainnya. Ia sempat menawarkan pengampunan pada petarungnya dengan syarat tertentu, namun dia menolak karena merasa petarungnya memang tidak berguna dan pantas mati karena membuatnya rugi besar malam ini.

"Ternyata aku tidak salah merekrutnya menjadi petarung ku," pak Broto tersenyum puas dengan aset baru yang ia dapat dari kemenangan Zayn tersebut.

Dari pandangan masyarakat awam, mungkin pak Broto adalah seorang konglomerat yang sering muncul diberita sebagai salah satu orang terkaya di seluruh negeri yang menjalankan bisnis property dan kelapa sawit. Padahal bisnis terbesar yang membuatnya kaya raya adalah bisnis gelapnya yang menguasai 35% bisnis ilegal yang terjadi di negara ini.

Mungkin bisnis gelapnya hanya kalah dari sang kakak yang merupakan salah satu penguasa top Ten di wilayah tenggara benua ini. Bisnis pak Broto yang orang biasa tak diketahui adalah mencakup penyelundupan narkoba, perdagangan manusia dan ilegal logging dibeberapa wilayah kekuasaan meski semua usaha tersebut tidak secara langsung dikelola olehnya.

Zayn berjalan tertunduk meninggalkan arena, sementara lawannya ditandu oleh empat orang dan entah akan dibuang kemana jasadnya oleh bosnya setelah kalah dari pertandingan malam ini.

"Pertarungan yang bagus nak," puji pria kekar yang langsung menyelimuti kepala Zayn menggunakan handuk kecil lalu mengiringi langkanya dari samping, sedangkan tiga asisten lainnya mengikuti dari belakang dan mereka berjalan menuju lorong bersamaan sorak-sorai penonton yang didominasi pejabat dari berbagai tingkat serta para pengusaha yang menjagokannya malam ini semakin menyanjung namanya.

Mereka tidak tau petarung muda yang namanya semakin dikenal dalam kurung waktu setengah tahun terakhir di arena Death Fight, dulunya hanya seorang pemuda yang baik hati dan selalu berbakti pada ibu serta menyayangi adik perempuannya. Dimana ia rela bekerja paruh waktu di tempat sasana tinju pinggiran kota Tanjung sebagai office boy guna menambah penghasilan keluarga setelah ayah tiri penggila judi dan tukang main perempuan yang dengan entengnya meninggalkan mereka bertiga dan lebih memilih bersama wanita penghibur di warung remang-remang tepi danau kota Sunter.

Hingga hari yang tidak akan pernah ia sangka itu terjadi, dimana masih segar dalam ingatan Zayn saat pulang kerja saat itu ketika ia melihat rumah yang baru mereka beli dengan cara mencicil terlihat berantakan dengan noda darah berceceran dimana-mana.

"Ibu!!!" Teriak panik Zayn ketika menyaksikan ibunya telah tergeletak dalam keadaan sekarat. Ia langsung duduk dan merangkul ibunya yang berlumuran darah yang mengental mengental, hal itu berarti kejadian mengerikan pada ibunya sudah cukup lama.

"Apa yang terjadi bu?!!"

"Nak tolong cari adikmu, mereka telah membawanya. Jangan hiraukan ibu yang sebentar lagi akan mati ini," ucap ibu Zayn dengan suara berat dan nafas tersengal.

"Baik bu, tapi ibu harus bertahan sampai Zayn meminta pertolongan pada para tetangga," jawabnya. Kemudian ia memindahkan tubuh ibunya ke sofa sebelum berlari meninggalkan rumah.

"Aku harus meminta bantuan Tante Yuni untuk menjaga dan menelpon pihak kepolisian serta rumah sakit," gumamnya berusaha tetap tenang sambil terus berlari ke salah satu rumah terdekat.

BOOM

Namun baru saja sampai di halaman rumah tetangganya, tiba-tiba terdengar suara ledakan dari arah rumah. Zayn terperangah mematung sebelum akhirnya sadar dan berteriak histeris.

"Ibu!!!" Teriak Zayn kembali berbalik berlari sekuat tenaga ke arah rumah yang telah hancur dengan api berkobar hampir disetiap sisi.

"Ada apa Zayn?!" Seru Tante Yuni yang keluar karena terkejut mendengar ledakan dan teriakan dari anak teman SMP nya itu.

"Astaga... Ada apa ini?!" Tante Yuni langsung syok berat melihat rumah Zayn sudah dilalap si jago merah.

"Sayang!! Cepat hubungi damkar dan kantor polisi!!" Teriak Tante Yuni memanggil suaminya yang sedang berada di kamar mandi.

Lanjut membaca
Lanjut membaca