Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
KERAJAAN LAUT DI PANTAI BARAT

KERAJAAN LAUT DI PANTAI BARAT

Feerista | Bersambung
Jumlah kata
40.9K
Popular
100
Subscribe
21
Novel / KERAJAAN LAUT DI PANTAI BARAT
KERAJAAN LAUT DI PANTAI BARAT

KERAJAAN LAUT DI PANTAI BARAT

Feerista| Bersambung
Jumlah Kata
40.9K
Popular
100
Subscribe
21
Sinopsis
FantasiIsekaiNagaIsekaiRaja
"Mengapa dunia ini begitu kejam aku rindu padamu ayah" Pemuda bernama surya yang sedang dilanda kesedihan karna merindukan ayahnya dia dateng ke pantai singosari di baratnya indonesia, karna kesedihan yang mendalam dan kegagalan yang di alaminya, surya memutuskan untuk menenggelamkan dirinya di laut tersebut hingga akhirnya dia terjebak di tempat yang sangat megah seperti kerajaan ntah surya selamat atau sudah tiada dan sekarang sedang berada di kehidupan alam baka selanjutnya....
Menyerah

Seorang pemuda bernama Surya Darmapuspa sedang duduk di pinggir pantai yang sangat indah di bagian barat Indonesia. Nama pantai itu tidak terlalu terkenal, namun pengunjung di sekitar pantai kerap datang untuk sekadar berlibur dengan orang tercintanya.

Namun tidak dengan Surya. Pemuda ini datang seorang diri karena dia sedang merindukan ayahnya yang sudah tiada. Dulu ayahnya pernah berkata sebelum mengembuskan napas terakhirnya, "Kalau kamu kangen sama Bunda dan Ayah, kamu bisa datang ke Pantai Singosari di barat sana, ya, Nak."

"Baik, Ayah."

Ucapan itu selalu diingat oleh Surya.

"Eh, kalian tahu tidak? Kalau di pantai ini katanya ada kerajaan bawah laut, loh," ujar sekumpulan gadis yang sedang bergosip tidak jauh dari tempat Surya duduk.

"Ah, masa? Itu cuma mitos kali," ucap gadis berbaju biru dongker.

"Iya, benar! Kata ibuku jangan pernah sendirian ke pantai ini. Nanti takut tenggelam terus kejebak di dunia lain, di dasar laut, terus enggak bisa pulang deh," timpal gadis berpita kuning.

"Seram ya? Tapi aku enggak bisa bohong sih, pantainya indah banget. Masih bersih, enggak ada sampah. Pasirnya alus banget walau ada cerita mistisnya. Asal kita datang cuma untuk liburan, kayaknya aman deh," jawab gadis berbaju dongker.

Surya hanya tersenyum tipis mendengar para gadis itu berbincang. Terdengar lucu bagi Surya yang pikirannya sedang kacau.

"Kalau gue tenggelam, apa gue bisa ada di kerajaan tersebut?" lirih Surya sambil tersenyum tipis.

Pertanyaan itu membuat air matanya menetes perlahan. Dia merasa hidupnya begitu kejam. Tuhan mengambil satu per satu yang dia punya. Ayahnya pergi, pekerjaannya hilang, dan bahkan rumah peninggalan ayahnya pun kini diperebutkan oleh tante dan pamannya.

"Aku lelah. Aku ingin menyusul Ayah. Tolong maafkan hamba-Mu, Tuhan. Aku tidak menunggu takdir menjemputku, namun aku yang menghampiri takdir itu."

Surya perlahan berjalan ke arah pantai hingga air menenggelamkan separuh badannya.

"Mas, ayo naik!"

"Mas!"

"Tolong! Ada yang tenggelam!"

"Tolong, Pak! Ada yang tenggelam di sana!"

Samar terdengar para pengunjung meneriakinya, namun itu tidak menghentikan langkah Surya. Dia terus berjalan hingga akhirnya sunyi....

Ayah, Bunda, tunggu aku, ya. Aku mau menyusul kalian.

Akhir hidup yang menyedihkan.

Surya merasa ada yang mendekat ke arahnya. Apakah itu hiu? Sedikit ada penyesalan di hatinya. Kalau benar itu hiu, seharusnya ia menyayat tangannya saja. Setidaknya jasad Surya bisa dikubur di samping makam ayahnya.

Pandangan Surya mulai buram sebelum sesuatu itu mendekat, dan akhirnya Surya pingsan.

Surya tergeletak di atas batu karang. Badannya terasa kaku dan sakit. Samar-samar ia mendengar suara seorang perempuan memanggilnya.

"Hai, Pemuda. Bangun!" ucap perempuan dengan pakaian seperti pelayan, namun tampak begitu indah.

Kok gue dengar suara cewek, ya? Apa gue udah di surga? Terus ketemu bidadari yang Tuhan kasih ke gue? Karena selama di dunia kan gue jomblo, padahal udah umur dua puluh tujuh tahun.

Apa gue buka mata aja, ya?

Banyak pertanyaan yang ada di benak Surya, dan rasanya ingin membuka mata, tetapi ia masih tidak berani.

"Aku tahu kau sudah bangun. Cepatlah, buka matamu," ucap gadis itu.

Perlahan Surya membuka matanya. Betapa terkejutnya ia melihat perempuan cantik dengan aksesori kerang di rambutnya dan kalung mutiara di lehernya.

"Apa karena gue matinya di laut, ya? Makanya Tuhan ngasih bidadari kayak putri duyung gini."

Ucapan ngaco Surya membuat gadis itu kebingungan.

"Kamu bicara apa, sih? Aku Sari, pelayan Kerajaan Kerang Emas. Aku membawa kamu ke sini karena saat ingin mengantarmu ke daratan, di sana sangat ramai. Aku tidak bisa keluar dari laut begitu saja," jelas Sari.

"Ini di mana, emang? Kenapa nuansanya seperti kehidupan laut?" tanya Surya penasaran.

"Memang ini di dasar laut, Mas. Di istana tempat saya bekerja."

"APA?! Dasar laut? Jangan bilang gue mau dijadiin tumbal lagi. Jangan, Mbak! Mending Mbak tusuk saya, terus biarin saya ngambang di permukaan laut. Nanti pasti saya akan ditemukan tim SAR. Jangan jadiin saya tumbal, Mbak. Saya udah pesan sama penjaga kuburan soalnya. Kalau saya mati, saya minta dikubur di samping ayah saya. Kalau saya dijadiin tumbal terus dikasih hiu buat dimakan, nanti jasad saya habis dong. Enggak ada yang bisa dikubur. Tolong ya, Mbak, tolong!"

Panik, Surya langsung bersujud berkali-kali agar dipulangkan ke permukaan laut.

"Mbak, saya enggak bisa lama-lama di dasar laut. Nanti saya kehabisan napas, Mbak. Tolong saya."

"Mas, bukannya tadi kamu memang ingin mengakhiri hidupmu?" tanya Sari sambil menahan senyumnya.

"Bukan gitu, Mbak. Oke deh, saya salah! Sekarang saya udah enggak mau mati, Mbak. Saya mau hidup lebih lama lagi. Saya cuma bisa bertahan lima menit doang di laut, Mbak. Saya enggak kuat tahan napas."

Surya terus saja memohon kepada Sari, namun Sari hanya menghela napas.

"Mas, kamu udah di sini selama dua hari, dan kamu saat ini sedang bicara di dalam air. Napasmu normal, tidak seperti orang yang kehabisan napas. Saya juga heran, kenapa manusia sepertimu bisa bertahan di dasar laut dan berbicara?"

Ucapan Sari membuat Surya juga heran. Kenapa dia bisa bernapas di dalam air, ya?

"Iya juga ya, Mbak. Kok saya bisa napas, ya? Padahal saya kalau renang paling lama lima menit di dalam air."

Surya mengecek seluruh tubuhnya dan mencoba bernapas berulang kali.

"Itu dia. Saya ingin membawa kamu ke kediaman Ratu. Di sana ada menteri yang bisa mengecek apakah kamu keturunan negeri dasar laut atau bukan. Ayooo!"

Sari menarik tangan Surya.

Surya hanya memandang Sari yang sedang menarik tangannya, lalu melihat ke sekeliling. Begitu indah istana bawah laut ini. Megah dan mewah, dengan banyak patung yang berjejer di setiap jalan serta penjaga yang berjaga di berbagai sudut. Namun, yang masih menjadi pertanyaan Surya, kenapa semua memiliki kaki seperti dirinya?

Banyak sekali pertanyaan yang ada di kepalanya. Ia berpikir akan menanyakannya kepada Sari nanti. Lamunannya buyar saat mendengar teriakan seorang pria tua yang tetap terlihat rupawan di hadapannya.

"APA?! Dia manusia? Kenapa bisa bernapas di dalam air? Itu tidak mungkin. Saya harus mengecek tubuhnya. Kalau memang dia manusia, lebih baik kau kembalikan dia ke daratan. Tapi kalau dia adalah keturunan bangsa kita, maka kita harus membawanya bertemu dengan Raja dan Ratu, karena masalah ini bukan hal sepele," jelas pria itu.

Lalu ia memegang tangan Surya dan menyentuh dadanya. Tidak lama kemudian, cahaya biru keluar dari tubuh Surya. Seketika kedua mata pria tersebut terbelalak kaget.

Bersambung...

Lanjut membaca
Lanjut membaca