Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
KAU TAK BISA LARI DARI PANDANGANKU

KAU TAK BISA LARI DARI PANDANGANKU

Li Xia Yu | Bersambung
Jumlah kata
77.1K
Popular
1.6K
Subscribe
259
Novel / KAU TAK BISA LARI DARI PANDANGANKU
KAU TAK BISA LARI DARI PANDANGANKU

KAU TAK BISA LARI DARI PANDANGANKU

Li Xia Yu| Bersambung
Jumlah Kata
77.1K
Popular
1.6K
Subscribe
259
Sinopsis
FantasiIsekaiPertualanganKekuatan SuperMengubah Nasib
Bima Sakti adalah seorang yang memiliki kekuatan yang diwarisi oleh sang ayah akan tetapi sang ayah menghilang menyisahkan Bima dan ibunya. namun fakta mengejutkan bahwa ayahnya adalah agen tersembunyi yang menghilang tak wajar, akankah Bima sakti bisa mengungkap menghilangnya ayahnya dan apakah dia sanggup menghadapi tantangan dan rintangan kedepan ?
Bab 1 Prolog : Mata Yang Menembus Takdir

Hujan turun malam ini membasahi atap rumahnya di wilayah barat indonesia, namun hawa dingin yang menusuk tulang sama sekali tidak mengusik pria yang berdiri tegak didepan jendela kamarnya. Rambut yang agak panjang itu berkibar pelan ditiup angin malam.

Namanya "Bima Sakti". Sebuah nama yang megah seperti nama tokoh terkenal Indonesia, namun hidupnya selalu dipenuhi oleh rahasia yang mengharuskan dia dan ibunya meninggalkan rumah lama mereka dan menyendiri di sebuah perkampungan di wilayah barat menurut orang-orang sekitar Bima adalah anak terkutuk karena memiliki kekuatan yang tak biasa. Kekuatannya itu bisa saja mengutuk sekaligus memberkatinya.

Di kegelapan malam menyelimuti hutan angker yang menjadi tempat tinggal mereka adalah batas antara dunia manusia dan wilayah terlarang.

Ya, dibelkang rumah mereka ada hutan yang terkenal angker dan jarang warga yang tinggal di sana tak berani untuk pergi ke hutan terlarang jika malam tiba.

Bagi mata biasa, tempat itu hanyalah hamparan kegelapan tanpa ujung dan angker. Namun tidak bagi Bima, ia bisa melihat yang tak bisa dilihat oleh orang lain.

Bima memejamkan matanya sejenak, menarik napas dalam-dalam, lalu membiarkan angin malam menembus di dalam darahnya mengalir menuju kedua kelopak matanya. Ketika ia membuka mata kembali, kilatan cahaya biru pirus yang mistis memancar terang.

Bola matanya berubah, berpendar membentuk pola lingkaran magis yang rumit.

Seketika itu juga, dunia di hadapannya bertransformasi.

Kekuatan super mata tembus pandang milik Bima bukanlah sekadar melihat menembus dinding kayu atau baja, ia juga bisa melihat makhluk-makhluk gaib.

Matanya mampu menembus realita kehidupan, menembus kabut ilusi, membelah kegelapan pekat, bahkan melihat aliran energi negatif yang tersembunyi di balik tubuh manusia.

Bagi Bima itu adalah kutukan , dunia tidak memiliki tempat untuk ia bersembunyi. Semua rahasia, struktur materi, dan detak jantung yang terisolasi energi negatif, terpampang nyata di hadapannya.

Kekuatan yang dimilikinya adalah warisan dari sang ayah yang tak pernah ia jumpai selama 18 tahun ini. Sang ibu yang sudah berusia kepala 40 itu hanya menggantungkan hidup mereka melalui hasil panen kebun mereka.

Entah sampai kapan ia bisa bertemu dengan ayahnya. Bima mengarahkan pandangannya lurus ke dalam kegelapan hutan dibelakang rumahnya kerapatan pohon hitam berjarak tiga kilometer di atas sana. Matanya menembus lapisan batang pohon besar, menembus tanah, hingga pandangannya mengunci sebuah siluet merah yang sedang bergerak panik karena dia menyadari ada yang memperhatikannya namun orangnya tidak ada.

Siluet itu adalah aliran darah dan energi dari seseorang yang sedang berlari ketakutan seorang buronan ordo penganut ilmu hitam yang membawa hasil curiannya dari museum.

Bima menyeringai tipis, senyuman dingin yang sarat akan kepastian. Orang itu berpikir bahwa kegelapan malam dan labirin hutan angker itu bisa melindunginya namun tidak ada satu pun yang luput dari pandangan Bima. Sungguh sebuah keputusasaan yang sia-sia.

"Kau bisa berlari ke ujung dunia, bersembunyi di balik dinding paling tebal, atau menyamar di balik ilmu hitammu yang paling rumit sekalipun," bisik Bima pada kesunyian malam, suaranya tenang namun bergaung dengan aura intimidasi yang kuat.

Bima melompat turun dari jendela tanpa keraguan sedikit pun, membiarkan angin malam menyambut tubuhnya. Sebelum sosoknya menghilang ditelan kegelapan hutan, kalimat terakhirnya mengudara seolah menjadi vonis mutlak bagi mangsanya:

"Tapi...kamu tak bisa lari dari pandanganku." Ucapan Bima ketika mengejar pencuri itu.

Ia berlari menyusuri hutan itu dengan kegelapan dan rintik-rintik hujan yang mulai berhenti. Bima mencoba menemukan tempat persembunyian orang itu, namun apesnya ia terpeleset karena pekatnya malam itu tak ada cahaya lampu ataupun apapun yang bisa membuatnya bisa melihat dalam kegelapan.

"Sial.." ucap Bima jengkel dengan dirinya sendiri yang terpeleset jatuh.

Seluet Merah itu juga sudah menghilang, Ia tak bisa lagi mengejar orang itu dan pada akhirnya Bima kembali pulang dengan tangan kosong.

Sesampainya di rumah ia kembali memanjat jendela kamarnya dan mengganti pakaiannya yang sudah basah dan kotor itu dengan pakaian yang baru.

"Kalau saja tadi aku lebih berhati-hati pasti sudah tertangkap orang itu" ujarnya sambil memakai pakaian.

Pakaian kotornya ia masukkan kedalam keranjang dan ia pun merebahkan dirinya ke tempat tidur.

Lelah....

Bima sangat kelelahan mengejar orang itu, sehingga ia tertidur pulas ketika kepalanya menyentuh bantal.

***

Pagi harinya...

"Bima, ayo bangun nak" ucap mama Dina ketika sedang menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.

Bima yang baru saja bangun segera ke kamar mandi membersihkan wajah dan menggosok giginya sebelum ia keluar dari kamarnya.

"Hummm... wangi sekali ma" ucap Bima

"Masak nasi goreng ya ma" tanyanya lagi

"Iya, kebetulan hari ini kita jadi panen jagung jadi kita sarapan dulu nanti kamu bantu mama panen jagung dan jual di pasar kabupaten" ucap mama Dina

Bima hanya menganggukkan kepalanya, ia harus membantu mamanya demi kelangsungan hidup mereka yang sangat pas-pasan ini.

"Baik ma, nanti setelah sarapan Bima bantuin mama" Jawab Bima.

Usia mamanya tak lagi muda seperti dulu sehingga badannya sering sakit-sakitan membuat Bima khawatir dengan keadaan mama Dina.

Setelah selesai masak, mama Dina memberikan sepiring nasi goreng buatannya kepada anak semata wayangnya. Selingan dari sarapan mereka terlibat percakapan ringan.

"Ma, Bima boleh nanya nggak?" Tanya Bima

"Iya boleh, mau nanya apa ?" Jawab Mama Dina

"Apakah papa punya kekuatan seperti Bima" ujarnya

"Iya... tapi kamu harus ingat itu bukan kutukan itu adalah anugerah dari Tuhan untuk anak mama" ujar Mama Dina. Ia sering khawatir kalau anaknya itu akan minder dengan kekuatan yang dimilikinya.

"Iya ma, memang dulu Bima tak bisa terima dengan kekuatan Bima namun sekarang setelah mama sering cerita tentang papa Bima yakin, Bima pasti akan menjadi orang yang bermanfaat bagi banyak orang" jawab Bima

Ucapan Bima barusan itu membuat mamanya jadi terharu, terlebih lagi perawakan Bima yang mirip sekali dengan papanya membuat sang mama teringat kembali dengan suaminya.

"Tapi ma, kenapa papa bisa hilang?" Tanya Bima penasaran.

"Itu karna sahabat papamu membocorkan rahasia kekuatan papamu kepada ilmuan, dan pada akhirnya papamu tak kembali lagi" jawabnya

"Waktu itu aku berusia berapa tahun ma?" Tanya Bima lagi

"Waktu itu kamu masih di dalam kandungan mama, jadi sahabat papamu tak mengetahui kekuatan kamu, makanya mama bawa kamu jauh dari kota biar mereka tak bisa menemukan keberadaan kamu nak" ujar mama Dina.

"Baik ma, kalau di kabupaten nanti Bima akan menjadi anak normal kalau melihat sesuatu akan Bima tahan sampai nanti kembali kerumah" ujar Bima

"Mama tahu itu pasti berat buatmu nak, tapi mama tak mau kamu celaka" ucap mama Dina lagi.

"Ok ma" Jawabnya.

***

Maaf ya kalau kurang bagus ceritanya

Ini perdana aku nulis Fantasi jadi nanti minta saran dari kalian ya readers...

Lanjut membaca
Lanjut membaca