
pesugihan berujung maut
@sinta|Bersambung
- Jumlah kata
- 39.0K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 28
- Jumlah kata
- 39.0K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 28
Sinopsis
bayu yang awal nya tidak percaya atas berita burung yang lewat mengenai ayah dan ibu nya,namun seiring berjalanya waktu Bayu mulai gelisah akan berita miring yang terus menghampiri nama ayah dan ibu nya.seiring berjalannya waktu kejanggalan terus menghampiri dirinya,seperti selalu ada bunyi di salah satu kamar belakang,yang gelap dan bau.sering pula ada air di mangkok tanah liat berisikan kembang warna warni.bayu makin penasaran akan keanehan dari ayah dan ibu nya,yang setiap malam selalu mendatangi kamar tersebut secara diam diam.alangkah terkejutnya Bayu ternyata ayah dan ibu nya membuat pesugihan perjanjian dengan iblis.ahirnya Bayu memberanikan diri mendatangi kamar tersebut serta mengobrak Abrik semua alat pesugihan itu,tanpa dia sadari awal mula petaka maut itu muncul menghampiri keluarganya.
Ulasan
2 ulasan
Tieywiey
8/8/26 08:41
Jujur ini bikin merinding parah! 😱 Mulai dari yang nggak percaya, lama-lama malah bikin deg-degan terus. Suara misterius, bau aneh, sampai nemu rahasia orang tua yang bikin melongo—ternyata mereka bikin perjanjian sama iblis?! Tegang banget, bikin penasaran pengen tau kelanjutannya pas banget buat pecinta horor yang bikin jantung berdebar!
Matilda Dhini Mahanani
30/6/26 04:23
bagus ceritanya kak membangkitkan adrenalin aku penasaran sama kisah selanjutnya ditunggu launching berikutnya kak
bab1 pagi yang berembun
Betapa sejuknya pagi ini,di sertai embun yang hinggap dan bernaung di atas daun yang hijau nan segar itu.udara yang sejuk menembus kulit hingga terdalam, dan pemandangan yang indah serta asri di pagi penuh kabut ini.ucap Bayu sambil bergumam di dalam hati pada diri sendiri.
Bayu...,Bayu..,,sini nak bantu ibu sebentar
Suara dari dalam memecah keheningan serta lamunan Bayu,sumber suara itu tak lain dan tak bukan,ibu nya sendiri.
Sontak bayu menoleh ke arah sumber suara,sambil membalikan tubuh dengan pelan.
Senyum terukir di wajah bayu serta garis di sudut mata,dan ujung bibir dengan tulus kepada ibunya,iya buk jawab Bayu sembari berjalan menghampiri ibu
"Sini bantu ibu mengangkat air ini!!!.,"
Iya Bayu bantu buk, jawab Bayu sambil tersenyum ramah!!,
Ayah mana buk?!!. Tanya Bayu sambil mengangkat ember berisikan air.
Ayah pergi sebentar kerumah teman nya jawab ibu,sambil membantu bayu menungkan air dari ember ke dalam kendi besar.
Apakah hah,, ini hah,,sudah cukup buk???, tanya Bayu dengan suara terseka mengatur nafas ,karna mengangkat ember yang lumayan menguras tenaga nya.
Sudah ini lebih dari cukup kok , jawab ibu dengan senyuman sedikit,duduk dulu atur nafas mu agar tidak sesak perintah ibu pada Bayu.
Baik buk b..a..yu du... duk kok sambil duduk dan mengatur nafas nya yang semakin terseka,tidak terasa jam menunjuk enam lewat lima belas menit,waktu nya bersiap ke sekolah.
Bayu bergegas berangkat ke sekolah,dengan seragam putih abu abu yang lengkap dan dasi,serta tas yang berisikan buku.tak lupa pulak kotak bekal makan siang yang di siapkan ibu untuk nya.
Di sela perjalanan Bayu selalu dapat omongan tak enak dari tetangga nya,yang mengatakan ibu dan ayah nya bersekutu dengan iblis,memaki pesugihan agar hidup enak,ada juga ada yang mengatakan memakan korban untuk di jadikan tumbal.
Omongan tersebut selalu menjamah di telinga kecil Bayu, bahkan jadi makanan sehari sehari yang selalu dia dengar, setiap hari bahkan setiap waktu.
Setiba nya di rumah ,selepas pulang sekolah Bayu mendapati rumahnya kosong,pintu serta jendela tertutup rapat.
Tak seperti biasanya!!.,"ucap Bayu pelan pada diri sendiri."
Baru saja melangkahkan kaki di teras rumah,suasana rumah itu terasa mencekam,Bayu memberanikan diri membuka pintu rumah nya.
Ceklek ,!! Suara pintu itu terbuka
Pintu itu terbuka lebar ,seketika angin berhembusan keluar serta bau aneh yang tak ia kenali,gelap sunyi seperti rumah kosong tak bertuan.
"A..d..a apa dengan rumah ini ucap Bayu gemetar!!?.
Jantung bayu begitu kencang berdebar,kaki nya terasa berat seakan tak sanggup untuk melangkah,memasuki rumah nya.
Brrakkk!!
Suara itu mengejutkan Bayu yang sedari tadi Masi berdiri di ambang pintu,takut Bayu makin menjadi -jadi keringat mulai bermunculan dari dahi.mata nya tertuju pada sumber suara.
Suara itu berasal dari kamar yang kosong,dengan wajah pucat dan tanggan yang dingin,hingga kaki gemetar,Bayu memaksakan diri untuk mencari tau suara apa barusan,yang membuat takut nya bertambah.
Dengan suasana gelap bayu mencoba meraba sekeliling isi rumah itu ,tepat berada di depan pintu kamar yang kosong itu ,rasa takut yang amat hebat menghampiri Bayu angin kecil mengelitiki tengkuk nya.
Dengan hati yang penasaran bercampur takut,Bayu mencobah meraih gagang pintu dan ingin membukanya,
Cikkk,,... Ah pintu nya terkuci gumam Bayu pelan!!!
Rasa takut bercampur penasaran mendorong Bayu sekali lagi untuk membuka pintu kamar tersebut
"Cikkk,,...ah mengapa pintu itu sulit sekali di buka kesal Bayu pada pintu !!!,
Baru saja Bayu ingin melangkah menjauh,sesosok hitam besar berdiri tepat di belakang bayu.bulu kuduk Bayu serasa berdiri,angin dingin berhembus menyapa tubuhnya.
Bayu...!! Bayu..!! Sesesok hitam berbadan besar serta tinggi,itu memanggil nama Bayu.
Bayu menoleh ke arah mahluk bertubuh besar itu,alangkah terkejut nya Bayu melihat nya.
Apa.....kah mengapa tubuh ini terasa kaku ucap Bayu di dalam hati!!!,.
Sontak bayu terdiam mulutnya tertutup rapat,tubuh nya kaku terdiam,
" Ah...!!mengapa tubuhku terasa lemas sekali ada apa ini"
Seketika itu juga pandagan bayu menjadi samar dan buram,hal yang terahir di lihat oleh nya hanya mahluk bertubuh besar itu tegak berdiri memandanginya sambil tersenyum mengerikan.
bayu tersadar,membuka kedua mata dan mendapati diri nya sudah terbaring di tempat tidur di dalam kamar nya sendiri,
"Ap...a ini, aku di mana??! Tanya Bayu sambil berusaha mencoba mengingat kejadian yang barusan dia alami"
Ini di kamar mu nak.sahut ibu Bayu yang sedari tadi duduk di samping tempat tidur nya,sembari mengusap rambut Bayu.
"Kamu dari tadi tidur ibu berusaha mencoba membangunkan mu"ucap ibu Bayu!! Lihat saja kamu tidak sempat Menganti seragam sekolah langsung tidur,dengan celoteh ibu nya sambil berdiri melengang pergi.
"Ah ternyata hanya mimpi gumam Bayu"dalam hati merasa aneh tapi dia mencoba tak menghiraukan nya.
Hari terus berganti,kejanggalan demi kenjangalan terus menghampiri diri nya mulai dari keanehan dari ayah dan ibu nya,serat kamar kosong yang terus menerus meneror kian hari tiada henti.
Seolah pertanda, malam itu Bayu yang tertidur dengan begitu nyenyak tiba tiba terbangun mendengar tangisan dari luar jendela,tangisan itu sungguh membuat telinga kecil Bayu sakit ,suara yang semakin kencang membuat gendang telinga ingin pecah.
"Ahhhhh... Sakit...suara siapa itu!!!" Teriak Bayu sambil menutup kedua telinga Dnegan kedua tangan sesekali dengan selimut.
Seketika suara itu hilang lenyap meninggalkan keheningan ,serta suara jangkrik yang tersisa Bayu berusaha pelan membuka dekapan tangan yang menutupi kedua telinganya.
Membuka mata sambil menelisik setiap inci ruangan,ingin mencari sumber suara tadi dari mana asalnya,belum sempat rasa takut Bayu hilang tiba tiba
"Kreeekk!!!
Suara pintu berbunyi pelan tapi cukup membuat jantung bayu berdebar mendengar nya,perlahan Bayu beranjak dari kasur,dengan kedua tangan penuh keraguan tapi penasaran.bayu mencoba membuka jendela kamar nya pelan dan penuh hati hati.
Mata Bayu sedikit membesar dan tertuju pada satu orang yaitu ayahnya sendiri,yang berjalan keluar rumah sendirian di tengah malam begini,Bayu ingin memangil tapi suaranya terhenti dan ragu di dalam hati.
" Ayah mau ngapain keluar di tengah malam begini"ucap Bayu pada diri sendiri.
Dengan hati penasaran Bayu memberanikan diri untuk mengikuti ayahnya dari kejauhan,sikap dan prilaku ayah Bayu kian menjadi aneh dan seperti orang yang sedang menyembunyikan sesuatu,
Malam yang kian mencekam serta angin yang begitu membuat tubuh sejuk,serta suara suara aneh membuat Bayu awalnya ragu,tetapi dia tetap mengikuti ayahnya.
seketika itu juga ayah Bayu hilang dari pandangan nya,menibulak pertanyaan di dalam benak Bayu
"Hah ayah kemana mengapa begitu cepat hilangnya"celoteh Bayu kesal sambil menendang pohong di hadapannya.
Dingin angin malam yang menggelitik tengkuknya menadarkan Bayu dan mengembalikan rasa takut Bayu.
Daftar bab
39 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat








