Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
Pusaka Dari Langit (Perburuan Pusaka Dewa)

Pusaka Dari Langit (Perburuan Pusaka Dewa)

Martimbul Siregar | Bersambung
Jumlah kata
81.2K
Popular
361
Subscribe
12
Novel / Pusaka Dari Langit (Perburuan Pusaka Dewa)
Pusaka Dari Langit (Perburuan Pusaka Dewa)

Pusaka Dari Langit (Perburuan Pusaka Dewa)

Martimbul Siregar| Bersambung
Jumlah Kata
81.2K
Popular
361
Subscribe
12
Sinopsis
FantasiFantasi TimurPedangDewa & IblisKerajaan
pertemuan dengan pangeran obat memberikan petualangan baru untuk Wira Pramudya, yang mana anak muda itu akan melanjutkan sesuatu yang tidak pernah dia duga sama sekali. masa lalunya yang terkunci, dan ingatannya yang dihapus, akan memberikan sesuatu yang baru saat semua itu dikembalikan pada dirinya. Bagaimana petualangan baru dari Wira Pramudya ini? ikuti cerita ini karena ini merupakan lanjutan dari novel pusaka dari langit.
Lubang hitam dari langit

Sebuah cahaya terang muncul di langit, yang mana cahaya itu merupakan cahaya biru bercampur kemerahan, yang membuat langit yang gelap terlihat menjadi terang dan itu sungguh menarik perhatian manusia-manusia yang melihat cahaya itu.

Cahaya terang itu turun secara perlahan-lahan dari langit, dan pada akhirnya hilang di dalam sebuah hutan yang begitu rimba, hutan yang begitu sangat jarang didatangi oleh bangsa manusia.

Tiba-tiba saja cahaya terang itu menciptakan sebuah lubang yang begitu besar, dan dari dalam lubang itu keluar seorang pemuda dengan rambut panjang, pakaian biru cerah, dan juga memiliki wajah tampan serta sorot mata yang begitu tajam.

Pemuda itu segera keluar dari lubang itu, lubang hitam yang tercipta saat dirinya menyentuh sebuah cincin yang berada di jemari tangannya, cincin yang yang bernama cincin semesta.

"Apakah aku sudah sampai di negeri gajah?' kata pemuda itu kebingungan.

Pemuda itu memilih untuk menjauh dari hutan itu, karena dirinya menyadari satu hal, ada banyak energi yang muncul dan datang ke arah hutan itu, yang pastinya energi itu bukan energi yang baik.

"Aku harap aku memang sudah tiba di Negeri gajah, dan aku akan meneruskan perjalanan untuk mencari Pangeran obat!' kata pemuda itu lagi.

Pemuda yang baru keluar dari lubang hitam itu tak lain adalah Wira Pramudya, pemuda yang dahulu merupakan seorang lelaki pilihan Dewa, Tapi saat ini dia hanyalah seorang pemuda yang ingatannya sudah dihapus.

"Saatnya untuk pergi!' kata Wira Pramudya.

Huppppp!

Anak muda itu langsung melesat dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh terbaik yang dimilikinya, dan dia pun meninggalkan hutan itu demi menghindari masalah yang mungkin saja datang.

***

Saat cahaya terang yang muncul di langit itu terlihat di seluruh negeri, para penyuka kekuatan dan para pendekar meyakini kalau yang muncul itu adalah sesuatu yang bisa meningkatkan kekuatan mereka.

Menurut mereka, yang terlihat itu kemungkinan besar adalah sebuah pusaka atau kemungkinan adalah mustika tiada tandingan.

Oleh karena itulah orang-orang itu memilih untuk mendatangi hutan di mana cahaya itu turun, dan berharap kalau apa yang mereka inginkan itu benar-benar akan mereka temukan.

Hanya dalam waktu yang singkat saja, daerah hutan itu sudah dipenuhi oleh para pendekar, yang mana mereka mencari sesuatu yang sangat mereka harapkan itu.

Tapi tentu saja mereka tidak akan menemukan apapun, karena yang keluar dari cahaya itu tak lain adalah Wira Pramudya, seorang pendekar tingkat tinggi yang datang dari dimensi yang lain.

Beberapa pendekar tingkat tinggi mencoba mendeteksi keberadaan pusaka atau mustika di sekitar hutan itu, namun tentu saja apa yang mereka harapkan hanyalah harapan kosong saja.

"Sungguh sialan, sepertinya benda itu sudah tidak ada di sini, aku hanya sia-sia datang ke hutan ini!' kata seseorang yang langsung meninggalkan hutan itu.

Namun sebagian besar dari mereka masih tetap bertahan di hutan itu, dan mencari kemungkinan akan berjodoh dengan sesuatu yang menurut mereka keluar dari cahaya terang di Langit itu.

Tapi hingga matahari muncul di ufuk timur, tetap saja yang mereka inginkan itu tidak ditemukan, yang mana pada akhirnya satu demi satu para pendekar itu mulai meninggalkan hutan yang rimba itu.

Saat semua orang sudah pergi, seorang lelaki dengan pakaian putih berjalan dengan langkah kaki yang begitu tenang dan bijaksana.

Dirinya seperti merasakan sesuatu, dan dirinya berdiri tepat di tempat Wira Pramudya keluar dari dalam lubang hitam.

"Yang mereka rasakan itu salah, aku meyakini kalau seseorang sudah melewati dimensi, siapa dia dan apa yang diinginkannya di negeri ini?' Kata Lelaki berpakaian putih itu.

Lelaki itu menutup matanya dan mencoba mendeteksi keberadaan seseorang, dan setelah itu dirinya pun tersenyum karena yakin, orang yang keluar dari lubang hitam itu sudah pergi dari dalam hutan itu.

"Aku harus mencari dan menemukannya, karena jika tidak kemungkinan besar dia tidak akan memahami apa yang akan dia temukan di negeri kami ini?' Kata Lelaki berpakaian putih itu.

Lelaki berpakaian putih itu merupakan seorang pendekar golongan putih, di dunia persilatan Dia memiliki julukan dengan nama pendekar tangan malaikat.

Hal itu tidak lepas karena sifatnya yang begitu baik, juga welas asih dalam memberikan bantuan, dan tanpa segan akan mengulurkan tangan jika seseorang membutuhkan bantuan dari dirinya.

Huppppp!

Dengan satu gerakan yang begitu cepat, lelaki berjuluk Pendekar tangan malaikat itu melesat menuju ke arah perginya Wira Pramudya, dan berharap kalau dia adalah orang pertama yang akan bertemu dengan pemuda itu.

Sambil melesat di udara, lelaki itu tak bosan-bosannya melepaskan kekuatan pendeteksi miliknya, dan itu dilakukannya untuk menemukan keberadaan orang yang keluar dari dalam lubang hitam itu.

Hingga matanya melihat asap tipis membumbung di udara, yang mana entah mengapa dirinya malah penasaran dengan asap tipis itu, dan dirinya memilih untuk melesat ke arah asap itu.

Dari udara dirinya melihat seorang pemuda sedang duduk di dekat api unggun, dan pemuda itu sedang membakar seekor kelinci yang mungkin saja akan dijadikan sebagai makanan untuk mengisi perutnya.

Karena tidak ingin mengagetkan Pemuda itu, pendekar tingkat tinggi itu memilih untuk turun dari udara, dan dirinya pun berjalan ke arah pemuda yang duduk di dekat api unggun itu.

Secara diam-diam pendekar tingkat tinggi itu mendeteksi kekuatan dari pemuda itu, dan dirinya sedikit kecewa karena pemuda itu hanya memiliki tingkat kemampuan seorang pendekar langit.

"Bukan dia yang aku cari, namun tidak salahnya jika aku bertanya padanya?' Kata Lelaki itu dan berjalan ke arah pemuda yang duduk dekat api unggun itu.

Namun tanpa disadari oleh lelaki tua itu, sebenarnya kedatangannya sudah disadari oleh pemuda itu, namun pemuda itu pura-pura tidak mengetahuinya untuk menghindari kecurigaan pada dirinya.

"Wah, sepertinya kau akan makan enak anak muda! Apakah kau boleh membaginya untuk diriku?' kata lelaki tua itu mencoba berbasa-basi.

"Tentu saja kakek, namun kelinci ini belum matang sepenuhnya, Bagaimana jika kita tunggu dulu matang baru kita makan bersama-sama?' kata pemuda itu tanpa menolak keinginan dari lelaki yang menginginkan kelinci yang dibakarnya itu.

"Hahaha! Baiklah anak muda, Mari kita tunggu makanan itu matang!' kata lelaki tua itu dan duduk di samping pemuda itu.

Pemuda itu pura-pura sibuk dengan membolak-balik kelinci yang dibakar, dan menunggu Apa respon dari lelaki tua yang inginkan makanannya itu.

Pemuda itu sudah tahu kalau lelaki tua itu datang bukan untuk makan, namun dengan maksud yang lain, tapi pemuda itu belum bisa menebak apa niat Dari lelaki tua itu.

"Anak muda, apa Kau hanya sendirian di sini? Apa kamu lihat seseorang lewat dari tempat ini?' tanya lelaki tua itu memulai pembicaraan dengan pemuda itu.

Lanjut membaca
Lanjut membaca