Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
berada di tanah para naga

berada di tanah para naga

bellevina casilda | Bersambung
Jumlah kata
96.8K
Popular
129
Subscribe
17
Novel / berada di tanah para naga
berada di tanah para naga

berada di tanah para naga

bellevina casilda| Bersambung
Jumlah Kata
96.8K
Popular
129
Subscribe
17
Sinopsis
FantasiIsekaiNagaMonsterDunia Gaib
alif yang terbangun setelah kecelakaan bukan berada pada dunianya melainkan pada tanah fantasy yang penuh dengan makhluk-makhluk yang ada dalam game online yang dia mainkan secara nyata dan beberapa bakat yang muncul atas dirinya tapi semua itu butuh perjuangan membangunnya
Bab I Berpulang tapi datang

Bab I Berpulang tapi datang

Hai aku adalah Alif Adiatna, aku seorang gamer pro yang mengikuti sebuah game MMORPG yang sudah lama aku geluti.

Dalam game yang aku sering mainkan yaitu "Arcana The Dragon Realm" aku memiliki semuanya dari mulai rumah yang megah di dalamnya penuh dengan sebuah pulau beserta sumber daya bumi seperti tambang Cristal, Tambang emas, tambang biji besi langka. Akupun memiliki hasil agraria seperti, gandum, buah-buahan, peternakan dan lainnya.

Semua mulai berubah setelah adanya musibah jatuhnya meteor misterius yang mengeluarkan gas beracun. Kotaku hancur dan akupun terkena dampaknya, aku tidak sempat melarikan diri tepat waktu lalu akupun kehilangan kesadaran saat gas beracun itu tersebar ke seluruh kota dan masuk ke rumahku.

Bangun untuk pertama kali di rumah sakit kepalaku masih pusing, mataku cukup berat seperti sangatlah lelah. Aku kembali merebahkan tubuhku ke kasur seluruh tubuhku seperti remuk.

"Lho sudah sadarkah kamu?" Seorang suster berparas cantik dan berkulit kuning Langsat menyapaku, di dunia nyata ini aku adalah seorang jomblo yang hidup lama tanpa ada perempuan yang mau menemaniku, jadi aku curi-curi pandangan.

Mataku yang remang-remang melirik ke arahnya dan otomatis memperhatikan lekuk tubuh indahnya secara juga suster itu masih sangatlah muda menurutku. Aku hanya membalas sapaan itu dengan senyum yang terpaksa mengingat tubuhku sudah sangat sakit.

Suster itu cukuplah cekatan dalam merawat ku mencatat kondisiku yang memerlukan beberapa alat bantu medis yang aku sendiri baru pertama kali melihatnya. "Ini dimana sus?" Tanyaku dengan sangat berusaha membuka pembicaraan."RSUD kota Ginsha, kamu gak inget apa-apa ya ganteng?" Tanya suster itu sambil menggoda.

"Entah ya yang aku ingat cuma bangun dan ketemu malaikat cantik yang bertanya KLO apa aku sudah sadar atau belum" balas ku untuk menggodanya, tenang aku hidup dalam dunia virtual tapi dalam masalah PDKT aku bisa dikatakan sebagai raja gombal sejati biarpun belum ada yang"terjaring" dalam batinku tiba-tiba terucap kata-kata sombong itu

"Ayo sembuh dulu aja, baru nanti kalo mau ngobrol yang tenang kita ke Cafe" jawabnya membalas godaanku.

waah sesuatu banget deh godaanku disambut dong hatiku girang bukan kepalang karena ada yang akhirnya ada perempuan cantik yang mau meresponku.

Saat suster cantik itu kembali menulis laporannya mataku terfokus pada dadanya "wahhh gede juga" nih ukurannya batinku kembali berfikiran liar, aku juga bisa membaca tulisan name tag di depannya "Sasha Aini".

oh... Itu namanya, aku coba menajamkan mata menyisir seluruh sosok indah di depanku, Namun ada yang aneh aku bisa liat pakaian dalamnya baik itu bra yang berenda berwarna pink dan G-string yang dia gunakan, semakin aku coba memfokuskan mataku aku bisa liat seluruh peredaran darahnya mengalir, jantungnya berdetak, bahkan hingga otaknya yang menerima, merespon dan memberikan aliran listrik keseluruh tubuhnya.

"Hah apa ini ? Koq bisa seperti tembus pandang" Namun setelah itu nafasku menjadi berat kepalaku seolah berputar hebat. Aku menunduk ke bawah dan Disaat saat terakhir aku coba untuk melihat kedua tanganku tapi...

Mataku mulai terpejam perlahan dan aku kembali kehilangan kesadaran ku.

Aku terbangun kembali anehnya aku terbangun tidak di rumah sakit tempat aku terakhir dirawat, tidak ada kasur, tidak ada alat-alat medis dan tidak ada ruangan ber AC yang aku rasakan sebelumnya. Aku terbangun di tepian sungai yang jernih penuh pepohonan dan tidak jauh di ujung penglihatan ku terdapat sebuah air terjun deras dengan cipratan yang deras. "Ini dimana, kemana semua orang?" Aku bertanya dalam hati.

Aku coba untuk bangkit berdiri dan melihat sekeliling tapi benar- benar hanya hutan dan sungai. Aku coba menghilangkan dahaga di sungai itu setelah itu mencuci mukaku, aku terperangah tanganku sudah sepenuhnya ditumbuhi sisik halus tadi yang memancarkan cahaya hijau dan setelah ku perhatikan jari jari dan kuku yang kumiliki sangatlah lancip serta tajam, "apa ini kenapa wujud ku seperti ini? Kenapa aku disini dan aku bisa menjadi orang lain?" Pikiranku bergejolak dan sangat penuh tanda tanya.

Aku bangkit dari tepi sungai kemudian aku coba memeriksa sekeliling lagi.

aku coba memanjat pohon yang menurutku cukup tinggi dan besar hingga ke ujung dahan tertinggi dan melihat sekeliling cukup lama aku memperhatikan sekitarku dari atas pohon tersebut.

Ternyata benar disini adalah kawasan hutan. Aku turun dengan perlahan tapi sialnya adalah salah satu dahan pohon tersebut patah serta tanganku terpeleset yang membuatku hilang keseimbangan dari atas pohon.

Aku terjatuh sangat cepat, tergesek dahan-dahan pohon lain serta aku tidak sempat memperhatikan ada sesuatu atau seseorang di bawah pohon tempatku memanjat dan "Bruuuk...." Suara keras aku jatuh dengan keras yang di barengi oleh teriakan seorang gadis.

"Aaaarrrggghhh....siapa kamu mau apa kamu" seorang gadis berparas cantik berambut panjang sepunggung dengan belahan dada yang padat merapat yang kenyal terlihat putih mulus karena hanya berbalut kain yang dililitkan di badannya menutupi tubuhnya.

Gadis itu kaget melihat aku jatuh dari atas pohon. Gadis itu mengenakan kain coklat yang dilitkan sepanjang lutut.

"Maaf ini dimana ya saya sepertinya tersesat" jawabku mencari alasan sambil mengulurkan tangan membantu gadis itu bangun dari jatuhnya. Dia heran padaku lalu menyambut tanganku aku bisa melihat tangannya putih merona dan mulus banget seperti selalu dirawat dengan baik. Saat tangannya menyentuh dan menarik tanganku terasa halus sekali seperti lantai yang baru di pel dan wangi tubuhnya mantab banget.

"Asalmu dari mana? Kenapa ada di sini?" Tanyanya kemudian. "Aaa..aku dari kota Ginsha, aku sepertinya tersesat sampai kehutan ini, aku cuma sedang memancing ikan" aku kembali beralasan. "Ginsha? Dimana itu? Aku gak pernah dengar, apa itu jauh?" Tanyanya penasaran. "Mungkin, karena aku tidak sadar sampai kesini aku hanya menelusuri sungai ini dari tadi" jawabku kemudian. Waah ternyata gadis ini cukup ramah ya. "Tapi By the way, apa yang kamu lakukan ke hutan ini sendirian?" Tanyaku penasaran. "Hah apa Badawey? Aku bukan Badawey aku punya nama ya namaku arisa, Aku biasa mandi dan mengambil air dari sungai ini untuk kebutuhan keluargaku, desa ku disebelah sana" sambil menunjuk beberapa gentong kayu untuk mengambil air dan kemudian menunjuk arah dalam hutan. "Baiklah arisa, aku Alif, izinkan aku bantu ya" aku coba menawarkan. " Iih...gak mau aku bisa mandi sendiri lagian kamu tuh laki-laki mana boleh bantu aku mandi, jangan macam-macam biar aku perempuan aku masih bisa menghajarmu dengan cepat" sanggahnya sambil menyilangkan tangan di dadanya yang makin terlihat sangat menantang karena dua gunung kembarnya yang besar

"Bantu bawain air dari sungai, kamu mikir apa sih?" Jawabku singkat langsung mengambil gentong air tersebut dan mengisinya dengan air lalu ku pikul.

"Y sudah aku bawa gentong air ini ke arah desa kamu dan aku tunggu kamu di depan pintu desa, arahnya kesini kan? Kamu silahkan mandi sepuasnya" jawabku sambil menggendong gentong air yang sudah di isi air bersih dari sungai kemudian berjalan menuju arah desa di dalam hutan yang di tunjukkan arisa tadi tanpa menoleh kebelakang. "Awas ya kalo kamu berani ngintip" teriaknya. Aku tidak menghiraukannya, Aku terus saja berjalan menelusuri jalan setapak yang semakin dalam ke hutan. Sekitar 20 menit aku sudah berjalan tibalah aku di depan sebuah gapura besar yang terbuat dari campuran kayu dan batu berhiaskan benalu-benalu alami namun di tengah gapura tersebut ada pagar besi yang mengelilingi serta di jaga 2 orang dengan tinggi hampir 2 meter bertubuh kekar memegang tombak dan perisai bundar dengan lambang aneh di tengahnya.

Aku pun sedikit mundur perlahan karena takut oleh wajah penjaga gapura tersebut yang cukup garang "jangan-jangan ini pintu desa yang arisa maksud" batinku kembali berkata, di tengah asyik memperhatikan seluruh gapura dan penjaga tersebut tiba-tiba....."arrrghhh...."

Lanjut membaca
Lanjut membaca