Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
MILIKKU SELAMANYA  AKAN TETAP MILIKKU

MILIKKU SELAMANYA AKAN TETAP MILIKKU

Sinara | Bersambung
Jumlah kata
61.0K
Popular
100
Subscribe
27
Novel / MILIKKU SELAMANYA AKAN TETAP MILIKKU
MILIKKU SELAMANYA  AKAN TETAP MILIKKU

MILIKKU SELAMANYA AKAN TETAP MILIKKU

Sinara| Bersambung
Jumlah Kata
61.0K
Popular
100
Subscribe
27
Sinopsis
PerkotaanAksiMiliarder
Lima tahun lalu, Arya Mahardika kehilangan segalanya dalam satu malam. Ayahnya meninggal secara misterius, perusahaan keluarga direbut oleh para direksi yang berkhianat, dan wanita yang ia cintai memilih pergi bersama pria yang dianggap lebih mampu memberinya masa depan. Semua orang mengira Arya telah hancur. Mereka salah. Di balik bayang- bayang kota metropolitan, Arya membangun kerajaan bisnisnya sendiri dari nol. Dalam waktu lima tahun, ia menjelma menjadi miliarder muda paling berpengaruh di Asia Tenggara sekaligus sosok misterius yang memiliki jaringan keamanan pribadi, perusahaan investasi raksasa, dan pengaruh yang bahkan membuat para pejabat tinggi berhati-hati saat menyebut namanya. Ketika akhirnya kembali ke Jakarta, Arya tidak datang untuk meminta kembali apa yang pernah hilang. Ia datang untuk mengambilnya. Perusahaan ayahnya. Kehormatan keluarganya. Dan wanita yang dulu menjadi miliknya. Namun semakin dalam ia menggali masa lalu, semakin jelas bahwa kematian ayahnya bukanlah kecelakaan biasa. Sebuah organisasi rahasia yang mengendalikan bisnis, politik dan dunia bawah kota ternyata berada di balik semuanya. Kini Arya harus memilih. Menjadi miliarder yang hidup nyaman di balik menara kaca miliknya... Atau berubah menjadi predator yang akan menghancurkan siapa pun yang berani mengambil apa yang menjadi miliknya. Karena bagi Arya Mahardika, ada satu prinsip yang tidak pernah berubah. " Milikku selamanya akan tetap milikku. " Dan siapa pun yang mencoba merebutnya... Akan kehilangan segalanya.
Bab. 1.Kepulangan Sang Pemilik.

Hujan malam mengguyur jakarta tanpa ampun.

Lampu-lampu gedung pencakar langit memantulkan cahaya ke jalanan yang basah, menciptakan pemandangan yang indah sekaligus dingin.

Sebuah mobil sedan hitam berhenti perlahan di depan gedung megah setinggi 60 lantai yang berdiri gagah di kawasan bisnis Sudirman.

Tulisan besar di bagian atas gedung itu berbunyi:

MAHARDIKA GROUP.

Seorang pria berusia 28 tahun keluar dari mobil dengan langkah tenang.

Setelan jas hitam yang dikenakannya terlihat sederhana, tetapi potongannya menunjukkan kualitas yang tidak bisa dibeli sembarang orang.

Wajahnya tegas.

Tatapannya dingin.

Dan Aura yang mengelilinginya membuat orang-orang secara naluriah memilih menyingkir dari jalannya.

Arya Mahardika akhirnya kembali.

Lima tahun.

Butuh lima tahun baginya untuk berdiri lagi setelah dihancurkan oleh orang-orang yang seharusnya melindunginya.

Pria itu mengangkat kepala menatap gedung yang dulu merupakan kebanggaan ayahnya.

Sekarang gedung itu dipenuhi para pengkhianat.

" Selamat datang kembali di Jakarta, Tuan Arya. "

Seorang pria berusia sekitar 40 tahun berdiri di sampingnya sambil sedikit menundukkan kepala.

Namanya Bima.

Mantan anggota pasukan khusus yang kini menjadi kepala keamanan pribadi Arya.

" Bagaimana situasinya?, tanya Arya datar.

" Direktur utama saat ini, Leonard Wijaya, masih memegang kendali penuh atas Mahardika Group. Saham perusahaan sebagian besar sudah berpindah ke beberapa perusahaan cangkang miliknya. "

Arya tersenyum tipis.

" Dia masih serakah seperti dulu. "

" Besok malam mereka akan mengadakan acara ulang tahun perusahaan di Hotel Grand Meredian. "

" Semua petinggi bisnis Jakarta akan hadir. "

Arya memasukkan kedua tangannya ke dalam saku.

" Bagus. "

Bima menatap atasannya.

" Tuan ingin datang? "

Arya mengalihkan pandangan ke arah gedung itu.

" Ayahku membangun perusahaan itu selama 30 tahun. "

" Mereka mencurinya dalam satu malam. "

" Menurutmu aku tidak akan datang? "

Bima terdiam.

Ia pernah melihat banyak komandan di medan perang.

Namun belum pernah ia melihat seseorang dengan ketenangan yang lebih menakutkan dibanding pria muda di depannya.

Karena orang yang benar-benar berbahaya bukanlah mereka yang marah. Melainkan mereka yang terlalu tenang.

Hotel Grand Meridian.

Keesokan malamnya.

Ruangan ballroom dipenuhi para pengusaha, pejabat dan investor.

Gelas-gelas kristal beradu.

Tawa terdengar di berbagai sudut ruangan.

Di atas panggung berdiri seorang pria berusia 55 tahun dengan senyum lebar.

Leonard Wijaya.

Direktur Utama Mahardika Group.

Pria yang mengambil alih perusahaan setelah kematian mendadak Surya Mahardika 5 tahun lalu.

" Hari ini Mahardika Group resmi mencatat pertumbuhan tertinggi dalam sejarah perusahaan."

Tepuk tangan bergema.

Leonard tersenyum puas.

Namun sebelum ia melanjutkan pidatonya, pintu ballroom terbuka.

Semua kepala menoleh bersamaan.

Seorang Pria Muda berjalan masuk dengan langkah santai.

Setelan jas hitam.

Tatapan dingin.

Dan aura yang membuat ruangan mendadak sunyi.

Leonard mengernyit.

" Arya...?

Nama itu membuat beberapa orang ikut terkejut.

" Arya Mahardika? "

" Bukankah dia menghilang 5 tahun lalu? "

" Aku dengar dia bangkrut setelah kematian ayahnya. "

" Kenapa dia ada disini? "

Arya berhenti tepat di tengah ruangan.

Tatapannya mengarah langsung kepada Leonard.

" Aku mendengar ada pesta. "

" Sebagai Putra pendiri perusahaan, Kupikir aku pantas mendapat undangan. "

Suasana menjadi Canggung.

Leonard memaksakan senyum.

" Tentu saja. "

" Kau selalu diterima disini. "

Arya tersenyum tipis.

" Benarkah? "

" Karena lima tahun lalu Aku justru diusir dari gedung milik keluargaku sendiri. "

Wajah Leonard menegang.

" Itu masalah lama. "

" Perusahaan membutuhkan pemimpin. "

" Dan saat itu kau belum siap. "

Arya tertawa kecil.

" Belum siap? "

. Menarik.

Pria yang berdiri di depannya ini benar-benar masih menganggapnya sebagai anak muda yang bisa diinjak Sesuka Hati.

" Kalau begitu aku datang untuk memastikan sesuatu. "

" Apa itu?, tanya Leonard.

Arya menatap lurus ke arahnya.

" Apakah kursi yang kau duduki sekarang masih nyaman? "

Ruangan seketika membeku.

Leonard menyipitkan mata.

" Kau mengancamku? "

" Aku hanya mengingatkan. "

Arya melangkah mendekat.

"Barang pinjaman pada akhirnya harus dikembalikan kepada pemiliknya. "

" Tuan Leonard. "

Seorang pria bertubuh besar mendekat.

Dia adalah kepala keamanan hotel.

" Kami bisa mengeluarkannya sekarang juga.

Leonard mengangguk pelan.

" Silakan. "

Pria itu berjalan menuju area bersama empatpetugas keamanan lainnya.

" Tolong tinggalkan ruangan. "

Arya memandang mereka sebentar.

" Lalu jika aku menolak? "

" Kami akan memaksa. "

Bima yang berdiri tidak jauh dari sana hendak bergerak.

Namun Arya mengangkat tangan.

" Tidak perlu. "

Arya membuka kancing jasnya perlahan.

Kemudian...

Brak!

Dalam satu gerakan cepat, tangan petugas keamanan pertama dipelintir hingga pria itu berlutut kesakitan.

Petugas kedua menyerang.

Arya memutar tubuhnya dan menghantamkan siku ke dada lawannya.

Pria itu terpental menabrak meja.

Ruangan berubah kacau.

" Dia gila. "

" Dia melawan petugas keamanan. "

Petugas ketiga mencoba memukul.

Arya menangkap tangannya, Memutar tubuh lawannya, lalu menjatuhkannya ke lantai hanya dalam hitungan detik.

Sunyi.

Semua orang menatap tidak percaya.

Empat orang tumbang.

Kurang dari 30 detik.

Leonard berdiri dari kursinya.

" Siapa sebenarnya kau sekarang? "

Arya merapikan kembali jasnya.

" Pertanyaan yang salah. "

Ia menatap seluruh ruangan.

" Kalian seharusnya bertanya seberapa besar kesalahan yang telah kalian buat lima tahun lalu."

Di saat yang sama.

Di lantai atas hotel.

Seorang wanita berdiri di depan jendela sambil memegang segelas anggur.

Namanya Clara Adrian.

Ceo muda Adrian Capital.

Salah satu investor terbesar di Asia Tenggara.

Ia baru saja menyaksikan semuanya melalui layar monitor keamanan hotel.

" Menarik. "

Seorang asistennya berdiri di belakang.

" Nona mengenalnya? "

Clara menggeleng.

" Tidak. "

" Tapi aku pernah mendengar namanya. "

" Asisten berkata Dia hanya pewaris perusahaan yang Jatuh Miskin. "

Clara tersenyum tipis.

" Orang miskin tidak memiliki kepala keamanan mantan pasukan khusus. "

" Asisten juga berkata Dia hidup susah selama 5 tahun terakhir. "

Clara kembali Menatap layar monitor.

" Orang yang hidup susah tidak memakai jam tangan edisi terbatas seharga 3 miliar rupiah. "

Asistennya terdiam.

Clara menyilangkan tangan.

" Selidiki dia. "

" Saya ingin laporan lengkap besok pagi. "

" Baik nona. "

Tatapan Clara kembali tertuju pada sosok Arya.

Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun berada di dunia bisnis, ia merasa menemukan seseorang yang tidak bisa ia baca.

Dan itu membuatnya tertarik.

Sementara itu, di parkiran bawah tanah hotel.

Bima membuka pintu mobil.

" Tuan, Apakah ini tidak terlalu cepat? "

Arya masuk ke dalam mobil.

" Tidak. "

" Mulai malam ini mereka harus tahu satu hal. "

" Apa itu? "

Arya menatap gedung Hotel melalui jendela.

" Bahwa pemilik sebenarnya telah kembali. "

Ponselnya tiba-tiba bergetar.

Sebuah pesan masuk dari nomor tak dikenal.

Hanya ada satu kalimat.

Jika anda ingin mengetahui Siapa pembunuh ayah anda, datanglah ke pelabuhan Sunda malam ini sendirian.

Tatapan Arya berubah dingin.

Lima tahun.

Selama lima tahun ia mencari jawaban itu.

Dan sekarang...

Seseorang akhirnya membuka pintu yang selama ini tertutup rapat.

Bima memperhatikan perubahan ekspresi atasannya.

" Ada masalah? "

Arya menyimpan kembali ponselnya.

" Siapkan mobil. "

" Kita pergi ke pelabuhan. "

" Malam ini juga? "

" Iya. "

Bima mengangguk.

" Baik tuan. "

Mobil hitam itu perlahan meninggalkan hotel.

Di kejauhan petir menyambar langit Jakarta.

Dan tanpa disadari siapapun. ..

Perang yang telah tertunda selama 5 tahun akhirnya akan dimulai.

Arya Mahardika telah kembali.

Dan kali ini. ..

Ia tidak datang untuk meminta.

Ia datang untuk mengambil kembali semuanya.

Karena miliknya selamanya akan tetap menjadi miliknya.

Bersambung.

Lanjut membaca
Lanjut membaca