Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
SISTEM KEHIDUPAN KEDUA

SISTEM KEHIDUPAN KEDUA

Giana | Bersambung
Jumlah kata
29.1K
Popular
100
Subscribe
3
Novel / SISTEM KEHIDUPAN KEDUA
SISTEM KEHIDUPAN KEDUA

SISTEM KEHIDUPAN KEDUA

Giana| Bersambung
Jumlah Kata
29.1K
Popular
100
Subscribe
3
Sinopsis
PerkotaanSlice of lifeSistemReinkarnasiMengubah Nasib
Wawan, pria berusia 45 tahun terbaring sendirian di brankar rumah sakit umu karena sakit komplikasi yang menggerogoti dirinya, sebelum menutup mata selamanya, ia memohon kepada Tuhan yang selama ini ia tinggalkan untuk bisa kembali ke kehidupan lamanya untuk menebus kesalah dimasa lalunya. Ia terbangun di usia 23 tahun, usia dimana ia baru lulus dari kampus dan mencoba peruntungannya di dunia corporate dengan Sita kekasihnya yang selalu setia menemaninya sejak di dunia perkuliahan. Sayangnya karena sibuk bekerja sampingan sembari kuliah selesai, Wawan sering mengabaikan sita yang tak pernah goyah untuk selalu mensupport ya Wawan kembali ke usia mudanya disertai dengan sebuah sistem yang akan mengarahkannya memperbaiki kesalahan kesalahan dimasa mudanya. Misi hidupnya bukan lagi menjadi seorang yang menili kekayaan yang berlimpah, melainkan misi memili pendamping, keluarga dan memberinoelanaran kepada orang orang yang menikamnya dengan senyu di wajah. Dengan segala Lika liku ego, keras kepala yang harus ia kompromikan, ia bertekad menjalani kehidupan keduanya dengan lebih baik secara mental, fisik dan rohani.
Bab 1 Penyesalan

Wawan seorang pria hampir memasuki paruh baya, dengan usia nya yang ke 45 tahun, ia memiliki semua kesuksesan dan kekayaan dalam hidupnya.

Namun 3 tahun terakhir ia harus keluar masuk rumah sakit karena sakit komplikasi yang di deritanya. Semakin masuk ke usia 45, penyakitnya telah menggerogotinya dan menghabiskan seluruh aset dan keuangan yang dimilikinya. Sebelum sekarat menjumpainya ia telah menulis sebuah pin password kartu debitnya untuk biaya rumah sakit jika ia tak sempat melakukan pembayaran dan sebuah catatan kecil jika ada sisa uang, sisanya diminta untuk disumbangkan ke yayasan panti asuhan di kota itu.

Suasana di ruang kamarnya di rumah sakit umum plat merah hanya terdengar suara mesin jantung yang berdetak sangat pelan.

Sunyi.

Sepi.

Tanpa seorang pun disisinya.

Ia memohon kepada Tuhannya untuk diberikan kesempatan kedua pada dirinya untuk memperbaiki hal hal yang dulu selalu memacu egonya dan mengabaikan orang orang di sekitar yang.mengasihinya demi sebuah ambisi kekayaan yang semu di akhir hidupnya.

Permohonan yang tak pernah ia pikirkan sebelumnya, karena jangankan manusia, Tuhan pun ikut terabaikan olehnya terlibas nafsu duniawi dan ego mudanya selama bertahun tahun.

Suara detak jantungnya mulai terdengar melambat dari sebuah kotak mesin kecil di ruang perawatannya. Sayup sayup matanya semakin berat seakan dosa masa lalu menggantung di kedua kelopak matanya. Bulir air mata jatuh, dan ia menyesali semua kehidupan yang dulu dia jalani dengan keabaian total selain kepada orang yang mengasihinya juga kepada kesehatan dirinya.

Begitu matanya tertutup dan detak jantungnya berhenti, tiba tiba sebuah suara sistem berbunyi dikepalanya.

(SISTEM... Downloading)

1% ...

2%... 3%..

99%... 100%... Download complete.

Installing to Host ...

Waiting ...

Install completed.

Setelah kata kata instal selesai, Wawan terbangun dalam mobil tuanya, kepalanya terasa pusing dan ia terheran saat melihat sekelilingnya, banyak wisudawan dan wisudawati yang wara wirii di area parkir kampusnya, ia menegakkan tubuhnya dan melihat bahwa dirinya juga memakai baju wisuda lengkap dengan toga di atas kepalanya.

Tiba tiba sebuah gambar hologram biru terlihat oleh retina matanya, ia mengerjapkan matanya namun hologram itu tidak hilang, kembali ia mengucek kedua matanya bebeapa kali, namun hologram itu tetap tidak hilang dari matanya.

"A..apa ini"ujarnya terpaku.

Tiba tiba sebuah kalimat keluar dari hologram tersebut

[Change language into Bahasa? YES/NO]

"Ha? Apa ini maksudnya??" Tanpa sadar tangannya menyentuh kata "yes" di layar tersebut..

(Selamat datang kembali Host di kehidupan kedua anda)

Nama Host : Wawan Setiawan

Usia : 23 Tahun

Skills:

Teknik penjualan: 80%

Teknik Komunikasi: 80%

Kelemahan:

Empati kepadaorang terkasih : 5%

Kekuatan tubuh : 10%

Host terlahir kembali untuk menyelesaikan misi dari sistem, jika berhasil dengan sistem yang dijalankan, host akan mendapatkan hadiah, jika gagal host akan mendapatkan penalti dari sistem yang bervariasi.

[Paham? Yes / No]

Kembali Wawan menekan kata 'yes' setelah membaca apa yang tertera di layar itu.

Host bisa memanggil sistem dalam hati untuk mematikan dan menghidupkan sistem.

Saat ini host terlahir di usia 23 tahun, saat selesai proses wisuda. Saat ini sedang menunggu kekasih anda dan orang tuanya. Mohon tunjukkan wajah ketulusan terhadap kekasih anda dan kedua orang tuanya daripada memilih meeting target penjualan siang ini dengan senior manager anda.

Wawan teringat, dalam kehidupan pertamanya dulu, ia meninggalkan Sita Anggraini dan kedua oran tuanya tanpa menginformasikan kepada Sita kalau ia pergi meeting setelah prosesi wisuda selesai. Padahal Sita ingin sekali berphoto dengan Wawan dan makan siang bersama dengan orang tuanya.

Sebuah momen yang tak pernah Sita rasakan bersama Wawan, kebersamaan dirinya bersama orang tuanya.

Notifikasi ponsel Wawan berbunyi, ia membacanya. Pesan dari managernya yang mengingatkan untuk segera hadir di meeting sore ini membahas target penjualan bulan berikutnya. Ia mengabaikan pesan tersebut, memilih keluar dari mobilnya dan mencari keberadaan Sita dan kedua orang tuanya.

Setelah mencari di sekitara gedung kampusnya, ia melihat sita dan kedua orang tuanya di dekat booth photo, sedang mengantri untuk photo booth.

Ia menghampiri Sita dan kedua orang tuanya dengan senyum yang sangat ramah dan antusias, mengingat ia tak pernah seantusias itu di kehidupan sebelumnya.

"Sita, Pak, Bu, sudah lama antri? Maaf tadi Wawan ke toilet agak lama, antrian juga disana" ujar Wawan.

Sita yang melihat senyum di wajah tampan Wawan termangu, karena biasanya Wawan bermuka datar dan sama sekali tidak terlihat antusias dengan kegiatan photo ini.

Namun sita segera menguasai dirinya, "iya mas, tinggal lima antrian lagi, mau ya menunggu" ujar sita berharap Wawan mau menunggu antrian photo.

Sita tahu betul bahwa Wawan bersamanya paling tidak suka mengantri, dia lebih memilih pergi mencari tempat lain dari lelah mengantri untuk sesuatu yang ia Anggap tidak penting dan membuang waktu.

"Ga apa apa dek, ini momen sekali seumur hidup, iya kan Pak, Bu?" Ujar Wawan santai sambil memegang tangan Sita dengan lembut.

Sita kembali tertegun, tak percaya. Namun melihat ketulusan Dimata Wawan ia tersenyum cerah, seakan dunia saat ini mendukungnya.

"Iya mas Wawan, benar sekali, momenya pas untuk pengambilan photo" ujar Bapak nya Sita.

"Nanti mas Wawan ikut pulang ke rumah ya, ibu sudah masak buat mas Wawan". Undang Ibunya Sita.

"Saya pasti datang Bu, terima kasih undangannya". Ujar Wawan.

Mendengar itu Sita berkata, "mas bukannya ada meeting sore ini?"

"Ah, tenang saja dek, meeting bisa besok aja..momen photo dan makan bersama keluargamu lebih penting dari pada meeting kantor" ujar Wawan lagi.

Sita mengigit bibir bawahnya berharap ucapan wawan benar benar ditepatinya kaii ini, karena beberapa kali undangan makan dari orang tuanya, Wawan sukses menelantarkan undangan tersebut dan memilih pergi untuk meeting atau prospect customer barunya.

Melihat keraguan di mata Sita, Wawan memegang menggenggam jari jemari sita dengan lembut dan berbisik di telingannya, "mas janji, kali ini mas tepati. Hari ini dan seterusnya kamu dan keluargamu adalah prioritas dalam hidup mas".

Mendengar itu, wajah Sita memerah tersipu malu. Ia segera memalingkan wajahnya ke arah lain, menghirup nafas dan membuangnya demi menghilangkan kegugupan yang baru ia rasakan selama hampir tiga tahun ia menjalani hubungan dengan Wawan.

Wawan hanya tersenyum lembut sambil terus memandangi wajah Sita yang tersipu malu terhadapnya, Sita terlihat sangat cantik dan manis dimatanya saat ini. Mengingat kehidupan lamanya dimana cinta mereka kandas setelah satu Minggu setelah acara wisuda dengan alasan sibuk yang selalu diucapkan dirinya kepada Sita. Penyesalan memang datang terlambat, setidaknya ia akan berusaha memperbaikinya.

----------

Lanjut membaca
Lanjut membaca