
Ibu angkat yang menggoda
leonidas|Bersambung
- Jumlah kata
- 52.5K
- Popular
- 3.8K
- Subscribe
- 445
- Jumlah kata
- 52.5K
- Popular
- 3.8K
- Subscribe
- 445
Sinopsis
Dadang pemuda 18 tahun yang sudah terbiasa dengan kehidupan malam, perpisahan kedua orang tua nya lah penyebab segala nya. Menghancurkan kehidupan nya dan mengubur semua cita cita Dadang Tante Rina adalah pelabuhan hidup dadang sekarang, yang bisa mengembalikan keceriaan dan kebahagiaan dadang sekarang. Tante Rina ini adalah tetangga Dadang, dan kebetulan ia sudah menikah selama 15 tahun tapi belum di karuniai anak, suami Tante Rina adalah seorang nahkoda dan tentu nya jarang pulang hingga akhir nya Tante Rina mengangkat Dadang sebagai anak nya, semenjak itu kehidupan dadang pun berubah 180 derajat
Ulasan
0 ulasan
Belum ada ulasan
Jadilah yang pertama menulis komentar
Bagian 1
Dadang adalah seorang pemuda yang usia nya 18 tahun, dia sudah terbiasa dengan kehidupan malam. Perpisahan kedua orang tua nya lah penyebab segala nya. Menghancurkan kebahagiaan dan mengubur semua cita cita Dadang.
Tante Rina adalah pelabuhan hidup dadang sekarang, yang bisa mengembalikan keceriaan dan kebahagiaan dadang. Dari SMP sampai SMA, Tante rina lah yang membiayai semua kebutuhan hidup dadang.
Sementara Tante Rina ini adalah tetangga Dadang yang kebetulan sudah menikah selama 15 tahun tapi belum di karuniai seorang anak, suami nya seorang nahkoda yang tentu nya jarang pulang karena pekerjaan nya itu.
Kehidupan Tante Rina serba berkecukupan, ia adalah seorang pengusaha butik yang cukup terkenal
****
"Dang,, Dadanggg,,!" Teriak Tante Rina di balik pintu kamar
"Iya bentar!" Sahut Dadang sambil Bergegas bangun dan membuka pintu kamar nya
"Arghh,,, Dadanggg,, kamu apa apaan sih!" Teriak Tante Rina sambil menutup mata dengan kedua tangan nya
"Ada apa Tante, kenapa teriak teriak melulu sih?" Ucap Dadang yang belum sadar sepenuh nya
"Itu,,, itu lepas, cepat tutup dong," kata Tante Rina sambil mengintip di balik jari tangan yang menutup mata nya.
"Apaan sih tante?" Tanya Dadang bingung
"Itu,, itu,, burung kamu lepas dang!" Tante Rina masih mengintip sambil tangan satu nya menunjuk ke arah burung Dadang
Dadang seketika menunduk kan kepala nya dan melihat,,, ia lupa memakai celana karena sudah menjadi kebiasaan nya kalau saat tidur ia tidak pernah mangenakan pakaian, burung Dadang sangat tegang Pagi ini dan bertengger menjulang dengan percaya diri di hadapan Tante Rina.
"Maaf tante" wajah dadang memerah karena malu dan ia langsung berlari menuju kamar mandi.
Dadang merasa sangat malu sekali, ia takut Tante Rina akan marah dan mengusir nya dari rumah itu.
Dadang pikir wanita itu sudah pergi dari kamar nya, tapi ternyata ia masih ada di sana.
"Dang mandi nya jangan lama lama, kita sudah kesiangan Loh, ini sudah hampir jam tujuh" ucap Tante Rina sedikit berteriak
"Iya Tante,, tunggu sebentar lagi" sahut Dadang sedikit lega karena Tante Rina tidak marah
Dadang bergegas keluar dari dalam kamar mandi dan langsung menuju kamar nya untuk berpakaian. Setelah rapi ia langsung turun ke bawah untuk sarapan bersama Tante Rina
Dadang sebentar mengintip dari tangga di mana meja makan terlihat dari atas dan tanpa sengaja ia melihat belahan dd Tante Rina yang putih mulus
Dadang terus melangkah turun walaupun masih ada perasaan malu soal kejadian tadi.
"Pagi tan" sapa dadang dengan sedikit malu.
Dadang duduk di seberang kursi dimana Tante Rina duduk, ia memang selalu sengaja memilih kursi yang berlawanan, karena di setiap makan bersama pasti bakal ada pemandangan yang indah dan gratis.
"Pagi juga, mau sarapan roti atau nasi goreng?" Tanya Tante Rina
"Nasi goreng aja Tan, kalau roti cepat lapar lagi" jawab Dadang sambil tersenyum
"Sebentar, Tante ambilin"
Tante Rina sedikit membungkuk untuk mengambil nasi goreng dan benar saja, pemandangan indah langsung nampak di depan mata Dadang. Pagi itu Tante Rina mengenakan pakaian yang atas nya agak terbuka.
"Kok malah bengong, ayo cepat makan!" Suara Tante Rina membuyar kan khayalan Dadang.
"Eh,, iyaaa Tan makasih" ucap Dadang, sedikit salah tingkah
"Emm,, tante,,"
"Kenapa dang?"
"Aku minta maaf ya Tan" ucap Dadang sedikit ragu
"Maaf untuk apa?" Tanya Tante Rina
"Masalah tadi, aku benar benar tidak sengaja" ucap dadang sambil menunduk
"Dang,,, dang,,, aku kira kamu mau ngomong apa, Tante sudah lupa kok, hehehehe,," sahut Tante Lina sambil membantin "sebenar nya Tante gak bisa melupakan itu dang"
"Terima kasih ya Tante" ucap Dadang merasa lega
"Ya udah, cepat habisin sarapan kamu, nanti kita telat" ucap Tante Rina sambil melirik
"Telat, emng nya kita mau kemana tan?" Tanya Dadang bingung.
"Kmu lupa ya?" Tante Rina mengerutkan keningnya "Kita kan mau jemput suami Tante"
" Astaga, iya. Maaf Tan aku lupa" ucap Dadang.
Selesai sarapan, Dadang dan Tante Rina bergegas ke bandara dengan mengendarai mobil. Dadang mengendarai mobil dengan cepat supaya tepat waktu karena jarak rumah ke bandara lumayan jauh.
Setelah menjemput suami nya Tante Rina yang bernama joko. Tante Rina mengajak untuk mampir ke sebuah mall yang ada di dekat bandara. Dadang yang mengemudikan mobil, sementara Tante Rina dan suami nya duduk di seat belakang.
Sepanjang perjalanan, di dalam mobil. Tante Rina dan suami nya terlihat sangat mesra sekali, mungkin karena mereka memang jarang sekali bertemu. Suatu waktu joko tiba tiba menyuruh Dadang untuk putar balik
"Dang, putar balik aja di depan, kita gak jadi ke mall, langsung pulang aja" kata joko
"Siap om" sahut Dadang yang tanpa banyak tanya langsung mengikuti arahan dari joko
"Kok gak jadi ke mall nya pa?" Tanya Tante Rina
"Kepala papa pusing, mau cepat pulang, mau istirahat" jawab Joko
Dadang yang mendengar itu hanya tersenyum "Yang pusing bukan kepala nya, tapi burung nya, hehehehe" gumam Dadang dalam hati.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit, akhir nya mereka sampai dirumah. Joko langsung menarik tangan istri nya agar cepat keluar dari dalam mobil.
"Sabar dong pa!" Ucap Tante Rina
"Ayo ma, buruan" ucap Joko tak sabaran
"Malu sama Dadang pa," bisik Rina
"Biarin aja ma, dia udah besar udah ngerti lah yang gituan" sahut joko
Setelah kedua orang itu keluar dari mobil dan masuk kedalam rumah, Dadang memasuk kan mobil ke dalam garasi. Setelah mobil terparkir dengan rapi di garasi baru lah ia keluar dari dalam mobil dan masuk kedalam rumah
Saat menaiki tangga, Dadang mendengar suara Tante Rina yang sedang kenikmatan
"Ahhh ahhh,, yess,,"
Tanpa menghiraukan suara itu , Dadang terus naik ke lantai atas dan membuat secangkir kopi.
Dadang duduk santai di taman belakang sambil menikmati kopi buatan nya. Baru beberapa menit ia duduk, sayup sayup terdengar suara kenikmatan di telinga nya
"Waduh,,, suara siapa lagi ini" ucap Dadang pelan sambil mempertegas pendengaran nya.
Dadang berdiri dan melangkah pelan menuju asal suara tersebut. Langkah Dadang berhenti di depan pintu kamar Dewi, pembantu rumah tangga di rumah Tante Rina.
Dewi adalah janda beranak satu bertubuh seksi, berkulit putih mulus dan mempunyai sepasang pydra yang lumayan besar tapi masih lebih besar punya Tante Rina.
Dadang mengintip dari lobang pintu, dan terlihat jelas, ternyata Dewi sedang menonton film bokep. Dan yang membuat datang terbelalak adalah Dewi tidak mengenakan atasan nya dan Dewi terlihat sedang meremas remas pydra nya sendiri sedangkan tangan satu nya lagi berada di dalam rok yang dewi pakai.
Daftar bab
51 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat








