
PEWARIS TERAKHIR
novelis pemula|Bersambung
- Jumlah kata
- 29.1K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 2
- Jumlah kata
- 29.1K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 2
Sinopsis
Raka Ardhana hanyalah seorang pemuda biasa yang menjalani kehidupan sederhana bersama ibunya. Ia tidak pernah mengetahui siapa ayahnya yang sebenarnya, bahkan tidak pernah menyangka bahwa nama keluarganya menyimpan rahasia besar. Semuanya berubah ketika sebuah ledakan membuat Raka terjebak di dalam sebuah gedung yang terbakar. Di ambang bahaya, kekuatan misterius dalam darahnya akhirnya terbangun. Sebuah sistem muncul dan mengungkap identitas yang selama sembilan belas tahun tersembunyi. Raka adalah Pewaris Terakhir keluarga Ardhana. Keluarganya dahulu merupakan salah satu keluarga terkuat, tetapi mereka dihancurkan oleh kelompok misterius. Dan yang lebih mengejutkan, kematian ayah Raka ternyata bukan kecelakaan. Ayahnya dibunuh. Kini para pembunuh keluarganya mengetahui bahwa sang pewaris masih hidup. Mereka mulai memburunya sebelum Raka sempat mengungkap seluruh kebenaran. Dengan kemampuan yang terus berkembang, Raka harus menghadapi musuh yang jauh lebih kuat darinya. Setiap pertarungan membuat kekuatannya meningkat, tetapi juga membuka rahasia baru tentang keluarganya. Dari seorang pemuda biasa, Raka perlahan berubah menjadi sosok yang tidak bisa lagi diabaikan. Namun semakin kuat dirinya, semakin besar pula bahaya yang menantinya. Siapa sebenarnya ayah Raka? Mengapa keluarga Ardhana harus dihancurkan? Dan ketika seluruh segel kekuatannya terbuka... apakah Raka akan menjadi penyelamat dunia, atau justru menjadi ancaman terbesar bagi dunia itu sendiri?
Ulasan
0 ulasan
Belum ada ulasan
Jadilah yang pertama menulis komentar
Bab 1 — Hari Ketika Dunia Berubah
Hujan turun deras malam itu.
Di tengah kota yang dipenuhi gedung tinggi dan cahaya kendaraan, seorang pemuda berjalan sendirian menyusuri trotoar.
Namanya Raka Ardhana.
Usianya baru sembilan belas tahun.
Tidak ada yang istimewa dari dirinya.
Ia bukan anak orang kaya. Bukan siswa berprestasi. Bukan pula seseorang yang memiliki bakat luar biasa.
Sejak kecil, Raka hanya tinggal bersama ibunya di sebuah rumah sederhana di pinggir kota.
Ayahnya sudah lama meninggal.
Setidaknya, itulah yang selama ini ia percaya.
Raka berhenti di depan sebuah toko kecil.
Ia melihat jam di ponselnya.
"Sudah hampir jam sembilan."
Ia menghela napas.
Malam ini seharusnya ia langsung pulang setelah bekerja paruh waktu. Namun, entah mengapa sejak sore tadi dadanya terasa tidak nyaman.
Seperti ada sesuatu yang sedang menunggunya.
Ketika Raka hendak melangkah kembali, tiba-tiba—
DUARRR!
Suara ledakan terdengar dari kejauhan.
Orang-orang langsung berteriak.
"Ada ledakan!"
"Semua menjauh!"
"Telepon polisi!"
Raka menoleh.
Asap hitam membubung dari sebuah gedung tua sekitar dua ratus meter di depannya.
Tanpa berpikir panjang, Raka berlari menuju lokasi.
"Apa yang kulakukan?"
Ia sendiri tidak tahu.
Namun ketika melihat beberapa orang masih terjebak di sekitar gedung, tubuhnya bergerak begitu saja.
Raka masuk ke dalam.
Panas langsung menerpa wajahnya.
Asap membuat pandangannya buram.
"Hei! Ada orang di sini?"
Tidak ada jawaban.
Raka terus berjalan.
Lantai gedung itu mulai bergetar.
Sebuah bagian langit-langit runtuh tepat di belakangnya.
BRAK!
Raka tersentak.
"Kalau aku terlambat sedikit..."
Ia menelan ludah.
Dari balik asap terdengar suara anak kecil menangis.
"Tolong..."
Raka langsung bergerak.
Ia menemukan seorang anak terjebak di bawah meja yang roboh.
"Jangan takut. Aku akan mengeluarkanmu."
Raka berusaha mengangkat meja itu.
Namun terlalu berat.
Tangannya gemetar.
"Ayo..."
Tidak bergerak.
Raka menggertakkan giginya.
"AYO!"
Ia mengerahkan seluruh tenaga.
Perlahan meja itu terangkat.
Anak tersebut berhasil keluar.
"Pegang tanganku!"
Raka membawa anak itu menuju pintu.
Namun sebelum mereka sampai—
KRAAAK!
Lantai di bawah kaki Raka retak.
"Ah!"
Tubuhnya jatuh.
Anak itu berhasil ia dorong ke arah pintu.
Namun Raka sendiri terperosok ke lantai bawah.
BUUK!
Tubuhnya menghantam lantai.
Raka mencoba bangun.
"Ugh..."
Sakit.
Sangat sakit.
Ia memandang ke atas.
Lubang tempat ia jatuh sudah tertutup reruntuhan.
Tidak ada jalan keluar.
Asap semakin tebal.
Raka terbatuk.
"Jadi... aku akan mati di sini?"
Ia bersandar pada dinding.
Untuk pertama kalinya malam itu, ketakutan memenuhi pikirannya.
Ia memejamkan mata.
Tiba-tiba sesuatu muncul di hadapannya.
Sebuah cahaya biru.
Raka membuka mata.
"Apa itu?"
Cahaya tersebut berubah menjadi tulisan.
[Mendeteksi pewaris.]
Raka terdiam.
"Pewaris?"
Tulisan berikutnya muncul.
[Verifikasi garis keturunan.]
[Berhasil.]
[Segel darah Ardhana telah terbuka.]
Jantung Raka berdegup keras.
"Ardhana?"
Itu nama keluarganya.
Namun kenapa sebuah sistem misterius mengetahui nama tersebut?
Belum sempat ia berpikir, suara lain terdengar di kepalanya.
[Selamat datang, Pewaris Terakhir.]
Raka membeku.
"Pewaris terakhir?"
Seketika kepalanya terasa seperti terbakar.
Kenangan yang bukan miliknya bermunculan.
Sebuah keluarga besar.
Rumah mewah.
Orang-orang berlutut.
Pertarungan.
Darah.
Dan seorang pria berdiri di tengah kehancuran.
Pria itu memiliki wajah yang sangat mirip dengannya.
"Ayah..."
Raka memegang kepalanya.
"Apa yang terjadi?"
Sebuah suara dingin menjawab dari dalam pikirannya.
[Kekuatan pewaris telah disegel selama sembilan belas tahun.]
[Segel pertama akan dibuka.]
Tubuh Raka tiba-tiba dipenuhi energi.
Panas menjalar dari dadanya ke seluruh tubuh.
BOOM!
Gelombang energi meledak.
Reruntuhan di sekelilingnya terpental.
Raka berdiri perlahan.
Matanya berubah tajam.
Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia merasakan sesuatu yang tidak pernah ia miliki.
Kekuatan.
Bukan sekadar tenaga manusia.
Ia bisa mendengar suara hujan dari luar gedung.
Ia bisa merasakan getaran kecil di lantai.
Bahkan asap yang sebelumnya menghalangi penglihatannya kini terlihat seperti kabut tipis.
Raka mengepalkan tangan.
"Apa... yang terjadi padaku?"
Tulisan biru kembali muncul.
[Kemampuan pertama telah dibuka.]
[Nama: Mata Penguasa.]
[Efek: Menganalisis kelemahan target.]
Raka menatap dinding di depannya.
Sekilas, sebuah garis merah muncul di permukaan beton.
[Titik lemah terdeteksi.]
Raka terdiam.
Ia mengangkat tangannya.
Kemudian memukul titik tersebut.
DUK!
Retakan muncul.
Raka menatap tangannya sendiri.
"Serius?"
Ia memukul sekali lagi.
BRAK!
Dinding tersebut runtuh.
Raka berdiri terpaku.
Kekuatan itu nyata.
Namun sebelum ia sempat merasa lega, suara sistem kembali terdengar.
[Peringatan.]
[Sumber energi asing terdeteksi.]
Raka langsung menoleh.
Dari ujung ruangan terdengar suara langkah kaki.
Tok... tok... tok...
Seseorang sedang berjalan mendekat.
Raka memasang posisi bertahan.
"Siapa?"
Tidak ada jawaban.
Sosok hitam muncul dari balik asap.
Seorang pria tinggi mengenakan pakaian gelap.
Wajahnya tenang.
Namun tatapannya langsung tertuju kepada Raka.
Pria itu tersenyum tipis.
"Akhirnya..."
Raka mengepalkan tangan.
"Akhirnya apa?"
"Setelah sembilan belas tahun, akhirnya pewaris keluarga Ardhana muncul."
Raka terkejut.
"Kau mengenal keluargaku?"
Pria itu tertawa kecil.
"Justru aku adalah salah satu orang yang menghancurkan keluargamu."
Suasana seketika menjadi sunyi.
Raka menatap pria tersebut.
"Apa katamu?"
Pria itu mengangkat tangannya.
Energi hitam mulai berkumpul di telapak tangannya.
"Ayahmu bukan meninggal karena kecelakaan."
Jantung Raka berdegup keras.
"Dia dibunuh."
Raka merasakan kemarahan muncul dalam dirinya.
"Siapa yang membunuhnya?"
Pria itu tersenyum.
"Kalau kau ingin tahu..."
Energi hitam semakin besar.
"...maka kau harus cukup kuat untuk bertahan hidup."
BOOM!
Serangan melesat menuju Raka.
Raka mengangkat tangannya.
DUARRR!
Tubuhnya terpental dan menghantam dinding.
Untuk beberapa detik, ia tidak bergerak.
Pria itu berjalan mendekat.
"Sayang sekali."
Ia mengangkat tangan.
"Sepertinya pewaris terakhir akan mati malam ini."
Namun tiba-tiba Raka bangkit.
Darah menetes dari sudut bibirnya.
Ia menghapusnya dengan tangannya.
Tatapannya berubah.
Tidak ada lagi ketakutan.
Yang tersisa hanya kemarahan.
Sistem muncul kembali.
[Kondisi pengguna mencapai batas.]
[Syarat kemampuan kedua terpenuhi.]
[Membuka kemampuan: Tubuh Penguasa.]
Raka mengepalkan kedua tangannya.
Energi mulai menyelimuti tubuhnya.
Pria itu untuk pertama kalinya berhenti tersenyum.
"Apa?"
Raka menatapnya.
"Kau bilang aku harus cukup kuat?"
Ia melangkah maju.
"Lalu aku akan menjadi lebih kuat."
[Kemampuan kedua berhasil dibuka.]
Raka menghilang dari tempatnya.
Dalam sekejap, ia sudah berada tepat di depan pria tersebut.
Mata pria itu melebar.
"Mustahil—"
DUAGH!
Pukulan Raka menghantam pertahanannya dan membuatnya terpental jauh.
Raka berdiri di tengah ruangan yang hancur.
Namun sistem tiba-tiba memberikan peringatan.
[Peringatan tingkat tinggi.]
[Kekuatan pengguna baru mencapai 3%.]
Raka terdiam.
"3%?"
Kemudian muncul satu kalimat terakhir.
[Jika pengguna ingin mengetahui kebenaran tentang ayahnya, pengguna harus membuka segel berikutnya.]
Raka menatap pria yang baru saja ia kalahkan.
Untuk pertama kalinya ia menyadari sesuatu.
Malam ini bukan akhir dari hidupnya.
Malam ini adalah awal dari semuanya.
Tetapi sebelum ia sempat mengejar pria tersebut, suara langkah kaki terdengar dari luar gedung.
Bukan satu orang.
Bukan dua.
Puluhan.
Raka menoleh ke arah pintu.
Bayangan manusia mulai memenuhi lorong.
Lalu sebuah suara terdengar dari luar.
"Target ditemukan."
"Habisi pewaris terakhir."
Raka mengepalkan tangannya.
Puluhan orang mulai memasuki gedung.
Dan malam itu...
perburuan terhadap Raka Ardhana resmi dimulai.
Daftar bab
21 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat








