
- Jumlah kata
- 140.7K
- Popular
- 220
- Subscribe
- 42
Sinopsis
Seorang pria yang ditemukan di tengah hutan dalam keadaan hidup ,siapa sangka rahasia dibaliknya mengubah keadaan hidupnya
Ulasan
0 ulasan
Belum ada ulasan
Jadilah yang pertama menulis komentar
BAB 1 TANGISAN
Sulastri dan suaminya Paiman pergi ke sebuah hutan ,mereka terbiasa mencari kayu bakar yang digunakan untuk memasak.
Sulastri dan suaminya tinggal di gubuk di tengah hutan yang tidak memiliki tetangga ,sehari-harinya mereka pergi kehutan dan memenuhi kebutuhan mereka dari hasil hutan .
Berbekal tas rotan yang biasa mereka gunakan ,mereka menyusuri tepian hutan hingga kedalamnya.
HUaaaaaaah Oaaaaa Oeeeeeee Huaaa
"Pak kau dengar sesuatu ",tanya sulastri.
"Tidak bu ,memang suara apaan",jawab suaminya Paiman.
Mereka semakin masuk ke hutan mencari sumber suara tangisan.
"Nyari opo toh buk ,kok ngendap celingak celinguk gitu",ujar Paiman berseloroh.
"Suuuttttt diam toh pak,ibu ini sedang mendengarkan suara ,sepertinya suara tangisan bayi",jawab Sulastri.
Sulastri melihat ke kanan dan kekiri sambil menembus hutan yang ditutupu pohon besar hingga akhirnya dia menemukan sebuah kotak dengan selimut yang tebal dan berisikan seorang anak bayi kecil yang sedang menangis.
"Pak Pak ..... Pak !!!! Sini lekas ,aku nemuin jabang bayi",ucap Sulastri memanggil suaminya"
Sulastri langsung menggendong bayi tersebut sambil mengayunkan nya di pelukannya.
"Oalah cah ganteng ,diem yo jangan nangis ",suara Sulastri seketika menenangkan tangisan bayi tersebut,
Paiman yang datang langsung terkejut melihat Sulastri menggendong seorang bayi kecil di pelukannya.
"Buk ,kok ada bayi di tengah hutan ini ,apa jangan -jangan bayi demit yo"cakap Paiman kepada istrinya.
"Huuus pak kalau ngomong jangan ngawur toh ,masa bayi ganteng gini koe bilang anak demit ,ya ini akan manusia toh",cetus Sulastri.
Karena hari mulai tampak gelap ,pasangan suami istri itu memutuskan untuk membawa bayi itu pulang kerumah mereka dengan tas rotan yang sudah terisi kayu bakar cukup untuk mereka memasak seminggu penuh.
Tiba dirumah ,Sulastri dan suaminya meletakkan bayi tersebut di ranjang sederhana mereka sambil menyanyikan lagu nina bobok.
"Pak kita mimpi apa yah ,bisa dapet rejeki jabang bayi . Aku senang sekali karena sudah lama berharap bisa mempunyai anak",lirih Sulastri.
"Yok buk ini namanya rejeki dari gusti Allah yang harus kita syukuri ,namun bapak ini masih bingung siapa yang tega membuang bayi ini kedalam hutan yah bu sedangkan hutan ini terpencil dan sulit sekali dimasuki orang luar",papar Paiman kepada istrinya.
"Yoh ibu juga gak tahu pak ,yang pasti untung anak ini kita temukan dan bisa kita rawat .Coba pak lihat lucu sekali kan pak ,sepertinya bayi ini baru berusia satu minggu terlihat dari udel nya iki baru puput alias nyopot pak"duga Sulastri.
Bayi kecil itu tertidur pulas diatas ranjang Sulastri ,bahagia suami istri itu mereka panjatkan lewat sembahyang dan mereka bersyukur menemukan bayi yang selama ini menjadi harapan mereka.
Sudah lama pasangan suami istri ini hidup namun belum juga dikaruniai seorang anak.
Setelah mereka larut dalam sembahyang dan memanjatkan puji syukur karena rejeki yang mereka dapatkan ,Sulastri menyiapkan makanan untuk dimakan oleh suaminya.
"Pak seperti ini kamu harus pergi kedesa,aku punya sedikit tabungan kamu kepasar dan belikan baju bayi serta kamu ke toko mang dadang untuk membeli susu bayi ,aku takut anak ini akan terbangun karena lapar pak",bujuk Sulastri kepada suaminya.
"Benar juga toh buk ,napa bapak gak kepikiran ya ,nanti sehabis makan bapak langsung pergi ke desa untuk membeli yang ibu minta ",jawab Paiman.
Setelah Paiman menghabiskan makanan nya dia bersiap untuk pergi ke desa ,karena mereka tinggal di hutan jadi mereka harus pergi ke desa untuk kepasar membeli kebutuhan untuk bayi yang mereka temukan karena tak mungkin mendapatkan susu dan baju bayi di tengah hutan seperti ini.
Sambil melepas kepergian suaminya menuju pasar di desa,Sulastri menggendong bayi itu dengan penuh kehangatan dan cinta.
Dia pun manyanyikan lagu kepada bayi itu agar bayi itu tidak menangis.
*Cah ganteng anakku seorang ,tidurlah dalam dekapan ku jangan pernah kau sedih karena aku selalu disisimu ,tumbulah jadi anak yang pintar dan gagah berani menjadi penyelamat dunia*
Bayi itu kemudian tersenyum dengan nyanyian Sulastri ,sepertinya dia merasakan kasih sayang yang tulus dari ibu baru yang menemukannya.
"Siopo sing tega membuang jabang bayi yang lucu begini ",batin Sulastri bertanya .
Namun dia tidak memikirkan hal hal yang membuat kepalanya pusing ,baginya dengan menemukan bayi itu sudah membuat kebahagiaan tersendiri untuknya dan suaminya.
"Woalah aku lupa ngasih nama anak ini ,nanti aku bingung memanggilnya siapa ",gumam Sulastri sambil terkekeh.
Sambil memikirkan nama yang bagus untuk bayi itu dia memutar bola matanya dan tampak bingung memilihkan nama yang cocok untuk bayi tersebut.
Akhirnya setelah menimbang cukup lama Sulastri mendapatkan nama yang cocok untuk bayi tersebut.
"Cah ganteng ,ibuk kasih nama kamu Arnav Satria Bumi Perkasa semoga nama ini akan menjadi doa untukmu kelak dan bisa menjadi kebanggan ibu dan bapak"bisik Sulastri kepada bayinya.
Bayi itu langsung tersenyum seakan mengerti apa yang diutarakan oleh ibunya.
Beberapa jam Paiman pergi ,Sulastri nampak khawatir karena Paimam belum tiba juga di rumah sedangkan bayi itu tampaknya lapar karena menangis terus, Sulastri yang semakin panik karena tak juga melihat Paiman datang akhirnya kembali menimang bayi kecil itu di pelukannya .
"Sabar yah cah ganteng ,bapak masih nyari susu buat kamu .Sebentar bapak balik bawa susu",rayu Sulastri kepada bayinya.
Tak lama terdengan suara sepeda yang dipinggirkan disamping rumah .Sepertinya Paiman sudah pulang dan Sulastri langsung menyambut suaminya itu keluar rumah.
"Pak Pak.... kok lama sekali kasihan bayi ini sudah lapar pak",ujar Sulastri kepada suaminya.
"Yah wong kepasar naik sepeda buk ,mana bisa cepet toh",jawab Paiman.
Sulastri langsung meletakkan bayinya di ranjang kembali sambil membuat susu untuk bayi tersebut.
Sambil mengambil bungkusan yang dibawa oleh Paiman,dengan cepat Sulastri mengambil botol susu dan membuat susu didalamnya .
Walaupun Sulastri tidak punya anak namun dia mengerti cara membuat susu untuk bayi karena semasa muda dia pernah menjadi penjaga bayi di desa dan disitu Sulastri belajar bagaimana caranya merawat bayi dan segala keperluannya.
Semenjak memutuskan menikah dengan Paiman ,Sulastri ikut tinggal dengan Paiman di tengah hutan karena gubuk yang dibangun Paiman berletak di tengah hutan .
Karena pekerjaan Paiman yang seorang buruh kasar dia hanya bisa membangun gubuk di tengah hutan karena tidak membutuhkan biaya banyak .
Namun Sulastri tidak pernah mengeluh dengan keadaan suaminya ,mereka menjalani rumah tangga dengan bahagia walaupun tanpa seorang anak .
Bagi mereka anak adalah kehendak tuhan yang tak bisa mereka atur ,yang terpenting mereka bisa menerima satu sama lain dan tidak menyusahkan orang lain itu sudah membuat mereka bahagia.
"Pak ini susunya sudah ibuk buatkan ,tolong bapak gendong bayinya dan bantu ibu untuk memberikan susu kepadanya",ujar Sulastri keapda suaminya.
Paiman langsung mengendong bayi tersebut dan merasa sangat bahagia dengan hadirnya bayi itu menambah lengkap kebahagiaan mereka.
"Ini apa buk",tanya Paiman
"Opo toh pak ",jawab Sulastri.
Paiman tak sengaja menemukan seuntai kalung yang terlilit di leher bayi tersebut ,rupanya mereka baru menyadari bahwa anak itu di pakaikan kalung yang terlihat sangat mahal .
"Wooo ini kalung emas putih pak ,berarti ini tanda pak yang diberikan kepada orang tua bayi ini agar kelak mereka bisa menemukannya",cakap Sulastri kepada suaminya.
"Lah berarti orang tua bayi ini wong sugih yak buk ,tapi kok bayinya dibuang ya",jawab Paiman masih terlihat bingung .
"Sudah pak ,sini kalungnya biar ibu simpan biar aman ",bujuk Sulastri kepada Paiman.
Karena mereka membesarkan anak ini di tengah hutan sebaiknya mereka tidak memakaikan perhiasan itu kepadanya .Khawatir akan ada orang jahat yang menemukannya.
Sambil menyusukan susu ke bayi itu ,Paiman bercanda dengan istrinya dengan raut wajah penuh dengan kebahagiaan.
"Oh iya pak ibuk sudah kasih nama anak ini ,namanya Arnav Satria bumi Perkasa",ujar Sualstri kepada suaminya.
"Woh apik tenan namanya buk ",jawab Paiman.
"Yah toh pak biarpun tinggal di hutan dan desa namanya harus bagus siapa tau nanti dia akan merantau ke kota pak dan bisa menjadi orang sukses",imbuh Sulastri.
"Pinter kowe buk hahahaha",sahut Paiman .
Mereka berdua larut dalam canda tawa sambil melihat bayi itu tertidur kembali di malam yang dingin.
"Buk sudah malam ,kita tidur yok ",ajak Paiman.
"Yah pak ,besuk pagi bapak saja yang kehutan yah ",ucap Sualstri.
"Inggih bu ,kan ibu menjaga bayi kecil ini . Bapak akan pergi sendiri dan mencari hasil hutan yang bisa dijual ke desa untuk mendapatkan uang lebih banyak lagi bu ",jawab Paiman.
"Bener pak ,kita harus punya tabungan yang cukup untuk membesarkan anak ini berama yah"sambung Sulastri.
Mereka berdua tidur dalam ranjang sederhana dengan bayi yang baru mereka temukan.
Duuuuaaarrrrrr Jederrrrrrrr !!!!!!!!!!!
Daftar bab
105 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat
105 bab








