
Kesempatan Dalam Kelelapan
Lonely Child|Bersambung
- Jumlah kata
- 7.3K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 1
- Jumlah kata
- 7.3K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 1
Sinopsis
Aku membuka tirai kamar mandi dan ..... Betapa kagetnya aku ketika melihat Tante Septi yang sedang mandi tanpa memakai sehelai kain . Payudaranya tanpa pelindung , Rambutnya yang hitam panjang dan tubuhnya yang sedang basah membuat Si " Joni " Tegang
Ulasan
0 ulasan
Belum ada ulasan
Jadilah yang pertama menulis komentar
Bab1
Namaku Rafi , aku mempunyai Tante yang super duper cantiknya , Namanya Septi , Tanteku yang selalu berpakain terbuka jika di rumah . Pakaiannya yang terbuka membuat belahan dadanya terlihat begitu jelas , Payudaranya yang besar membuatku selalu ingin meremasnya . Wajahnya yang Cantik membuat banyak pria mengejarnya . bodinya yang seperti gitar spanyol membuat semua mata yang melihatnya tidak bisa lepas dari pandanganya .
Usianya hanya terpaut 7 Tahun dari usiaku . Aku baru berusia 13 Tahun .
Di rumah , Tanteku hanya tinggal bersama ibunya , karena ayahnya sudah lama meninggal . Oleh karena itu , Ibuku sering mengajakku ke rumah Tante Septi untuk berkunjung . Terkadang Ibuku baru pulang ketika sore menjelang . Terkadang juga aku meminta untuk menginap di rumah Tante Septi ketika sekolah libur .
Hari sabtu , Ibuku mengajakku untuk berkunjung ke rumah Tante Septi . Ketika aku dan Ibuku hendak pulang , tiba - tiba tante Septi Memanggilku ,
" Rafi tidak menginap saja di sini ?? besok kan sekolah Libur , " Tante Septi dengan pakaian bikininya Memanggilku yang hendak pulang .
" Ibu , Tidak apa - apa aku menginap disini ?? " Aku meminta ijin pada Ibuku ,
" Tidak apa - apa fi , besok kan sekolah libur " jawab ibuku .
" Baik Ibu , nanti besok ibu jemput aku yah " jawab aku .
" Iya Fi , Nanti besok ibu yang jemput , Septi titip Rafi yah .. " jawab Ibu
" Iya Kakakku yang cantik , " jawab tante Septi dengan manja .
Setelah ibuku pulang , Tante Septi Memelukku dengan Erat hingga Payudaranya yang besar Menekan kepalaku ke dalam . Ketika Tante Septi memelukku entah apa yang aku rasakan , Perasaan Nikmat yang baru aku rasakan selama ini , Perasaan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata - kata hingga aku ketagihan di buatnya .
" Tante pengin sekali punya adik laki - laki , malam ini kamu tidur sama tante yah di kamar tante . " Tante Septi berkata seperti itu sambil memelukku .
" Iya Tante " jawabku .
" Ya Udah ,, Tante Septi mau mandi dulu , kamu disini nonton TV dulu yah , ini tante buatin minuman sama cemilan . " jawab tante Septi
" Terima kasih tante septi " jawabku
Keasyikan menonton TV Tanpa terasa minumanku habis , tidak terasa aku meminum banyak air yang membuatku ingin buang air . Aku buru - buru pergi ke belakang untuk buang air . Aku membuka tirai kamar mandi dan ..... Betapa kagetnya aku ketika melihat Tante Septi yang sedang mandi tanpa memakai sehelai kain . Payudaranya tanpa pelindung , Rambutnya yang hitam panjang dan tubuhnya yang sedang basah membuat Si " Joni " Tegang . Dalam situasi tersebut , tante Septi pun juga merasa kaget . Aku yang Sudah terlanjur membuka tirai kamar mandi langsung menutupnya dan meminta maaf kepada Tante Septi ,
" Maaf Tante , aku lupa kalau tante sedang mandi , aku kebelet buang air kecil , jadi terburu - buru ke kamar mandi sampai lupa kalau tante sedang mandi " jawabku meminta maaf sambil menutup tirai kamar mandi .
" Eh iya fi , Tidak apa - apa , Tante juga lupa menaruh handuk di atas tirai kamar mandi , tolong ambilkan handuk tante fi , di kamar tante . " jawab tante Septi
" Iya tante aku ambilkan , " jawabku
" Krek " bunyi pintu kamar Tante Septi ,
Setelah aku membuka pintu kamar Tante Septi , aku melihat pakaian yang sudah digunakan tante septi sebelum mandi , masih tergeletak di atas kamar tidurnya . Aku mengambilnya , mencium bau pakaiannya , Ahhhhhhhh ....... bau bekas parfumnya masih menempel di pakainnya . membuat si " Joni " semakin tegang . setelah itu aku mengambil handuknya dan memberikannya kepada Tante Septi .
" Ini Tante Handuknya , " jawabku
" Taruh di atas tirai kamar mandi saja fi , " jawab tante Septi ,
" Baik tante " jawabku
Selang beberapa saat , aku yang masih kebelet buang air kecil menunggu tante septi keluar dari kamar mandi .
Dan...." Srinnggggggg ..... " bunyi tirai yang dibuka tante septi .....
Tante Septi keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk . Aku yang menunggunya keluar dari kamar mandi di buat terpaku oleh keindahan tubuh tante Septi . Kulitnya yang putih bersih , rambutnya yang basah terurai , Belahan dada nya yang terlihat jelas membuat Si " Joni " meronta ronta .
" Eh Rafi nungguin tante yah , maaf yah tante lama , ya udah sana masuk , katanya kebelet . " perintah Tante Septi .
" Iya tante , dari tadi aku nungguin tante , mau sekalian mandi " jawabku
Setelah Mandi , Aku yang sudah berganti pakaian rapi tiba - tiba di panggil oleh tante septi ,
" Rafi sudah mandinya ?? Sini bantuin tante mengikat rambut tante , sekalian tolong ambilkan kacamata tante di atas Televisi ya " perintah Tante Septi
" Baik Tante , " jawabku
Tante Septi sedang bercermin dan merias wajah cantiknya . Sementara aku sedang berusaha mengikat rambutnya yang hitam panjang . Aku membelai Rambutnya , menyentuh lehernya , menghirup aroma wangi rambutnya. Ingin sekali aku mencium Lehernya , merasakan halusnya kulit Tante Septi . Situasi ini lagi - lagi membuat si " Joni " tegang . Tiba - tiba sisir yang aku gunakan jatuh .
" Eh apa itu yang jatuh fi ? " tanya Tante Septi
" Sisir tante , aku tadi tidak sengaja menjatuhkan nya . " jawabku
Tanpa di sengaja , aku dan tante septi mengambil sisir yang jatuh secara bersamaan yang membuat bibirku mencium bibir tante Septi .
" Eh maaf Tante aku tidak sengaja , " Aku meminta maaf kepada tante septi dengan perasaan canggung, takut Tante Septi marah karena situasi tadi .
" Ko bisa barengan ya ngambilnya ? , seperti di sinetron aja , " jawab tante Septi sambil tertawa
Jawaban tante Septi membuat perasaanku lega karena tante septi tidak menganggap serius kejadian Tadi ...
Bersambung
Daftar bab
7 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat








