
Tembus Pandangku Menjadikanku Triliuner
BladEst|Tamat
- Jumlah kata
- 1.4M
- Popular
- 3.2M
- Subscribe
- 39.0K
- Jumlah kata
- 1.4M
- Popular
- 3.2M
- Subscribe
- 39.0K
Sinopsis
Kemarin aku hanyalah petugas keamanan biasa yang diselingkuhi mantan kekasihku dan dihajar selingkuhannya. Hari ini aku bisa tembus pandang, menembus segala halangan dan bisa mengendali barang dari ruang berbeda, hingga mengendali pisau membunuh musuh! Lihat bagaimana aku membalas dendam, menjadi kaya dan mendapatkan hati wanita cantik!
Ulasan
65 ulasan
asep mulyana
30/10/24 20:16
ya betul sekali thorrrr😊😊😊 apalagi dengan liku liku lelaki yang di senangi banyak wanita baik itu Muda maupun tua sehingga menjadi sebuah cerita yang menarik dan menggugah birahi.
PILIHANkiann'szee
19/6/26 14:41
permisi izin promosi novel baru judul = ren ashborn : dari dibuang menjadi raja harem jangan lupa mampir dijamin ga bosen 🤗
Bab 1
Howard Liam, seorang pria berusia 22 Tahun yang berada di masa kuat, tapi tubuhnya sudah lama menahan hasrat yang tak pernah benar-benar dilampiaskan.
Dua tahun bersama Laura Genova, dua tahun hanya ciuman dangkal, pelukan setengah hati, dan tangan yang selalu ditolak saat ingin merayap lebih jauh. Laura selalu bilang "nanti saja", "belum siap", atau "kita tunggu saat yang tepat".
Malam itu, di kamar apartemen kecil mereka, Howard duduk di tepi kasur.
Laura baru saja mandi.
Tubuhnya masih basah, hanya dibalut handuk putih tipis yang hampir tembus. Rambut basahnya menempel di leher jenjang.
Saat ia membungkuk mengambil pelembap, handuk itu sedikit longgar di bagian dada, memperlihatkan lekuk putih yang menggiurkan.Howard menelan ludah."Lihat terus aja." kata Laura sambil tersenyum tipis, tapi matanya dingin.
"Sudah biasa kan melihat begini?"Howard berdiri, mendekat dari belakang, tangannya melingkar di pinggang Laura, merasakan kulit basah yang masih hangat.
Ciumannya mendarat di tengkuk, lalu turun ke bahu.
Laura mengerang pelan, tapi bukan erangan kenikmatan, lebih seperti gerutu."Howard… jangan."
"Aku cuma mau sentuh sedikit." bisik Howard, suaranya serak. Jari-jarinya naik, menyusuri sisi gunung yang masih terbalut handuk, ia bisa merasakan pucuk yang sudah mengeras.
"Dua tahun… aku belum pernah benar-benar merasakanmu."Laura berbalik, tangan menekan dada Howard, "Nanti... Besok... Atau lusa saja, sekarang aku lelah."
Handuk itu longgar sekali.
Saat Laura mendorongnya, kain putih itu jatuh ke lantai, tubuh telanjang Laura terpampang di depan mata Howard adalah gunung montok, pinggang ramping, paha putih yang masih mengkilap karena air.
Di antara kedua kaki, sedikit rambut hitam yang rapi, dan celah yang sedikit terbuka karena posisi berdirinya.
Howard menegang seketika, celana dalam menonjol jelas. Ia ingin sekali menekan Laura ke dinding, mengangkat satu kaki, dan membenamkan dirinya dalam sekali hentakan. Tapi Laura sudah mengambil handuk lagi, menutupi tubuhnya dengan cepat.
"Cukup." katanya dingin.
"Aku mau tidur."
Howard berdiri di situ, napasnya masih pendek. Hasratnya belum padam.
Ia masuk kamar mandi, mengunci pintu, dan mengocok dirinya sambil membayangkan Laura yang tadi telanjang, membayangkan dirinya menekan gunung itu, menggigit pucuknya, lalu memasuki Laura dari belakang sampai wanita itu mendesah panjang.
Cairan putih menyembur ke dinding kamar mandi. Howard bersandar, napasnya masih kacau.
"Besok." gumamnya.
"Besok aku akan memaksanya."
....
Esok harinya.
Horward Liam yang bekerja sebagai seorang penjaga keamanan di sebuah tempat hiburan malam yang sangat terkenal di kota Koku.
Namun pada saat ini Liam terlihat sedang memikirkan sesuatu yang membuatnya gelisah, ia berputar-putar di depan sebuah ruangan yang ada di dalam gedung tempat hiburan malam tersebut.
Sebelumnya Howard mendapat informasi dari salah satu temannya yang bekerja sebagai petugas kebersihan kamar ruangan tempat biasa pengunjung bar beristirahat jika sudah sangat mabuk.
Temanya mengatakan jika seorang wanita yang terlihat seperti kekasih Howard berjalan bersama seorang pria ke dalam kamar.
Hal itu membuat Howard langsung bergegas menuju ruangan yang temannya katakan.
"Apa yang sedang mereka lakukan di dalam sana? Apakah aku langsung masuk saja atau menunggu mereka keluar?" ucap Howard pada dirinya sendiri dengan pandangan menatap pintu yang berada tepat di depannya.
Saat Howard sedang kebingungan, dirinya dikejutkan dengan sesuatu yang tak akan pernah dirinya sangka. Suatu kejadian yang akan membuat dirinya berubah total dan mengubah kepribadiannya hingga 180 derajat.
Pintu ruangan tersebut terbuka, mata Howard menatap ke arah pintu tersebut.
"Howard?"
Seorang wanita memanggil namanya, namun di dalam nada panggilan wanita tersebut terdengar rasa terkejut serta seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Mata Howard menatap nanar ke arah wanita tersebut. Wanita itu memakai gaun pendek, sambil menggandeng lengan seorang pria paruh baya. Sedangkan tangan pria paruh baya itu sedang meraba-raba dada wanita itu.
Beberapa detik yang lalu sebelum namanya dipanggil, Howard bahkan sempat mendengar wanita itu mendesah penuh kenikmatan.
Tak hanya tangan yang meraba dadanya, tapi pria paruh baya itu juga memainkan bagian bawah wanita itu hingga tubuhnya meliuk dengan paham membuka lebar di pangkuannya.
Desah yang ia kenal, desah yang seharusnya hanya menjadi milik Howard.
Entah sudah berapa lama mereka melakukannya di dalam sana. Entah sudah berapa desahan yang keluar dari mulut wanita itu saat tangan si pria paruh baya mengaduk liang sempit dan hangatnya.
"Apa yang kau lakukan di tempat ini? Bukankah kau adalah penjaga yang seharusnya berada di ruangan lain? Sepertinya aku harus melapor ke atasanmu karena salah satu karyawannya mengganggu kenyamanan tamu," ujar pria paruh baya yang digandeng wanita itu.
Bugh...
Wajah Howard memucat. Otaknya mendengung pelan, kemudian dia mengangkat tangan, memberi sedikit pelajaran kepada pria paruh baya itu. Tanpa bicara sepatah kata pun, sebuah pukulan mengenai pelipis pria itu sehingga membuat pria itu terpental ke belakang, dan meringis kesakitan.
Wajar saja bagi Howard memiliki pukulan yang mampu untuk menumbangkan pria tersebut karena pekerjaannya sebagai seorang penjaga keamanan membuat Howard diharuskan mempunyai ilmu beladiri serta kekuatan tubuh yang diatas manusia normal akan jika terjadi sebuah keributan bisa menangani dengan mudah.
"Aku tak ingin banyak bicara denganmu, aku hanya ingin menyampaikan bahwa hubungan kita berakhir saat ini juga. Apapun yang akan kau lakukan selanjutnya aku tidak akan pernah peduli, aku juga meminta jangan pernah menganggu hidupku lagi apapun yang terjadi." nada bicara yang terdengan dingin terlontar begitu saja dari mulut Howard kepada wanita yang saat ini masih terdiam di tempatnya.
Tapi wanita itu malah tidak peduli Howard yang marah, dan pergi memeriksa kondisi pria itu.
"Apakah kamu baik-baik saja, sayang?" ucap wanita itu membantu si pria untuk berdiri.
Mendengar panggilan sayang terlontar dari bibir si wanita membuat hati Howard sangat sakit sekali seperti tertusuk belati yang sangat tajam.
"Howard! Minta maaflah kepada Tuan Beni karena kamu telah memukulnya hingga membuat kepala Tuan Beni terbentur keras di lantai!" ujar wanita itu marah kepada Howard.
"Untuk apa aku meminta maaf kepada seseorang yang telah berselingkuh dengan pacarku? Bisa kau jawab, Laura Genova?!" jawab Howard dengan amarah yang sudah sangat penuh yang bisa kapan saja membuatnya lepas kendali.
Seorang wanita yang dari tadi ada di depan matanya adalah kekasih Howard yang bernama Laura Genova.
Laki-laki mana yang tidak marah saat melihat sang kekasih sedang berada dalam satu ruangan dengan seorang pria dan terlihat pakaian mereka nampak acak-acakan seperti baru saja dipakai dengan terburu-buru.
Bisa jadi mereka tak hanya saling meraba, tapi sudah saling menghentak dan membenamkan diri masing-masing dengan desahan panjang berulang.
Pria yang bernama Beni tersebut tampak tak peduli dengan percakapan yang baru saja dia dengan dari Howard dan juga Laura karena pada saat ini Beni sedang menahan sakit di kepalanya yang terasa sangat menyiksa.
Detik selanjutnya, Howard merasa pusing dan kepalanya terasa nyeri, bahkan darah juga mengalir dari kepalanya. Howard menoleh ke sana dan menemukan Beni yang menggenggam setengah botol minuman keras memukul ke kepalanya sambil memaki, "Dasar bajingan! Berani-beraninya mengganggu suasana hati baikku dan memukulku! Tunggu saja kamu, aku akan menghancurkan kamu! Sialan!"
Pukulan Howard membuat kepala Beni membentur keras lantai yang ada di sana.
"Kau tunggu saja, aku akan membuat hidupmu hancur karena telah menyinggungku!" Beni berkata sembari menunjuk muka Howard dengan ekspresi marah yang sangat terlihat.
Beni kemudian mengeluarkan handphone miliknya, lalu menekan nomor seseorang, kemudian setelah beberapa kata Beni mengakhiri panggilan telepon tersebut.
"Malam ini juga kau akan dipecat karena pemilik tempat ini adalah rekan bisnisku," ucap Beni setelah selesai menelpon seseorang.
Namun ucapan Beni tersebut tak membuat Howard takut, pandangan Howard sedari tadi hanya fokus melihat perlakuan Laura kepada Beni yang terlihat sangat perhatian sekali berbeda dengan perlakuan Laura kepada dirinya pada saat mereka berpacaran.
Laura saat ini sedang mengobati kepala Beni yang terlihat ada luka di pelipisnya, Laura memberikan plester yang memang selalu ada di tas Laura yang selalu dibawanya.
Hati Howard sangat amat hancur melihatnya, 2 Tahun mereka bersama bahkan sekalipun tak pernah Laura bersikap manis kepadanya padahal Howard telah memberikan semua yang dia miliki kepada Laura sebagai bukti cinta yang dimilikinya.
Tak lama kemudian, sebuah suara terdengar sangat marah yang ditujukan kepada Howard.
"Howard, malam ini juga kemasi barang-barangmu dan pergi dari sini. Kau aku pecat sekarang juga!" ucap penilik tempat hiburan malam tempat Howard bekerja.
"Tuan Jordi, aku hanya memergoki kekasihku yang sedang bermalam dengan pria lain menggapa anda tiba-tiba memecat saya?" tanya Howard kebingungan.
"Kau masih tak memahami posisimu rupanya, yang kau pukul itu adalah rekan bisnisku, Tuan Beni juga memegang beberapa persen saham perusahaan Grand Entertaiment yang artinya dia juga bos mu," jawab Jordi.
Grand Entertaiment adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang hiburan, selain bar dan tempat hiburan malam Grand Entertaiment juga memiliki agensi yang menaungi banyak sekali artis terkenal salah satu dari artis yang dinaungi adalah Laura.
Laura merupakan seorang artis yang baru saja merintis karirnya makanya dia rela melakukan segala cara untuk bisa menggapai impiannya meskipun itu harus menggunakan tubuhnya.
Melihat sikap Laura saat ini, entah sudah berapa banyak pria yang ia layani hanya untuk meraih keinginannya.
Howard yakin ini bukan kali pertamanya Laura berselingkuh.
Nyatanya, yang Howard lihat tadi bukanlah keterpaksaan Laura melayani pria itu, melainkan kenikmatan yang dirasakan wanita itu dari setiap sentuhannya.
Howard tak dapat mengeluarkan kata-kata lagi karena dirinya sudah kalah.
Seorang penjaga bar tak mungkin mampu melawan pengusaha besar yang memiliki banyak sekali harta dan koneksi.
"Pukuli dia hingga sekarat, aku tak mau melihat wajahnya itu masih utuh setelah memukulku," ucap Beni kepada penjaga yang tadi datang bersama dengan Jordi.
Akhirnya para penjaga yang berjumlah delapan orang memukuli Howard. Mereka berdelapan mengepung Howard di tengah, memukul wajah dan perutnya hingga dia terjatuh ke lantai.
Howard sudah mencoba melawan dan menghentikan mereka, tapi siapapun tahu, melawan delapan orang dengan kekuatan sendiri adalah sesuatu yang tidak masuk akal, apalagi dengan kondisi patah hatinya, membuat Howard semakin tak mampu untuk bergerak sekedar membela diri.
Namun mereka tidak berhenti, mereka pun lanjut menendang keras tubuh Howard. Meski Howard sudah meringkuk melindungi dirinya, tendangan mereka tetap tepat mendarat di atas tubuhnya, sehingga meninggalkan banyak sekali luka di tubuh Howard dan darah juga berceceran kemana mana.
Daftar bab
1061 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat
1061 bab








