
Balas Dendam Anak Terbuang
Fanta78|Tamat
- Jumlah kata
- 349.4K
- Popular
- 131.4K
- Subscribe
- 5.7K
- Jumlah kata
- 349.4K
- Popular
- 131.4K
- Subscribe
- 5.7K
Sinopsis
"Arya bertransmigrasi. Ayahnya adalah Raja Iblis, ibunya adalah satu-satunya pewaris Menara Samudera Pedang, sedangkan kakeknya adalah seorang Dewa Pedang yang sudah tua. Mendengar namanya saja sudah membuat orang-orang ketakutan. Dengan identitas ini, siapa pun bisa hidup senang! Tapi Arya sadar bahwa masalah ini tidak semudah yang dipikirkannya. Dia terbuang selama dua puluh tahun dan baru saja bertemu kembali dengan kedua orang tuanya. Tetapi orang tuanya tidak menunjukkan kasih sayang padanya, adiknya tidak menghormatinya, bahkan pelayan di keluarganya juga melemparkan tatapan jijik ke arahnya. Mereka semua menghina Arya yang selalu dikatakan kalah dari adiknya. Arya memilih untuk memutuskan hubungan dengan mereka, dan berubah menjadi seorang Raja Iblis memulai jalan balas dendamnya. Dia tidak menyangka, setelah dirinya pergi, orang tua yang tidak menyayanginya itu menangis memintanya untuk kembali...."
Ulasan
7 ulasan
Resia Noir
14/5/26 12:04
Izin Promosi novel saya ya kk. Judul : Bupati Muda yang Misterius Penulis : Resia Noir Dulu Mika hanya anak supir yang hidup di belakang pasar dan dihina semua orang. Kini… ia kembali sebagai Bupati termuda di Kabupaten Arunika. Namun jabatan itu bukan untuk kekuasaan. Ia datang membawa dendam, rahasia, dan pencarian tentang kematian ayahnya yang misterius. Di balik dunia politik yang penuh korupsi, pengkhianatan, dan permainan kekuasaan… Mika harus melawan orang-orang paling berbahaya di kotanya sendiri. Dan saat hatinya mulai terusik oleh seorang pustakawan sederhana bernama Alena, rahasia besar perlahan mulai terungkap. 🔥 Penuh misteri 🔥 Politik dan balas dendam 🔥 Romance yang bikin baper 🔥 Banyak plot twist dan rahasia gelap 📖 BUPATI YANG MISTERIUS Siapkah kamu masuk ke dunia Mika Ardian?
Klan_Qing
Bab 1
Siapa pun yang berada di dalam aula ini pasti akan merasakan perasaan tertekan dan terintimidasi. Bagaimana tidak, seorang pria paruh baya duduk di posisi tinggi sana, terlihat sangat tegas nan berwibawa.
Di sampingnya terdapat seorang wanita berparas cantik dan elegan, gaun putih berkilau itu membungkus tubuh rampingnya dengan sempurna, tak lupa tatapan acuh tak acuhnya. Pun dengan pemuda di bawah sana juga terlihat sangat karismatik disertai sorot mata arogan.
Arya Purnama, memandang ketiga orang di sana. Ia memegang kepala dan mengerang rendah. Secara tiba-tiba, ingatan asing menginvasinya.
"Tolong, jangan ada yang mendekat! Biarkan pihak kepolisian yang mengurusnya!" seru seorang pria paruh baya.
"Apa kau sudah gila? Pemuda malang itu sedang sekarat!" teriakan semua orang yang ada di sana.
Hujan lebat disertai suara gemuruh dan petir menyambar-nyambar. Tak lantas menyurutkan keingintahuan semua orang melihat kecelakan tragis itu.
Arya Purnama, seorang kurir makanan yang tewas dalam kecelakaan mobil, tak menyangka dirinya akan terlahir kembali di tubuh ini. Lantas sekarang, ia bukan lagi seorang kurir yang hidup sederhana, tapi ahli waris tahta keluarga Purnama, salah satu dari tujuh raja besar Laut Utara.
"Jadi, selama ini hidup aku seperti lelucon bodoh di mata kalian?" tanya Arya, suaranya gemetar oleh amarah terpendam.
"Arya," kata Sugeng, selaku ayah pria itu. "Kami terpaksa meninggalkanmu demi keselamatanmu. Saat itu Laut Utara sedang dilanda perang hebat yang menewaskan puluhan ribu jiwa, dan kami takut mereka akan menyakitimu jika mengetahui identitasmu."
Arya tersenyum sinis mendengarnya. Ia dibuang oleh orang tuanya saat masih kecil, dan hidup dalam kemiskinan serta penindasan. Arya tumbuh menjadi pemuda pemberontak, pria itu juga tidak ingin menjadi boneka orang tuanya setelah apa yang mereka perbuat.
"Mengertilah Arya, kami sibuk melawan musuh," timpal sang ibu. Wanita itu mengangkat dagunya, menatap dingin sang putra. "Kami tidak punya waktu untuk mengurusmu, dan saat itu hanya bisa berharap kau baik-baik saja."
"Lantas selama dua puluh tahun, mengapa kalian tidak pernah berusaha mencariku?" timpal Arya. Ketika melihat keterdiaman kedua orang tuanya, pria itu melanjutkan, "Kalian dengan entengnya membuangku, tapi justru merawat adikku dengan baik," ejek Arya. Pria itu terkekeh sinis, tatapan dingin dan tajamnya mampu membuat sang ibu membeku untuk sesaat.
"Adikmu adalah seorang ahli waris tahta," jawab Sugeng datar. "Dia harus dilatih dengan baik untuk menjadi pemimpin yang kuat."
"Lalu aku?" Arya menunjuk dirinya sendiri. "Persetan dengan tahta, aku hanya tidak habis pikir kalian membeda-bedakan kami!"
"Arya, jaga nada bicaramu!" sentak sang ibu yang mulai terganggu dengan kebrutalan Arya. Sangat tidak tahu sopan santun dan tatakrama kala berbicara dengan orang tua.
"Kau tidak pantas mendapatkan apa pun, Arya. Kau hanya seorang pemalas yang selalu mempermalukan nama Keluarga Purnama." Sugeng berucap dingin, lantas melemparkan gelas di tangannya dengan kesal hingga pecah, membuat semua orang terkejut karena hal itu.
Arya mengepalkan tangan, amarahnya siap meledak detik ini juga. Namun, sebuah suara aneh tiba-tiba bergema di kepalanya.
"Sistem sudah diaktifkan." Suara bak robot itu menginvasi pendengaran Arya. "Sekarang pilihlah jalan hidupmu, Arya Purnama."
Arya menatap sekeliling dengan wajah bingung. Pasalnya mengapa kedua orang tua serta adiknya seperti patung tak bernyawa?
"Arya, lakukan segera."
Kembali suara itu menggema, walau diliputi kebingungan, Arya mendengarkan dengan seksama pilihan yang disebutkan oleh sistem itu.
"Yang pertama 'kehidupan anak orang', yaitu meminta maaf kepada ayahmu dan mendapatkan tubuh suci. Namun, harus mematuhi perintah orang tua. Selanjutnya 'kehidupan pria lemah', kau harus menahan amarah dan mendapatkan tubuh kingkong tak terlukai."
Arya mendengkus sinis. "Pilihan macam apa itu? Seperti permainan bodoh yang membuang waktu saj—"
"Pilihan terakhir, menjadi 'Raja Iblis' putus hubungan dengan orang tua dan mendapatkan bakat raja iblis darah," jelas sistem itu. Membuat Arya terdiam di tempatnya.
Pria itu bimbang, antara percaya atau tidak akan hal konyol yang menimpa dirinya. Akan tetapi, bukankah sayang jika dilewatkan begitu saja?
Ia mulai merenungkan pilihannya. Arya tidak ingin menjadi boneka orang tuanya, tapi dia juga tak ingin menjadi pria lemah. Pilihan terakhir, 'Kehidupan Raja Iblis', membuatnya sedikit penasaran.
"Bagaimana Arya? Apa kau sudah menentukan pilihanmu?" Kembali terdengar suara sistem.
Arya memejamkan mata, berpikir sejenak. Ia tidak pernah menikmati keuntungan apa pun dari Keluarga Purnama selama dua puluh tahun ini, tapi saat ini dia juga tidak ingin menahan amarahnya. Pria itu membuka matanya perlahan dan berkata, "Aku memilih Kehidupan Raja Iblis," ucap Arya, suaranya bergetar penuh tekad.
Sudut bibir pria itu tertarik ke atas, membentuk seringai dingin. Rasanya tak sabar mendapatkan bakat raja iblis darah dan sebuah hadiah kehidupan besar. Arya sangat menantikannya. Baru saja ia ingin memeriksa apa isi hadiah besar itu, tapi suara ayahnya tiba-tiba menggema.
"Kau tidak merasa bersalah sama sekali Arya?!" teriak Sugeng, suaranya bergetar penuh amarah, menatap tajam pada Arya tidak menunjukkan penyesalan.
Arya tersenyum sinis. "Aku tidak punya alasan untuk merasa bersalah."
Sugeng kembali melemparkan gelasnya ke dinding. "Kau akan menyesal!" seru Sugeng. "Berdiri menghadap dinding di ruang pemujaan leluhur, jangan pernah keluar sebelum aku memerintahkanmu!"
Arya terkekeh serak. Ia tidak peduli dengan hukuman bodoh itu, karena Arya telah menemukan jalannya sekarang, yaitu jalan yang akan membawanya menuju kekuatan kekal dan kebebasan.
"Kalian tunggu saja saat waktu itu tiba," bisik Arya dingin, penuh tekad dan keyakinan.
Daftar bab
338 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat
338 bab








