
Master Pedang Tak Tertandingi
SUNSUN|Tamat
- Jumlah kata
- 80.5K
- Popular
- 7.3K
- Subscribe
- 432
- Jumlah kata
- 80.5K
- Popular
- 7.3K
- Subscribe
- 432
Sinopsis
Di dunia seni bela diri yang gemilang, para jenius pun bermunculan! William Elgard Alexander, seseorang yang memiliki talenta yang luar biasa dan tak dapat terkalahkan. Dengan kekuatan luar biasa, ia mengalahkan semua musuh di bawah langit, mencapai puncak Ilmu Pedang dan disebut sebagai Master Pedang Agung! Para Iblis pasti akan tunduk gemetar begitu melihat pedangku. Dan ketika para ahli dari segala penjuru dunia yang melihat pedangku pasti akan membungkuk hormat. Di dunia gila ini, di mana yang kuat memangsa yang lemah, biarkan aku menggunakan pedang sepanjang tiga kaki yang tak terkalahkan untuk mencapai kejayaan abadi sebagai Master Pedang yang tak tertandingi!
Ulasan
0 ulasan
Belum ada ulasan
Jadilah yang pertama menulis komentar
Bab 3
"Cepat pergi!" Suara dingin William terus bergema di benak gadis berbaju hijau itu.
Dia adalah pelayan pribadi Keisha, orang terkuat di lingkup luar Klan Mirage. Meski hanya seorang pelayan, berkat hubungannya dengan Keisha, bahkan para ahli yang berada di peringkat sepuluh besar lingkup luar pun bersikap hormat padanya dan enggan mencari masalah dengannya.
Namun sekarang, seorang murid yang berada di peringkat paling bawah lingkup luar justru menghancurkannya begitu saja. Bahkan di hadapan begitu banyak orang, dia memerintahkannya untuk pergi. Pada saat ini, hatinya dipenuhi dengan rasa malu dan penghinaan yang tak terhingga!
"William, tunggulah! Tiga hari lagi, Nona pasti akan membunuhmu dengan tangannya sendiri! Kau akan mati dengan sangat menyedihkan!" Ucap wanita itu sambil menatap William dengan penuh kebencian sebelum dia tiba-tiba berbalik pergi.
Melihat gadis berbaju hijau itu pergi, pemuda berbaju hitam dan yang lainnya tentu tak berani berlama-lama disana. Mereka hanya memandang William dengan tatapan penuh kebingungan dan ketakutan, lalu pergi dengan tergesa-gesa.
Dalam sekejap, di dalam ruang pelatihan itu kini hanya menyisakan William seorang diri.
"Keisha Azura Rain?" William menatap dengan ekspresi tenang, lalu menggelengkan kepalanya.
Meskipun Keisha adalah orang terkuat di kalangan murid luar Pegunungan Arcadia dan telah mencapai kultivasi tingkat akhir, tapi apa artinya itu baginya?
William, seseorang yang bahkan di Era Akhir Dharma telah berhasil mencapai tingkat Master Pedang, mana mungkin akan menganggap seorang Keisha berarti di matanya? Baginya, berlatih dan meningkatkan kekuatan dirinya sendiri adalah hal yang paling penting.
Tingkatan dalam seni bela diri terbagi menjadi sebelas tahap yaitu, Pembentukan Tubuh, Pasca-Lahir, Konstitusi Lahir, Energi Sejati, Roda Kehidupan, Istana Jiwa, Batas Bumi, Energi Langit, Nirwana, Master Pedang, dan Master Pedang Agung.
Sebelas tingkatan besar dalam kultivasi ini masing-masing terbagi lagi menjadi empat fase, yaitu fase awal, fase tengah, fase akhir, dan puncak.
Saat ini, William berada pada tingkatan fase akhir." Pemilik asli tubuh ini hanyalah seorang murid gerbang luar yang biasa saja. Teknik kultivasi yang dikuasainya juga hanyalah Teknik Penyerap Qi kelas bawah dari kelas Cahaya."
Teknik bela diri adalah metode utama dalam pertempuran, yang memiliki pengaruh sangat besar terhadap kemampuan bertarung seorang prajurit. Sementara itu, teknik kultivasi adalah metode untuk meningkatkan kekuatan, yang menentukan kecepatan perkembangan seorang prajurit. Pentingnya teknik kultivasi bahkan melebihi teknik bela diri.
Teknik kultivasi dibagi menjadi dua jenis yaitu, Teknik Fondasi dan Teknik Energi Sejati. Teknik Fondasi mencakup tiga tingkatan, yaitu Penyucian Tubuh, Pasca-Lahir, dan Pra-Lahir. Ketiga tingkatan ini disebut sebagai tahap dasar seorang praktisi bela diri. Pada tahap ini, yang paling penting adalah memperkuat tubuh fisik dan mengasah kekuatan jasmani.
Pada tahap dasar ini, semakin kuat tubuh fisik seseorang, maka ketika mencapai Tingkat Energi Sejati, ia dapat membuka Lautan Qi yang lebih luas, mampu menampung lebih banyak Energi Sejati, sehingga memiliki potensi yang jauh lebih besar.
William sebelumnya hanya mempelajari teknik kultivasi paling dasar di Pegunungan Arcadia, yaitu Teknik Penyerap Qi. Metode ini memiliki beberapa efek. Pertama, memiliki efek yang lemah. Kedua, kecepatannya sangat lambat. Dibandingkan dengan para praktisi bela diri yang mempelajari metode kultivasi kelas Cahaya Tingkat Menengah atau Tingkat Tinggi, kecepatan kultivasi metode ini sangat jauh tertinggal, bahkan lebih dari sepuluh kali lipat lebih lambat.
"Memiliki bakat yang biasa-biasa saja dan hanya mempelajari teknik kultivasi rendah. Tidak heran tubuh pemilik sebelumnya jatuh ke posisi paling bawah di kalangan anggota luar." Sambil menggelengkan kepala, William tidak berniat melanjutkan mempelajari Teknik Penyerap Qi. Selanjutnya, dia berencana mempelajari teknik yang jauh lebih kuat, yaitu Teknik Pemurnian Tubuh!
Teknik Pemurnian Tubuh adalah teknik yang diciptakan oleh seorang jenius di Era Akhir Dharma. Teknik ini memiliki tingkatan Kelas Cahaya Tingkat Tertinggi dan dianggap sebagai teknik terkuat untuk Tahap Fondasi!
Teknik ini sangat berbeda dibandingkan Teknik Penyerap Qi. Pertama, hasilnya jauh lebih baik. Kedua, kecepatannya pun jauh lebih tinggi. Dibandingkan dengan mereka yang mempelajari teknik kultivasi tingkat menengah atau tinggi di Kelas Cahaya, teknik ini benar-benar mampu mengubah segalanya dan memberikan hasil berkali-kali lipat lebih baik!
Perlu diketahui karena terjadinya kelangkaan energi saat Era Akhir Dharma, oleh karena itu para praktisi bela diri sangat memandang penting fondasi mereka, bahkan mencapai tingkat yang bisa dibilang berlebihan. Bagaimana cara memperkuat akar mereka agar lebih kokoh adalah hal yang tak henti-hentinya dikejar oleh semua praktisi bela diri.
Dalam kondisi seperti ini, Teknik Pemurnian Tubuh masih bisa menjadi metode terkuat pada tahap fondasi. Bisa dibayangkan betapa luar biasa metode ini!
"Mulailah!" William mengumpulkan pikirannya, matanya tiba-tiba menjadi sangat tenang. Pada saat itu, tidak ada pikiran yang mengganggu dalam hatinya, dan suara-suara dari luar pun tidak dapat mengganggu fokusnya.
Plak!
Tiba-tiba, dengan sekuat tenaga William mengayunkan telapak tangannya, dan telapak tangan itu jatuh tepat di atas Dantian nya sendiri!
Plak! Plak! Plak!
Wajahnya tetap tenang, dan dalam sekejap dia melayangkan beberapa pukulan berturut-turut. Setiap pukulan jatuh tepat di Dantian-nya, tanpa sedikit pun kesalahan. Setiap pukulan yang mendarat, tubuhnya tidak bisa menahan untuk sedikit bergetar, namun wajah William tetap tidak menunjukkan perubahan apapun.
Zrah!
Suara-suara seperti guntur yang mengguntur, seakan-akan suara genderang perang yang sedang dipukul, terdengar dari dalam tubuh William. Setiap kali ia menurunkan telapak tangannya, suara itu terdengar, seolah-olah mengandung suatu irama yang ajaib.
Secara perlahan, kulit William mengeluarkan cairan hitam kental yang menyebar. Cairan hitam tersebut mengeluarkan bau busuk yang sangat menyengat, membuat siapa saja yang mencium baunya tidak bisa menahan diri untuk menutup hidung dan merasa ingin muntah.Ini jelas merupakan kotoran yang ada di dalam tubuh William!
Teknik Pemurnian Tubuh, metode kultivasi ini sangat kuat karena ide-idenya yang luar biasa. Teknik ini tidak menggunakan cara biasa untuk memperkuat tubuh, melainkan menganggap tubuh manusia sebagai sebuah tungku alkimia untuk disempurnakan!
Dantian adalah bagian inti dari tubuh manusia, yang juga merupakan bagian terpenting bagi seorang praktisi bela diri. Dengan menggunakan teknik khusus untuk terus memukul Dantian, tubuh akan bergetar yang kemudian dapat memperkuat tubuh dan mengeluarkan kotoran serta impuritas dari dalam tubuh.
Teknik Pemurnian Tubuh biasa hanya mampu memperkuat kulit, daging, dan paling banyak tulang, itupun sudah dianggap sebagai hasil yang luar biasa. Namun, metode ini mampu memperkuat kulit, daging, tulang, otot, membran, dan darah. Efek yang dihasilkannya jelas jauh melampaui Teknik Fondasi biasa.
"Huek!" Setelah seperempat jam, William tiba-tiba memuntahkan darah hitam. Begitu darah hitam itu jatuh ke tanah, cairan tersebut langsung mengikis permukaan tanah seperti asam sulfat, menciptakan sebuah lubang kecil yang dalamnya beberapa inci.
Setelah memuntahkan darah hitam ini, tubuh William terasa sangat ringan. Ia menggigil sebentar, dan sekejap berikutnya, ia berhasil menembus ke puncak tingkat Pasca-Lahir!
"Kekuatan lima ribu pon!" Merasakan kekuatan yang mengalir di dalam tubuhnya, William tidak bisa menahan untuk mengangguk puas. Di zaman sekarang ini, seorang praktisi bela diri dengan puncak Pasca-Lahir umumnya hanya memiliki kekuatan tiga ribu pon. Namun, dengan menggunakan Teknik Pemurnian Tubuh, setelah melewati puncak Pasca-Lahir, kekuatan William mencapai level lima ribu pon!
Secara umum, seorang praktisi bela diri pada tahap Pra-Lahir Awal hanya memiliki kekuatan lima ribu pon. Ini hanya karena William baru saja mulai mempelajari Teknik Pemurnian Tubuh. Tapi seiring berjalannya waktu, jika dia terus berlatih pastinya kekuatan fisiknya akan jauh melampaui para praktisi bela diri selevelnya!
"Dengan kecepatan pelatihan seperti ini, tidak akan lama lagi aku bisa menembus Tingkat Pra-Lahir. Namun, sebelum itu, aku perlu menyiapkan sebuah Pil Pra-Lahir." William berpikir dalam hati dan bergumam pada dirinya sendiri.
Pil Pra-Lahir adalah pil yang diciptakan pada Era Akhir Dharma, sebuah pil yang dapat sangat cepat dalam meningkatkan kekuatan fisik jika dikonsumsi saat seseorang sedang memecahkan batasan Tingkat Pra-Lahir.
Selain itu, di kehidupan sebelumnya William adalah seorang ahli pedang. Setelah ia mencapai tingkat Master Pedang dan mendapatkan gelar Master Pedang, sebagai seorang ahli pedang tentu saja ia tidak akan bisa melepas pedang yang tepat di tangannya. Saat itu William langsung bergegas untuk mandi, berganti pakaian, dan keluar menuju pintu kamar.
Daftar bab
70 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat








