
- Jumlah kata
- 101.5K
- Popular
- 265
- Subscribe
- 43
Sinopsis
Erland harus bertahan sebagai ras manusia serigala terakhir. Serangan vampir 20 tahun lalu, rupanya belum berakhir. Bukan hanya vampir yang menjadi musuhnya saat ini, tetapi makhluk supranatural lain mengincar Desa Lockwood. Dia bersama ayah serta adiknya, harus bertahan dan bekerja sama untuk melawan makhluk tersebut. Kedatangan Shanaya di Desa Lockwood membuat Erland merasakan cinta pada pandangan pertama. Benih benih cinta mulai bersemi, namun Erland masih ragu akan perasaannya.Apakah Shanaya adalah Luna yang akan mendampingi hidupnya? Akan tetapi, Erland sendiri ragu, dan takut untuk meraih cinta sejatinya itu. Erland takut nasib Shanaya akan sama seperti ibunya.
Ulasan
2 ulasan
Aulia Hazuki
20/7/25 01:32
Hai kak semangat terus nulisnya ya 🙏 kalau berkenan boleh mampir ke novelku "Rumah Laba-laba" dan subscribe balik terima kasih banyak kak 🙏
Mrs.Edelweis
17/4/25 03:19
Hai... yang suka membaca cerita bertema werewolf. selamat datang. terima kasih sudah membaca cerita ini.. salam kenal untuk semuaa.
1. Kedatangan Farkas
Lockwood village
Tahun 1930
.
.
.
"Sayang, kau baik baik saja? Wajahmu tampak pucat. Apa kau sakit?" Tanya Endra pada Emily.
Istrinya tersebut sedang berbadan dua. Ini adalah kehamilannya yang kedua, tetapi wajah Emily tampak lain. Berbeda sekali saat dia hamil putra mereka yang pertama dulu.
"Aku baik baik saja. Putra kita hanya sedang mengajak bermain. Dia sangat aktif sekali sejak dalam kandungan." Emily masih tersenyum sambil terus mengelus perutnya yang besar.
"Tapi, kau baik baik saja? Apakah itu sangat menyakitkan?" tanya Endra yang tampak cemas dengan kondisi istrinya tersebut. Ini sudah satu bulan umur kehamilan Emily, tetapi kondisinya justru makin memburuk, bahkan dia kerap mengeluhkan rasa sakit pada perutnya. Rasa sakit yang tidak biasa, sangat menyakitkan bahkan membuat tubuh wanita itu lemas. Manusia serigala memang tidak bisa hamil, tapi Emily bukanlah manusia serigala. Dia sepenuhnya manusia. Walau Endra adalah jelmaan manusia mengerikan itu.
"Aku baik baik saja, Sayang. Jangan cemas." Hamil anak werewolf bukan hal yang mudah. Sekalipun usia kehamilan singkat, tetapi rasa sakit yang harus ditanggung Ibu juga terbilang luar biasa.
Obrolan sepasang suami istri itu terhenti, saat Endra mendengar langkah kaki yang sedang berlari terdengar di luar rumah. Endra segera menoleh ke sumber suara. Hidungnya mendengus, dan langsung mengetahui kalau itu adalah putra sulungnya. Endra pun segera beranjak dan pergi ke luar rumah. "Tunggu sebentar," kata Endra lalu mengecup kening Emily lembut.
Dari kejauhan Endra sudah mendengar suara jeritan yang terus memanggil namanya. Hingga sampai dia di pintu, putra sulungnya itu datang dengan nafas tersengal-sengal.
"Ayah! Kita harus segera pergi dari sini. Mereka akan kemari! Mereka menemukan kita!" Erland memekik dengan wajah panik. Dia bahkan belum sampai masuk ke dalam rumah, tetapi informasi yang Erland bawa membuat dahi Endra berkerut.
"Ada apa? Apa yang terjadi?"
"Pria itu! Dia datang lagi, Ayah. Kali ini dia tidak sendirian, ada beberapa orang yang ikut bersamanya. Aku pikir, ini bukan kondisi yang baik untuk kita!" kata Erland menatap ayahnya dengan mata berkaca-kaca.
Umurnya memang masih remaja, tetapi didikan Endra selama ini telah membuat pemuda tersebut bisa bersikap lebih dewasa dari remaja seusianya. Apalagi saat Erland mengetahui bagaimana masa lalu ayahnya tersebut.
"Farkas!" gumam Endra setelah menghirup udara di sekitarnya.
Bukan rahasia lagi jika manusia serigala memiliki kemampuan khusus yang berbeda satu dengan lainnya. Endra dapat mengenali orang, hewan, dan makhluk hidup, hanya dengan mencium aroma udara di sekitarnya. Dia bisa mengendus aroma tubuh seseorang dan langsung mengenalinya.
Sayangnya, nama yang baru saja ia sebutkan tak lama muncul di belakang Erland. Endra menatap kawan lamanya itu dengan sorot mata datar. Antara Endra dan Farkas dulunya memang bersahabat baik. Hanya saja karena sebua tragedi, semua berubah total. Persahabatan itu berubah menjadi musuh bebuyutan. Dulu Endra adalah Rouge. Dia dikenal sebagai pembasmi kawanan werewolf.
Rogue adalah werewolf yang tidak terikat dalam Pack. Artinya mereka serigala liar yang suka menghancurkan Pack-pack kecil. Mereka sangat berbahaya. Tempat tinggalnya di gua atau di hutan-hutan. Biasanya juga mereka menjadi serigala pengintai bila ada yang memintanya.
Para manusia mengenal Endra sebagai pembasmi werewolf, karena kedatangannya pertama kali ke desa itu adalah bersamaan dengan kematian salah satu werewolf yang hampir membunuh kepala desa. Endra membunuh werewolf tersebut dengan mudahnya, dan sendirian. Tidak ada yang tahu, kalau sebenarnya Endra juga merupakan werewolf dengan jenis Lycan.
Lycan adalah salah satu manusia serigala yang hidup dalam pack dan memiliki hirarki ketat dengan pemimpin yang memerintahkan mereka. Saat berubah mereka tetap mempertahankan pikiran mereka, tetapi tidak dapat berbicara, memiliki kekuatan besar, dan kemampuan penyembuhan; mereka menanggung dendam berat melawan vampir tetapi biasanya menahan diri untuk menyerang manusia, kecuali mereka ingin memiliki anggota pack lebih atau merupakan hasil penyerangan. Adanya wanita dalam pack masih belum di ketahui jelas, karena pria lebih sering terlihat.
Endra masuk dalam sebuah hirarki tertinggi dalam kehidupan manusia serigala. Jika manusia memiliki presiden atau kepala negara yang dihormati dan mengatur negara tersebut, maka manusia serigala memiliki hirarki ini untuk mengatur populasi serta penyebaran mereka. Antara manusia dan manusia serigala harus bisa hidup berdampingan, dan jika ada yang melanggar hal tersebut maka pemerintah akan mengutus ajudannya untuk memusnahkan pack tersebut.
Hirarki yang menaungi Endra bernama Pack Eclipse. Mereka memiliki Alpha, Beta, Gama, Delta, Luna, dan Omega. Kekuatan hirarki ini sangat hebat, mereka adalah orang - orang terpilih yang memang diutus untuk mengatur kehidupan dan kesejahteraan manusia serigala. Mereka juga yang menekan populasi manusia serigala agar tidak terlalu banyak. Jika antara manusia dengan manusia serigala terdapat kesenjangan jumlah penduduk, maka kelangsungan hidup manusia serigala akan goncang. Karena Selama ini mereka memakan jantung manusia.
Setelah membunuh salah satu manusia serigala, Endra mulai menetap di desa tersebut, karena pack dari manusia serigala yang dia bunuh masih berkeliaran menuntut balas. Endra pun tinggal dan berbaur dengan warga desa untuk bisa melindungi mereka sekaligus menangkap sisa anggota pack lain yang terang terangan sedang membelot pada Eclipse.
Di saat itulah, Endra bertemu sosok wanita yang mampu menggetarkan hatinya. Wanita itu bernama Emily. Sejak saat itu, Endra mulai menandai Emily sebagai Matenya. Mereka pun menikah dan hidup bahagia di desa tersebut, bahkan memiliki seorang putra yang juga merupakan manusia serigala. Karena kehidupan sempurna itu, Endra melupakan jati dirinya dan mulai membelot dari Eclipse. Kini pack tersebut memburunya.
"Sudah lama kita tidak bertemu. Sepertinya kau bahagia," kata Farkas.
"Mau apa kalian datang ke sini?" tanya Endra tanpa menanggapi perkataan Farkas.
"Kami datang dengan damai. Arnulfo menanyakan kabarmu. Dia ingin berkunjung, tetapi akhir-akhir ini kami sedang sibuk."
"Arrgh!" Suara Emily membuyarkan konsentrasi Endra. Dia menoleh ke dalam, lalu menyuruh putranya masuk. Begitu Erland berada di dalam rumah, Endra segera menutup pintu rumah dan menemui tamunya malam ini.
"Aku sudah bilang, kalau aku keluar dari pack. Apakah itu tidak cukup? " tanya Endra berbisik namun dengan menekankan tiap kata yang ia ucapkan pada Farkas.
"Tentu saja kami mengerti. Aku ke sini bukan untuk menyeretmu kembali ke pack. Tidak ada yang akan memaksamu kembali. Aku hanya ingin minta bantuanmu sekali ini saja."
"Bantuan? Bantuan seperti apa?"
"Ada sekelompok vampire di luar sana yang sedang membunuh spesies kita. Semua pack yang ada di luar sudah terbunuh dalam kurun 1 tahun saja. Hanya tersisa Eclipse. Bahkan kami menampung manusia serigala dari pack lain yang selamat. Tapi sepertinya para vampire benar-benar akan menghancurkan spesies kita, Endra. Kawan-kawan banyak yang sudah tewas. Abror, Fridolf, Ivailo, Lovet, Rudolf, bahkan ... Rolf."
"Rolf?! Alpha??" tanya Endra benar benar terkejut.
"Yah, pemimpin kita."
Endra yang terkejut mendengar berita itu sampai-sampai terhuyung ke belakang. Rolf, adalah Alpha terkuat dalam klan mereka. Bahkan sekelas Rolf saja bisa tewas karena para vampire itu.
"Arnulfo yang kini memimpin. Kami ... butuh bantuan, Endra. Jika tidak, spesies kita akan punah."
Sorot mata Farkas tampak memancarkan harapan besar, agar Endra mau bergabung bersamanya. Tapi berkali-kali Endra menoleh ke belakang, di mana rumahnya berada. Karena suara jeritan Emily semakin terdengar intens. Endra dalam kebimbangan. Antara keluarga atau rekan-rekannya.
"Ayah!!" jerit Erland. Endra menoleh lalu berlari masuk ke dalam rumah.
Daftar bab
74 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat








