
Yang Mulia Kaisar Beladiri
Yyomoixyz|Bersambung
- Jumlah kata
- 437.8K
- Popular
- 13.6K
- Subscribe
- 306
- Jumlah kata
- 437.8K
- Popular
- 13.6K
- Subscribe
- 306
Sinopsis
(Fantasi Barat) + (Tanpa Sistem) + (Lemah menjadi Kuat) Selalu direndahkan dan dianggap tak berguna Lucien membuktikan pada dunia bahwa seorang pelayan gudang Kekaisaran sepertinya mampu menjadi penguasa tujuh dunia. Dengan mendapatkan sebuah kesempatan Pedang Kuno legendaris. "Kau akan merasakan kekuatan dasyat dari Pedang Asura. Pedang ini pernah membuat tujuh langit dan bumi berdarah, dan seribu pahlawan dunia tunduk dihadapannya." Jiwa yang tersisa berbisik, gumamannya dipenuhi pengabdian seperti seseorang yang sedang berziarah.
Ulasan
2 ulasan
Pengunjung
6/10/26 07:13
good seruu sekaliii, setelah menyentuh bab 100 cerita mulai mendebarkan semoga ceritanya sampai tamat
PILIHANRafless
11/8/26 06:10
Fantasi Barat yaa, nih agak berbeda dari Fantasi Timur, bisa dicoba nihh gaya alur cerita kerajaan bangsawan
01. Takdir yang Ditolak
"Mengapa aku harus mundur? Seleksi Menara Arcane Kekaisaran ini terbuka bagi seluruh murid biasa di Kekaisaran Aurelia, termasuk aku, Lucien Ashcroft!"
Lucien Ashcroft berdiri di atas panggung batu yang tinggi, menatap seorang wanita bangsawan bergelar Lady Eleanor Ravenshade, seorang Marchioness sekaligus Tetua Akademi yang terkenal cantik namun berhati dingin. Namun, desakannya hanya dibalas dengan tatapan acuh tak acuh dan ejekan dari para murid yang memenuhi lapangan.
"Jangan mempermalukan dirimu sendiri. Turunlah."
Suara dingin Nona Eleanor terdengar untuk ketiga kalinya.
"Aku, Lucien Ashcroft, menerima penilaian putaran pertama. Nona Eleanor, silakan."
Lucien mengabaikan semua tatapan yang tertuju kepadanya. Wajahnya tetap tenang tanpa sedikit pun menunjukkan kesombongan.
"Dasar bocah yang tidak tahu diri."
Nona Eleanor mencibir. Dengan lambaian tangannya, gelombang Mana yang luar biasa menyelimuti tubuh Lucien, seolah sebuah gunung batu raksasa jatuh dari langit dan menghantam tubuhnya.
Lucien mendengus pelan. Dengan tekad keras, dia menahan tekanan itu tanpa bergeming sedikit pun. Tatapannya melirik altar dupa di sisi arena. Jika dia mampu bertahan selama setengah batang dupa menyala, dia akan lolos tahap pertama dan berhak mengikuti seleksi berikutnya demi memperebutkan tiga puluh kursi di Menara Arcane Kekaisaran.
Nona Eleanor tetap tanpa ekspresi. Tekanan Mana yang dilepaskannya terus meningkat. Lucien menggertakkan giginya dan bertahan.
Perlahan, ejekan para penonton berubah menjadi keterkejutan.
'Dia... benar-benar masih mampu bertahan?'
Tatapan Nona Eleanor semakin dingin. Tekanan Mana terus bertambah, seolah batu-batu raksasa terus menghantam tubuh Lucien.
'Tiga ratus... Empat ratus... Lima ratus... Enam ratus...'
Lucien tetap berdiri tegak.
Namun saat tekanannya mencapai delapan ratus kilogram, tubuhnya mulai bergetar hebat. Matanya memerah, sementara darah perlahan mengalir dari sudut bibirnya.
"Itulah takdirmu," ujar Nona Eleanor sambil menatapnya dengan jijik. "Dan kau tak akan pernah bisa mengubahnya."
Namun...
"Bukan hakmu menentukan bagaimana aku menjalani hidupku!" sahut Lucien.
Boom!
Ledakan Mana merah menyala meletus dari tubuh Lucien, menghamburkan debu di bawah kakinya. Seluruh tubuhnya bergetar hebat. Sesaat kemudian, kilatan petir biru keunguan meledak dan membungkus tubuhnya.
"Mana yang termanifestasi ke dunia nyata?"
Seluruh arena sontak bergemuruh.
"Dia sudah membangkitkan Inti Mana?"
"Dia benar-benar telah menembus Ranah Mana Initiate?"
"Elemen petir? Mana miliknya berubah menjadi petir sungguhan?"
"Luar biasa! Bakat seperti ini sangat langka!"
Bahkan para murid bangsawan dari keluarga Knight, Baron, Viscount, Count, Marquess, hingga Duke yang menyaksikan dari kejauhan ikut terkejut.
Namun setelah memandang Lucien beberapa saat, mereka hanya bisa menghela napas.
Mengapa harus memaksakan diri?
Semua orang tahu hasil akhirnya.
Tak peduli seberapa besar bakatmu...
Tak peduli seberapa luar biasanya dirimu...
Kau tetaplah putra seorang pengkhianat Kekaisaran.
Para pemuda dan pemudi di bawah panggung menggelengkan kepala.
Hari ini merupakan seleksi seluruh murid biasa Akademi Kesatria Kekaisaran Aurelia untuk memasuki Menara Arcane Kekaisaran, sebuah perpustakaan kuno yang menyimpan ribuan sihir, teknik pedang, dan seni tempur warisan Kekaisaran Aurelia. Tempat itu biasanya hanya terbuka bagi murid kalangan bangsawan, tetapi setiap enam bulan sekali dibuka bagi murid biasa.
Ribuan orang memperebutkan kesempatan itu.
Namun...
Siapa yang bersedia memberikan kesempatan kepada putra seorang pengkhianat?
Nona Eleanor memandang Lucien dengan sorot mata dingin. "Ini terakhir kalinya aku bertanya. Apakah kau menyerah?"
"Tidak akan pernah!" Lucien meraung sambil menahan tekanan Mana yang luar biasa. Kilatan petir terus menyambar di sekujur tubuhnya.
"Selama aku bertahan hingga setengah jam waktu pasir habis, aku berhak mengikuti tahap kedua!"
Tatapannya kembali tertuju pada jam pasir di atas altar.
Waktunya hampir tiba.
Namun...
Nona Eleanor tiba-tiba mengepalkan tangannya. Ledakan Mana yang mengerikan meletus dari tubuhnya.
Tekanan itu berubah menjadi gunung raksasa yang menghantam Lucien tanpa ampun.
"Pfft!" Lucien memuntahkan darah sebelum tubuhnya terpental dan jatuh berlutut di atas lantai batu.
"Tidak lolos." Suara Eleanor bergema, seolah telah menentukan takdirnya.
"Kau..." Lucien bernapas berat sambil menatap wanita itu.
Menurut aturan seleksi, penguji hanya boleh menggunakan sekitar dua puluh persen tekanan Mana untuk menguji bakat dan tekad peserta. Selama mampu bertahan lebih dari setengah batang dupa, peserta akan dinyatakan lulus.
Namun Nona Eleanor barusan jelas telah menggunakan tujuh puluh hingga delapan puluh persen kekuatannya.
Seorang penyihir agung dari Ranah Earth Master menindas seorang pemuda yang baru saja memasuki Ranah Mana Initiate.
Di dunia ini, tingkatan kekuatan terbagi menjadi beberapa tingkatan. Pertama ada Mana Initiate, Mystic Adept, Earth Master, Saint Lord, Sky Sovereign, Radiant Monarch, Eternal Emperor, dan tingkatan yang lebih tinggi lagi.
Sebelum mencapai Ranah Mana Initiate, setiap orang harus melalui proses panjang membangkitkan Inti Mana di dalam tubuh mereka.
Perbedaan kekuatan di setiap tingkatan bagaikan jurang yang tidak mungkin diseberangi.
Bagi para remaja yang bahkan belum genap berusia lima belas tahun, mampu bertahan menghadapi tekanan seorang Earth Master selama setengah batang dupa sudah merupakan keajaiban.
Namun Nona Eleanor sama sekali tidak berniat memberinya kesempatan.
"Terimalah takdirmu. Kau tidak seharusnya mengambil apa yang bukan menjadi milikmu, dan kau tidak seharusnya datang ke tempat yang bukan untukmu. Jika kau gagal di tahap pertama, kau tidak akan memiliki kesempatan mengikuti tahap kedua. Kembalilah ke gudang perbekalan dan jalankan tugasmu sebagai pelayan."
Nona Eleanor Ravenshade berbalik hendak pergi.
Tiba-tiba terdengar seruan kaget dari kerumunan. Lucien Ashcroft melompat. Tinju kanannya yang terkepal menghantam ke arah Nona Eleanor.
"Tahap kedua! Terimalah ini!"
Yang membuat semua orang tercengang, seluruh sambaran petir di tubuh Lucien berkumpul pada kepalan tangannya, memancarkan cahaya yang menyilaukan. Itu bukan sesuatu yang seharusnya mampu dilakukan oleh seorang kultivator Ranah Mana Initiate.
"Hmph!"
Nona Eleanor tiba-tiba berbalik. Dengan satu langkah ringan, dia melewati Lucien dan menghantam perutnya menggunakan telapak tangan yang dipenuhi Mana.
Lucien memuntahkan darah lalu terpental ke belakang. Tubuhnya jatuh tepat di bawah panggung batu, berguling beberapa kali sebelum akhirnya berhenti.
"Jangan-jangan dia sudah mencapai tingkat kedua Ranah Mana Initiate?"
Banyak orang mulai menilai kekuatan Lucien. Mampu memadatkan Mana hingga sejauh itu jelas bukan kemampuan seorang kultivator tingkat pertama.
"Anak itu memang seorang jenius. Dia benar-benar berhasil mencapai tahap itu hanya melalui usahanya sendiri." pikir Eleanor.
Saat itu, banyak orang bertanya-tanya. Seandainya Lucien bukan putra seorang pengkhianat Kekaisaran dan memperoleh bimbingan penuh dari Kekaisaran Aurelia, sejauh mana kekuatannya akan berkembang?
Sayangnya...
Dia terlahir dari keluarga yang salah.
Lucien berusaha berdiri, tetapi kembali memuntahkan darah. Tubuhnya terhuyung-huyung sementara rasa panas membakar memenuhi perutnya, seolah api tengah berkobar di dalam tubuhnya.
Kerumunan perlahan menyingkir. Tidak seorang pun maju untuk membantunya.
Sebaliknya, beberapa pemuda dari keluarga bangsawan bergelar Knight, Baron, dan Viscount menatapnya sambil mencibir.
"Astaga, bukankah Tuan Muda Lucien baru saja mempertontonkan aksi jatuh yang luar biasa? Ayo, beri dia tepuk tangan."
"Lihat saja keberanianmu. Kau bahkan berani menyerang seorang tetua akademi."
"Memang pantas kau menerima semua itu karena terlalu arogan."
"Bukankah kau selalu merasa dirimu hebat? Kenapa sekarang bahkan berdiri saja tidak sanggup? Perlu kubantu?"
"Kau hanyalah sandera Kekaisaran Aurelia. Tebuslah dosa kedua orang tuamu dan dosa dua ratus ribu penduduk Benteng Stormhold."
Daftar bab
410 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat
410 bab








