

desa cibunar adalah desa terpencil tidak ada listrik tidak ada barang elektronik mewah desa yang asri hutan yang rindang gunung gunung me julang tinggi,kebun dan sawah terhampar bagaikan lukisan yang indah dan mempesona,rumah rumah yang hanya berdinding anyaman bambu,beratap jerami..... desa yang bener bener tertinggal yang jauh dari keramayan kota, malam yang gelap hanya di terangi obor yang terbuat dari bambu yang di pasang sedemikian rupa oleh penduduk desa agar desa mereka tidak terlalu gelap bila malam hari,warga desa untuk membeli bahan pokok mereka harus berjalan seharian sambil membawa hasil panen sawah ladang dan kebun mereka,dengan hasil penjualan mereka membeli kebutuhan hidup sehari hari tidak lupa mereka membeli minyak tanah sebagai bahan bakar penerangan dan lainya.
di rumah yang ada di pinggir hutan terlihat penghuninya lagi bersantai, dia sedang berbica dengan anak gadisnya,
tat...kamu sudah bener bener untuk menikah dengan uki.....? kata bah atip
iya bah....saya sudah mantap bah...kata tati.
ya sudah...kapan ukimau ngelamar kamu...tanya bah atip sambil meminum kopi hitam buatan dia sendiri karna di. belakang rumahnnya ada kebun kopi yang lumayan banyak pohon dan buah kopinya..
nanti saya akan tanya sama kang uki bah...kata tati dengan perasaan penuh harap dan kebahagian yang iya dambakan.tati dan uki sudah menjalin hubungan cukup lama dari sekolah madrasah sampe sudah dewa hubungan tetap terjalin rasa sayang dan cinta tidak tergantikan ,uki pemuda desa tetangga tati hanya 4 rumah jarak antara rumah tati ke rumah uki,singkat cerita tatai dan uki resmi menikah dengan resepsi yang sederhana tidak ada pesta ma'lum penduduk desa rata rata orang yang sangat sederhana, ada juga yang sedikit punya kekayaan tapi itu hanya beberap orang saja... rumah tangga uki dan tati sangat bahagia mereka mendambakan seorang yang mereka dambakan ,,sudah 1 tahun tati tak kunjung hamil tapi kebahagiaan mereka tidak berkurang sedikitpun,.Bari Bari terus Sana berputar rum ah tanga uni Dan tati mulai datang cobaan..
pagi ITU tati mau mencuci pakaiyan ke sungai yang cukup jauh stengah jam jalan kaki..di kaki gunung salak,pemandangan di sekitar gunung dan hutan sangat sejuk dan menyegarkan.
tati lagi asik mencuci baju tiba tiba dia melihat sebuah benda dari kejauhan,tati dengan perasaan tidak enak melihat bwnda dari jauh tersebut, apa itu ya...aku penasaran keliatanya yang tersangkut benda apa ya...coba aku liat..
kata tati dengan penasaran dia bangkit dari jongkoknya,dengan hati deg degan dia menghampiri benda tersebut..setelah dekat tati terkejut dan sok,ternya di liat lebih dekat itu sosok yang tersangku di bebatuan,
astaga mayat...seru tati....dia berbalik mau meminta bantuan warga ,tapi dia mendengar rintihan kesakitan, apakah mayat itu yang merintih seru tati dia mendekati sosok yang da di depan, kebetulan sosok itu tersangkut di pinggir sungai yang tidak terlalu susah kalau untuk menggapainya,apa lagi tati jago berenang tati dari kecil sudah terlatih berenang,bukan itu saja orang tua tati jawara kqmpung yang tinggi ilmu kanuragan tak heran kalau tati jago berkelahi juga,dengan susah payah orang yang tersangkut itu tati berhasil membawanya ke pinggir kali,tarnyata yang di sangka mayat itu ,seorang pemuda tanpan tapi di liat dari penampilanya orang itu bukan dari desa,
pemuda itu tersadar ketika tati sedang berusaha tuk menolongnya mengeluarkan air di tubuh pemuda itu dengan sabar, setelah pemuda itu memuntahkan air yang lumayan banyak baru matanya mulai terbuka,tubuh pemuda itu penuh dengan luka lebam dan ada luka terkena tembakan tapi hanya keserempet peluru,
di mana aku....pemuda itu bicara pelan dn bergetar menahan rasa sakit akibat lukanya.........kaka di kampung saya ka...tapi kenapa kaka banyak luka apa yang terjadi..tati penasan dengan mata tajam memandang pemuda itu,tapi karna lukanya pemuda itu tidak menjawab dia pinsan lagi. tati bingung harus bagaimana kalau dia membawa pemuda itu apa kata warga karena adat yang memikat ,karna di desanya wanita yang sudah bersuami pantang membawa seorang pria bagaimanapun kondisinya, tapi tati tak kehilangan akal dia ingat di hutan aga jauh dari kampung ada sebuat kubuk yang sengaja buat orang istirahat tapi sudah beberapa tahun gubuk itu tak terpakai lagi karna penduduk desa enggan masuk hutan di sekitar gubuk itu,karena masih angker dan banyak binatang melatanya..tati membawa pemuda itu dengan tandu terbuat dari kayu yang di ambil dari hutan ,dengan susah payah tati membawa pemuda itu dengan cara di gusur, sesampainya di gubuk pemuda iru di baringkan di tikar yang terbuat dari anyaman pandan, hari terus berlalu tati dengan telaten mengurus dan mengobati dengan obat herbal yang ada di hutan, uki suami tati tidak curiga apa apa ketika tati sering lama lama kalau mencuci baju,biasanya tati mencuci baju hanya setengah jam,atau 1 jqm tapi kali ini dia pulang hampir 1 hari, pada suatu hari uki penasaran bertanya pada tati, neng...ko kamu tiap hari nyuci lama banget..sampe seharian neng....? tanya ari matanya menatap penuh cinta pada tatu, iya aa..neng nyuci lama ..neng kan sambil ngurus kebun di hutan sana...tati mencoba memberi alasan , berkebun....? aa baru tau neng punya kebun di hutan iru kan tanah perhutani punya pemerintah emangnya boleh....uki heran penuh penekanan..pada tati..tapi tati mencoba meyakinkan uki. aa hutan itu boleh di tanami apa saja termasuk di kebun..kan itu lahan kosong tidak ada pepohonan. yang tidak boleh itu menebang pohon...biar hutan tidak gundul nantinya akan merusak alam..kalau terjadi longsor dan banjir wargalah yang rugi...kebetulan ada lahan kosong tidak ada pepohonan ada lah luasnya 200 meter mah..dari pada kosong ya tati tanamin cabe ,,dan tanaman obat herbal a...seru tati dengan perasaan yakin uki percaya padanya. oke aa percaya padamu neng..sekarang aa pamit dulu ya mau ke kebun... lalu ari mengambil cangkul dia mau beraktitas lagi seperti biasa dan tati pun bersiap mau mencuci baju,,dengan membawa makanan buat pemuda misterius itu,,makan yang sengaja di sembunyikan diwadah cucian yang tak terlihat karna di tutupi baju kotor,,iya aa hati hati ya ..tati ga bisa nyiapin makan siang karna tati juga mau ngurus kebun pulang sore...kata tati dalam hatinya tak tega membohngi suaminya tapi dia terpaksa demi nama baiknya dan demi nasib pemuda itu.. iya neng tidak apa apa..aa berangkat dulu ya neng ...jawab ari dia melangkahkan kakinya, iya aa hati hati tati memegang tangan uki dan mencium punggung tanganya,,ukipun berjalan menuju kebunya..setelah itu tatipun melangkahkan kakinya menuju hutan di mana gubuk itu berada **bersambung **