

2500-1000 SM di zaman megalitikum.
Lolongan serigala terdengar dari segala penjuru hutan,kicau burung gagak turut bersahutan seolah turut mengabarkan tentang kelamnya malam di sebuah goa di dasar tebingdi tengah hutan dizaman itu.
Goa klan Rusa merupakan Klan tempat tinggal bagi Klan pemburu yang kesehariannya hidup damai hanya berburu dan mengumpulkan makanan. dan Kadang berpindah tempat kala hewan buruan sudah mulai berkurang. Mereka hidup damai tapi,Malam itu terasa sangat mencekam.Anjing-anjing hutan terdengar melolong bersahutan. burung-burung pun turut pulaberkicau seakan memberi kabar akan bahaya yang datang.
“Cepat… larilah, Nath!” Suara itu diucapkan olehSoe -sang kepala suku dengan pelan tapi cukup menggema di dalam goa.
Suara Soe bergetar. Nafasnya berat. Obor di tangannya bergoyang karena tangannya bergetar,juga diterpa angin malam yang dingin menusuk tulang. Soe adalah ketua Klan Rusa yang dikenal dengan kebijaksanaannya serta keahliannya dalam berburu.
Sementara Anak muda tampan di hadapannya yang bernama Nath menatapnya dengan mata bulat.
“Tapi… Kepala Suku! Kenapa aku harus pergi?Bagaimana denganmu?”ucap Nath sedikit kebingungan.
Soe menggertakkan giginya. Wajahnya keras. Sorot matanya dingin. “di tubuhmu terdapat trah leluhur terkuat. Kau diramalkan akan memiliki kekuatan serta ilmu pengobatan dan ilmu bertarung yang setara dewa, kau juga pemegang kunci dari portal waktu. kau ditakdirkan untuk membunuh Zhum yang merupakan pemimpin tertinggi dari klanHitam. maka dari itu,Para Klan hitam di luar sana memburumu.tapi untuk sementara aku akan menahan mereka. Ramalan itu… kau adalah harapan terakhir klan ini,bahkan harapan terakhir manusia di bumi.kau yang diramalkan kelak akan menghancurkan klan hitam yang kejahatannya akan berlangsung dari zaman ke zaman. Maka dari itu, terimalah TRAHmu dan Asahlah kemampuanmu hingga tahap terakhir!"
"Jangan tanyakan apa-apa lagi,Nath! Larilah sekarang dan segeralah menikah karena hasratmu yang akan menyampaikanmu pada kekuatan tertinggi !bawalah manik-manik ini, agar roh leluhur selalu menjagamu!”ucap Soe sambil menatap Nath dengan penuh kekhawatiran.
Jantung Nath berdegup liar kala mendengar ucapan dari sang Kepala suku. Dadanya terasa sesak. Tapi tubuhnya kaku, seolah terikat oleh tatapan penuh harapan serta beban dari kepala klannya yang sudah ia anggap seperti ayahnya sendiri itu.
Lalu,sosok-sosok yang ditakutkan itu datang.aura mencekam langsung terasa.Nath langsung memakai manik-manik pemberian Soe itu di lehernya hingga menggantung di dadanya yang kekar.
Langkah berat. Suara derap kaki ditanah basah mulai terdengar memasuki ke dalam goa. Serta Dentuman tombak yangmenghantam batu mengiringi langkah mereka.
Klan hitam. yang merupakan Klan terkuat dengan perangai jahatnya yang kerap meneror seluruh Klan demi ambisi kekuasaan mereka. mereka semua di bawah kepemimpinan Zhum yang disinyalir memiliki kekuatan ilmu hitam yang sangat tinggi. kekuatan ilmu hitamnya mampu mengendalikan binatang bzhkan mampu mengendalikan roh-roh jahat bahkan sering pula menyusupkan roh jahatt itu ke tubuh binatang buas atau ke tubuh manusia sekali pun.
tapi meski demikian keberadaan Zhum belum diketahui keberadaannya ada yang bilang Zhum telah melintasi Zaman dan berada di zaman dan tempat yang berbeda.
Tpi yang pasti keberadaan dan kekuSaan Zhum terancam oleh sebuah ramalan yang menyebutkan bahwa akan terlHir seorang pemuda dari klan biasa yang akan memiliki kekuatansetara dewa yang kelak akan membunuh Zhum sekaligus menghancurkan kekuatan klan hitam.
pemuda tersebut diramalkan Kan menjadi pemburu klan hitam. sekaligus akan menjadi pemegang kunci portal waktu.
Pemuda itu diramalkan akan memburu Klanhitam dari zaman ke zaman hingga klan hitam benar-benar benar lenyap di mukabumi.dan
Pemuda yang diramalkan itu adalah Nath yang selama ini dirawat, dibesarkan,dijaga dan disembunyikan oleh Soe -sang Kepala Klan Rusa,Klan pemburu, bukan Klan Ksatria.
ramalan itulah yang membuat Kini Klan Hitam berdatangan ke goa Klan Rusa, untuk membunuh Nath karena cemas akan ramalan itu.
derap kaki yang masuk ke goa membuat Nath menoleh waspada. Dari mulut gua yang gelap, bayangan mulai bermunculan.
Tujuh-tubuh tinggi,kekar,dan menyeramkan.
Mereka adalah para pemimpin dari klan hitam yang kerap menebar kejahatan dan teror melalui roh-roh jahat yang mereka madukan ke tubuh binatang.meteka semua berada di bawah kepemimpinan Zhum - ketua tertinggi dari KlN Hitam.
mereka telah mengetahui keberadaan pemuda yang diramalkan akan menghancurkan kekuasaan mereka.
Maka dari itu mereka memburu Nath. Mereka berjalan sejajar memasuki Goa Klan Rusa.
Kulit mereka penuh ukiran tato hitam Bergambar tengkorak. Manik-manik dan Tengkorak binatang menggantung di dada dan pinggang mereka. Senjata obsidian berkilat di tangan mereka. mereka klan yang tak segN untuk membunuh.
Kedatangan mereka membuat udara di dalam goa klan Rusa mendadak membeku dan penuh ketakutan.karenaKlan Rusa bukanlah Klan yang terbiasa bertarung. merek hanya Klan yang kesehariannya hanya berburu untuk mengumpulkan makanan.bahkan sesekali berpindah tempat tatkala buruan semakin menipis.
Salah satu dari Klan Hitam yang sudah memasuki goa langsung terkekeh saat melihat Soe yang ketakutan. Suara seraknya memantul di dinding gua Klan Rusa. “Hhh… jadi ini tempat persembunyian Klan Rusa.” ucap salah satu dari Klan hitam sambil mengitari pandangan ke sekeliling goa yang saat itu sepi.
Soe, sebagai ketua Klan maju selangkah. Obor di tangannya diangkat tinggi. Api menari tertiup angin, memantulkan wajah keras yang tak gentar. “Tujuh Klan Hitam… kalian benar-benar datang.” timpal Soe dengan suara tegasnya meski sedikit bergetar.
“Di mana anak itu?” Suara seorang pria dengan jubah kulit serigala, matanya merah bagai bara yang menyala “Ramalan sudah jelas. Anak dengan tanda di dada. Dialah yang akan menjadi Penguasa bumi. dislzh yang akan menghancurkan kami. maka dari itu, sebelum itu terjadi,. Serahkan dia, atau…”
Soe meludah ke tanah. “Atau apa? Kalian akan menghancurkan kami? Klan Rusa meskipun bukan Klan Ksatria tapi, kami tak pernah tunduk pada kegelapan seperti kalian.”
Gema suara Soe memenuhi gua.
Nath tertegun, tubuhnya gemetar, tetapi matanya tak bisa berpaling dari sosok kepala klan yang sudah ia anggap seperti ayahnya itu.
Pria berjubah serigala menyeringai. Giginya tajam, seperti binatang buas. “Kalau begitu… darahmu akan jadi awalnya.”Ucapnya sambil menunjuk Soe.
Tiba-tiba, obor-obor di sisi gua bergoyang keras. Angin dingin menyapu masuk. Api memanjang, lalu redup.
Bayangan tujuh orang itu makin jelas.
Mereka melangkah merangsek masuk
Soe menoleh sekilas pada Nath. “Pergi,Nath!”
Nath menggertakkan giginya. Air mata menetes. Ia ingin melawan tapi apalah daya. Kekuatan Klan hitam masihh terlalu kuat untuknya. Dengan enggan, Nath berlari menembus lorong gua yang lain.
Langkahnya tergesa. memasuki hutan belantara Suara hujan dari luar menyambutnya.
Tapi di belakang, para Klan Hitam terus mengejarnya,teriakan meledak.
“Bunuh dia!”
"Aku muak dengan ramalN itu, hingga aku harus diburu sepertibini bagai rusa!" rutuk Nath sambil berlari menembus hutan purba yang malam itu diguyur hujan deras.
---
Soe yang melihat Nath diburu langsung mengangkat tombaknya. Batu runcing di ujungnya berkilat ditelan api obor.
tapi tujuh pria dari klan hitam sudah lebih dulumengitarinya.
“Mati sendirian, tua renta?” Seorang dari mereka mengangkat kapak obsidian. “Menyedihkan.”
Soe tersenyum tipis. “Aku lahir sebagai pemburu. Dan aku akan mati sebagai pemburu.”
Ia menerjang coba melawan.
Tombaknya menusuk dada salah satu musuh. Darah hitam menyembur. Teriakan memenuhi gua.
Namun serangan lain datang dari samping. Soe dikeroyok oleh keenam kepala suku dari KLAN HITAM. Kapak menghantam punggungnya.
Darah muncrat.
Soe terkapar dan meraung dengan punggung berdarah, kemudian jatuh. dengan sisa tenaganya,ia meraih batu besar di lantai gua dan melemparkannya. Salah satu musuh terpukul wajahnya hingga tulangnya retak.
“GRRRAAAH!” teriak Soe. Tubuhnya penuh luka, tapi matanya tak padam.
Tujuh orang itu berputar, mengepung. Tubuh mereka seperti bayangan hitam yang melilit.
---
Sementara itu, Nath msdih berlari.
Kakinya menginjak tanah basah. Hujan turun deras. Daun-daun raksasa berguncang. Petir sesekali membelah langit, memperlihatkan hutan purba yang kelam.
“Haah… haah…!” Nafas Nath memburu. Tubuhnya kokoh tspi kakinya lelah, rasa takut dankhawatir pads Soe membuatnya terus berlari.
Sementarai belakangnya, samar-samar, suara-suara keras masih terdengar. Teriakan. Suara senjata beradu.
Air mata bercampur dengan hujan di wajahnya. “Kepala Soe…” rintih Nath.
Seketika saja, langkah kakinya tergelincir. Lumpur menelan betisnya. Ia berusaha bangkit, lalu melanjutkan lari.
Hutan itu bagai labirin. Pohon-pohon tinggi seperti raksasa batu. Akar-akar besar menjulur bagai ular. Gelap dan dingin menelan segalanya.
Namun Nath tahu, jika ia berhenti, ia akan mati.
---
Di dalam gua, Soe jatuh berlutut.
sebuah kapak sudah menebas lehernya hingga patah.
Darah mengalir dari dadanya.
kepala Soe sudah terpisah dari tubuhnya.
Musuhnya berdiri melingkar, wajah mereka penuh amarah sekaligus kegembiraan.
Pria berjubah serigala mendekat. Tangannya menggenggam pedang obsidian panjang. “Kau sudah tua, Soe. Tidak ada lagi yang bisa kau lindungi.”
tubuh Soe ambruk tanpa kepala. Tapi Matanya nampakmasih menyala.
“Aku sudah melindunginya… Nath sudah pergi. Kalian takkan bisa menghentikan takdir.” gumaman Soe menjelang kematiannya.
“Takdir bisa dipatahkan!” teriak pria salahsatu pria dari Klan Hitam.
Kepala Soe di tanah goa ditendang hingga menggelinding bagai bola.
Tubuhnya roboh, darahnya membasahi lantai batu.
Namun sebelum napas terakhirnya, bibir Soe berbisik, nyaris tak terdengar.
“Larilah… Nath!"
---
Hujan kian deras.
Nath terus berlari, napasnya berat. Matanya hampir tak bisa melihat karena gelap dan derasnya hujan.
Tiba-tiba, suara itu muncul.
“Dia di sana!”
Bayangan bergerak cepat di antara pepohonan. Tujuh orang itu… mereka kini mengejarnya.
Jantung Nath seakan berhenti.
“Tidak… tidak…!”
Ia menambah kecepatannya. Tapi, Kakinya menyambar akar, tubuhnya hampir jatuh, tapi ia terus memaksa.
Petir menyambar, menyinari wajahnya yang pucat.
Hutan terasa hidup. Suara serigala melolong. Burung-burung malam terbang panik.
Lalu tanah di bawah Nath tiba-tiba longsor.
“AHHH!”
Tubuh Nathterperosok. Ia jatuh ke dalam lembah curam. Batu-batu tajam menggores kulitnya. Hujan menampar wajahnya.
Ia berguling, jatuh, hingga akhirnya tubuhnya berhenti di dasar lembah yang gelap dan menyeramkan.
NafasnNathbkacau. Tubuhnya sakit dengan luka dan beberapa sobekan di kulitnya
Namun yang lebih menakutkan adalah suara di atas.
Bayangan tujuh orang itu menatap dari bibir lembah.
“Dia tterluka parah, fisidak bisa lari lagi…”
Nath berusaha bangkit. Kakinya gemetar. Matanya liar, mencari jalan keluar.
Gelap. Sunyi. Hanya suara hujan.
Tiba-tiba, di dinding lembah, Nath melihat cahaya samar muncul berwarna kebiruan
Retakan batu, bercahaya biru. Seperti pintu.
Nath menatapnya, terkejut. “Apa itu…?”
Suara langkah para Klan hitam semakin dekat.
mereka sepertinya menggunakan kesempatan Nath yang sedang terluka untuk membunuhnya.
Nath menggertakkan giginya. Tubuhnya bergerak. Ia berlari menuju cahaya itu.
Cahaya biru semakin terang, menyelimuti tubuhnya.
“Tidak! Hentikan dia!” teriak salah satu dari Klan Hitam
Namun sudah terlambat.
Tubuh Nath sudah tersedot ke dalam cahaya tersebut.
Dan seketika, hutan purba, hujan, dan lembah gelap menghilang.
Nath tiba-tiba terhempas ke tanah keras.
Udara tiba-tiba terasaberbeda.
Nath erbatuk, membuka matanya perlahan.
Cahaya lampu menyorot matanya. Suara asing terdengar.
“Eh, bocah ini dari mana?”
Nath terbelalak. Matanya menyapu sekeliling.
Bangunan tinggi dari besi dan kaca. Cahaya terang tanpa obor. Suara berisik besi beradu. Kendaraan aneh melintas.
Jaman yang tak pernah ia kenal.
“Di mana… ini…?” Nath berbisik.
Tubuhnya gemetar melihat keadaan yang asing dan terasa aneh baginya.
Ia tidak tahu… bahwa ia baru saja memasuki dunia baru. Dunia modern di abad ke 21 yang jelas berada jauh dari abadnya saat ini yang sangat primitif di 2500-1000 SM.