Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
Gelang warisan pembawa berkah

Gelang warisan pembawa berkah

Mochamad Fachri | Bersambung
Jumlah kata
86.2K
Popular
891
Subscribe
177
Novel / Gelang warisan pembawa berkah
Gelang warisan pembawa berkah

Gelang warisan pembawa berkah

Mochamad Fachri| Bersambung
Jumlah Kata
86.2K
Popular
891
Subscribe
177
Sinopsis
18+FantasiFantasi TimurNagaSpiritualKultivasi
18+ Seorang pemuda cupu, dan selalu menjadi korban perundungan di sekolahnya tiba-tiba bertemu dengan seorang gadis misterius di "Kamar mandi" miliknya dan lalu ia menemukan sebuah gelang yang membuat kehidupan nya yang sulit mulai berubah. Dan segala rintangan pun mulai berdatangan, ketika sebuah kekuatan menakutkan bernaung di dalam tubuh nya, dia di haruskan bisa mengendalikan hal itu. petualangan panjang telah menantinya, bersama dengan ras-ras yang mulai bermunculan membuat kehidupan nya di kelilingi mahluk dan ras yang belum pernah ia temui sebelumnya.
Bab 1 Awal mula

Siang itu sangat riuh di dalam kelas, suara teriakan, cemoohan dan makian semakin menggema di telinga Nebula. Dia berusaha berdiri dan menahan rasa sakit di tubuhnya.

“Argghh!” Nebula mengerang kesakitan. Salah satu pemuda di hadapan nya menghampiri dia.

“Makan nya, kalo lo nggak mau kaya gini. Nggak usah cari perhatian! Paham!” Ucap Aulus sambil mencengkram rahang Nebula dengan kuat.

Nebula hanya mengangguk sambil mengelap kacamatanya yang kotor dan sedikit retak. Suara tawa menggema di ruang kelas itu. Nebula hanya menahan diri karena dia tahu, melawan pun akan percuma saja.

Lalu seorang gadis berambut pirang menghampiri Nebula yang baru saja berdiri.

“Lain kali, kalo lo mau deketin gue. Minimal ganteng dikit lah, atau nggak... banyak duit!” ucap Clarisa di iringi tawa beberapa gadis lain di belakangnya.

Hal yang sudah biasa di dengar oleh Nebula membuat nya seakan kebal terhadap hinaan dan caci maki setiap orang.

Nebula pun hanya berjalan dan pergi begitu saja tanpa menghiraukan Aulus dan Clarisa and the genk.

“Sialan tuh bocah, main pergi aja,” umpat Aulus sambil memperhatikan kemana Nebula pergi.

***

Sementara itu, Nebula berusaha membersihkan seragam dan kacamatanya di taman belakang sekolah. Karena seragamnya kotor dan penuh dengan noda coklat dan minuman, yang sengaja di tumpahkan oleh Aulus dan Clarisa.

“Kenapa mereka sangat kejam kepadaku, aku... salah apa pada mereka?” batin Nebula sambil mencuci tangannya.

Terdengar suara langkah kecil mendekat ke arah Nebula. Langkah itu terhenti, saat Nebula membalikan badannya.

“Nara, sedang apa kamu disini?” tanya Nebula sambil memakai kacamatanya yang retak sebagian.

Nara memandang iba saat melihat kondisi Nebula yang sudah cukup berantakan. Ia maju satu langkah dan memberikan sebotol air mineral.

“Hanya kebetulan lewat saja. Minumlah ini, kau terlihat lelah Nebula,” ujarnya sambil menyodorkan botol minuman dari tangannya.

Nebula sempat terdiam sejenak. Baru kali ini ada seseorang yang baik dengannya.

“Ambil lah,” sambung Nara. Nebula pun tersenyum dan mengulurkan tangannya mengambil botol di tangan Nara.

“Terimakasih,” ucap Nebula sambil mengangkat kedua sudut bibirnya.

Nara membalas senyuman Nebula dan segera beranjak pergi. “Baiklah, aku pergi dulu.”

Nebula mengangguk dan berjalan menuju ke arah gerbang keluar, Nebula pulang terlebih dulu saat bel sekolah berbunyi begitu nyaring.

“Sebaiknya aku segera pergi, sebelum mereka menemukan ku,” gumamnya sambil setengah berlari ke arah gerbang.

Setelah Nebula sedikit jauh dari area sekolah. Benar saja Aulus dan kawan-kawannya berlarian keluar dari loby, mencari keberadaan Nebula.

“Sial! kaya nya dia udah pergi,” ujar Heris salah satu kawan Aulus.

Aulus geram, dia mengepalkan tangan dan membanting botol ke arah tong sampah.

“Besok kita jebak dia!” ucap Aulus kepada kawan²nya, kemudian dia membisikan rencananya kepada Heris membuatnya menyunggingkan senyum dan mengangguk paham.

***

Sementara itu, Nebula berjalan menyusuri trotoar dengan keadaan baju yang lusuh dan kotor, serta bau pesing di tubuh nya, membuat orang yang berpapasan dengannya, menutup hidung. Serta memandang jijik ke arah Nebula.

Nebula hanya menunduk saat orang² menatap ke arahnya.

“Kenapa semua ini harus terjadi kepadaku, kenapa harus aku?” batin Nebula sambil memegang erat tas nya.

Blarrr!!

Tiba-tiba saja suara petir bersahutan, seakan mengiringi langkah Nebula. Awan tiba² berubah mendung, dan orang² berlarian mencari tempat untuk berteduh.

Nebula menatap ke arah langit. Bulir air matanya terjatuh perlahan, bersamaan dengan hujan turun perlahan membasahi tubuh nya.

“NEBULA... ”

Sebuah bisikan yang entah darimana membuat Nebula terkesiap. Dan menoleh ke sekelilingnya.

“Siapa itu?!” ucap Nebula sambil mundur perlahan.

Namun, tak ada respon apapun. Hanya terdengar suara deras air hujan dan kilatan petir.

Dirasa tidak ada siapapun, Nebula segera berlari agar dia lekas sampai di rumahnya.

Tok! Tok! Tok!

“Ibu, ini Nebula, buka pintunya,” panggil Nebula setelah mengetuk pintu rumahnya itu.

Setelah menunggu beberapa menit, muncul lah seorang wanita berumur sekitar 35 tahunan, Sarah ibu dari Nebula, mereka hanya tinggal berdua saja. Karena Ayah dari Nebula sudah lama meninggal sejak Nebula kecil pada sebuah kecelakaan belasan tahun lalu. Nebula adalah anak satu²nya dari pasangan Arven dan Sarah.

Saat sang ibu melihat Nebula basah kuyup dengan keadaan yang memprihatinkan, dia sedikit terkejut. Karena terdapat luka lebam di pipinya.

“Yaa ampun, Nak! kamu kenapa? Kenapa kamu malah hujan²an begini?” tanya sang ibu dengan raut wajah yang penuh dengan kekhawatiran.

Nebula hanya membalas dengan senyuman seperti biasanya dia akan selalu menyembunyikan apapun, yang akan membuat ibunya khawatir.

“Nggak apa² Bu, Aku cuman habis main bola tadi, jadi agak sedikit kotor. Yaa sudah aku ke kamar mandi dulu, Bu. Sekalian mau cuci seragam ku,” jawab Nebula sambil beralu pergi menuju kamar mandi.

Sang ibu yang masih di ambang pintu hanya menggelengkan kepalanya pelan, sambil menutup kembali pintu rumah.

Sementara itu saat di kamar mandi, Nebula segera merendam seragamnya. Lalu dia lekas membersihkan diri.

Dan saat dia sedang fokus menggosok tubuhnya dengan sabun, tanpa disadari Nebula sebuah cahaya biru memenuhi seisi kamar mandi sempit itu di iringi suara, seperti raungan mesin pesawat.

Dan sayang sekali mata Nebula di penuhi dengan sabun. “Apa itu!” ucap Nebula sambil meraba pinggiran bak mandi dan berusaha meraih gayung.

Saat tangannya menyusuri pinggiran bak mandi, tangan Nebula tak sengaja seperti menyentuh gundukan lembut.

“Astaga! Apa ini!” gumamnya sambil menarik tangannya dan segera meraih gayung untuk membersihkan wajahnya dari sabun.

Byurr!!

Saat air sudah sepenuhnya membersihkan wajah Nebula. Alangkah terkejutnya dia saat melihat seorang gadis yang memakai pakaian ketat yang banyak robekan, berada di kamar mandinya, dalam keadaan tak sadarkan diri.

“Di–dia... siapa? kenapa bisa ada disini?” desis Nebula sambil meraih handuk dengan cepat. “Bagaimana bisa dia masuk ke dalam kamar mandi? ”

Nebula berdiri kebingungan, namun karena merasa iba saat melihat luka di tubuh gadis itu. Nebula mengangkat tubuhnya dan memindahkan nya ke atas kasur tipis miliknya.

Nebula bergegas memakai baju, dan setelah selesai berpakaian dia kembali memeriksa gadis yang dia temukan itu.

“Apa yang terjadi kepadanya? kenapa dia ada di kamar mandi?” gumam Nebula sambil memperhatikan gadis yang terbaring lemah itu.

Nebula menjadi bingung. Entah apa yang harus dia katakan kepada ibunya, untung saja kamar dia berada di lantai atas. Dan sang ibu sangat jarang sekali memeriksa kamarnya.

Nebula mengangkat tubuh gadis misterius itu, ia sangat bingung, tubuh gadis yang dia angkat sangat ringan sekali. Namun, Nebula tak mempedulikan itu dia segera membawanya keluar dari kamar mandi.

Lanjut membaca
Lanjut membaca