Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
JINNY Hantu Tengil

JINNY Hantu Tengil

Badgirl | Bersambung
Jumlah kata
82.2K
Popular
640
Subscribe
83
Novel / JINNY Hantu Tengil
JINNY Hantu Tengil

JINNY Hantu Tengil

Badgirl| Bersambung
Jumlah Kata
82.2K
Popular
640
Subscribe
83
Sinopsis
HorrorHorrorMisteriTumbalDunia Gaib
Karena kalah balapan motor, Jeffan harus menerima konsekuensi taruhan dari Bara untuk masuk ke gudang sekolah yang terkenal angker. Gudang yang konon katanya dijadikan tempat untuk mengurung arwah jahat yang mati penasaran. Siapapun yang berani masuk ke gudang itu akan mendapatkan masalah besar dan bisa kehilangan nyawa. Tapi Jeffan tak punya pilihan lain, itu adalah taruhan yang harus dia jalankan karena kekalahan nya. Meskipun akhirnya Jeffan masih bisa selamat dan keluar dari gudang itu, namun disitulah awal mula Jeffan harus berurusan dengan Rahasia besar yang sangat mengerikan. Misteri apa yang sebenarnya terjadi di gudang itu??
Kalah Balapan

Jeffan membanting helm nya ke aspal dengan kasar, wajahnya tampak kesal dan tak terima, tatapan nya mengedung tajam menatap Bara and the geng nya yang lagi selebrasi atas kemenangan mereka. Ini pertama kalinya Jeffan kalah balapan dari Bara, hatinya dongkol tak terima. Semua gegara motornya yang sepertinya sengaja dirusak seseorang sebelum balapan, sepertinya mereka melakukan kecurangan untuk kemenangan kali ini

" Lu kalah Jef!"

" Lu semua curang! Lu sengaja kan ngerusakin motor gue!" Tuding Jeffan tak terima. Namun tuduhan tanpa bukti itu malah membuat dia makin dipojokkan Bara dan geng nya

" Kalau mau nuduh harus ada bukti donk! Kalau cuman cuap cuap doank itu alibi lu buat mangkir dari taruhan kan?" Balas Bara sambil melempar senyum sinisnya, wajah angkuhnya terlihat jelas sedang meremehkan Jeffan

" Kalau kalian gak curang, gue gak bakalan kalah!!"

Bara berjalan dengan angkuh menghampiri Jeffan

" Jadi lu mau ingkar dari taruhan? Lu mau nolak buat masuk gudang sekolah!" Tantang Bara sinis

" Ohhh lu ternyata pecundang juga ya! Lu selalu menekankan kata kata kalau mau disebut laki laki, setiap janjinya harus ditepati! Tapi sekarang? Lihat diri lu! Bahkan lu nggak siap membuktikan omongan lu sendiri itu!!"

" Kita tanding sekali lagi! Dengan bersih, tanpa kecurangan apapun!"

" Buat apa? Perjanjian nya hanya sekali balapan Jef! Lu sengaja ngulur waktu apa nyari alesan!!"

Jeffan mengepal tangan tak terima, senyum sinis Bara benar benar menyentil egonya

" Jeff udah Jeff, lu nggak mungkin berantem disini!" Juan mengingatkan Jeffan yang hampir terpancing emosi

" Inget, lu lagi kena hukuman sama bokap lu! Jangan sampai bokap lu makin gak bisa ngasih kepercayaan apapun lagi sama lu!"

Jeffan memejamkan mata, menghela nafas panjang untuk menetralkan emosinya. Walaupun kesal dia berusaha menerima kekalahan nya

" Oke! Gue terima punishmen dari lu!"

**

***

" Jeff jangan gila! Lu tau kan kalau gudang itu gak pernah ada yang masuk kesana!" Alin sahabat Jeff menghalangi Jeffan yang sudah bersiap menuju gudang. Dia jelas khawatir akan keselamatan Jeffan

Gudang sekolah itu adalah momok paling mengerikan di sekolah mereka. Rumor yang beredar dari tahun ke tahun membuat semua orang enggan berada di sekitar gudang. Pihak sekolah juga melarang keras murid murid untuk berada disekitar gudang, tidak pernah ada satupun orang yang berani membuka gudang itu setelah seseorang menyegel tempat itu beserta kekuatan gaib yang ada didalam nya

" Jeff lagian kalian taruhan aneh aneh aja deh! Segala nantang masalah! Lu pikir gudang itu tempat wahana bermain lu semua! Itu tu tempat buat ngurung arwah jahat yang mati penasaran! Lu jangan gila deh!" Dea juga ikut mengingatkan. Bocah yang kalau ngomong suka blak blakan dan pedes ini ikut kesal dengan ulah Jeffan, Bara dan sekutu mereka

" Gak ada pilihan lain! Gue kalah dan gue harus terima tantangan nya" jawab Jeffan tenang

" Ya tapi kenapa harus gudang itu!! Gak ada yang lain apa? Makan beling kek atau mandiin buaya!" Protes Dea sengit

" Lagh buaya nya aja yang balapan gimana mau dimandiin!" Balas Slamet cengengesan

Slamet, Juan, Dea dan Alin adalah sahabat baik Jeffan. Mereka adalah bocah bocah yang separuh hidupnya sudah mewarnai hidup Jeffan dan berbagi cerita bersama

" Gimana man? Masih mau berunding lagi sama temen temen lu ini? Atau masih mau ngulur waktu sambil nyari jimat pelindung?" Ejek Bara sambil melenggang menghampiri Jeffan dan bala kurawanya

" Palingan dia geter bos! Dia takut sama demit yang ada di gudang itu" ejek Trian kompor

" Gak usah banyak omong! Kita kesana sekarang!" Tegas Jeffan kesal

Bara dan lain nya tertawa sambil berjalan duluan menuju arah gudang. Suasana sekolah sudah sepi, sebab hari ini mereka pulang lebih awal. Itulah kenapa Jeffan dan Bara tanding balapan, karena mereka punya banyak waktu sampai sore

Sohib sohib Jeffan juga ikut menuju gudang, meskipun hati mereka ketar ketir takut, tapi mereka tidak akan membiarkan Jeffan ke gudang sendirian

" Masuk sekarang!" Perintah Bara menantang

Trian menyongkel jendela gudang dengan alat yang sudah disiapkan nya

" Jeff!!" Alin memegang lengan Jeffan sambil menggelengkan kepala

" Jangan khawatir guys, gue akan baik baik aja! Kalian tunggu aja disini" jawab Jeffan tanpa gentar, hatinya takut tapi egonya tak terima dianggap pecundang dan pengecut

" Aku tak ikut yo" Slamet menawarkan diri untuk ikut Jeffan masuk ke dalam gudang

" Jadi lu se cupu itu sampai ngajak temen lu ini buat masuk ke sana??" Ejek Bara sengaja menyentil ego Jeffan lagi. Jeffan mengepal tangan. Muak dan marah dengan kompor panas dari Bara

" Gak udah Met! Gue sendirian aja!" Tolak Jeffan sambil melirik Bara dan gengnya sengit

" Udah buruuann.. lama amat ngulur ngulur waktu terus!"

Jeffan tanpa banyak mikir lagi langsung menarik jendela yang sudah dicongkel Trian, dia memiringkan tubuhnya masuk ke gudang angker itu, tepat di bawah jendela ada meja panjang yang memudahkan tubuhnya untuk segera menggelinding dan turun memijak lantai

Suasana yang gelap, pengap dan berdebu. Ada banyak barang barang milik sekolahan yang sudah rusak dan tidak terpakai terbengkalai penuh debu. Tumpukan buku buku di rak rusak membuat suasana makin sesak dan penuh

Jeffan mengibas ngibaskan tangan nya sambil menutup hidung

" Jeff..!" Panggil Juan memastikan

" Aman bro! Gak ada apa apa, gak usah khawstirin gue" balas Jeffan dengan suara menggema

" Bara! Kalian itu nantang bahaya banget sih! ngapain coba taruhan dengan cara kek gini!" Protes Alin yang khawatir dengan Jeffan didalam sana

" Ssstttt gak usah brisik! Temen lu yang pecundang itu kalah balapan! So.. dia hanya perlu berdiam digudang itu sampai nanti maghrib! Simple gak aneh aneh" balas Bara santai

" Lu gila ya! Masuk kesana aja udah bahaya! Gimana bisa Jeffan lu biarin di dalam gudang selama dua jam!" Protes Dea gak terima. Ini sama aja dengan Jeffan sengaja dijebak dan dijadikan umpan

Semua orang tau kalau gudang sekolah itu adalah tempat yang pernah digunakan untuk mengurung arwah jahat yang m4ti penasaran! Bahkan pernah ada seorang guru yang masuk kesana dan ditemukan meninggal dunia dengan tragis

" Cewek cewek pada ribet ya! Kalian tuh harusnya berdoa supaya temen kalian itu gak ketemu settan penasaran itu!" Ejek Ken mengejek

" Jeff kamu gak papa to? Kalau ada apa apa bilang ya sama kita" treak Slamet memastikan keadaan Jeffan sekarang

" Bro gimana? Udah ketemu sama demit itu?" Bara sarkas, dia tampak santai mengejek keadaan Jeffan didalam gudang

Jeffan tak menghiraukan panggilan teman teman nya lagi. Entah kenapa pandangan nya tertuju pada lukisan yang di letakkan di dalam lemari kaca. Jeffan berjalan pelan mendekati lukisan itu

" Aneh! Lemari masih bagus gini, ukiran nya juga mewah, tapi udah ditaruh gudang! Mana isinya cuman lukisan satu doank lagi!" Gumam Jeffan mengomentari lemari kayu dengan ukiran batik batik dan ada beberapa gambar gambar orang yang sedang menyembah sesuatu, gagang pintu juga dibentuk seperti keris panjang. Sangat mencolok untuk ukuran barang yang ada digudang

" Lukisan siapa sih ini!" Jeffan memperhatikan lukisan seorang perempuan memakai seragam sekolah lengkap, rambutnya hitam panjang dikuncir dua, wajahnya tegas, bibirnya tipis dan alisnya tebal. Cekungan matanya seakan menatap Jeffan dengan tajam

Tiba tiba bulu kuduk Jeffan meremang ketika bertemu tatap dengan lukisan cewek itu. Mata itu seakan hidup dan nyata

" Lemari segede ini cuman buat nyimpen lukisan cewek ini doank? Istimewa banget kliatan nya!"

Jeffan mengecek bagian kaca lemari, masih sangat bagus, tak ada retakan ataupun kerusakan apapun.

Slass

Aooooowwww

Jempol Jeffan tergores bagian pinggir kaca lemari, sayatan itu membuat kulit jempolnya berdarah dan menyiprat ke kaca sedikit. Jeffan mengibas ngibas jempolnya lalu mengisap darah nya agar tidak semakin banyak keluar

Ditengah Jeffan sedang menahan darah agar tidak keluar, ujung ekor mata nya melirik lukisan itu lagi, entah kenapa aura lukisan itu berubah ubah, makin di perhatikan makin menyeramkan

" Eeehhh!"

Jeffan mundur kaget ketika sekelebatan dia melihat mata lukisan itu seakan bergerak, diperhatikan nya lagi sambil mengucek mata nya untuk memastikan, tapi sekali lagi mata cekung tajam itu beradu tatap denga nya

BRAAAAAAKKKKK

Belum pulih kekagetan nya, Tiba tiba ada bunyi suara seperti benda jatuh yang cukup keras, Jeffan refleks menoleh ke segala arah, memastikan apa yang terjatuh didekatnya, namun kosong, tak ada apapun yang berpindah dari tempatnya

Tapi tak berselang lama, tiba tiba buku buku yang ada di rak berjatuhan tanpa sebab, angin kencang menerpa semua barang barang kecil yang ada di dalam gudang. Jeffan makin panik dan ketakutan

" Angin darimana?? Kenapa cuman gudang ini doank yang kena angin badai puting beliung!"

Barang barang berat seperti kursi rusak, bekas papan tulis dan banyak lagi beterbangan seakan menyerang ke arah Jeffan, bocah itu ngacir berlarian ketakutan

" Toloooongg... bukain pintu tolooongg!" Treak Jeffan, namun suaranya menggema hanya terdengar di dalam gudang. Teman teman nya yang berada di luar sama sekali tidak mendengar suara ribut itu, semua tampak lengang dan sepi

" Toloongg.. gudang ini beneran ada demitnya tolooonggg..!!" Jeffan terpelanting seakan tersapu angin yang memporak porandakan semua isi gudang. Tubuh nya menabrak meja, dinding dan berakhir menabrak lemari kaca

Tubuh Jeffan mematung tak bisa bergerak, lemari kaca itu terbuka lebar dan keluar sesosok perempuan sama persis seperti yang ada dilukisan, namun wajahnya lebih seram dan berlumuran darah, matanya cekung menghitam

" Darah mu membuat ku terlepas dari segel yang mengurung ku! Kau membuat ku terlepas dari kurungan ini!"

" Huuuaaaaawww setttaaaaannnnn!!"

GUBBBRRRAAAKKKK

BRAAAAAAKKKKKKKKK

" JEFFAAAANNNNN!!!"

*************

Lanjut membaca
Lanjut membaca