Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
Satu Malam untuk Seumur Hidup

Satu Malam untuk Seumur Hidup

Draviel Mairen | Bersambung
Jumlah kata
78.1K
Popular
440
Subscribe
43
Novel / Satu Malam untuk Seumur Hidup
Satu Malam untuk Seumur Hidup

Satu Malam untuk Seumur Hidup

Draviel Mairen| Bersambung
Jumlah Kata
78.1K
Popular
440
Subscribe
43
Sinopsis
18+PerkotaanAksi21+Darah MudaBisnis
Elara Senja kehilangan segalanya dalam hitungan jam. Tunangannya yang selama ini ia percaya, ternyata berselingkuh di belakangnya. Kepercayaan yang selama ini jadi fondasi hidupnya hancur berantakan, dan masa depannya yang sudah ia rancang dengan rapi ambruk begitu saja, tepat di depan matanya. Dalam keputusasaan yang menyesakkan dada, Elara menyeret dirinya ke sebuah bar hotel—tanpa tujuan, hanya ingin melarikan diri dari kenyataan yang terlalu pahit untuk dihadapi. Segelas demi segelas minuman tidak mampu menghapus rasa sakit, tapi setidaknya membuatnya sedikit lupa pada luka yang menganga. Di tengah malam yang kabur oleh alkohol dan air mata, takdir mempertemukannya dengan Darren Atheon. Seorang pria asing yang kesan pertamanya terlalu kalem, kata-katanya penuh misteri, dan, harus diakui, ada aura berbahaya yang membuat siapa pun berpikir dua kali untuk mendekat. Namun justru di balik ketenangan itu, Elara merasakan sesuatu yang tak bisa dijelaskan—magnet yang menariknya semakin dekat. Malam yang seharusnya hanya menjadi pelarian sesaat berubah menjadi awal dari sesuatu yang jauh lebih rumit, sesuatu yang mengaduk-aduk emosi dan logika Elara. Pagi berikutnya, Elara terbangun di kamar hotel yang asing, dengan kenangan samar tentang apa yang terjadi malam sebelumnya. Ia menyadari sejak saat itu, hidupnya tidak akan pernah sama lagi. Apalagi, takdir mempermainkannya sekali lagi ketika Darren, pria misterius tadi malam, tiba-tiba muncul kembali di hadapannya. Bukan lagi sebagai orang asing di bar, melainkan CEO dari perusahaan tempat Elara akan memulai babak baru dalam kariernya. Dunia Elara seolah jungkir balik, antara ingin melupakan dan tak mampu mengabaikan kehadiran Darren yang begitu mendominasi. Darren bukan tipe pria biasa. Sikapnya selalu dingin dan penuh perhitungan, setiap ucapannya tajam dan menohok, dan di balik matanya yang kelam, Elara melihat ada sesuatu yang gelap—bekas luka yang belum sembuh, membuat Darren seolah menutup diri dari cinta. Namun, justru dari sorot mata penuh luka itu, Elara perlahan mulai menemukan dirinya sendiri lagi. Ia belajar memahami rasa sakit, menerima ketidaksempurnaan, dan membangun kembali kepercayaan yang selama ini hancur. Prosesnya tidak mudah, tapi sedikit demi sedikit, Elara membiarkan Darren masuk ke dalam hidupnya, meski ia tahu risikonya besar. Lalu datanglah tawaran gila itu: sebuah pernikahan tanpa cinta, hanya berdasarkan kontrak dan kendali. Bagi Elara, tawaran itu terdengar seperti jebakan yang seharusnya ia tolak mentah-mentah. Namun, ada sesuatu dari Darren—sesuatu yang samar tapi begitu kuat—yang membuatnya tidak bisa pergi. Di lubuk hati, Elara tahu, perasaan ini hanya akan membawanya pada lebih banyak luka dan air mata. Tapi ia juga sadar, terkadang, rasa sakit adalah satu-satunya jalan untuk menemukan arti dari mencintai dan dicintai. Satu malam mempertemukan mereka, membangun jembatan antara dua jiwa yang sama-sama terluka.
Bab 1: Garis Sempurna di Atas Kekosongan

Arga selalu percaya bahwa garis lurus adalah satu-satunya bentuk yang pantas disembah.

​Garis-garis lurus itu membentang di mana-mana: pada etalase gedung-gedung pencakar langit yang ia desain; pada lipatan kemeja oxford biru muda yang selalu rapi—tanpa satu pun kerutan tersisa; dan terutama, pada tabel Excel di laptopnya, tempat hidupnya diukur dalam kolom presisi dan deadline ketat.

​Pukul 07:00. Arga sudah duduk di kursi kulit ergonomisnya, lantai ke-35 di jantung Jakarta. Matahari pagi adalah satu-satunya entitas yang berani membelokkan cahayanya, namun ia gagal menembus tirai vertikal yang Arga atur setengah tertutup. Semuanya harus terkontrol, termasuk cahaya.

​Di hadapannya, terbentang blueprint megah dari proyek terbarunya: 'The Aegis Tower'. Proyek bernilai triliunan rupiah itu akan menjadi mahakarya terbesarnya, simbol sempurna dari karir tanpa cacat yang ia bangun sejak kelulusan.

​"Pukul 07:05, Pak Arga sudah siap. Seperti biasa," suara asistennya, Bima, terdengar dari interkom, nadanya penuh hormat sekaligus menyerah pada kebiasaan bosnya.

​Arga tidak menanggapi. Ia menyesap kopi hitam tanpa gula, yang pahitnya adalah pengingat konstan bahwa hidup tidak butuh pemanis. Ia membenci pemanis, benci kejutan, dan paling benci janji yang tidak bisa diukur.

​Sejenak, pandangannya teralih pada bingkai foto kecil di sudut meja. Itu adalah foto lama, buram, menampilkan dirinya yang jauh lebih muda, tertawa lebar di samping seorang gadis kecil. Arga segera menutupinya dengan tumpukan laporan keuangan yang sudah ia siapkan semalam.

​Garis lurus. Hanya itu yang aman.

​Arga menarik napas. Ia telah mengukur dan merencanakan segalanya: karirnya, keuangannya, bahkan hubungan sosialnya yang minim—semuanya berada di jalurnya. Ia memiliki segalanya, kecuali satu hal, dan ia tidak tahu nama dari kekosongan yang terasa dingin dan tajam di dalam tulang dadanya, kekosongan yang bahkan tidak bisa diisi oleh kesempurnaan garis-garis rancangannya.

​Tiba-tiba, ponselnya berdering, menampilkan nama yang paling ia hindari.

​Ayah.

​Arga menghela napas panjang. Panggilan ini, seperti ribuan panggilan sebelumnya, pasti tentang Karina, dan tentang sebuah rencana pernikahan yang merupakan garis lurus terbaru yang Ayahnya paksakan padanya. Rencana yang sangat logis, sangat menguntungkan bisnis, dan sangat tidak berjiwa.

​Arga menekan tombol ignore. Kekosongan itu mungkin tak bernama, tapi ia yakin, Karina bukanlah arsitek untuk mengisi ruang hampa tersebut.

Lanjut membaca
Lanjut membaca