Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
Kembalinya Pewaris Sejati

Kembalinya Pewaris Sejati

Akarsana | Bersambung
Jumlah kata
80.6K
Popular
1.4K
Subscribe
221
Novel / Kembalinya Pewaris Sejati
Kembalinya Pewaris Sejati

Kembalinya Pewaris Sejati

Akarsana| Bersambung
Jumlah Kata
80.6K
Popular
1.4K
Subscribe
221
Sinopsis
PerkotaanSupernaturalBalas DendamKekuatan SuperKonglomerat
Andi Rahardi dijebak oleh ibu tiri dan ayahnya sehingga menjadi cacat mental dan mati tragis di lereng gunung terpencil. Namun, nasib baik masih memihaknya. Dia diselamatkan oleh seorang mahaguru dan mendapatkan ilmu sakti. Lima tahun kemudian, dia kembali lagi ke Kota Sutera dan siap untuk membalas dendam pada semua yang sudah mencelakainya.
BAB 1

Andi Rahardi membuka matanya perlahan. Dia baru saja selesai menembus tingkat Alam Bumi Manusia. Dia bisa merasakan kekuatan spiritualnya meningkat lebih pesat dari sebelumnya. Bahkan, kemampuan penginderaannya berkali lipat lebih tajam dari sebelumnya.

Tak heran, dia langsung bisa mendengarkan suara seorang wanita muda berteriak meminta pertolongan. Suara tersebut berasal dari sisi Timur Laut. Dia melihat ke sana dan bisa menyaksikan sosok seorang wanita cantik berambut panjang dengan tubuh yang berbalut gaun berwarna putih. Gaun putih selututnya tampak kotor karena dia berusaha keras untuk melepaskan diri dari ikatan tali yang membelenggu sekujur tubuhnya.

"Tolong aku! Aku mohon!" Wanita cantik itu kembali berteriak memohon bantuan. "Siapapun tolong aku!"

Tampak seekor ular piton bergerak mendekati wanita cantik itu. Ular itu mendesis dengan tatapan kelaparan. Sudah jelas bahwa ular piton itu menargetkan wanita cantik itu sebagai mangsanya di malam hari.

Andi segera berlari secepat kilat keluar dari goa tempat dia bertapa. Dia melewati pepohonan hutan di sekitaran gunung itu.

Tangan kekar Andi langsung meraih kepala ular piton sepanjang lima meter itu. Dalam hitungan detik, dia berhasil meremukkan kepala ular piton itu hanya dengan sekali cengkeram.

Wanita cantik itu terperangah kaget melihat kehebatan Andi. Dia tak menyangka bahwa nasibnya akan mujur. Padahal, dia sudah nyaris pasrah jika nantinya harus dimangsa oleh ular piton itu.

"Terima kasih," ujar wanita cantik itu. Dia menatap Andi dengan pandangan yang sudah berlinang air mata.

Andi menoleh. Dia mendekatinya dan menarik lepas semua tali yang membelenggu tubuh wanita itu.

Wanita itu langsung memeluk erat Andi setelah dia terbebas dari ikatan tali itu. Andi merasa sedikit canggung karena dia bisa merasakan dada padat berisi wanita itu menempel di dada bidangnya.

"Terima kasih banyak!" Tangis wanita cantik itu dengan penuh rasa syukur. "Kalau kamu tidak muncul, aku tak mungkin bisa selamat."

Andi mengusap-usap lembut punggung wanita itu. "Tenanglah. Aku akan mengantarmu keluar dari tempat ini," tutur Andi. Dia menatap wajah wanita itu yang tampak cantik meski ada kotoran tanah dan dedaunan kering menempel di wajah dan lehernya. "Di dekat sini ada sungai. Aku akan temani kamu cuci muka."

Wanita itu mengangguk. Dia mengikuti Andi ke sungai tak jauh dari tempat mereka berada.

Usai cuci muka dan merapikan dirinya, wanita cantik itu memperkenalkan dirinya pada Andi. "Namaku Kenanga. Aku dibuang oleh ibu tiriku di sini," tutur Kenanga dengan wajah sedihnya.

"Aku Andi Rahardi. Kamu bisa memanggilku Andi," jawab Andi. "Kalau begitu, kau tidak akan aman jika aku antar pulang ke rumahmu?"

Kenanga menggelengkan kepala. Dia tersenyum optimis. "Kamu bisa mengantarku ke apartemenku. Aku akan tinggal di sana sampai ayahku pulang dari luar negeri," terang Kenanga. "Apa rumahmu di sekitar sini?"

"Iya, tapi aku ada urusan di Kota Sutera," terang Andi.

"Baguslah! Kita searah! Aku juga berasal dari Kota Sutera. Kalau kamu tak punya tempat menginap, kamu bisa menginap di apartemenku," terang Kenanga. "Ada satu kamar kosong yang bisa kamu pakai di apartemenku."

Andi mengangguk setuju. Dia memang membutuhkan tempat bermalam di Kota Sutera sebelum dia mendatangi kediaman Keluarga Rahardi untuk membalaskan dendamnya yang sudah dia pendam selama lima tahun lamanya.

Kenanga masih menatap Andi dengan pandangan bingung. "Tapi, bagaimana caranya kita keluar dari hutan ini?" tanya Kenanga kemudian.

Andi tak berkata apa-apa. Dia langsung menggendong Kenanga dan berlari cepat keluar dari hutan.

Kenanga berteriak kencang. Dia memeluk erat Andi dan memejamkan mata. Dia tak menyangka Andi bisa berlari secepat itu seolah-olah mereka sedang melayang di udara.

"Sekarang kita sudah sampai di alun-alun Kota Sutera," ucap Andi 15 menit kemudian.

Kenanga membuka matanya dan melihat ke sekitar. Ucapan Andi benar. Mereka benar-benar sudah tiba di alun-alun Kota Sutera.

"Gila!" Kenanga menatap takjub Andi. "Apa kau ini manusia super?"

Andi menggelengkan kepala. Dia menurunkan Kenanga dari gendongannya.

"Tapi, kau memang benar-benar hebat!" Kenanga tak bisa menghentikan tatapan kagumnya pada Andi. "Kamu sudah punya pekerjaan?"

"Belum," jawab Andi. Dia belum memikirkan soal itu. "Aku hanya ingin kembali ke rumahku dan menemui ibuku."

"Kalau begitu, apa kamu mau menjadi bodyguard-ku?" Kenanga menawarkan pekerjaan untuk Andi. "Aku butuh seorang bodyguard untuk menjagaku dari semua aksi jahat ibu tiriku. Aku akan membayar dengan harga tinggi. Bagaimana menurutmu?"

"Aku akan memikirkannya," ucap Andi. "Di mana apartemenmu? Apa masih jauh?"

"Kita naik taksi saja," ucap Kenanga. Dia menghentikan sebuah taksi dan menarik Andi masuk ke dalam taksi.

Malam itu, Andi menginap semalam di apartemen Kenanga. Apartemen milik Kenanga sangat besar dan tertata rapi.

Kenanga membelikan pakaian baru lewat pengiriman online karena pakaian Andi tampak lusuh. "Pakailah ini. Kamu boleh makan apapun di kulkas," terang Kenanga sambil memberikan paket berisi pakaian dan sepatu untuk Andi. Dia menguap lebar. "Aku capek. Selamat istirahat."

Andi mengangguk. Dia mengambil sekeranjang buah di meja dan membawanya ke dalam kamar.

Saat subuh, Andi sudah pergi dari apartemen Kenanga. Dia pergi ke rumah Keluarga Rahardi.

Seorang satpam membukakan gerbang. Dia menatap kaget ke arah Andi.

"Bukannya kau sudah mati?" celetuk si satpam itu dengan pandangan tak percaya.

Dia masih ingat bahwa lima tahun lalu, Andi menjadi idiot usai terjatuh dari tangga rumah. Kebodohan Andi benar-benar tak tertolong dan membuat nama baik keluarga Rahardi tercoreng. Oleh karena itu, Budi Rahardi, ayah Andi, memutuskan untuk membawa Andi ke sebuah gunung di desa terpencil untuk diasingkan. Beberapa hari kemudian, kabar Andi mati terjatuh di lereng gunung terdengar.

Andi tersenyum mengejek. Dia tahu pasti kabar kedatangannya ini akan menggemparkan keluarga Rahardi karena dia memang sudah dianggap mati lima tahun lalu.

Namun, Tuhan memang Maha Adil. Saat terjatuh di lereng gunung, dia malah ditemukan oleh seorang mahaguru. Mahaguru itu tak hanya menyelamatkan nyawa Andi tapi juga mengajarkan Teknik Kosmik Langit pada Andi sehingga Andi bisa memiliki kekuatan hebat ini.

"Di mana ibuku? Aku ingin bertemu dengannya," tanya Andi tanpa basa-basi. Tujuannya adalah memastikan keselamatan ibunya.

Seingat Andi, sehari sebelum dia mengalami kecelakaan dan menjadi idiot, dia berseteru dengan Budi Rahardi. Perseteruan ini terjadi karena dia memergoki Budi Rahardi berselingkuh dengan wanita bernama Yani di kantor.

Dia yakin semua hal buruk yang menimpanya pasti berkaitan dengan Budi dan Yani. Dia pun memiliki firasat bahwa nasib ibunya pasti tidak baik-baik saja karena setiap malam dia selalu bermimpi melihat ibunya menangis sedih.

"Bu Yani dan Pak Budi tidak ada di rumah," jawab satpam itu.

"Ibuku bukan Yani. Ibuku adalah Bu Laras!" tegas Andi dengan tatapan tajam.

Tubuh satpam itu gemetar ketakutan. Dia bisa merasakan aura mengerikan yang keluar dari tubuh Andi. Rasanya sangat mencekam.

"Sekarang Nyonya di rumah ini adalah Bu Yani," terang satpam dengan suara terbata-bata. "Bu Laras sudah dipindahkan di rumah sakit jiwa. Dia menjadi gila setelah mendengar kabar kematianmu."

Lanjut membaca
Lanjut membaca