

Bandara Militer, Kota Nirwana, baru saja kedatangan pesawat jet Beechcraft 390 Premier 1 yang bercorak putih.
Di pelataran parkir pesawat, ratusan pasukan tentara khusus bersenjata lengkap, berbaris rapi, siap menyambut kedatangan orang yang berada di dalam pesawat tersebut.
Mereka semua memandang kagum ke arah pesawat jet yang perlahan berhenti.
Dari arah pintu pesawat, Bryan, dengan aura yang mendominasi, mengenakan sepatu bot hitam menuruni tangga pesawat.
"Perhatian!"
"Siap!"
"Hormat!"
Terdengar suara yang kuat dan tegas dari pemimpin barisan, diikuti oleh ratusan pasukan tentara khusus dengan suara yang menggema memberi hormat dengan gerakan yang serempak,
"Selamat datang Jenderal, di Kota Nirwana!"
Jenderal Bryan Erlangga, Panglima termuda dengan julukan Dewa Perang, yang memimpin 500.000 pasukan tentara.
Dia bergabung dengan militer sejak berusia delapan belas tahun, dan telah memenangkan banyak pertempuran.
Dalam lima tahun terakhir, dia sudah mencatat banyak prestasi di wilayah Nusantara dan meraih gelar sebagai Jenderal termuda.
Kekuatan yang Bryan miliki sangat luar biasa, dia bagaikan seekor Naga yang berada di medan pertempuran.
Suara ayunan pedangnya seperti auman Naga yang langsung membantai ratusan bahkan ribuan musuh.
Dengan adanya mereka yang menjaga perbatasan negara, berulang kali menghadapi musuh, hingga Nusantara menjadi negara yang makmur dan stabil.
Tubuh Bryan tinggi dan ramping gagah perkasa, dengan mata tajam yang bersinar seperti bintang.
Dia tiba-tiba mengernyitkan keningnya dan berkata kepada Kolonel Thomas, "Saya kan sudah bilang jangan membuat kehebohan."
"Jenderal, saya sudah memberitahu kepada pemerintah kota, tidak menyangka mereka masih melakukannya." Jawab Thomas dengan canggung.
"Perintahkan mereka untuk membubarkan pasukan, dan kembali. Kamu juga tidak perlu mengikutiku, saya punya acara sendiri!" Perintah Bryan dengan tegas.
"Baik Jenderal!" Jawab Thomas.
•••••
Bryan meninggalkan bandara seorang diri dengan menaiki taksi, dan menuju ke Perusahaan Primus.
Dia yang biasanya terlihat tenang, tiba-tiba menjadi gugup saat mengingat kejadian masa lalu.
Setelah tiga tahun di militer, dia kembali ke Kota Nirwana karena Ibunya meninggal.
Dia bermabuk-mabukan seperti seorang gelandangan, dan saat ingin pulang ke rumahnya, dia tak sengaja jatuh hingga tergeletak di pinggir jalan.
Saat itu juga, muncul seorang gadis baik hati yang mengendarai mobil dan menolongnya.
Gadis itu membawanya ke sebuah penginapan karena merasa kasihan dan juga tidak mengetahui dimana tempat tinggalnya.
Karena dalam pengaruh alkohol, Bryan yang sudah tidak tahan langsung memaksa gadis itu untuk menenangkannya
Gadis itu berusaha melepaskan diri, tetapi Bryan menahannya dengan kuat. Dia hanya pasrah dan putus asa dengan air mata yang berderai.
Keesokan paginya, Bryan yang baru bangun sudah tidak mendapati gadis itu, dan langsung menyesal dengan apa yang sudah dia lakukan.
Dia berusaha mencari gadis itu namun tidak mendapatkan hasil, dan akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke militer.
Selama lima tahun di militer setelah kejadian itu, dia terus berusaha keras mencari gadis penolongnya dengan berbagai cara, dan baru-baru ini mendapatkan kabar tentangnya.
Gadis itu bernama Bella Samantha.
Karenena hubungan satu malam mereka lima tahun lalu, Bella melahirkan seorang putri, yang bernama Rania.
Bryan berfikir dalam hatinya: Bella, Rania, kalian sudah menderita selama ini.
Kepulangan saya hari ini untuk mengeluarkan kalian dari kesulitan dan memberikan kalian masa depan yang cerah.
•••••
Perusahaan Primus, ruang rapat.
Bella yang mengenakan setelan kerjanya, terlihat sangat cantik dan cerdas, dia sedang membahas kerja sama dengan Herman Maulana.
Sementara Herman yang terus memandanginya dengan nafsu.
Bella yang merasa tidak nyaman, langsung memelototi pria buncit di depannya itu, dan menolaknya,
"Maaf Pak Herman, permintaan bapak tidak bisa saya penuhi, saya bukan tipe orang yang menjual diri sendiri demi sebuah pencapaian."
Selesai berkata, dia langsung berdiri dan hendak pergi dari sana.
Tapi Herman malah menghalangi jalan keluarnya, dan berkata sambil tersenyum,
"Nona Bella, jangan marah, saya kan hanya meminta anda mencoba beberapa setelan pakaian dalam terbaru perusahaan kalian, saya hanya ingin mempelajari produk dan melihat hasilnya."
"Kalau nona bersedia memakainya dan memperlihatkannya kepada saya, setelah saya puas, saya akan langsung memesan sebanyak 500 pasang."
"Dan saya juga akan memberikan kamu 100 juta secara pribadi, bagaimana?"
"Pak Herman, tolong tunjukkan rasa hormat anda!" Ucap Bella dengan dingin.
Herman tertawa mengejek, "Hahaha, rasa hormat?"
"Seluruh masyarakat kelas atas di Kota Nirwana, tidak ada yang tidak mengetahui hal memalukan yang Nona Bella lakukan lima tahun lalu, anda sedang berpura-pura suci?"
Bella memucat, kejadian itu adalah luka di hatinya yang tidak akan hilang, juga merupakan aib bagi keluarga Samantha.
Dia paling takut dibicarakan orang lain, tidak menyangka Herman akan mengatakan hal itu di depannya.
Wajahnya memerah, "Saya tidak perlu membicarakan kehidupan pribadi saya kepada Anda, dan untuk kerjasama ini tidak perlu dibahas lagi."
Herman menatap Bella, lalu menatap setelan pakaian dalam yang ada di meja rapat, dan berkata sambil tersenyum licik,
"Nona Bella, wanita yang saya sukai, tidak ada yang tidak pernah saya dapatkan, kalau anda tidak mempertimbangkan saya, maka jangan salahkan saya jika tidak segan-segan lagi."
Selesai berbicara, dua pengawal di belakang Herman langsung tersenyum licik dan bergegas mengapit Bella dari kiri dan kanannya.
Bella kaget dan marah, "Kalian mau ngapain?"
Herman tersenyum mesum, "Saya suka dengan nona Bella dan ingin bersenang-senang dengan anda, tapi Nona Bella tidak tahu cara bersenang-senang, jadi jangan salahkan saya bertindak kasar yah."
Mendengar perkataan itu sontak membuat Bella semakin marah, dia segera melepaskan diri dan berlari ke arah pintu untuk melarikan diri.
Tapi kedua pengawal Herman mengejar lalu mencengkram tangannya dengan kuat dan menahannya.
Bella langsung berteriak, "Tolong... siapa pun tolong saya..."
Herman tertawa dan berkata, "Hahaha, saya sengaja datang setelah jam kerja, jam-jam begini karyawan kalian pasti sudah pulang semua."
"Kamu berteriak sampai suaramu habis pun tidak akan ada yang datang menolongmu."
Bella tidak menyangka kalau Herman akan sebejat ini, air matanya bergenang, dia sangat putus asa dan tidak berdaya.
Herman menatap Bella yang kedua tangannya dicengkeram oleh pengawalnya, dia tersenyum nakal dan berkata, "Jangan menangis, sini kakak sayang..."
Bruakk!
Ucapannya belum selesai, tiba-tiba suara keras terdengar.
Pintu ruang rapat ditendang dari luar sampai terbang dan hancur di hadapan Herman dan yang lainnya, membuat mereka kaget.
Sosok pria yang tinggi dan gagah melangkah masuk, itu adalah Bryan.
Bella yang melihat Bryan, membuat tubuhnya tiba-tiba bergetar.
Dia yang tadi hampir dinodai oleh Herman masih bisa menahan air matanya, tapi kini, saat melihat kedatangan Bryan, air matanya malah tak terbendung.
Bryan yang melihat air mata Bella, membuat hatinya yang selama ini terkenal dingin, merasakan sakit seperti disayat.
Lima tahun lalu, Bella menyelamatkannya, tapi dalam keadaan mabuk, dia malah menidurinya.
Dan selama lima tahun, Bryan terus mencari keberadaannya hingga mendapatkan hasil.
Dia selalu muncul dalam mimpi Bryan hampir setiap malamnya, yang secara tidak langsung menjadikannya wanita yang paling tidak bisa dilupakan oleh Bryan.
Bryan dan Bella kembali bertemu, tatapan mata mereka sulit diartikan.
"Siapa kau bocah?"
Suara Herman memutuskan tatapan mereka, dia melihat Bryan yang berpakaian biasa-biasa saja, langsung bertanya dengan sinis.
Tapi Bryan bahkan enggan melihat Herman, matanya hanya tertuju pada Bella, dan berkata, "Ayo, ikut saya!"
Bella yang menangis terus menggelengkan kepalanya dan melangkah mundur.
Pria ini merebut paksa kesuciannya, yang membuat dia dan keluarganya menanggung malu dan menjadi bahan olokan di Kota Nirwana.
Bahkan dia sendiri tidak tahu bagaimana caranya bertahan melewati hari-harinya sebagai bahan olokan orang.
Sekarang, pria ini muncul begitu saja dan kalimat pertama yg keluar dari mulutnya adalah memerintahkannya untuk ikut dengannya, dia pikir dia siapa?
•••••