Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
Devan Calvin Fernando

Devan Calvin Fernando

azhar | Bersambung
Jumlah kata
81.1K
Popular
388
Subscribe
76
Novel / Devan Calvin Fernando
Devan Calvin Fernando

Devan Calvin Fernando

azhar| Bersambung
Jumlah Kata
81.1K
Popular
388
Subscribe
76
Sinopsis
18+PerkotaanSekolahDunia Masa DepanBadboyCinta Sekolah
Calvin merupakan idola kampus yang banyak di dekati mahasiswi selain tampan, pintar juga kaya raya. Ia juga mudah bergaul dan ramah kepada siapapun. Banyak yang penasaran dengan sosok nya karena kuliah beasiswa. Ia terkenal seorang playboy, ia berkali- kali mendapatkan teguran orang tua nya karena kerap menghabiskan uang untuk foya- foya. Suatu hari ia mengikuti kegiatan kampus, bakti sosial di salah satu sekolah SMA. Ia bertemu dengan gadis cantik dan pintar yang membuat hati nya tergoda,Nabila Inayah. Waktu yang tidak mendukung, Calvin yang ingin berkenalan dengan nabila itu dibatalkan. Berapa bulan kemudian, mereka bertemu lagi ketika nabila menjadi calon mahasiswa baru di fakultas yang sama dengan Calvin. Ia mulai mendekati nabila sekaligus mengingatkan pertemuan mereka saat bakti sosial itu. Pendekatan Calvin itu justru selalu ditolak oleh nabila, Kali pertama ia di tolak gadis yang membuat nya tidak percaya.Ia tidak menyerah hingga nabila memberikan persyaratan dan Calvin janji akan berubah dengan memenuhi persyaratan itu. Namun, Calvin merasa di bohongi karena justru ia melihat nabila berboncengan dengan dimas di kampus. Ia menjadi kecewa, untuk apa syarat itu jika nabila telah mempunyai pacar yaitu sahabat nya sendiri. Sejak saat itu Calvin menghindari dimas setiap bertemu hanya karena sakit hati. Di lain sisi, tyas berulang kali mengajak balikan calvin dan meminta maaf karena pernah membuat keputusan mengakhiri hubungan mereka. Calvin yang kesal dengan tyas karena terus mengajak sekaligus ia yang kecewa karena nabila membohongi nya itu, ia mengendarai mobil dengan kencang pada genangan air hujan di kampus yang membuat salah satu pakaian, sepatu serta buku mahasiswi yang sedang berjalan seorang diri itu menjadi kotor. Calvin turun mobil dan ternyata dia adalah nabila yang berjalan menuju kos. Sebagai Permintaan maaf nya, ia bertanggung jawab membelikan baju, sepatu dan buku dengan mengajak nya masuk mobilsekaligus mengantar ke kos. Dalam perjalanan , tiba- tiba ia dihadang oleh mobil Affan karena melihat Calvin semobil lagi bersama perempuan. Calvin membantah karena ia hanya menolong, namun Affan tetap ingin malam itu mereka menikah agar Calvin tidak sering lagi semobil dengan perempuan. Malam itu mengejutkan Calvin jika nabila adik adalah dimas. Dimas tidak kalah terkejut dan tidak terima jika nabila menikah dengan Calvin seorang playboy.
Devan Calvin Fernando

Devan Calvin Fernando, mahasiswa Semester 2 kampus Wijaya Kusuma, merupakan anak pertama dari pasangan Affan Fernando dan arum Puspita. Ia memiliki adik bernama Adinda Febriana yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas.

Sosok lelaki berpostur tinggi, tampan, ideal ,manis, pintar, mendapatkan beasiswa, dari keluarga kaya raya, mudah bergaul dan ramah.

Hal itu menjadikan dirinya disebut idola kampus yang banyak di dekati oleh banyak mahasiswi.

Mempunyai segala nya dengan fasilitas lengkap dari orang tua, namun ia merasakan kurang kasih sayang serta perhatian karena kesibukan kedua orang tua nya dalam bekerja.

Ya, ia mencari perhatian itu dari teman kampus kelas maupun teman kegiatan.

Tidak hanya itu, ia juga sering berganti pasangan demi mendapatkan perhatian walaupun harus mengeluarkan banyak uang setiap kali kencan.

Di kediaman Fernando...

Affan serta Arum duduk di sofa ruang tamu pada malam hari setelah sibuk seharian mengurus pekerjaan masing- masing.

Affan menerima laporan dari asisten pribadi nya jika Calvin semobil bersama perempuan di mall dengan membawa banyak belanjaan di tangan nya.

Mereka menunggu Calvin sambil makan camilan serta minuman hangat di depan nya.

Mobil silver memasuki halaman langsung menuju garasi.

Calvin keluar mobil segera menuju kamar nya untuk istirahat.

Namun ia melihat kedua orang tua nya berada di ruang tamu menatap nya.

" Kunci pintu dari luar!," Perintah Affan.

Calvin terkejut dengan perintah Affan seakan melarang dirinya masuk.

"Kamu tau ini jam berapa?," Affan berdiri mendekati Calvin yang masih berdiri di ambang pintu.

" Lihat! Jam sebelas! Lanjutkan aja pacaran nya usah pulang sekalian! Kamu pergi sama cewek sampai jam segini? Habiskan aja uang mu!," Ujar Affan dengan emosi.

Calvin menghindari Affan melangkah ke kamar nya namun di halangi.

"Mau kemana? Duduk!,"

Calvin tanpa bicara , ia duduk di sofa depan arum.

"Sampai kapan kamu kayak gini?," Tanya Affan mendudukkan pantat nya.

"Mulai bulan depan, papa gak akan kasih uang lagi kalau kamu masih kayak gini! Apaan pacaran tapi uang nya masih dari orang tua? Kalau kamu masih pacaran, kerja sendiri!," Tandas Affan.

"Berapa mantan mu?" Tanya arum

"Dua," Jawab Calvin

"Berapa pacar mu?," Tanya affan

"Ya satu," Jawab Calvin jujur.

"Kenapa yang sering semobil dengan mu , lebih dari tiga?,"

"Udah dong pa gak usah nyuruh asisten untuk memantau ku! Aku pacaran masih normal!,"ucap Calvin memohon. Ia kesal karena apapun yang ia lakukan dalam pemantauan asisten yang harus dilaporkan kepada orang tua nya.

"Sering belanja habiskan uang papa mu, masih kamu bilang normal? Kerja aja sendiri biar tau bagaimana susah nya cari uang!," Tegas affan.

"Papa ingin kamu tetap fokus kuliah! Papa takut kamu kuliah hanya nitip absen doang!,"imbuh nya.

" Aku gak pernah bolos perkuliahan! Kalau papa gak yakin dengan aku, tanya aja sama semua dosen ku!, " Tegas Calvin tidak suka dituduh tanpa bukti.

"Minggu besok ajak mama dan papa ke rumah pacar mu,gak usah pacaran lagi ! Dari pada pulang malam sekalian nikah terserah mau ngapain dan kemana aja!," Balas Affan yang melihat Calvin semakin menjadi.

Wajah Calvin menjadi emosi dengan ancaman itu. Ia belum siap menikah karena baru saja duduk di perkuliahan. Ia masih ingin menikmati dunia nya namun Affan takut putra nya itu salah pergaulan.

Affan mengetahui jika Calvin aktif kegiatan kampus dan mempunyai banyak teman, namun ia takut jika pertemanan Calvin tidak semua positif.

"Oke, gak lagi dikasih uang juga gak apa- apa. Gak usah melarang ku pacaran karena itu dunia ku!," Jawab Calvin

"Terserah kamu! Ingin tau aja pacar mu setia apa enggak kalau kamu gak punya uang sebanyak sebelum nya!,"

Deg

"Maksud papa, apa?,"

"Iya lihat aja! Jujur aja ke pacar kamu kalau gak lagi punya uang dan harus bekerja sendiri! Waktu kalian gak lagi banyak, dia masih bertahan atau tidak! Kalau iya, dia menerima kamu apa adanya. Tapi kalau tidak, dia mau sama kamu hanya karena uang mu saja!,"

"Oke ! Aku buktikan kalau tuduhan itu salah! Dia gak kayak gitu kok!,"

"Oh iya, kalau aku sudah kerja , papa gak usah lagi melarang ku pacaran. Aku akan berhenti pacaran tapi dengan syarat, aku ingin mama dan papa punya banyak waktu untuk keluarga, tidak banyak menuntut dan membanding- bandingkan!," Jelas Calvin lalu meninggalkan kedua orang tua nya.

Affan dan arum saling pandang lalu menunduk menyadari kesalahannya. Affan menghembus nafas kesal, Mereka tahu sebab Calvin pacaran, mengikuti kegiatan aktif di kampus karena tidak mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari keluarga.

" Benar yang dikatakan Calvin, pa! Kita terlalu sibuk bekerja. Mungkin memang Calvin setiap pulang tidak ada orang tua di rumah walaupun banyak asisten. Ia butuh kita untuk bersama nya , mungkin juga dia punya masalah yang tidak tahu kepada siapa untuk di ceritakan," Ucap arum

Affan mendongak menatap langit- langit rumah nya itu, bukan Calvin yang salah nmun ia sebagai orang tua. "Baiklah kalau begitu, kita atur jadwal agar bagaimanapun tetap ada untuk anak- anak di rumah," Tambah nya.

Affan memikirkan kembali, jika Calvin sikap nya seperti itu, bagaimana dengan adinda? Tidak! Adinda tidak boleh pacaran juga karena masih SMA!

"Ma, apa Adinda pacaran juga?," Tanya Affan pada arum dengan khawatir.

Affan selama ini mempercayakan kepada sopir pribadi untuk mengantar dan menjemput Adinda ketika sekolah. Namun ia juga tidak mengetahui jam tepat kepulangan sekolah itu. "Tidak! Tidak! Bisa saja Adinda pacaran juga, aku akan cek jam pulang sekolah, waktu sopir jemput dan sampai dirumah! Bisa saja dia menunda mengabari sopir karena sama dengan kakak nya!, " Gumam Affan menyadari kesalahannya nya kurang memperhatikan anak- anak nya sehingga mencari perhatian dan kasih sayang itu dari orang lain.

"Kita bahas kembali di kamar!," Ajak Affan menuju kamar nya untuk berdiskusi bersama setelah teguran dari Calvin itu.

**

Di kamar Calvin...

Bukk

Calvin membanting tubuh nya, ia kesal dengan orang tua nya banyak mengatur hidup nya tanpa mengetahui sebab semua nya.

Ting

HP Calvin berbunyi chat dari Tyas, kekasih nya.

( kamu sudah sampai rumah?)

( kok lama balas nya)

( kamu sudah tidur?)

Calvin mengambil HP nya di saku dan membaca nya.

Ia mengingat ucapan Affan jika ia tidak akan diberikan uang lagi jika pacaran. Namun kali ini ia juga bisa langsung bekerja karena kegiatan kampus yang diikuti nya itu sangat banyak.

Ia melihat saldo di mbanking nya yang tidak cukup untuk kebutuhan bulan depan.

Calvin akhirnya memutuskan untuk mencari kerja demi rekening tetap terisi. Ia akan mengatur jadwal kegiatan dan mencari kerja waktu malam hari. Ia membersihkan diri sebelum tidur karena keesokan hari nya akan kembali ke kampus.

( iya baru sampai rumah)

( Terima kasih ya untuk hari ini! Kamu belikan aku banyak!)

( yang penting kamu suka!)

Calvin memejamkan mata nya karena pusing dengan kedua orang tua nya. Ia tidak melanjutkan balas pesan dengan tyas.

Lanjut membaca
Lanjut membaca