

"aduh...pake acara macet segala sih..."batin Alfian sambil berlari di parkiran basement Novetel, salah satu hotel ternama di kota Lampung.
Ting...suara pintu lift terbuka dan Alfian segera masuk dengan tergesa-gesa.
"a whole new world...a new fantastic point of view..." Suara ponsel disaku jas nya menggema di dalam lift...ada perasaan hangat didalam dadanya mendengar suara lagu ponselnya. Satu nama terlintas dipikirannya...
Ditatapnya layar ponsel itu...Dania...
Gadis yang akan bertunangan dengannya hari ini...lama Alfian hanya memandangi layar ponselnya tanpa menjawab panggilan itu...hatinya enggan...masih terbayang wajah lain dimatanya...
Dering berikutnya menyadarkannya...
Dengan enggan ia menggeser tombol hijau diponselnya...
"Ha..."
"Al...kamu dimana...kenapa belum datang...acara sudah mau dimulai ..kamu jangan buat aku malu ya...cepat..."suara Dania memecah keheningan dalam lift...
"Aku sudah dilobi..."jawab Alfian malas.
"Ya sudah...cepat jalannya...aku tunggu didepan panggung..."kata Dania mengubah nada suaranya menjadi lebih lembut.
"Ya.."jawab Alfian singkat dan langsung mematikan ponselnya.
Alfian menghela napas panjang dan memandang kearah pintu aula...ia berhenti sejenak di depan pintu sebelum ia melangkah masuk.
"Apa yang aku lakukan ini benar...aarrgghh "desahnya panjang...
Penyambut tamu tampak heran melihat tingkahnya. Tapi ia tak peduli.
Iya hanya dia menatap kearah dalam aula...sampai...
"Al...ngapain Lo disitu...buruan masuk...tu Dania udah gelisah nungguin Lo dari tadi..."tarik seorang pemuda ke lengan Alfian yang hanya diam pasrah ditarik kedalam.
Begitu Alfian masuk...lampu sorot langsung mengarah kepadanya dan ia melihat...diatas panggung sudah ada Dania yang berdiri bersama kedua orang tuanya dan juga paman serta ibunya disana. Tersenyum sumringah...
Alfian menyalami paman dan ibunya...mengecup kening ibunya...
"Kamu terlambat nak...apa kamu baik-baik saja...?"tanya Bu Ratih, ibunya melihat wajah Alfian yang terlihat tertekan.
"Fian baik-baik saja ma..."jawab Alfian sambil mengecup tangan ibunya.
Sedangkan Dania terlihat sangat bahagia.
"Al..kamu siap..?"tanya Pak Budiman, pamannya. Alfian hanya mengangguk saja.
"Baiklah...mari kita mulai acara pertunangan antara Dania Tanubrata dan Alfian Dharmasraya.
Diiringi tepuk tangan yang meriah dari para tamu undangan...Alfian menyematkan sebuah cincin berlian dijari manis Dania yang selalu tersenyum ceria. Begitu juga Dania langsung menyematkan cincin dijari Alfian dan mendongakkan wajahnya kepada Alfian...beharap mendapatkan ciuman di bibir...tapi Alfian hanya mencium keningnya sekilas. Sempat terlihat raut kecewa di wajah Dania tapi segera ia tersenyum kembali.
"Mungkin Al malu..."bisiknya dalam hati untuk menghibur diri sendiri.
Setelah acara pasang cincin...Alfian segera turun dari panggung dengan alasan mau menyapa teman-temannya yang sudah hadir.
Dania tampak kecewa karna Alfian tidak mengajaknya untuk menemani Alfian menemui teman-temannya.
"Heeyy bro... congrats ya..."
"Semoga lancar sampe hari H..."
"Jangan lama-lama bro...kasian Dania..."
"Terus honeymoon kemana Lo bro...?"
Begitu sapaan teman-teman Alfian begitu ia sampai didepan mereka ..Alfian hanya tersenyum sambil menyalami mereka tanpa menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka.
Mereka ngobrol sambil tertawa...sampai Alfian pamit untuk menyapa yang lain..
"Hey bro gue kesana dulu ya .."kata Alfian kepada mereka dan langsung pergi.
Ia bergegas berbaur dengan tamu-tamu yang lain...ketika dilihatnya Dania berjalan kearahnya.
Entah mengapa rasanya hatinya tidak tenang.
Perlahan ia melipir kearah pintu keluar...
"Huuufftt..."ia menghela napas lega...
"Aku harus keluar...rasanya sesak sekali..."katanya tergesa-gesa sambil melonggarkan dasinya dan membuka kancing atas kemejanya..
Sampai didepan...ia membuka pintu lobi...angin dingin menerpa wajahnya ..
"Aahhh ternyata gerimis..."gumannya pelan...matanya terkesiap melihat siluet seseorang didepannya yang sedang berlari kecil menghindari gerimis...
Alfian melebarkan matanya menatap seseorang itu ..yang sekarang ada didepannya sedang mengibaskan air hujan yang menepati wajah juga rambutnya...
Seorang gadis manis berambut panjang sebahu dengan setelan kantornya tampak tidak menyadari kehadiran Alfian...
"Li...laa..." Suara bariton Alfian tercekat di tenggorokan...
Gadis itu menoleh mendengar namanya dipanggil ..dan terdiam terpaku didepan Alfian...
Ia hanya memandang Alfian dengan tatapan terkejut juga tersirat perasaan rindu dimatanya...
"Fian..."desisnya pelan...
Sejenak waktu terasa terhenti saat itu...dua insan yang lama tak jumpa saling menatap rindu...
"Selamat malam Bu..." Suara sekuriti membuyarkan lamunan keduanya...
"Aahh ..i iiya ..malam pak..."jawab Lila Gadis itu ...
"Mari bu...saya antar ke ruangan..."kata sekuriti itu lagi...
Lila hanya mengangguk...dan berjalan melewati Alfian...
"Lila...tunggu..."Alfian tersadar dan langsung berkata...Lila berhenti ..dan menoleh...ia tersenyum...
Alfian terpana...ia bengong...
"Fian ya...apa kabar...lama tak jumpa...?" Tanya Lila ramah ..
"Ehh OHH aahh ii iya ..Aku .aku Fian..."jawab Alfian gugup...
Lila menoleh pada sekuriti tadi untuk memberi tanda bahwa ia akan berhenti sejenak. Dan diangguki oleh sekuriti dan meninggalkan mereka .
"Ka..kamu...emm tidak berubah...masih seperti dulu..."kata Alfian canggung...
Lila hanya tersenyum...yang membuat jantung Alfian berdebar kencang...hatinya berdesir hangat...
Tiba-tiba suara ponsel membuat mereka terkejut...dengan nada dering yang sama...lagi yang sama...
Lila terkejut mendengar suara ponsel nya...begitu juga Alfian...
"Iya...ohh iya ..maaf...saya sudah dilobi...baik...baik saya segera kesana..."kata Lila...
"Iya...aku lagi diluar ..iya ini mau masuk..."kata Alfian pelan...seolah takut Lila mendengar...mereka berdua saling menatap setelah menutup ponsel masing-masing.dan tersenyum...
"the same ringtone ..." Kata mereka berdua bersamaan. Dan tertawa...
"Aahh baiklah...aku pergi dulu...nice to meet you again..."kata Lila sambil mengulurkan tangannya...
Alfian menyambut uluran tangan Lila...dan menggenggamnya erat...terasa tak rela ketika Lila melepaskan tangannya...
"Nice to meet you again...Miss you Li..."kata Alfian pelan...tapi masih bisa terdengar ditelinga Lila yang menatap tak percaya pada Alfian...
Seakan enggan beranjak...keduanya tersenyum canggung...dan saling melambaikan tangan sebelum keduanya berpisah ..lagi...