Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
Pahlawan Anti Mules

Pahlawan Anti Mules

awanbulan | Bersambung
Jumlah kata
88.2K
Popular
100
Subscribe
24
Novel / Pahlawan Anti Mules
Pahlawan Anti Mules

Pahlawan Anti Mules

awanbulan| Bersambung
Jumlah Kata
88.2K
Popular
100
Subscribe
24
Sinopsis
PerkotaanSupernaturalPahlawanKekuatan SuperPecundang
“Seorang siswa SMA memiliki kekuatan paling memalukan di dunia: mengatur keinginan orang untuk buang air besar. Dengan kekuatan itu, ia berusaha menjalani hari-harinya sambil diam-diam melindungi ‘bidadari sekolah’ dari situasi yang tak pantas. Semua berjalan normal… sampai kekuatan konyol itu mulai menarik masalah yang jauh lebih besar dari yang pernah ia bayangkan.”
1 Berangkat Ke sekolah

Namaku Rafa Ardian.

Seorang siswa SMA kelas 11 yang katanya sangat tampan.

Semua orang pasti pernah bermimpi memiliki kekuatan super, bukan?

Bisa terbang di angkasa, menghilang seenaknya, atau menjadi sangat kuat.

Aku juga memiliki kemampuan yang termasuk dalam mimpi itu.

Apa Kamu tidak iri?

Apakah ini berarti aku akan menggunakan kemampuan ini untuk melindungi dunia?

Pergi mengalahkan raja setan atau semacamnya.

Itulah ceritaku.

Hah? Kemampuanku apa? Nanti juga kamu Akan mengetahuinya.

“Hai, Mas!”

Pada suatu pagi biasa dalam perjalanan ke sekolah, tiba-tiba terdengar suara yang jelas memanggilku.

Ketika aku menoleh ke arah suara itu, ada seorang pemuda bertubuh tegap dengan gaya preman kampung yang sedang melotot ke arahku.

“Apa yang kau bicarakan tadi? Raja setan bodoh, kamu ngomongin aku? Apa aku terlihat seperti orang berbahaya?”

Pemuda itu mengintimidasi dengan nada mengancam.

“M-maaf, aku sedang agak lelah. Sungguh Aku minta maaf.”

Untuk sementara, aku hanya meminta maaf dulu.

Bukan karena takut, lho. Kalau aku serius, satu pukulan saja sudah cukup menghabisinya.

“Oh, begitu. Mumpung masi di sini, boleh Minta uang?”

Dalam hati aku berteriak: kamu sedang apa di sini?!

“Tapi aku benar-benar tidak punya uang sama sekali. Aku ini pelajar miskin.”

Aku menjawab dengan sopan.

Orang-orang seperti ini tidak pernah bisa diprediksi apa yang membuat mereka marah, jadi lebih baik bersikap santun.

“Kalau begitu pergilah dan ambil dari dompet orang tuamu!”

Dia langsung marah. Cepat sekali naik darahnya, menyeramkan, titik didihnya sangat rendah.

Sungguh menakutkan. Aku tidak sanggup.

Bohong sih. Mana mungkin aku bisa memukul orang seenaknya. Lagipula yang bilang aku sangat tampan itu bohong.

Aku ini biasa saja. Benar-benar standar.

Pemuda itu perlahan-lahan mendekatiku.

Kalau terus begini, akulah yang akan dipukuli!

Pada saat itu aku tiba-tiba teringat sesuatu. Aku memusatkan perhatian pada pemuda di depanku.

Dalam pikiranku, aku membayangkan isi perut pemuda itu bergolak hebat dan mendesak keluar.

Tiba-tiba pemuda itu menunjukkan ekspresi kesakitan, memegang perutnya, lalu mulai bergerak-gerak aneh.

Benar saja. Aku memiliki kemampuan mengendalikan keinginan orang untuk buang air besar.

Aku sampai lupa bahwa aku memiliki kemampuan sehebat ini karena terlalu kagum dengan kegagahan pemuda itu.

“A-aku akan membiarkanmu lolos hari ini.”

Kata pemuda itu sambil memegang pantatnya, lalu berlari meninggalkan tempat kejadian dengan gerakan pincang yang lucu.

Hah… kukira kau akan memaksaku menggunakan kemampuan ini…

Hah? Kamu bilang aku bodoh?

Ya, aku memang agak bodoh.

Tapi, tapi, bukankah kemampuan ini luar biasa?

Apa Kamu tidak iri?

Hah? Maksudmu itu tidak keren? Sangat payah?

AKU TAHU!!! AKU LEBIH TAHU DARIPADA SIAPA PUN!!!

Kemampuan mengendalikan keinginan buang air besar orang lain?

Bandingkan dengan terbang di angkasa, mengeluarkan api, dan sebagainya.

Itu baru hebat!

Aku tahu! Tidak akan ada raja setan, kita tidak akan bisa melindungi dunia!

Ini cerita komedi.

Ceritaku memang cerita komedi, kan?

Maka dimulailah kisah tentang kemampuan paling tidak keren di dunia.

Sesampainya di sekolah, ketika aku memasuki kelas biasaku, beberapa teman sekelas sudah ada di dalam.

Aku duduk di tempat dudukku yang biasa.

Kelas perlahan-lahan menjadi ramai.

Sudah waktunya…

Kelas yang tadi ramai tiba-tiba menjadi sunyi senyap.

Ini dia!!

Aku melirik ke arah pintu kelas.

Dari sana masuklah Nadia Putri.

“Selamat pagi.”

Ketika Nadia Putri mengucapkan salam itu, semua orang langsung menghentikan pembicaraan mereka dan menoleh kepadanya.

“Selamat pagi, Nadia.”

Hanya perempuan-perempuan yang berani memanggilnya dengan nama depan dan menyentuhnya.

Hanya karena sesama perempuan, mereka boleh menyentuh Nadia Putri!

Para laki-laki hanya bisa memandang dari kejauhan.

Bahkan Reza, yang sangat populer di kalangan perempuan, tidak bisa mendekati Nadia Putri dan hanya menggigit jari sambil memandang.

Aku tahu, aku tahu.

Nadia Putri tidak boleh disentuh.

Dia bagaikan bidadari yang tidak boleh ternoda.

Ketika aku pertama kali masuk SMA ini, rumor langsung menyebar ke seluruh sekolah:

“Telah mendaftar seorang gadis dengan kecantikan yang luar biasa.”

Di kelas 10 kami masih beda kelas, tetapi setiap istirahat semua orang berkumpul hanya untuk melihat Nadia Putri.

Ya, aku juga ikut-ikutan melihatnya.

Kemudian saat pengumuman pembagian kelas 11, ketika aku melihat daftarnya, jantungku hampir berhenti berdetak.

Aku ternyata sekelas dengan Nadia Putri.

Mungkin sepertiga keberuntunganku seumur hidup sudah kupergunakan saat itu.

Semua teman sekelas pasti merasakan hal yang sama.

Nadia Putri bukan hanya cantik.

Kemampuan akademiknya terbaik di angkatan, nilai tes olahraganya juga terbaik di antara seluruh siswi di sekolah.

Apa pun yang dilakukannya, sempurna.

Awalnya aku senang sekali sekelas dengannya, tetapi kemudian aku sadar bahwa Kami bukan orang yang seharusnya berhubungan dengannya.

Jadi kami hanya boleh memandang dari jauh.

Ketika aku sedang memandangi Nadia Putri, tiba-tiba dia juga memandang ke arahku, mata kami bertemu.

Ketika aku mulai panik, Nadia Putri malah tersenyum cerah.

Ah… dua pertiga keberuntunganku seumur hidup sudah habis hari ini.

Mana mungkin seorang gadis secantik itu tersenyum kepada laki-laki yang belum pernah diajak bicara dan mungkin terlihat menyeramkan?

Bukankah itu malah menjijikkan?

Pokoknya, dia adalah bidadari. Nadia Putri benar-benar bidadari.

Jadi hanya boleh dipandang!

Baiklah, mari kita lakukan seperti biasa.

Aku berkonsentrasi sebentar, lalu melihat sekeliling.

Aku bisa melihatnya. Aura itu.

Sebenarnya aku bisa melihat aura orang dalam bentuk warna.

Biru, hijau, kuning.

Itu adalah visualisasi tingkat keinginan buang air besar seseorang.

Aku seenaknya menyebutnya tingkat BAB.

Ada sekitar lima tingkatan pergerakan usus:

Biru: Tingkat 0 (sama sekali tidak ingin)

Hijau: Tingkat 1 (agak ingin)

Kuning: Tingkat 2 (bisa pergi, bisa juga ditahan)

Oranye: Tingkat 3 (harus lari mencari toilet)

Merah: Tingkat 4 (sudah keluar, tamat)

Warnanya memiliki gradasi, dari biru ke hijau, dari hijau ke kuning.

Sebenarnya lebih rinci lagi, seperti biru-hijau.

Bagaimanapun, kembali ke pokok pembicaraan. Aku menggunakan kemampuan ini setiap hari.

Sekarang aku lihat Nadia Putri…

Hari ini… lebih banyak birunya daripada hijau…

Baiklah, menurutku masih aman, tetapi…

Aku menurunkan tingkat BAB Nadia Putri menjadi nol total.

Aura Nadia Putri langsung menjadi biru pucat.

Tokoh utama perempuan tidak boleh buang air besar.

Itu adalah aturan mutlak dalam cerita apa pun.

Terutama jika menyangkut gadis cantik, itu hukumnya wajib.

Ini seperti misi harian ku.

Seorang ksatria yang melindungi gadis cantik dari kejauhan.

Hah? JOROK?

AKU TAHU!!!

Lanjut membaca
Lanjut membaca