Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
Reinkarnasi Ayah Pecundang

Reinkarnasi Ayah Pecundang

siezcha | Bersambung
Jumlah kata
38.0K
Popular
315
Subscribe
80
Novel / Reinkarnasi Ayah Pecundang
Reinkarnasi Ayah Pecundang

Reinkarnasi Ayah Pecundang

siezcha| Bersambung
Jumlah Kata
38.0K
Popular
315
Subscribe
80
Sinopsis
PerkotaanSlice of lifeReinkarnasiMengubah NasibTime Travel
Terlalu sayang keluarga gilang rela mengorbankan mimpinya menjadi seorang aktor demi sang istri yang bercita cita menjadi artis bahkan meninggal kan putri tercinta nya, tepat usia 5 tahun ketika sang anak berulang tahun gilang malah mendapati istrinya berselingkuh dengan sahabat karibnya sendiri hingga merencanakan pembunuhan terhadap suaminya.
BAB 1

ULANG TAHUN 

Hari itu, langit di Semarang terasa lebih mendung dari biasanya. ya karena musim ini musim penghujan namun tak membuat Gilang kehilangan semangat dalam mempersiapkan pesta ulang tahun sang Putri. Ia mempersiapkan semuanya sendiri dari balon, rumbai-rumbai bahkan kue ulang tahun pun ia buat sendiri.

"tak terasa Safira sudah sebesar ini,"gumamnya sembari mengusap foto Safira sang putri yang telah memasuki TK.

sang putri adalah alasan utama bagi Gilang menjadi bapak rumah tangga karena ingin melihat tumbuh kembang putrinya sendiri.

karena sang istri terlalu sibuk dengan dunianya sendiri yang saat ini berprofesi menjadi artis.

Dulu sebelum menikah, Gilang adalah aktor terkenal dan sinta hanyalah pemain figuran saja tetapi setelah menikah dengan sinta ia memilih menjadi bapak rumah tangga saja.

Tetapi walaupun begitu ia tetap mensuport sang istri dari figuran menjadi artis papan atas.

"huft sudah jam segini harusnya sudah waktunya Safira pulang". Tepat 5 menit Bus sekolah pun berhenti di depan rumah, putrinya sudah pulang.

"assalamualaikum, Ayah. Fira pulang".

Lalu gilang membawa kue ulang tahun nya ke meja.

"waalaikumsalam sang putri" Gilang membuka pintu dengan bergaya ala membungkuk menyambut sang putri.

"ih ayah sang putri ini merasa tersanjung terima kasih ayah ”.

sambil meniru gerakan sang ayah, lalu ia memeluk sang ayah dan mereka berdua pun masuk.

"Ayah aku tidak melihat mamah”

sambil tengok kesana kemari, sang ayah pun menjawab sambil berpikir. "Mungkin sedang dalam perjalanan sayang, lebih baik kamu ganti pakaian dulu ayah sudah siapkan baju Princess kesukaan mu”.

“yeyy asik terimakasih ayah” ujar safira.

ia pun berlari ke kamar mencoba gaunnya.

Sambil berpikir gilang pun mengambil hp nya lalu mencoba menelpon istrinya tutt tutt telepon pun tersambung tetapi tidak diangkat. Mencoba lagidan berkali kali telepon tersambung tetapi tidak diangkat.

Ia pun mengerutkandahinya ‘kemana dia telepon tersambung tetapi tidak diangkat bukannya sudah janji hari ini akan datang’ pikir Gilang.

Ditempat lain ternyata sinta sedang bermesraan dengan sahabat gilang.

Ferdi yang juga seorang aktor yang saat ini sedang naik daun. Demi posisi ini Ferdi banyak melakukan cara licik.

Begitu pun dengan sinta demi peran ia akan melakukan apapun.

Sinta bersandar di dada bidang Ferdi, mengelus dan membelai nya “kapan kita akan membunuhnya, aku sudah tidak sudi hidup dengan lelaki tidak berguna itu, aku ingin cepat meresmikan hubungan kita”

Ferdi pun mengecup kening Sinta “bukankah hari ini ulang tahun putrimu sayang, aku punya ide”.

lalu Ferdi membisikkan sesuatu ketelinga sinta lalu sinta pun tersenyum dan berkata “baiklah aku akan lakukanseperti saranmu”.

Dirumah mereka sedang menunggu kedatangan Sinta, sambil melihat jam ternyata sudah pukul 10 malam.

“ayah apakah mamah tidak akan pulang lagi malam ini” ujar Safira.

Gilang pun mengelus rambut putrinya, sang ayah yang kebingungan menjawab sang putri dengan tersenyum paksa

“mungkin sebentar lagi sayang, kemarin ayah sudah telepon, mamah akan pulang".

'aku harap kau tak mengecewakan nya kali ini sinta'. Batin Gilang.

sambil menunduk Safira yang sedih dan sedikit mengantuk sambil mengucek matanya “ayah Fira ngantuk”.

lalu Gilang berdiri dan menggendong putrinya. “maafkan mamah sayang mungkin kali ini mamah tidak bisa hadir lagi karena sibuk kerja”.

ketika akan meninggalkan meja dan masuk kamar bel pun berbunyi. Ting tong...

Safira yang tadinya mengantuk pun langsung melotot “ayah apakah itu mamah?”

ia pun langsung melompat dari gendongan ayahnya dan membuka pintu, “SUPRISE” Safira pun terkejut senang.

“MAMAH, akhirnya mamah pulang fira kangen”. sambil memeluk sinta.

“maaf kan mamah sayang karena pulang terlambat, ini hadiah untukmu".

”Safira pun menggelengkan kepalanya “tidak apa mamah fira mengerti, mamah pasti sibuk di lokasi syuting, yang penting mamah pulang.

“sambil memegang pundak safira sinta berkata “apakah kau tak suka hadiahnya fira?, bukankah itu boneka beruang kesukaan mu?".

Safira pun mendongak “tidak mah,Fira suka dengan hadiahnya, tetapi hadiah yang paling kusukai adalah kehadiran mamah”.sinta pun tersenyum palsu.

Lalu mereka bertiga pun masuk kedalam rumah, dan menutup pintu.

Sinta melihat kue ulang tahun masih utuh, “kenapa kue nyamasih utuh?”.

"kami dari tadi menunggu mamah” ucap safira sendu.

dengan tatapan sedikit jengah sinta lalu menuju meja dengan kue ulang tahun diatasnya lalu mereka merayakan ulang tahun safira. “anggap saja ini pesta terakhir kalian” batin sinta dengan tersenyum smirk.

Sinta pun menuju dapur dengan membuat susu untuk mereka berdua dan diam diam menaruh racun didalamnya.

Lalu membawakan dua gelas susu itu ke meja dihadapan gilang dan safira

“ini susu spesial buatan mamah silahkan diminum”. Ujar sinta

dengan raut bahagianya safira tersenyum senang karena merasa hari ini adalah hari yang paling spesial untuknya, ya karena sinta pertama kali membuatkan nya sesuatu.

“Terima kasih mamah, fira sayang banget sama mamah”.

Gilang pun juga tersenyum akhirnya sinta mulai sayang kepada putrinya, yang mereka tidak tahu padahal didalam gelas mereka sudah ditaruh racun.

Sinta dalam hati tersenyum senang karena sebentar lagi ia akan meresmikan hubungan nya dengan ferdi, lalu selanjutnya mereka berdua minum susu buatan sinta.

Safira pun langsung batuk darah “uhuk uhuk .. aa yaah, maa mah sambil melihat ayah dan mamah nya dan akhirnya ia pun meninggal.

Gilang pun langsung menuju kerah putrinya dengan sedikit terhuyung dan mendekapnya, “TIDAK SAFIRA JANGAN TINGGALKAN AYAH”.

sementara gilang masih setengah sadar

“apa yang kau lakukan sinta". Gilang berkata dengan darah keluar dari mulut nya.

sinta pun berdiri sambil memangku sikunya “akhirnya aku bebas mas hahaha”.

Gilang pun tak habis fikir dengan kelakuan sinta.

“apa salahku sinta kenapa kau tega dengan kami, apalagi safira adalah anak kandungmu, kau juga tega membunuhnya”.

sambil tertawa dia berkata “karena aku sudah muak dengan kamu mas lelaki tidak berguna yang hanya jadi asisten rumah tangga sambil mengurus anak, aku malu mas sedangkan aku sekarang adalah artis papan atas, sekarang kamu tidak selevel lagi dengan ku”.

“Sedangkan safira, dengan adanya dia justru menghambatku, aku masih muda masih banyak hal yang ingin aku lakukan, aku ga mau dengan adanya dia, media jadi tau kalo aku sudah punya anak, apalagi sebentar lagi ada penghargaan artis terbaik tahun ini.”

Lalu Ferdi masuk kedalam rumah mereka “apakah sudah selesai sayang?”.

“sebentar lagi sayang” ujar sinta sambil menggandeng lengan ferdi dengan mesra.

Gilang pun terkejut “kau, kau apa yang kau lakukan dengan Ferdi?”.

Sinta terkekeh “ya aku sudah lama bersama dia, apalagi diasaat ini juga aktor yang sedang naik daun kalau aku bersama dengan nya karirku akan makin melejit”.

jika dengan mu aku malu mas hanya Dirumah saja sungguh tidak berguna sebagai laki laki”.

Sinta mengatakan itu dengan tertawa lebarnya.

Gilang pun tertawa sambil mengeluarkan darah dari dalam mulutnya “inikah wajah aslimu sinta?”.

“dan kau Ferdi bukankah kita sahabat kenapa kau tega dengan istriku sendiri? ”.

“aku juga pengen kamu mati karena aku seperti hidup dalam bayanganmu.

"kamu tahu sutradara bian sampai saat ini masih menanyakan mu kapan kamu kembali ke dunia peran, jujur aku muak dengan pertanyaan itu, dengan tidak adanya kamu, aku akan menjadi aktor terbaik” ujar Ferdi dengan santainya.

"Sudah lah ayo tinggalkan mereka nanti juga mati sendiri” ujar Ferdi dengan menggandeng sinta.

mereka berdua pun tertawa sambil menuju ke pintu.

Didalam rumah Gilang meratapi akhir nya. “uhuk uhuk uhuk..” darah keluar dari mulut gilang.

“Demi keluargaku, aku rela meninggalkan karir ku dan masa depan cerahku, tapi istriku dan sahabatku malah mengkhianati aku”.

“Dia bahkan rela membunuh darah daging nya sendiri”.

“putriku maafkan ayah karena membawa mu pada kematian” Lalu dengan nafas terakhirnya ia mengucapkan

“sinta setelah mati sekalipun, aku ga akan biarkan kau tenang!". Dan akhirnya Gilang pun meninggal.

Lanjut membaca
Lanjut membaca