Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
Dani sang penguasa(Kembali Dari Pulau Terkutuk)

Dani sang penguasa(Kembali Dari Pulau Terkutuk)

kirana08 | Bersambung
Jumlah kata
40.7K
Popular
193
Subscribe
75
Novel / Dani sang penguasa(Kembali Dari Pulau Terkutuk)
Dani sang penguasa(Kembali Dari Pulau Terkutuk)

Dani sang penguasa(Kembali Dari Pulau Terkutuk)

kirana08| Bersambung
Jumlah Kata
40.7K
Popular
193
Subscribe
75
Sinopsis
PerkotaanSupernaturalDokter GeniusMisteriBalas Dendam
Dani, seorang pemuda yang dipaksa menjadi sosok pengganti kakaknya, terjebak dalam dunia Baru yang tidak dia ketahui. Dia dipaksa bekerja untuk orang misterius yang memiliki kekuatan besar. Namun, keberuntungan berpihak padanya ketika dia diajarkan tentang ilmu medis dan beladiri. Dani berhasil menjadi seseorang kepercayaan yang bisa menyembuhkan segala penyakit tapi,Dani juga merupakan seorang pembunuh bayaran. Setelah orang misterius itu meninggal, Dani menjadi penguasa baru di organisasi itu. Namun, dia tidak disambut dengan baik oleh keluarga dan orang-orang sekitarnya. Mereka mencaci-maki dan tidak mau menerima dirinya lagi. Akankah Dani bisa membuktikan diri dan mendapatkan pengakuan dari orang-orang yang pernah mencaci-makinya? Atau akankah dia membalas hinaan dan cacian mereka dengan kekuatan dan kekuasaan yang dia miliki?
Bab 1

Bruugg

"Dasar bodoh..! Jalan tuh pake mata dasar anak pembawa sial!! " teriak Riko dengan kesal karna kopinya tumpah.

"Ada apa ini? Kenapa kamu marah-marah pada adikmu? " tanya ayahnya dengan tegas.

"Cih, adik aku tidak sudi mengakuinya sebagai adik. Ayah harus ingat gara-gara dia ibu pergi meninggalkanku dia itu pembawa sial untuk keluarga kita ayah!! " teriak Riko dengan marah.

Perlahan kepala yang tertunduk itu terangkat menatap wajah pria parubaya yang sangat dia rindukan, wajah yang selalu menatapnya dengan kebencian dan tatapan tajam tidak ada kasih sayang sama sekali.

"Lihat, bajuku kotor karna seperti biasa si pembawa sial ini selalu saja membawa onar kemana pun dia berada" ucap Riko dengan sinis.

"Aku, tidak sengaja ayah dan aku bukan anak pembawa sial..!! " ucap Dani mengepalkan tangannya menahan perasaan yang selalu membucah dihatinya.

"Siapa yang mengijinkan mu berkeliaran dirumah? Saya sudah bilang jangan pernah keluar dari kamarmu, pergi sekarang kembali kekamar." ucap Ayah dengan nada marah.

"Tapi..." ucap Dani menatap mata tajam Ayah-nya.

"Tidak ada tapi-tapian kembali kekamar SEKARANG!! " teriak Ayahnya dengan marah.

"Ayah nanti malam aku ada acara, suruh si bodoh itu mengerjakan tugasku" ucap Riko.

"Huh.. Anak itu selalu saja, Dani kamu sudah mendengarnya bukan kerjakan tugas kakakmu itu ingat semua harus benar jika tidak kamu tau akibatnya!! "Ucap ayah dengan nada tinggi dan pergi dari sana.

Dani menundukkan kepala, ekspresinya tidak berubah, tapi di dalam hatinya, dia merasa seperti ledakan emosi yang siap meledak. Dia berbalik dan berjalan menuju kamar, meninggalkan Riko yang masih memandanginya dengan sinis.

"Dasar anak bodoh, tidak ada gunanya kamu ada di sini," gumam Riko, memukul punggung Dani dengan kasar.

Dani tidak membalas, dia hanya terus berjalan, mengabaikan rasa sakit yang dirasakannya. Ketika sampai di kamar, Dani langsung duduk di atas tempat tidur, menatap ke dinding dengan ekspresi kosong.

Dia tidak menangis, tidak ada air mata yang mengalir di wajahnya. Dani hanya duduk diam, mencoba mengendalikan emosinya yang membuncah.

Tiba-tiba, dia mendengar suara pintu yang terbuka. Ayahnya berdiri di depan pintu, dengan wajah yang tidak bersahabat.

"Dani, kamu harus pergi ke sekolah hari ini. Jangan membuat aku marah," ucap ayahnya dengan nada dingin.

Dani mengangguk, dia tahu bahwa dia tidak bisa melawan ayahnya. Dia bangun dari tempat tidur, dan mulai bersiap untuk pergi ke sekolah.

Ketika dia keluar dari kamar, Riko sudah menunggu dia di ruang makan. "Kamu pergi ke sekolah? Jangan lupa untuk tidak membuat aku malu," ucap Riko dengan sinis.

Dani tidak membalas, dia hanya mengambil tasnya dan pergi ke sekolah, meninggalkan Riko dan ayahnya yang masih memandangnya dengan ekspresi tidak puas.

"Ibu, apa benar aku pembawa sial tapi aku tidak meminta dilahirkan dikeluarga ini... " gunam Dani menggayun sepenuhnya.

Di sekolah, Dani berusaha untuk fokus pada pelajaran, tapi pikirannya selalu kembali ke ayahnya dan Riko. Mentalnya sudah hancur berkeping-keping, wajah dingin tanpa expresi atau emosi.

Dani duduk di belakang kelas, matanya menatap ke depan, tapi pikirannya jauh dari sana. Dia sedang memikirkan rencana untuk mengubah hidupnya, untuk membuat ayahnya dan Riko membayar atas apa yang telah mereka lakukan padanya.

"Aku akan bisa membangun hidupku tanpa kalian, aku akan berusaha membuat ayah bangga" gunam Dani penuh tekad.

Dani berjalan ke kelas dengan langkah yang santai, tapi di dalam hatinya, dia merasa seperti api yang membara. Ketika dia masuk ke kelas, teman-temannya menyambutnya dengan senyum.

"Hai Dani, apa kabar?" tanya salah satu temannya.

Dani membalas senyum mereka, tapi dia tidak terlalu berbicara. Dia tahu bahwa dia tidak bisa terlalu dekat dengan orang lain, karena itu bisa membuatnya lemah.

Guru masuk ke kelas, dan pelajaran dimulai. Meskipun hidupnya tidak baik-baik saja Dani bisa menyerap pelajaran itu dengan baik,cepat, bahkan jawabannya selalu tepat.

Tiba-tiba, seorang siswa baru masuk ke kelas. Dia memiliki rambut hitam yang panjang, dan mata yang tajam. Dia memandang sekeliling kelas, dan ketika dia melihat Dani, dia tersenyum.

"Hai, aku Kiko. Aku baru saja pindah ke sini," katanya dengan senyum.

Dani membalas senyumnya, tapi dia tidak terlalu berbicara. Dia tahu bahwa dia tidak bisa terlalu percaya pada orang lain.

Kiko duduk di sebelah Dani, dan mulai berbicara dengan dia. Dani berusaha untuk tidak terlalu berbicara, tapi Kiko membuatnya merasa nyaman.

"Apa kamu suka olahraga?" tanya Kiko.

Dani membalas, "Tidak terlalu."

Kiko tersenyum. "Aku suka olahraga. Aku pemain basket."

Dani membalas senyumnya, dan untuk pertama kalinya, dia merasa seperti dia bisa menjadi dirinya sendiri di sekitar orang lain.

Tapi, ketika dia melihat ke luar jendela, dia melihat Riko berdiri di sana dengan geng nya, memandangnya dengan sinis.

Dani merasa seperti dia sedang berjalan di atas api, setiap langkah yang dia ambil terasa seperti mengancam untuk membakarnya. Kiko masih berbicara dengan dia, tapi Dani tidak bisa fokus. Dia terus memandang ke luar jendela, mencari Riko, tapi dia sudah tidak ada di sana.

Tiba-tiba, Kiko menyentuh bahunya. "Dani, apa kamu baik-baik saja? Kamu terlihat seperti kamu melihat hantu," katanya dengan khawatir.

Dani membalikkan wajahnya, mencoba untuk menyembunyikan emosinya. "Aku baik-baik saja," katanya dengan nada yang tidak meyakinkan.

Kiko memandanginya dengan mata yang tajam. "Kamu tidak perlu berpura-pura dengan aku, Dani. Aku bisa melihat bahwa kamu sedang mengalami sesuatu," katanya dengan lembut.

Dani merasa seperti dia akan meledak. Dia tidak bisa menahan emosinya lagi. "Aku... aku tidak bisa," katanya dengan suara yang bergetar.

Kiko memegang bahunya, mencoba untuk menenangkannya. "Apa pun itu, kamu tidak perlu menghadapinya sendirian. Aku ada di sini untuk kamu," katanya dengan suara yang lembut.

Dani tidak bisa menunjukkan kelemahannya di depan orang lain. Tapi, ada sesuatu tentang Kiko yang membuatnya merasa aman.

Tiba-tiba, pintu kelas terbuka, dan kepala sekolah masuk. "Dani, kamu dipanggil oleh ayahmu. Kamu harus pergi sekarang," katanya dengan nada yang tidak bersahabat.

Dani merasa seperti dia telah dipukul. Dia tahu bahwa ayahnya tidak akan memanggilnya kecuali ada sesuatu yang buruk. Dia berdiri, mencoba untuk tidak menunjukkan emosinya.

"Aku harus pergi," katanya dengan nada yang dingin.

Kiko memandanginya dengan khawatir. "Aku akan menunggu kamu di sini," katanya dengan suara yang lembut.

Dani membalikkan wajahnya, mencoba untuk tidak menunjukkan emosinya. Dia berjalan keluar dari kelas, menuju ke kantor kepala sekolah, dengan hati yang berat dan perasaan yang tidak pasti.

"Baik tuan saya akan menebus kesalahan putra saya Riko, anda bisa membawa Dani bersama anda kembali kesana tapi saya mohon jangan bawa putra syaa Riko." ucap ayahnya memohon pada orang yang sedang berdiri membelakangi pintu.

"Haha konyol kau memberikan salah satu putra mu untuk menyelamatkan dan menutup kasus putra mu yang lain!" ucap orang misterius itu.

"Apa dia bukan anakmu?"tanya orang misterius itu dengan tatapan tajam.

Next

Lanjut membaca
Lanjut membaca