Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
Kesempatan Ke Dua Renzawa

Kesempatan Ke Dua Renzawa

matcha_latte26 | Bersambung
Jumlah kata
29.2K
Popular
100
Subscribe
34
Novel / Kesempatan Ke Dua Renzawa
Kesempatan Ke Dua Renzawa

Kesempatan Ke Dua Renzawa

matcha_latte26| Bersambung
Jumlah Kata
29.2K
Popular
100
Subscribe
34
Sinopsis
18+FantasiFantasi TimurBadboyTeka-tekiReinkarnasi
Renzawa putra wijaya , seorang siswa SMA dan anak seorang donatur ternama yang harus mengulang hidup untuk ke dua kali setelah kematiannya. Renza diberi waktu untuk menebus semua kesalahan dan dosa nya. Dan berjuang mencari petunjuk atas kematian mendadak sang Bunda. dapat kah Renzawa menebus dosa dan kesalahannya? dan apakah Renza mampu mengubah kembali cerita hidupnya yang berantakan?
Bab 1

teeeet teeeeettt teeeettt

Bel sekolah berbunyi tanda pelajaran akan segera dimulai.

Para siswa siswi berlarian dilorong kelas menuju ruang belajar masing masing.

Deru motor sport terdengar masuk ke area parkiran sekolah.

Dengan jaket ala geng motor 4 siswa tersebut keluar dari parkiran.

"huaaaahhhh , kepagian gak sih kita ? noh liat si kacamata liat kita kayak liat setan"

"hahahahaha , dia terkesima ama ketampanan gue Don" Dean menimpali ucapan Dion.

"Najis, cakepan juga gue" ucap siswa bertubuh gempal itu memainkan kerah seragam dengan gaya sok kerennya.

"Gua tonjok ya lu masang wajah kayak gitu . jijik tau gak"

"lah berarti lu juga jijik dong ama muka lu sendiri , secara kita kan kembar.. hahahaha"

"Asu lu yaa"

"BACOT LU BERDUA" bentak Renzawa pemuda tampan dengan gaya yang sangat urakan membuat kedua nya terdiam.

"Lagian ada angin apa sih kita datang pagi begini ?" Rio , seorang dari mereka bersuara memecah ketegangan dari wajah si kembar.

"pagi ini nyokap gue marah marah soal kejadian kita pulang balapan semalam. daripada dengar ocehan nya mending gue tidur di dongeng bu Anis"

"Anjing , jadi kita disuruh bangun pagi cuma nyelamatin lu dari nyokap lu.. ck ck ck"

"udah gak usah bacot"

"awwwww" seorang gadis bertubuh agak berisi tidak sengaja menabrak Renzawa di ujung tangga.

"waah ada yang bakal di labrak nih habis nabrak Sang naga tidur " Dion berucap ketika melihat Renzawa menatap kesal gadis tersebut dari ujung kaki hingga ujung kepala.

"Ekhem Za , kasih gue aja" ucap Rio menarik gadis yang sudah pucat pasi tersebut dari hadapan Renzawa .

"hmmm lagian gue juga gak tertarik . Tete nya kecil" ucap Renzawa melenggang pergi di ikuti Dean dan Dion dibelakang.

Sedangkan Rio langsung mengajak siswi tersebut entah kemana.

"Hello everybody , Pangeran Dion coming "

"Dion segera duduk di bangku kamu dan tolong tidak usah merusuh di kelas saya" ucap bu Anisa guru cantik dan berisi di umur 40an.

"iye iye , nih duduk" Dion menggerutu sambil di ikuti Dean dan Renzawa.

Mata elang Renzawa menyusuri setiap orang yang ada disana.

Pandangan nya tajam dan menusuk , membuat siapa saja takut tidak berani mengangkat kepala.

Matanya mengernyit tepat ketika ia menemukan sosok yang ia cari .

Seorang gadis manis yang sederhana dengan rambut kepang dua dan kacamata tebal menghiasi mata.

Langkah Renzawa mengarah ke bangku disebelah pojok depan.

"Heh pindah , gue duduk disini" Renzawa merebut kursi disebelah gadis cupu di hadapannya.

"malang banget nasib si aya , jadi target Renza berikut nya" ucap salah satu siswi yang tak jauh dari mereka.

"Eh cupu , kemaren lu yang cepu ke bokap gue kan ?" ucap Renzawa dengan nada rendah membuat Ayana membeku seketika.

"Bu--buukan , aku bahkan belum ketemu dengan bapak Wijaya "

"Maksud lu Tasya bohong ?" nada Renzawa semakin rendah namun menusuk.

"bukan gitu , tapi aku gak tau kenapa mbak tasya bisa bilang aku yang bilang. sedangkan mbak tasya sedang berada di Singapura"

Renzawa mengernyit kan dahi dalam.

Bagi nya Tasya adalah adik sepupu yang manis dan lembut , tidak mungkin ia memfitnah gadis cupu didepannya.

Namun apa yang dibicarakan gadis ini juga benar , Tasya sedang berada di luar negeri tidak mungkin tau apa yang terjadi dirumahnya semalam.

Namun dia segera menepis pikirannya sendiri.

"Tasya memang berada di Singapura, tapi bukan berarti tingkah busuk lu gak kecium sama orang lain"

"Tapi aku benaran gak tau masalah semalam"

Renzawa meneliti mata dan mimik gadis tersebut .

Tidak ada tanda tanda kalau gadis tersebut sedang berbohong.

Renzawa sedikit melunak dan mendengus kesal.

Mata tajam nya mencoba memperhatikan gadis cupu disebelah.

Gadis dengan kepang dua tersebut tampak manis tanpa riasan.

Mata Renzawa berhenti tepat dileher Ayana.

"Kalung apa itu ?"

"hah ?"

"gue tanya itu kalung siapa?" tanya Renzawa kembali menaikkan nada suara nya.

"i--ini di berikan bapak ke saya dua hari yang la- awwwwwww"

ucapan Ayana terputus karena tangan Renzawa sudah menarik paksa kalung tersebut.

"lu tau ini kalung siapa ?"

Ayana menggeleng sembari memegangi lehernya yang tergores.

"INI KALUNG PEMBERIAN BUNDA" suara Renzawa kembali menggelegar.

"aku benaran gak tau , tapi bapak memberikannya lewat mba Tasya"

"Tasya?" dahi Renzawa mengernyit.

Tanpa nunggu lama pemuda tersebut langsung menghubungi Tasya dan bertanya akan kebenaran kalung tersebut.

Semua seisi kelas hanya terdiam tanpa berniat menolong Ayana.

Mata Renzawa membelalak telat ketika ia memasukkan hp kedalam saku celananya.

"NGELUNJAK YA LU SEKARANG , TASYA UDAH GAK DIRUMAH SEJAK SEMINGGU INI"

Semua siswa tersentak mendengar bentakan Renzawa .

Meski demikian tidak ada yang berani bersuara termasuk bu Anisa yang berpura pura tidak mendengar hal tersebut.

"ta ta tapi benaran mba Tasya yang ngasih kalung itu sebelum ia berangkat ke Bandara." Ayana berusaha membela diri.

Mata Renzawa memerah menggenggam kalung berhias permata tersebut.

Bagi Renzawa kalung ini lebih berarti daripada apapun.

'plak' satu tamparan mendarat di pipi Ayana.

"sampah tetaplah sampah" Renzawa menekan bahu Ayana sehingga membuat gadis itu merintih kesakitan.

"RENZAWA PUTRA WIJAYA! apakah kamu tidak berfikir bahwa ini sudah keterlaluan?"suara Danang sang ketua kelas menggema di dalam kelas.

"Danang ini dikelas ! jangan membuat keributan .SEGERA MINTA MAAF" bu Anisa mencoba menghalangi Danang.

"tapi dari tadi yang mengganggu kegitan belajar ya si preman ini bu. bener kan teman teman?"

semua mata terbelalak mendengar penuturan Danang yang terlalu frontal.

Semua memilih membisu dan menunduk tidak mau berurusan dengan pentolan sekolah tersebut.

"Heiiiii , lu bosan sekolah disini? apa lu lupa bokap gue siapa ?" Renzawa berdiri dari duduknya.

"jangan , jangan bawa bawa orang lain" Ayana menahan tangan Renza.

'bugh' satu dorongan Renzawa mampu membuat Ayana tersungkur.

"Jangan berani pegang gue , tangan seorang anak pembantu kayak lu gak pantas nyentuh gue" Renza menunjuk Ayana dengan muka yang sepenuhnya memerah .

"hmmm maaf nak Renza sekarang masih jam pelajaran. bisa tidak lebih tenang sedikit ?" bu Anisa mencoba menenangkan Renzawa.

"Anda berani perintah saya ?"

"maaf , tapi bapak Wijaya akan marah jika hal ini tersebar keluar"

"Bangsat! gue cuma mau mencari ketenangan di pagi hari!" bentak Renzawa sambil menggebrak meja dihadapannya.

"Dean ! Dion ! pas istirahat bawa mereka berdua ke taman belakang"

Dean dan Dion pun mengangguk patuh melihat kepergian Renzawa.

Lanjut membaca
Lanjut membaca