Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
ORANG PINGGIRAN

ORANG PINGGIRAN

Penjuang Pena | Bersambung
Jumlah kata
69.1K
Popular
671
Subscribe
121
Novel / ORANG PINGGIRAN
ORANG PINGGIRAN

ORANG PINGGIRAN

Penjuang Pena| Bersambung
Jumlah Kata
69.1K
Popular
671
Subscribe
121
Sinopsis
PerkotaanSupernaturalKekuatan SuperPria MiskinHarem
kehidupan orang desa terlibat dengan pekerjaan kotor, bergulat dengan panasnya matahari dan hitamnya tanah pertanian, perkebunan dan juga pertambakan(kelautan). di desa Kalimati, pria sederhana menjalani hidupnya seorang diri, tanpa kehidupan keluarga dan tinggal di rumah warisan neneknya yang sudah almarhumah. dia bekerja menjadi petani, buruh kepiting dan juga pekerjaan lainnya. pria sederhana itu tidak lain Agus Wijaya, anak tidak di akui oleh keluarga karena tidak memiliki kemampuan hebat di bidang bisnis perkantoran. hidupnya berubah mendapatkan anugrah mustika pengabul keinginan dari dalam perut ikan.
bab 1 permulaan

Cahaya matahari mulai meredup,suara air bergericak dengan jelas,mengalir dari ketinggian gunung ke dataran rendah menuju laut.burung berkicau meramaikan suasana di senja hari desa KaliBuntu

Desa masih asri dengan udara segar sesegar udara khas pegunungan. Desa sejuta tani, berempangan dan perkebunan.

Seorang pemuda sederhana berkulit coklat cenderung hitam. duduk merenung di tanggul sawah. bersender di pohon rangdu besar (kapas) hanya menghilangkan rasa lelahnya.

Mata lelah menatap indah pemandangan pergunungan , persawahan berbentang luas menambah keindahan di sore hari.

Tangan hitam kurus memegangi alat pembajak tanah disampingnya(cangkul) tubuh bermandi lumpur dan keringat bercampur menjadi satu menciptakan aroma khas.

Disana dia memperbaiki irigasi sawahnya penuh dengan tanaman padi. Pemuda itu bernama Agus Wijaya penduduk Asli desa KaliBuntu.

"haiss!"

Menghembuskan nafas berat dan tidak berdayanya menatap kedepan.

"Kenapa hidup ku seperti ini, keluarga ku tidak mengakui ku, semua wanita disini dan teman reuni menjauhi dariku."

"Huh...

Agus menghela nafas lagi berdiri dari sandarannya.

"semoga aku masih memiliki kekuatan untuk menjalani hidup. Semoga juga bisa menikmati kehidupan ini kedepannya."

Pemuda itu menghela nafas berat sekian kalinya , mata lelah menatap sayu lurus rumput berpadi dan berpohonan yang bergoyang goyang di sekitar yang terkena hembusan angin kencang.

Merenungi nasibnya menjadi bahan hinaan semua orang di desa, kerabat dan bahkan keluarga sendiri. Hanya sedikit orang yang menganggapnya ada.

Ibu dan ayahnya tidak mengakuinya karena dia tidak memiliki kemampuan mumpuni seperti kerabat kandungnya,adik kakaknya sendiri yang bekerja di perusahaan besar dan menjadi orang sukses di kota.

Dia anak ke 3 dari 5 bersaudara. Keluarga juga tinggal di kota, hanya dia yang tinggal di desa seorang diri di rumah perdiang peninggalan neneknya.

pemuda itu mencangkul sawah sewaan dari pagi hingga sore hari. Hanya berbekal nasi bungkus dapat beli di warung.

Namun, kemurungan pemuda itu sirna melihat awan hitam semakin menghitam menutup awan cerah di langit atas kepalanya.

"Huh..

"Sudah gelap, sebentar lagi turun hujan. Sebaik nya Bergegas pulang."

Pemuda itu berdiri dengan penuh rasa pegal dan lelahnya. Menaruh cangkul di pundak kurusnya. melangkah pergi meninggalkan sawahnya.

Namun langkahnya terhenti, karena tersandung akar pohon besar sudah mati, dirinya hampir jatuh dan tertimpa cangkul terlepas dari pundaknya.

"Astaga! Apa lagi ini. tidaklah berbelas kasihan terhadap ku. Berikan jalan tenang mu walaupun semenit."

Gumannya menggelengkan kepalanya. menatap, memegangi kakinya terluka mengeluarkan cairan merah.meringis menahan rasa sakitnya.

Dia duduk tangan hitam meraih memetik rumput obat liar. biasa di gunakan sebagai luka luar berfungsi menahan berdarahan. meneteskan getahnya pada Luka pada jari kakinya.

"Argh!"

Agus mencoba menahan rasa perihnya sambil meniup niup lukanya.

Agus beranjak berdiri sambil menahan rasa sakitnya. meraih cangkul mencangkul sisa akar sampai dapat,lalu melemparkannya kebelakang.

"dasar akar sialan, menjauh dariku."

Mengibaskan tangannya, akar melayang di udara dan jatuh ke gubangan sawah penuh air. Air muncrat menimpa seorang wanita super cantik yang kebetulan lewat menaiki sepeda motor. Tubuh wanita itu basah tersiram oleh air itu.

"Sialan siapa melempar itu!" Seru wanita itu dengan nada marah.

Wanita itu mengambil tisu di tasnya, membersihkan tubuhnya menatap disekitar. Mencari orang yang sudah membuat basah kuyup.

"uekk! uekk!" 

wanita itu merasa mual karena mencium aroma busuk dari air yang mengguyurnya.

Agus mendengar perkataan orang dari belakang, dia bergegas menghampiri dan mengucapkan kata maaf pada wanita itu  yang lagi membersihkan wajah dan kepalanya.

" maaf mba! Aku tidak sengaja.aku tidak tahu ada mba!"

Wanita itu menatap orang yang membuat dirinya bermandikan air gubangan sawah.dia tertegun sejenak dan wajah cantiknya seketika berubah menjadi sangat masam. setelah tahu orang yang membuat nya Bermandi air kubangan sawah adalah pria yang dia benci dan hina. lalu berkata dengan nada penuh kemarahan.

"Kamu! dasar sampah jorok.berani sekali kamu. Dasar sampah miskin!!"

"Rasakan ini."

Wanita cantik mengayunkan tangannya, menampar pria di depannya dengan raut wajah muramnya

Agus mengangkat tangannya, menangkap tangan putih wanita cantik. Terlihat kerutkan dahinya, mendengar perkataan wanita itu, penuh dengan kata penghinaan .

Wanita itu adalah teman reuni SMP nya. namun  wanita itu tidak berteman baik dengannya. wanita itu mungkin sudah lupa bahwa dia adalah teman sekelasnya.

"Lepaskan!"

Wanita cantik mengibaskan tangannya mencoba lepas genggaman tangan pria didepannya.

"Maaf."

Agus membalikan badannya pergi meninggalkan wanita itu. Kembali mengambil cangkul.

"hey orang miskin, kamu mau pergi kemana? minta maaf dulu baru boleh pergi."

"aku mau kemana bukan urusanmu.aku tadi sudah melakukan itu. Kamu wanita aneh dan sombong."  jawabnya sambil mengibaskan tangannya kearah belakang terus melangkah pergi kembali untuk mengambil cangkulnya.

"Dasar orang miskin! semoga saja di sambar petir, agar tahu Rasa." Ucap wanita itu penuh kebencian menatap suram punggung pria semakin menjauh.

"Tidak bakalan. seharusnya kamu yang harus waspada."

Jawab Agus terus melangkah pergi.

"bodo amat, aku tidak takut."

Wanita itu lalu pergi dengan perasaan kesalnya, menaiki sepeda motornya.dia tidak menganggap serius peringatan dan perkataan dari orang itu.dia menganggap perkataan orang itu hanya untuk menakutinya saja.

Namun, tidak jauh melajukan motornya,petir di sertai kilat terjadi.

"Duar!!"

Petir menyambar Pohan besar di samping wanita itu terdengar keras. Hingga menciptakan api dan hancur.

"Ahh!!"

Jerit wanita itu terkejut dan terjatuh dari motornya dan meringkuk ketakutan.

Agus mendengar jeritan itu, bergegas membalikkan badannya, berlari menghampirinya.

"Hay mba, kamu tidak kenapa-kenapa?" Ucapnya menatap tubuh wanita itu yang meringkuk, menggigil ketakutan.

Dan matanya menatap terkejut pohon besar di dekatnya hancur di sambar petir.

"iya mba, ikut denganku, biar aku antar pulang."

Agus mendirikan wanita dan mendudukkan ke jok motor. Dirinya naik, kedua tangan wanita itu mendekap tanpa sadar, karena ketakutan. Motor melaju meninggalkan daerah persawahan menuju ke rumah wanita itu.

Namun, sebelum sampai di rumah wanita itu, wanita itu membuka matanya.dia terkejut, matanya membulat menatap orang yang ada di depannya.

"Dasar bajingan, apa yang kamu lakukan. merani sekali sampah seperti mu menyentuhku!"

Wanita itu mendorong tubuh orang di depannya dengan kuat.

Agus menghentikan laju motornya dan turun meringis kesakitan karena terbentur kepala motor.

"dasar pria brengsek, baj*ngan . berani menyentuh tubuhku!!." umpat wanita itu lagi menatap dengan tatapan sangat suram.

"Dasar wanita aneh, mengapa kamu marah? Lihat dirimu, menyesal menolong mu. Tadi aku biarkan disana mati ketakutan." jawab Agus melangkah pergi membawa cangkulnya.

Kemarahan wanita itu berlahan berkurang , mendengar perkataan orang itu.dia merenung mencoba mengingat apa yang terjadi kepada dirinya.

Tak lama,dia mengingat semua apa yang terjadi.Bahwa dirinya ketakutan karena Sambaran petir itu.

Rasa takut wanita itu kembali melanda hati kecil merahnya.dia melihat keatas langit terlihat awan hitam semakin pekat terdengar sambaran petir terus terdengar.

"Tenang saja, kamu sudah aman di sini, jauh daerah petir menyambar." Ucap Agus terus melangkah.

"Haish!"

Wanita itu, menghela nafas lega.mendengar perkataan orang yang bersamanya.dia menatap punggung orang itu dengan rasa campur aduk diantara rasa marah, bersyukur,dan rasa bersalah karena selalu menghinanya. Namun tetap lebih dominan rasa jijiknya.

"Dasar pria miskin, bau, jelek dan hitam. Aku sangat jijik."ucapnya terlihat menampakkan gestur jijik teringat dirimu memeluk dan di sentuh olehnya.

Melanjutkan perjalanan dengan rasa trauma kejadian itu.

"terserah katamu, mba. Aku tidak peduli." Ucap Agus terus melangkah pergi.

Wanita itu bernama Ningsih amanda, anak orang paling kaya di Desa Kalimati. usianya tahun ini menginjak 25 tahun.dia adalah primadona desa sekaligus primadona kampusnya yang terkenal kesombongannya.

dia berkuliah di kota, dia disini untuk berlibur dan menemui kedua orang tuanya yang masih tinggal di desa.

Singkat waktu, agus sampai di rumah sederhananya yang terbuat dari susunan kerangka bambu dan Di lapisan anyaman dari bambu.

Rumah itu adalah peninggalan neneknya sejak di Campakan oleh kedua orang tuanya dan semua saudaranya.

Dia masuk menaruh peralatan cangkul ditepi rumah dan bergegas masuk ,mandi.setelah mandi, Dia mengambil ikan hasil memancing kemarin di dalam kulkas kecil lusuhnya.

Kulkas alat elektronik sangat berharga lainnya selain Televisi tabung ukuran 14 inc.

namun,saat sedang membelah perut ikan, pisaunya mengenai sesuatu yang keras ada didalam perut ikan.

"Benda apa itu?"

Agus mengambil benda berbentuk bulat berwarna bening transparan bersinar samar dari dalam perut ikan. bergambar seekor ular melingkar.

Dia memperhatikan benda itu cukup lama setelah di cuci bersih. namun dia tidak mengetahu benda apa itu. Karena tidak ada sejarah tercatat di buku sejarah, maupun dunia modern.

"Sudahlah simpan saja dulu. nanti aku cari tahu benda apa ini".

Dia menaruh di bandul kalungnga karena ukuran pas. Namun benda itu berubah cahaya keemasan dan masuk kedalam tubuhnya tanpa pengetahuan Agus.

Tubuh Agus bersinar samar mengubah semua tubuh Agus,tanpa Agus sadar.

Dia melanjutkan membersihkan isi perut ikan, setelah itu ditaruh di bara api yang sudah dia buat.

Tak lama aroma khas ikan bakar tercium ,itu tandanya ikan sudah matang.

Agus mengakat menaruh atas piring terbuat dari seng .dan dia taburkan ikan bakar itu dengan bumbu kecap manis, irisan cabe, tomat dan bawang.

"akhirnya jadi juga ikan bakarnya."

Agus membawa ikan bakar itu tempat makan untuk segera menyantapnya dengan nasi hangat dan seteko air putih.

"hem..

"mantap juga ikan bakar buatan Chef orang miskin ini." gugamnya memuji dirinya sendiri, sambil menikmati lezatnya ikan bakar buatannya.

Suap demi suap makanan masuk ke rongga mulutnya ,akhirnya suapan terakhir sudah selesai dikunyah dan masuk kedalam perut ratanya.

"eee!"

Agus bersendawa sambil mengelus elus perutnya yang merasa kenyang.

Dia membereskan peralatan makannya,dan bergegas pergi ke halaman belakang.dia duduk dikursi terbuat dari bambu made in Kalimati.

"krekekk!!" bunyi renyah kursi yang diduduki.

"eh iya tadi ,aku dapat benda aneh. tapi, aku lupa tempat menyimpannya."

Agus memeriksa disemua saku celana,baju.tapi tidak dapat menemukan benda yang dia cari.

"dimana benda itu berada??"

Dia lupa menaruh benda itu di bandul kalungnya. Sambil kembali duduk, mencoba mengingat dimana dia menyimpan benda itu.

"aku ingat, aku taruh..."

Perkataannya terhenti, karena tidak melihat benda itu yang ada di bandul kalungnya.

"apa yang terjadi,dimana perginya benda itu?"

Lanjut membaca
Lanjut membaca