Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
HE'S BACK

HE'S BACK

Angdan | Bersambung
Jumlah kata
47.7K
Popular
154
Subscribe
49
Novel / HE'S BACK
HE'S BACK

HE'S BACK

Angdan| Bersambung
Jumlah Kata
47.7K
Popular
154
Subscribe
49
Sinopsis
18+PerkotaanAksiKonglomeratMiliarderBalas Dendam
Samuel Orlando Atmajaya merupakan anak sulung dari keluarga Atmajaya yang masuk penjara karena dituduh dan difitnah telah membunuh adik kandungnya bernama Freya Atmajaya. Lima belas tahun lama tahanan dan setelah bebas, ia keluar tanpa ada yang menyambut dan pergi keluar kota untuk mendapatkan pekerjaan. Namun, setelah ia bebas malah menikahi seorang wanita bernama Natasha Olive Nuri karena sedang mengandung dan didesak oleh keluarga Natasha demi melindungi nama baiknya. Pernikahan hanya bertahan lima tahun karena diselingkuhi dan membalas dendam setelah bertemu dengan pengawal dan tangan kanannya lalu pulang ke rumah untuk memenuhi permintaan terakhir ayahnya.
1. Pria Masa Lalu dan Jam Tangan

“Astaga, kenapa mobil kesayanganku kotor begini?!”

Teriakan seorang wanita yang melengking membuat seorang pria bertubuh atletis dengan rahang yang tegas, wajah rupawan berlari keluar dari gudang sambil membawa lap kain dan peralatan mobil.

“Ada apa?” tanya pria bertubuh atletis nada santai.

“Kamu tidak menutup mobil kesayanganku yang berwarna merah muda ini semalaman?” pekik wanita berpakaian jas hitam, rok pendek berwarna biru gelap dan setelan atas berwarna biru gelap sambil melotot.

“Ma—”

“Jangan kebiasaan bilang maaf kamu! kamu sudah tahu kalau mobil itu mobil kesayangan dia?! Kamu tahu harga mobil itu berapa?” sambar pria tua dari arah dalam rumah yang hendak siap bekerja.

“Saya sudah menutupnya semalaman dan tadi pagi ketika saya buka penutup mobil tidak ada apa-apa, Natasha,” ucap pria itu nada tegas.

“Halah, jangan bohong kamu!” pekik Natasha.

“Saya tidak bohong.”

Tangan mungil mendarat di pipi pria berwajah rupawan dengan sangat keras hingga membuat pria tua yang merupakan ayah dari Natasha terkejut, tetapi tersenyum bahagia saat melihat pipi pria itu.

“Dasar menantu gak guna! Udah gak punya apa-apa, mengotor-ngotori mobil kesayangan anakku dan membuat semua orang di rumah ini naik darah. Kamu bisa apa coba, Samuel? Hah?!” hardik Eldon sambil mendorong kening Samuel menggunakan jari telunjuk dengan keras.

“Udahlah, semua ini karena Ayah, Ayah yang memaksaku untuk menikah dengannya dan memberikan pekerjaan kepadanya, padahal ayah tahu kalau dia adalah mantan narapidana!” balas Natasha nada tinggi lalu pergi dari hadapan Samuel.

“Ayah menikahkanmu dengannya untuk melindungi kamu dan keluarga kita karena calon suamimu, Erland Floyd tidak bertanggung jawab atas kehamilanmu dan dia malah pergi keluar negeri dengan alasan tugas dadakan dari orang tuanya!” balas Eldon nada tinggi sampai urat leher terlihat.

“Saya antar kamu ke kantor,” ucap Samuel pelan.

“Tidak perlu. Semua orang di kantorku mengejekku kalau kamu mengantarku ke kantor karena kebanyakan dari mereka tahu bahwa kamu adalah mantan narapidana!” Natasha menolak perkataan Samuel dengan keras.

“Tapi, kamu baru saja sembuh dari sakitmu dan kamu juga tidak diperbolehkan untuk mengenakan sepatu hak tinggi selama enam bulan pasca operasi pengambilan gips,” balas Samuel sembari mengikuti langkah Natasha menuju pagar untuk mencegah taksi.

“Jangan sok peduli denganku. Aku tidak butuh belas kasihan dari kamu dan jangan harap bahwa aku mencintaimu!” balas Natasha sarkas sambil melotot dan mendorong tubuh kekarnya secara keras.

Samuel membisu dengan pandangan yang mengarah ke Natasha sebagai istri kontraknya sambil mengepalkan tangannya dengan erat.

Ia masih ingat dengan kejadian 5 tahun yang lalu saat menolong nyawanya lalu seminggu kemudian diminta untuk menikahinya oleh ayah mertuanya karena Natasha sedang mengandung.

Samuel menerima pernikahan itu karena desakan ayah mertuanya yang mengancam dirinya sebagai pelaku atas kecelakaan yang menimpa anak perempuannya.

Sikap baik Samuel disalahgunakan oleh ayah mertuanya yang bernama Eldon Frank untuk menyelamatkan anak perempuannya dan demi melindungi nama baik keluarganya agar terhindar dari hal buruk sambil memohon dan memberikan uang sejumlah ratusan juta rupiah sebagai hadiah untuk menikahi Natasha, tetapi ia menolaknya dengan keras.

Samuel berusaha membangun bahtera rumah tangga yang manis dan hangat, tetapi selalu dihancurkan berkali-kali oleh sikap dan bahasanya sampai mengikis perasaan sayang kepada istrinya.

Samuel menunggu Natasha sampai mendapatkan taksi, tetapi sebuah mobil listrik berwarna hitam dengan desain yang gagah berhenti di depan rumah. Hitungan detik, kaca mobil dibuka dan menampakkan seorang pria berambut klimis berwarna hitam berkacamata sedang tersenyum kepadanya.

“Erland!” pekik Natasha riang sampai senyuman lebar yang menampakkan barisan giginya hadir di bibirnya.

“Selamat pagi, bidadariku,” sapa Erland lembut sambil mencubit dagu Natasha.

Samuel reflek menampis tangan kekarnya yang menyentuh dagu istrinya. “Jangan menyentuhnya!”

Erland terkekeh. “Siapa kamu melarang aku memegang calon istriku?” tanya Erland dengan bibir tersenyum miring.

“Kamu tidak perlu tahu dia. Dia hanya supirku!” balas Natasha secepat kilat sambil tertawa takut ketahuan.

“Saya suaminya dan jika kamu melihat berita di televisi maka berita itu benar,” jawab Samuel datar sambil menatap tajam ke arah Erland.

“Oh, tapi aku mengabaikannya karena kamu hanya pelampiasan dia dan pasti belum menyentuhnya!” balas Erland mengejek.

“Sayang, boleh tolong antar ke kantorku?” pinta Natasha nada manja.

“Boleh, dong.”

Natasha pergi ke kantor bersama Erland. Samuel mengepalkan tangannya dengan erat dan masih berdiri di depan pagar sembari pandangan tidak terlepas dari mobil listrik berwarna hitam.

“Kenapa kamu mengepalkan tangan dengan erat? Kamu mau membalasnya?” tanya Eldon nada meremehkan.

“Apakah Ayah tahu kalau dia kembali ke negeri dan kota ini?” tanya Samuel datar.

“Kenapa memangnya kalau tahu? Kamu mau melarangku untuk memberitahu Natasha bahwa kekasihnya sudah datang?” cecar Eldon nada meremehkan sambil terkekeh.

Samuel membisu dan mematung setelah dilontarkan pertanyaan seperti itu sambil menahan diri.

Semua orang yang ada di rumah mertuanya tidak ada yang menyukainya, meskipun ia sudah mengorbankan banyak hal.

Samuel hendak menuju kamarnya di lantai dua, tiba-tiba ibu mertua bernama Claire Erika Frank berteriak memanggilnya dengan nada tinggi dan membuatnya menghampirinya ke arah garasi.

“Samuel Otto!”

“Ada apa, Bu?”

“Kenapa ban mobil saya bocor? Kamu tidak memeriksanya?” tukas Claire nada tinggi.

“Kenapa bisa bocor, Bu? Saya sudah memeriksannya dan semuanya baik-baik saja tadi pagi,” tanya Samuel santai.

“Saya tidak tahu makanya saya tanya kamu karena kamu bekerja di sini sebagai supir dan yang mengurus bagian garasi!”

“Saya antar pakai mobil punya Mas Albert, Bu,” ucap Samuel nada sopan.

“Tidak perlu. Saya mau ke arisan ibu-ibu dan sudah telat! Kamu benerin mobil saya!”

Claire pergi dari hadapan Samuel dengan wajah yang cemberut. Samuel membersihkan mobil Natasha terlebih dahulu lalu melanjutkan tugasnya sebagai supir pribadi keluarga Frank.

Tugas Samuel tidak hanya mengemudi, melainkan membersihkan dan memperbaiki hal apa pun yang berhubungan dengan mobil. Bahkan, ia juga menerima upah dari ayah mertuanya setiap bulan.

Setelah semua pekerjaannya selesai, ia kembali ke kamarnya untuk merapikan kasur. Saat Samuel membersihkan kamarnya, sebuah jam tangan pria terjatuh dari jas abu-abu milik Natasha.

Jam tangan yang bisa digunakan untuk sehari-hari dan olahraga berwarna hitam seperti tidak asing baginya dan pernah melihatnya saat menjemput Natasha di kantor lima hari yang lalu.

Ingatan Samuel tajam sehingga bisa mengingat pemilik jam tangan itu. Pemilik jam tangan pria adalah seorang pria yang terlihat seperti seumuran dengannya dengan identitas di jasnya sebagai manajer keuangan.

“Apakah jam tangan ini milik pria itu? Pria yang bernama Taufan Maulana?” tanya Samuel bingung.

Lanjut membaca
Lanjut membaca