Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
PEDANG SANGGA BUANA

PEDANG SANGGA BUANA

Arie chuexs | Bersambung
Jumlah kata
59.5K
Popular
100
Subscribe
43
Novel / PEDANG SANGGA BUANA
PEDANG SANGGA BUANA

PEDANG SANGGA BUANA

Arie chuexs| Bersambung
Jumlah Kata
59.5K
Popular
100
Subscribe
43
Sinopsis
FantasiFantasi TimurPedangPertualanganKekuatan Super
Pemuda yatim piatu, yang di gembleng sang kakek menjadi seorang pendekar. Dia bertekad memberantas keangkara murkaan yang ada di muka bumi. walau rintangan silih datang berganti dengan taruhan nyawanya sendiri. mempunyai sifat rendah diri, sopan dan bertekad baja
Puncak Gunung Gede

Awal kisah, di ceritakan di sebuah puncak gunung, yang bernama gunung gede. Ada sebuah gubuk sederhana, di depan gubuk itu terhampar pelataran yang lumayan luas, dengan di kelilingi pepohonan besar yang sudah berusia ratusan tahun. Terdengar suara teriakan dari seorang pemuda yang sedang berlatih Kanuragan.

...hyaat....

...hyaat....

Pemuda yang di perkirakan baru menginjak 17 belas tahun itu sedang asyik memperagakan jurus - jurus silatnya. Sesekali terdengar teriakan seorang kakek yang memberinya intruksi, yang sedang duduk di atas sebuah batu besar tak jauh dari tempat pemuda itu berlatih.

' jurus monyet melempar buah,....!!

Setelah teriakan itu, si pemuda langsung mempraktekan jurus yang di perintahkan sang kakek. Denga luwes dia memperagakan jurus itu, pertanda dia sudah menguasainya.

...hap...

...hyaat..

' jurus bajing loncat.......!!!

....hyaat...

....hap....

....tap....

....tap....

Pemuda itu, berloncatan ke sana - kemari, lalu dia melesat dan melenting ke atas pohon, lalu berloncatan dari satu pohon ke pohon lain.

...tap...

...tap...

...jleg...

Dan pemuda itu sudah kembali berdiri di atas tanah dengan tegap.

Sementara sang kakek yang sedang duduk di atas batu tersenyum sambil mengelus jenggot putihnya yang panjang sedada. Lalu kembali berteriak.

' gunakan jurus tendangan sapu jagat ke arah pohon sebelah kananmu. Pergunakan 25 persen tenaga dalam mu......!!!

Lalu pemuda itu memasang kuda - kudanya lalu.

...wus...

Dia melesat dengan kecepatan di luar nalar dengan tendangan lurusnya, layaknya sebuah anak panah melesat terlepas dari busurnya, dengan kaki kanan kedepan ke arah pohon yang berjarak tiga puluh langkah di sebelah kanannya. Dan.

...Blar...

...kreek....

...brug...

Pohon yang terkena tendangannya seketika roboh, seperti terkena hantaman Beratus ratus kilo beban. Setelah menendang pohon itu menggunakan jurusnya dia kemabli melenting ke belakang dan.

...jleg...

Pemuda itu sudah berdiri dengan tegap.

' sekarang tahan serangan ini menggunakan benteng karang putih.......!!

Setelah berkata, kakek itu mengibaskan tangan kirinya,

karena tangan kanannya sedang memegang cangkir kopi.

...wus...

Dari kibasan tangan si kakek, melesatlah serangkangkum angin dahsyat dan panas melesat ke arah pemuda itu yang sedang berdiri.

Lalu pemuda itu menyilangkan kedua tangannya di depan sambil menghentakan kaki kanannya ke tanah dan.

...Blar...

Suara ledakan di area itu terdengar sangat keras memekakan telinga siapapun pun yang mendengarnya. Asap dan debu mengepul menghalangi pemandangan di sekitar itu, setelah asap dan debu menghilang tertiup angin, terlihatlah sosok pemuda itu masih berdiri kokoh tanpa bergeser sejengkalpun.

Sementara si kakek terkekeh melihat itu lalu, satu kedipan mata dia sudah menghilang dari tempatnya dan.

...pletak...

...wadaw...

Pemuda itu menjerit sambil memegangi kepalanya yang di getok memakai ranting, tapi terasa seperti di getok memakai besi, lalu dia berkata.

' lho ko kakek malah menjitak kepalaku.,....???

' dasar pemuda gemblung, kalau aku jadi lawanmu. Masa mau menyerang harus permisi dulu sama kamu......goblok.

Pemuda yang di marahi sang kakek lalu terkekeh, sambil mengusap - usap kepalanya tadi kena getok. Lalu kembali berkata.

' kan ini hanya latihan saja kek.....???

' Latihan gundulmu, walau latihan fokus dan konsentrasi tetap harus di jaga, insting akan serangan lawan harus di pertajam.....

Ucap kakek itu sambil melayang kan kembali rantingnya ke arah tubuh pemuda itu.

...wut..

Tapi dengan gerakan jurus monyet menggapai buah dia melenting ke udara sambil bersalto menghindari sabetan ranting yang di arahkan kepadanya.

...jleg...

Pemuda itu sudah mendarat sepuluh langkah dari tempat tadi dia berpijak. Kakek itu terkekeh melihat itu,  lalu kembali dia melesat kearah pemuda itu dengan melesatkan rantingnya secara membabi buta,

...wus...

...shut..

...wut...

Sekilas serangannya yang lancarkan kakek itu acak - acakan, tapi kalau di perhatikan secara seksama, lesatan rantingnya itu mengarah ke titik - titik vital urat besar yang ada di tubuh pemuda itu, melihat itu si pemuda bergumam sambil menghindari lesatan - lesatan ranting yang mengarah kepadanya dengan menggunakan jurus monyet mabuk kecubung.

...hyaat..

...tap...

...tap...

' Waduh ni kakek peot mengincar titik vital tubuhku, kalau terkena bisa berabe......

Sambil menyerang pemuda itu sang kakek mendengus mendengar gumaman pemuda itu, lalu sambil terus menyerang dia berkata.

' dasar cucu gemblung, malah menyebutku kakek peot, ni rasakan jurus tongkat pemukul lalat......

Sang kakek mempercepat lesatan tongkatnya ke arah pemuda itu, dan si pemuda pun kelabakan di serang bertubi - tubi tanpa jeda itu, lalu dia mempercepat gerakannya dengan mengalirkan energinya keseluruh tubuhnya untuk mengimbangi kecepatan sang kakek.

...wut...

...wut...

...hap...

...hap...

Lalu dia berbalik menyerang si kakek, dengan jurus monyet meremas dage. Tangannya dengan cepat hendak mengarah ke selangkangan si kakek, tapi ranting yang di pegang si kakek dengan cepat menangkisnya.

...Blar...

Terdengar ledakan kecil paska ranting beradu dengan pergelangan tangan si pemuda, lalu si kakek meloncat ke belakang.

...hap..

...jleg...

Matanya melotok kearah pemuda itu lalu berkata.

' kurang ajar dasar pemuda gemblung, telor perkututku mau di remas segala, kalau pecah bagaimana......???

' hehehe........kalau pecah ganti saja dengan telur unta, kek.

' memangnya unta bertelur hah...... Dasar gelo ( gelo sama artinya dengan. gila )

' Di marahi oleh si kakek pemuda itu malah tertawa terpingkal - pingkal sambil memegangi perutnya yang mengeras. Lalu kembali berkata.

' Suruh siapa kakek menyerangku ke titik vital tubuhku...

Sambil menggelengkan kepala kakek itu kembali berkata.

' dasar gelo, masa lawanmu nanti akan menyerang ke titik yang tidak mematikan sambil hanya menempelkan senjatanya saja....

Ucap kakek itu sambil mempraktekan ranting yang di pegangnya di lesatkan dengan lembut. Melihat itu si pemuda tertawanya semakin menjadi - jadi sambil terus memegangi perutnya yang semakin mengeras karena kebanyakan tertawa. Lalu si kakek berkata.

' Sudah sana istirahat latihannya besok lagi, sekarang Carikan kayu bakar sekalian berburu untuk makan malam ini......!!!

' Assiap kek ........

Ucap pemuda itu, lalu dia pun melesat ke arah hutan untuk mencari kayu bakar dan berburu.

...wus...

Dalam sekejap tubuhnya sudah menghilang dari tempat itu. Sementara si kakek hanya tersenyum melihatnya, dan dia pun bergumam.

' pemuda yang cerdas, dengan cepat bisa menguasai semua jurus yang aku ajarkan padanya. Dan sebentar lagi waktunya untuk kita berpisah, kau harus berkelana untuk mendarma baktikan kemampuanmu, menolong orang - orang yang tertindas dan teraniaya.

Setelah bergumam, kakek itupun berjalan menuju gubuk sederhananya dengan santai. Kemudian kakek masuk kedalam gubuk yang memang gubuknya masing panggung. Dia masuk ke dapur dan menyalakan perapian untuk memasak air panas untuk menyeduh teh kesukaannya. Dia melihat ke atas perapian terlihat kayu bakarnya tinggal beberapa batang lagi. Setelah selesai memasak air panas dan menuangkannya ke dalam kendi tanah liat, lalu dia kembali berjalan ke ruangan tengah, sambil menikmati secangkir teh dianjuga sambil menunggu kedatangan pemuda itu. Hari mulai merambat angin mulai bertiup sedikit kencang, maklumlah gubuk si kakek memang berada di atas puncak gunung.

Lanjut membaca
Lanjut membaca