Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
Bumi Tidak Sederhana Yang Aku Bayangkan

Bumi Tidak Sederhana Yang Aku Bayangkan

Bakano Hito | Bersambung
Jumlah kata
96.4K
Popular
1.8K
Subscribe
241
Novel / Bumi Tidak Sederhana Yang Aku Bayangkan
Bumi Tidak Sederhana Yang Aku Bayangkan

Bumi Tidak Sederhana Yang Aku Bayangkan

Bakano Hito| Bersambung
Jumlah Kata
96.4K
Popular
1.8K
Subscribe
241
Sinopsis
18+FantasiIsekaiSihirDungeonBela Diri
Bondan, yang dipanggil ke dunia lain dan pada akhirnya dia dibuang oleh Dewi yang memanggilnya karena bakat yang ia bangkitkan dinilai buruk. Saat pembuangan, ketika Bondan sangat putusasa akan apa yang terjadi pada dirinya setelah itu, dia terbangun di kelasnya, tempat sebelumnya di dipanggil. Benar, Bondan kembali ke bumi. Tapi tidak hanya itu, antarmuka yang ia dapatkan, dan juga bakat yang ia bangkitkan di dunia lain tidak menghilang meskipun dia kembali ke bumi. Bagaimana Bondan akan menjalani hidup dengan kecurangan seperti itu?. Apakah Bondan akan bisa hidup dengan nyaman setelah memiliki kemampuan curang itu?. Tidak ada yang tahu, hanya imajinasi liar penulis yang bisa memberitahu kita tentang itu. Ini adalah kisah Bondan yang dibuang oleh Dewi dari dunia lain, berdasarkan mimpi basah author. Tag: Harem, Dewasa, 21+, Level Up, Monster, Hantu, Dunia lain/Isekai.
Level 1: Dunia lain, Bakat, dan Kesempatan

"Dengan bakat sampah yang kamu miliki, kamu tidak layak untuk menjadi pahlawan, selain sampah, itu juga menjijikan, memiliki bakat Maniak seks, kamu memang orang mesum, bakatmu tidak berguna, pergilah!." Dengan selesainya kalimat itu, seorang wanita yang dipenuhi dengan cahaya ilahi melambaikan tangannya, dan membuang pria itu, tidak, pemuda itu uang memliki bakat Maniak seks, ke dalam retakan ruang, bukan, itu adakah sihir teleportasi.

"Bondan~!." Di antara sekelompok orang itu, ada seorang siswa yang berteriak ke arah pemuda itu, pemuda yang dibuang entah kemana dengan sihir teleportasi oleh Dewi. Tapi berbeda dengan raut wajahnya yang khawatir, pupil matanya tidak berfluktuasi sedikitpun, itu terlihat dia sedang berakting.

Pria muda itu muram, tapi tidak mengatakan apapun, kebencian terpancar dari matanya dengan liar, tidak menahannya sama sekali.

Tapi, orang-orang yang ada di sana tidak peduli, apa yang harus mereka khawatirkan dengan pemuda yang memliki bakat lemah dan menjijikan itu.

Pemuda itu, saat menghilang dari tempat itu, yang terlihat suci dan penuh cahaya mulia, mencoba mengukir dalam-dalam ingatan itu, jika dia memiliki kesempatan, dia pasti akan membalas dendam pada mereka semuanya, orang yang meninggalkan dirinya, dan Dewi yang membuat dia mengalami hal buruk seperti ini.

"Aku pasti akan membalas dendam!." Teriak pemuda itu dengan kuat di dalam hatinya.

...

Kegelapan itu datang, entah berapa lama, sepertinya ada seseorang yang sedang menggoyang tubuhnya, berusaha untuk membangunkan pemuda itu.

"Hei, kamu, bangun, tolong bangun, bangun!." Teriak seseorang, pria tua itu mengenakan seragam sebagai seorang guru.

"Um, hm, ada apa?." Pemuda itu, yang tertidur di mejanya, bergumam tidak jelas, pikirannya masih melayang entah kemana, dan masih belum fokus karena baru bangun dari tidurnya.

"Apa yang terjadi di kelasmu, di mana yang lainnya?." Tanya pria tua itu setelah melihat pemuda itu, tidak, murid itu telah bangun.

"Eh!" Pemuda itu terkejut dengan apa yang ia lihat, tanpa sadar dia langsung berdiri dan membuat kursi ia sebelumnya duduki terjatuh.

Pemuda itu tidak percaya, bahwa ia kembali ke dunia asalnya.

Kemudian pemuda itu melihat ke arah pria tua itu, tidak guru itu.

"Pak kepala sekolah!." Pemuda itu terkejut, dan memanggilnya pria itu dengan gelar miliknya, benar, pria itu adalah kepala sekolah dari pemuda itu.

"Apa yang terjadi, apakah kamu tahu sesuatu, kenapa semua teman sekelas mu tidak ada , dan juga Bu guru Mawar menghilang?." Tidak menunggu pemuda itu untuk tenang, pak kepala sekolah mencecar pemuda itu dengan pertanyaan.

"Tidak, aku tidak tahu, saat kami sedang belajar, tiba-tiba cahaya yang menyilaukan menyinari seluruh kelas dan kemudian saya tidak sadarkan diri, dan saat terbangun adalah saat pak kepala sekolah membangunkan saya." Pemuda itu menggelengkan kepalanya, dan kemudian memberitahukan apa yang ia ketahui.

"Apa?" Terkejut, tapi pak kepala sekolah tidak percaya apa yang dikatakan oleh pemuda itu. Tidak mungkin, orang sebanyak empat puluh orang menghilang begitu saja dengan ditutupi oleh cahaya, tapi apa yang bisa menjelaskan semua ini.

Jika ledakan, kenapa meja dan kursi di kelas tidak hancur, bahkan masih tertata rapi, buku dan tas di meja masih aman di sana.

Orang-orang yang berada di luar kelas juga memiliki sedikit kebingungan di wajah mereka, mereka hanya ingin menonton, dan melihat kesenangan, tapi bukan hal itu yang mereka dapat, namun sebuah misteri yang sulit diungkapkan.

Karena itu adalah kejadian yang luar biasa, pemerintah turun tangan untuk menutupi kejadian itu.

Peristiwa itu menjadi salah satu misteri dan informasi terlarang milik pemerintah.

[Kasus penghilangan massal].

[Kerahasiaan: Tingkat S].

[Pengantar: Satu kelas telah menghilang secara tiba-tiba di kota Z, menurut siswa yang tersisa, sebuah cahaya yang menyilaukan datang dan kemudian dia tidak sadarkan diri, saat ia sadar adalah saat dia dibangunkan oleh kepala sekolah di sekolah itu.]

[Status: Belum terpecahkan]

...

Satu bulan kemudian.

Pemuda itu yang kembali dari dunia lain, melihat ke arah panel status miliknya.

"Sudah satu bulan sejak saat itu, aku belum bisa meningkatkan levelku, masih berada di level satu."

Tanpa daya melihat levelnya yang tidak bergerak sedikitpun.

"Tidak ada monster di dunia ini, jadi tidak mungkin aku meningkatkan level dengan cara biasa, mungkin harus bergantung pada bakatku."

Bondan mengalihkan pandangannya pada bagian yang menulis bakatnya, Maniak seks.

"Tapi di dunia ini tidak ada sesuatu seperti monster, jadi aku sebenarnya tidak memiliki kebutuhan mendesak untuk meningkatkan levelku, juga kekuatanku saat ini lebih kuat daripada sebelumnya setelah pergi ke dunia itu."

Pikir Bondan, tidak ingin berkutat pada peningkatan levelnya lagi.

"Tapi aku tetap harus mencari cara untuk meningkatkan levelku, aku bisa kembali dengan membawa panel status ini, mereka juga mungkin bisa kembali suatu saat nanti, aku harus bersiap."

Bondan pergi meninggalkan sekolah.

Setelah satu bulan, mass itu telah mereda dan tidak ada yang membicarakannya lagi.

Lagipula pemerintah telah turun tangan, dan berita itu tidak menyebar di media sosial.

Setelah menyebar beberapa saat, pemerintah menghapus itu dengan cepat.

Para guru dan murid yang mengetahui hal itu juga telah menandatangani surat perjanjian kerahasiaan tentang masalah itu.

Waktu pulang sekolah anak SMA itu sore, dan hari yang dihabiskan di sekolah begitu melelahkan.

Dari pagi hingga sore terus belajar tanpa henti dengan waktu istirahat yang singkat, tubuh anak SMA akan menjadi lemah.

Karena sore, itu juga akan meningkatkan bahaya pada murid yang pulang sendirian.

Bondan menatapi jalan kota yang sedikit kumuh itu, meskipun mereka berada di kota besar, mereka hanyalah kalangan bawah Adri kota itu, tidak bisa menikmati fasilitas terbaik di kota.

Kesenjangan antara orang miskin dan kaya di kota begitu besar.

"Tolong, siapapun tolong aku!." Pada saat ini, di gang sempit, suara minta tolong terdengar oleh Bondan.

"Ck ck ck, teriak saja sekeras-kerasnya hingga tenggorokanmu kering, tidak akan ada yang menolong mu." Suara laki-laki dengan nada mengejek terdengar, ingin membuat wanita yang meminta tolong itu merasakan keputusasaan.

"Ck, dialog penjahat yang tidak akan bertahan sebanyak satu bab." Bondan berpikir setelah mendengarnya.

Dia tidak langsung menolong, meskipun dia memiliki kekuatan di atas rata-rata orang di dunia ini, tapi di dunia ini memiliki sesuatu yang tidak di miliki oleh dunia lain.

Ya, itu pistol, jika mereka memiliki pistol, kekuatannya tidak akan cukup, dan dia hanya memberikan nyawa saja.

Mengintip dari pintu gang, melihat mereka dengan hati-hati.

Ada tiga pria yang memiliki pakaian yang robek, di beberapa tempat, itu adakah gaya pakaian yang seperti itu, bukan karena mereka tidak punya pakaian yang layak.

Rambut yang dipotong sperti anak punk, dan beberapa rantai tergantung di leher dan pinggang mereka.

"Mereka tidak memiliki pistol, hanya pisau pendek saja." Penglihatan Bondan begitu baik setelah mendapatkan peningkatan ketika dipanggil ke dunia lain.

Lalu dia melihat ke arah wanita yang dipojokkan oleh tiga preman itu.

"Bukankah itu Sasa, ketua kelasku saat ini." Bondan sedikit terkejut dengan hal itu, tapi dia bertindak lebih berhati-hati karena hal itu.

Lanjut membaca
Lanjut membaca