Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
MALAM YANG TIDAK SELESAI

MALAM YANG TIDAK SELESAI

0zyel | Bersambung
Jumlah kata
26.5K
Popular
100
Subscribe
1
Novel / MALAM YANG TIDAK SELESAI
MALAM YANG TIDAK SELESAI

MALAM YANG TIDAK SELESAI

0zyel| Bersambung
Jumlah Kata
26.5K
Popular
100
Subscribe
1
Sinopsis
HorrorHorrorDunia GaibSistemTeknologi
Arya bekerja mengikuti notifikasi. Setiap bunyi berarti bergerak. Setiap malam berarti bertahan. Kota mengenalnya sebagai pengemudi yang tak pernah benar-benar pulang. Suatu dini hari, ia menerima pesanan tanpa nama dan tanpa tujuan. Setelah itu, waktu berhenti di 03:17. Penumpang muncul dan menghilang. Jalan yang sama terasa salah. Dan setiap perjalanan seperti membawa sesuatu yang ikut duduk di belakangnya. Kurang tidur mengaburkan batas antara nyata dan tidak. Tapi Arya mulai curiga: ini bukan sekadar kelelahan. Ada malam yang menolak selesai dan ia mungkin sudah terjebak di dalamnya. Thriller psikologis tentang insomnia, kerja tanpa henti, dan kota yang perlahan memakan penghuninya.
1. Rating 1 Bintang dari Alam Kubur

Arya, 34 tahun, mantan pegawai kontrak yang di-PHK, sekarang jadi driver ojol dengan KPR macet dan insomnia kronis.

---

02:47 — Indekos sempit, satu kamar

Arya duduk di tepi kasur. Matanya sembab, lingkar hitam di bawah mata sudah jadi seperti stempel lembur yang tidak pernah dicabut. Di tangan kanan: HP murahan dengan retak di pojok layar. Di tangan kiri: rokok yang tinggal separuh.

TV mati. Kulkas mati. Lampu kamar mandi mati sejak minggu lalu, dia sudah hafal posisi gayung dan ember.

Notifikasi masuk.

Go-Tik: Order masuk! 500m — Rumah Makan Sederhana → TPU Tanah Kusir. Estimasi: Rp12.000.

Arya menatap layar.

"Satu aja. Satu order terakhir. Terus tidur."

Dia sudah bilang itu delapan kali sejak Magrib.

Tapi insomnia bukan tentang bisa tidur atau enggak. Ini tentang ketakutan aneh: kalau tidur, besok bakal lebih buruk. Dan dia belum siap menghadapi "lebih buruk" versi besok.

Dia pencet Terima.

---

03:01 — Rumah Makan Sederhana (24 jam)

Lampu warung masih nyala. Tapi pembeli? Nihil. Cuma bapak-bapak jaga malam yang duduk sambil scroll TikTok volume keras, suara orang joget memenuhi ruangan kosong.

Arya parkir. Nunggu.

Lima menit.

Order-nya tidak kunjung pick up di sistem. Tapi di layar masih tertulis: Tunggu penumpang di titik jemput.

Dia pencet Chat Customer.

"Pakai fitur Chat untuk menghubungi penumpang"

Dia pencet Call. Hening.

Tiba-tiba pintu belakang terbuka.

Seorang perempuan keluar dari dalam, padahal Arya yakin satu menit lalu dia lihat warung itu kosong. Perempuan itu sekitar 40-an. Pakaian rapi: kebaya putih, bawahan batik. Terlalu rapi untuk jam 3 pagi. Rambut disanggul. Wajah: pucat. Bukan pucat kecapean. Pucat bedak.

Dia naik ke jok belakang tanpa bilang apa-apa.

Arya menoleh. "Bu, ke TPU?"

Perempuan itu mengangguk.

Arya lihat spion. Bayangan? Ada. Ah, mungkin cuma silau lampu warung.

"Berangkat, Mas."

Suaranya datar. Tapi anehnya, Arya merasa suara itu datang dari dalam kepalanya, bukan dari belakang.

---

03:23 — Jalan menuju TPU Tanah Kusir

Motor jalannya biasa aja. Arya coba basa-basi.

"Bu, habis jaga orang sakit?"

Diam.

"Atau mungkin jenguk keluarga?"

Diam. Tiga detik. Lalu:

"Iya."

Arya menunggu kelanjutannya. Enggak ada.

Dia coba lihat spion lagi. Kali ini sadar: perempuan itu tidak berkedip. Dan posisi duduknya terlalu tegak, seperti mayat yang dipasang berdiri.

"Bu, dingin enggak? Mending saya pelan-pelan"

"Enggak usah."

Diam lagi.

Arya fokus ke jalan. Tapi terus kepikiran: ini perempuan naik dari mana? Warung tadi kan cuma satu pintu, dan dia yakin enggak lihat siapa pun masuk.

Di pertigaan lampu merah, dia sengaja menoleh jelas-jelas.

Perempuan itu lihat balik. Matanya hitam semua. Bukan hitam gelap, hitam bolong. Dia melihat seperti lubang.

Arya ingin berhenti. Tapi tangannya seperti kaku.

HP bunyi. Notifikasi:

Order diteruskan ke driver lain, Penumpang mengganti driver?

Arya baca ulang. Loh? Dia kan masih jalan. Dia pencet aplikasi. Order masih aktif. Tapi kok ada notifikasi aneh kayak gini?

Dia putuskan untuk tetap antar.

---

03:47 — Gerbang TPU Tanah Kusir

Motor berhenti tepat di depan pintu masuk. Lampu penerangan makam mati setengah. Yang nyala cuma lampu dari kantor pengelola, jauh di dalam.

"Bu, sudah sampai."

Diam.

Arya menoleh ke belakang.

Kosong.

Dia turun, lihat jok belakang. Enggak ada siapa-siapa. Sandaran jok dingin, tapi bukan dingin angin malam. Dingin kulkas. Arya raba. Basah? Bukan. Tapi lembab. Seperti bekas orang berkeringat dingin.

Dia berdiri bengong.

HP bunyi.

Order selesai. Terima kasih telah menggunakan Go-Tik!

Arya menghela napas. Mungkin dia cuma ngantuk berat. Mungkin halusinasi.

Dia putar motor, pulang.

Di perjalanan, dia baru sadar: sepanjang perjalanan dari warung ke TPU, dia tidak ingat satu pun lampu merah yang dia lewati. Padahal rute itu jalannya biasa macet. Tapi malam ini? Lancar. Terlalu lancar.

---

04:12 — Kembali ke indekos

Arya rebahan. Mati lampu, listrik memang padam dari jam 2 tadi, tapi dia malah bersyukur karena enggak lihat langit-langit.

Dia tidur.

Beneran tidur. Untuk pertama kalinya dalam berminggu-minggu, dia tidur tanpa mimpi.

---

11:23 — Keesokan siangnya

Arya bangun dengan rasa aneh. Bukan segar, tapi seperti abis dimatiin listriknya dan dinyalain lagi. Badan terasa berat, tapi kepala ringan.

Dia ambil HP.

Notifikasi dari Go-Tik:

Rating driver Anda: ★☆☆☆☆ (1 bintang)

Arya mengerjap. Siapa yang kasih rating? Order terakhir tadi malam? Tapi di histori order, tidak ada transaksi jam 3 pagi. Order terakhir tercatat jam 23:47 kemarin, antar nasi goreng ke kosan mahasiswa.

Dia buka detail rating.

Komentar:

"Driver tidak sensitif terhadap kondisi pelanggan meninggal. Tidak menawarkan doa. Tidak bertanya tujuan detail. Pengalaman kurang menyenangkan."

Arya baca ulang. Tiga kali.

"Pelanggan meninggal."

Dia zoom profil pengomentar. Foto: kotak abu-abu. Nama: *Pengguna *********

Dia coba tap. Error: Pengguna tidak ditemukan.

Dari ruang tamu indekos, TV tetangga bunyi, berita pagi:

"kecelakaan beruntun di kawasan TB Simatupang tadi malam. Dua korban meninggal dunia teridentifikasi: Siti Aminah (42) dan"

Arya mematung.

Siti Aminah. 42 tahun. Janda. Pakaian terakhir: kebaya putih dan bawahan batik.

Berita itu lanjut, tapi Arya tidak dengar.

HP-nya bergetar.

Layar Go-Tik berkedip. Muncul tulisan:

Memperbarui sistem...

Selamat datang di GO-MAY: Layanan Transportasi Lintas Alam.

Akun Anda sedang dalam proses verifikasi sebagai mitra dimensi spiritual.

Harap siapkan diri untuk order berikutnya.

Estimasi order masuk: 12 menit lagi.

Arya mencoba logout. Tombol logout tidak merespon.

Ditekan lagi. Layar mati, lalu hidup lagi dengan pesan baru:

"Kak, jangan logout dulu. Nanti susah sinkronisasi datanya. Admin akhirat."

Disusul stiker: senyum ramah dengan lingkaran cahaya di kepala.

Arya duduk di tepi kasur.

Di luar, matahari bersinar cerah. Tapi di dalam kamar, suhu terasa turun drastis.

HP bergetar.

Order masuk!

Penumpang: Arwah gentayangan (perempuan, 30 thn)

Tujuan: Halte bus terdekat "pingin ngerasain naik kendaraan umum lagi."

Catatan: "Jangan tanya saya sudah mati apa belum. Sensitif."

Terima atau tolak?

Arya menatap layar. Jempolnya terangkat, bersiap menolak.

Lalu seluruh badannya mendadak kram. Pinggang seperti ditarik. Tulang belikat seperti dipukul palu.

HP bergetar lagi.

"Kak, terima aja. Nanti kramnya ilang kok. Ini cuma mekanisme adaptasi awal. Admin akhirat."

Stiker berikutnya: karakter perempuan berjilbab pink dengan senyum terlalu lebar.

Arya, dengan badan masih setengah kram, jempol gemetar, menekan TERIMA.

Kram hilang seketika.

Dia berdiri. Meraba badannya sendiri. Masih utuh.

Di luar, suara motor tetangga lewat. Dunia berjalan normal.

Arya mengambil jaket.

"Satu aja," bisiknya. "Satu order terakhir. Terus berhenti."

Tapi di lubuk hati yang paling dalam, dia sudah tahu: tidak akan ada order terakhir.

Aplikasi ini, entah dari mana asalnya, tidak akan melepaskannya.

Dan di dimensi lain, di kantor administratif yang tidak tercatat peta mana pun, CS akhirat bernama Diah (yang meninggal 2021 karena kecelakaan motor) sedang menyusun balasan otomatis:

"Terima kasih telah menyelesaikan order pertama Anda. Perjalanan Anda bersama kami baru saja dimulai. ⭐⭐⭐⭐⭐"

Diah mengirim stiker.

Lalu menambahkan catatan internal:

"Driver ID: ARYA_69. Insomnia kronis, riwayat PHK, hutang 46 juta. Potensi kepatuhan tinggi. Rekomendasi: masukkan jalur cepat birokrasi akhirat."

Dia klik SIMPAN.

Di dunia hidup, Arya baru sampai di motor. Jok belakang masih lembab, bekas penumpang tadi malam.

Atau mungkin memang sudah begitu dari sananya.

---

[Extra]

Saat Arya mau starter motor, tiba-tiba HP bunyi:

"Kak, maaf ganggu. Ini Diah lagi. Saya lupa ngasih tahu: jangan kaget kalau nanti di perjalanan lihat penumpang di spion tapi pas dilihat ke belakang kosong. Itu fitur standar. Bukan error."

"Oh iya, helm cadangan di bawah jok sudah kami sediakan versi astral. Gak perlu diambil, tapi penumpang bisa pakai. Kalau mereka bilang 'helmmu bau', itu cuma bercanda. Atau enggak. Tergantung hantunya."

"Semangat, Kak! Tuhan memberkati perjalanan Anda dan juga arwah yang Anda antar. Amin."

Stiker: animasi tangan mengepal dengan sayap malaikat.

Arya meletakkan HP di dashboard.

Menatap jalan kosong di depannya.

Menarik napas.

"Ini semua cuma mimpi," katanya.

Dari jok belakang, suara perempuan berbisik:

"Bukan, Mas. Ini onboarding."

Arya menoleh cepat.

Kosong.

Tapi di spion, untuk sepersekian detik, dia melihat seorang perempuan berjilbab pink tersenyum, melambai kecil, lalu menghilang.

Motor hampir jatuh.

---

Bersambung…

Lanjut membaca
Lanjut membaca