

Seorang pria berjalan dengan lesu keluar dari kantor tempat ia bekerja karena jam kantor memang sudah selesai, bahkan sejak beberapa jam yang lalu. Namun, karena pekerjaan yang menumpuk, pria itu harus bekerja lembur untuk menyelesaikan tugasnya hari ini dan baru bisa pulang setelah beberapa jam lamanya, setelah jam pulang kantor yang seharusnya.
Pria itu berjalan menuju pintu keluar kantor, tetapi saat akan melewati pintu keluar, dia tiba-tiba merasakan sakit yang sangat parah di area dadanya. Dalam hitungan detik, pandangannya mengabur, dan tubuhnya mulai oleng sebelum jatuh ke lantai dengan keras. Dia merasa bahwa dia akan mati saat itu juga, tetapi saat akan ajalnya, pria itu tiba-tiba teringat semua yang ia lakukan selama ini dalam hidupnya, yang hanya ia habiskan untuk bekerja, bekerja, dan terus bekerja. Tanpa bisa sedikit pun memiliki kesempatan untuk hidup dengan tenang, bahkan untuk membuat dirinya bisa bersenang-senang sehari saja pun ia tak pernah bisa melakukannya.
Sungguh, dia menyesali hidupnya selama ini yang harus berakhir seperti ini karena apa yang selama ini ia lakukan, meski dia tak menyukainya. Andai saja dia diberi kesempatan sekali lagi, dia akan memilih untuk hidup yang lebih menghargai dan menikmati hidupnya agar dia tak perlu menyesal kembali saat harus berakhir seperti saat ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Buka
Cahaya menyilaukan menyeruak masuk ke padangannya yang baru saja terbuka. Wajah seorang wanita menatap ke arahannya dengan penuh kebahagiaan.
'Di mana ini? Apa aku belum mati? Apa aku ada di rumah sakit?' pikirnya, melihat pemandangan ruangan yang asing baginya.
"Ah...! kamu telah sadar kembali tuan muda, syukurlah," suara wanita itu dengan nada senang masuk ke pendengarannya.
"Aku akan memanggil dokter," ujar wanita itu kembali, dan setelahnya, wanita itu pergi keluar dari ruangan.
Dia sendiri masih linglung, memikirkan apa yang terjadi pada dirinya. Tak merespons apa yang dikatakan oleh wanita yang sudah pergi keluar begitu saja meninggalkannya, dia baru saja menyadari apa yang terjadi saat akan bergerak untuk bangun. Betapa kagetnya saat tahu tubuhnya sepertinya telah berubah, melihat pergelangan tangan kecil di hadapannya yang dia yakini benar-benar miliknya setelah menggerakkan tangan kecilnya.
"Hah... apa yang terjadi dengan tanganku?" ujarnya terkejut setelahnya, buru-buru turun dari tempat tidur untuk mencari tahu apa yang terjadi padanya, hingga membuatnya terjatuh ke lantai saat melangkah turun dari tempat tidur karena kurang berhati-hati.
Jatuh.
"Ugh..." rintihnya.
"Tuan muda Aziel telah sadar, anda harus melihatnya sendiri.... ASTAGA TUAN MUDA ANDA TIDAK APA-APA" teriak wanita yang tadi bersamanya dan pergi sebentar untuk memanggil dokter terlihat panik saat melihatnya terjatuh dari tempat tidur. Wanita itu datang bersama dua pria, satu wanita lainnya, dan juga seorang remaja tanggung serta anak kecil yang bersamanya. Dengan buru-buru, mereka datang menghampirinya.
Peluk.
Anak itu tanpa basa-basi langsung memeluknya erat saat melihatnya, sedangkan semua orang dewasa yang ada di sekitar mereka hanya bisa menyaksikan apa yang sedang terjadi di hadapan mereka. Mendapatkan pelukan yang begitu erat dan penuh kekhawatiran membuatnya hanya bisa terdiam menerima pelukan itu.
"Syukurlah..." ujar anak itu yang masih memeluknya erat.
Setelah acara peluk-memeluk yang penuh haru dan kekhawatiran, kini dia telah kembali beristirahat di atas tempat tidurnya. Dia juga kini sudah tahu apa yang sedang terjadi padanya saat ini. Dia memang telah mati sebelumnya karena serangan jantung, dan entah bagaimana kini terlahir kembali dan memasuki tubuh seorang karakter sampingan yang hanya muncul dalam beberapa kalimat saja dari sebuah novel fantasi yang selama ini menjadi novel favoritnya. Novel yang selalu menemaninya saat dia sedang merasa stres karena pekerjaannya atau pun sedang merasa bosan; hanya novel ini saja yang paling bisa menghiburnya karena ceritanya yang menurutnya menarik, di mana tokoh utamanya merupakan seorang pehlawan dengan segala macam rintangan yang harus ia hadapi untuk mencapai tujuannya yang begitu tinggi dan benar-benar berakhir sebagai seorang pahlawan yang sangat dihormati bangsanya. Di akhir cerita, sang pahlawan juga telah di ingatkan menjadi raja, pemimpin yang sangat di hormati, dicintai dan dibanggakan oleh semua orang setelah semua penghinaan yang dia terima sebelumnya. Raja yang membawa perdamaian ke negeri yang dipimpinnya. Itulah inti dari novel "Perjalanan Pahlawan yang Terasingkan," novel yang saat ini dia masuki dan di sini dia bukan merasuki tubuh sang tokoh utama atau tokoh penting lainnya, tetapi hanya merasuki tubuh seorang tokoh figuran yang hanya muncul beberapa kali saja keluar itupun hanya di cerita flasback, di mana dia seharusnya saat ini sudah mati karena terbunuh oleh kakak tertuanya sendiri, yang menjadikan hal itu salah satu kejadian yang memicu seorang anak yang nantinya akan menjadi sang bos penjahat terakhir di novel ini.
Entah bagaimana ini bisa terjadi, tokoh figuran yang seharusnya tewas kini masih hidup karena dirinya yang merasuki tubuh tokoh figura.
Memang, setelah dia ingat-ingat kembali sebelum kematiannya di kehidupannya sebelumnya, jika dia memiliki kesempatan untuk hidup kembali, dia akan memilih untuk membuat hidupnya lebih bahagia. Dia tak ingin berakhir seperti di kehidupannya sebelumnya yang tak bisa menikmati hidupnya karena saat itu yang dia pikirkan hanya bekerja, bekerja, dan bekerja saja. Dia tak ingin menjalani kehidupan seperti itu lagi; dia ingin memiliki hidup yang bebas dan bisa melakukan apa saja yang dia inginkan. Jadi, jika dia ingin hidupnya panjang dan bisa melakukan apa pun yang diinginkan untuk kehidupannya yang baru saya ini maka dia harus merubah jalan cerita novel ini.
Bagaimanapun, dia sudah berhasil selamat dari kematian pertamanya yang harusnya terjadi pada karakter ini. tapi dia berhasil selamat entah bagaimana caranya dia juga tak mengerti tapi dia tak akan perna lagi menyia-nyiakan hidupnya seperti dulu, dia tidak mau lagi berakhir mati kembali di bawah alat penggal di kehidupan yang saat ini.
'Apapun yang terjadi aku harus merubah kalian cerita novel ini, karna percuma saja jika aku hidup kembali di sini jika pada akhirnya aku nantinya hanya berakhir di tiang gantung ataupun alat penggal' batin Aziel.
Dia berjalan ke arah cermin yang berada di kamarnya, melihat dirinya yang saat ini telah menjadi karakter NPC yang seharusnya telah tewas dari awal cerita.
"Anak ini ternyata memiliki wajah yang sangat tampan, benar-benar layak menjadi keturunan keluarga Duke Vincent yang memang sejak awal cerita sudah terkenal akan paras mereka yang begitu menawan di setiap garis keturunannya," kata Haru yang memandang Aziel, tubuh anak yang dia rasuki.
Aziel memang memiliki wajah yang sangat tampan, berkulit putih, mata besar berwarna biru layaknya lautan, rambut hitam yang indah dan halus, serta pipi chubby yang begitu mengemaskan, yang membuatnya merasa gemas sendiri dengan tubuhnya saat ini. Benar-benar ciri khas keluarga Vincent, tentu saja, selain matanya itu yang membedakan dengan Vincent lainnya. Karena Vincent lainnya seharusnya memiliki bola mata berwarna hitam pekat seperti milik Shene, dan karena hal itulah Aziel sejak kecil sering diabaikan oleh anggota keluarga Vincent lainnya; mereka berpikir jika Aziel tak layak dan menganggap jika Aziel bukanlah anggota keluarga Vincent karna perbedaan itu, meski keluarga utamanya, seperti ayah, ibu, serta kakak-kakaknya, tak pernah mempermasalahkan hal itu.
Tapi meski begitu, karena tindakan anggota keluarga lainnya yang selalu mengabaikannya dan tak menganggap keberadaannya, hal itu membuat Aziel menjadi anak yang pendiam, penyendiri, dan begitu kesepian di masa lalunya. Hal ini dia ketahui setelah dia mendapatkan ingatan dari pemilik asli tubuh ini, karena di novel pun tidak dijelaskan dengan detail siapa Aziel ini, karena memang hanya karakter sampingan saja yang hanya muncul sekali.
Setelah lama mengamati dirinya sendiri di cermin, dia pun kembali ke tempat tidurnya untuk beristirahat dan memulihkan energinya.
"Apapun yang terjadi aku harus menyelamatkan keluarga ini" kata Aziel sambil berbaring di tempat tidurnya.
tbc