

Aku adalah seorang pemuda biasa namaku Brian hidup dengan tenang bersama dengan 5 anggota keluarga lainnya ayah, ibu, adik, kakek dan nenek ku walaupun aku masih punya bibi dan paman tapi mereka sudah beda rumah dan tinggal ditempat lain, saat ini aku baru berumur 18 tahun kelas 3 SMA walaupun disekolah aku hanya siswa biasa tetapi ketika dirumah aku harus selalu berlatih silat dengan kakek ku dia pemilik perguruan silat didaerah tempatku tinggal, karena kakek ku ingin aku meneruskan dan mewarisi gaya silat yang dimilikinya namun kakek ku juga tidak memaksa aku harus menjadi pemilik perguruannya itu, karena kakek mengatakan itu akupun mau berlatih langsung dibawah bimbingannya dari umurku 9 tahun sampai sekarang dan pada saat ini aku sudah mempelajari semua jurus dan gaya silat milik kakek ku, setelah mempelari semua itu aku di suruh kakek untuk memodifikasi atau membuat jurus andalanku sendiri, karena itulah sampai sekarang aku masih berlatih silat untuk menemukan jurus silat ku sendiri, tetapi karena di dunia ini damai sehingga aku tidak mempunyai cukup pengalaman bertarung dan hanya dapat pengalaman cuman dari latih tanding dengan kakek ku dan ikut turnamen itu masih belum cukup untukku buat dapat membuat gerakan atau jurusku sendiri.
Hingga terjadilah suatu peristiwa yang menyebabkan kematianku, yaitu pada saat malam hari sepulang dari tempat nongkrong bareng dengan teman sekolah aku dan teman ku dihadang oleh sekelompok begal bersenjata pisau dan celurit, temanku panik dan aku suruh dia buat kabur dan aku sendiri yang akan menahan para begal itu
"Hei Nis cepat lari biar aku yang menahannya mungkin setelah kamu berhasil kabur aku akan menyusulmu mungkin" kataku sambil berbisik kepadanya(Btw temanku ini cewek namanya nissa).
"Tapi ian kamu cuman sendiri dan mereka berempat apalagi mereka juga bersenjata, emangnya kamu bisa menahan mereka berempat" kata dia sambil matanya berkaca-kaca.
"Sebelum kamu lari tolong sampaikan permintaan maaf kepada keluargaku dan katakan kepada mereka bahwa aku bahagia bisa menjadi bagian dari keluarga" inilah saatnya kataku dari dalam hati sambil menhela napas
"Hei kenapa kamu ngomong gitu, pokoknya kamu harus bisa kabur juga" jawab dia.
Pada saat itu aku melihat beberapa ekspresi diwajahnya ada sedih, takut, dan marah pada saat bersamaan.
"Cepat lari aja" kataku sambil sedikit mendorongnya.
Diapun lari dan setelah dia jauh dan hilang dari pandanganku pertarunganku dengan para begal pun dimulai, mereka berempat langsung mengeroyokku tetapi dengan jurus-jurus silat ku aku berhasil menghindari beberapa serangan mereka tetapi aku tidak tinggal diam akupun memberikan beberapa perlawanan sampai menumbangkan 3 orang dari 4 begal tersebut, sayang karena kelelahan dan staminaku sudah hampir habis 1 orang begal yang tersisa ini berhasil membacok ku dari belakang itu membuatku terjatuh dan tersungkur kedepan pada saat itu aku sudah pasrah karena darahku sudah keluar sangat banyak sebelum aku menutup mata aku melirik kearahnya dan dia pun lari sambil menjatuhkan celuritnya meninggalkan teman-temannya yang tergeletak didepanku, akhirnya akupun menutup mata dengan bahagia karena sebelum Kematianku aku berhasil menyelamatkan setidaknya satu orang apalagi yang aku selamatkan adalah temanku sendiri dan juga bukan cuman sekedar teman, Nissa adalah seseorang yang aku sukai hanya saja bertepuk sebelah tangan karena sebelum aku menyatakan cinta kepadanya dia sudah terlebih dulu ditembak orang lain tapi aku belum dikasih tahu apa dia menerimanya atau menolaknya. Pada sampai kematian ku aku masih belum tahu bahwa sebenarnya dia menolak pernyataan cinta orang itu dan menungguku untuk menyatakan perasaanku padanya karena sebenarnya dia juga menyukaiku.
Setelah beberapa saat aku mengira aku sudah mati tiba-tiba aku bisa membuka mata dan melihat ada seorang wanita dewasa yang tidak aku kenali sedang menggendongku dipangkuannya aku terkejut pada saat itu akupun berteriak
"Heiii siapa kamu?" Teriakku padanya tapi dia tidak merespon.
"Heiiii" Apa dia tidak mendengarnya, akupun mencoba berbicara lagi dia tetep tidak mendengarku dia malah memainkan tangannya dan menggelitik perutku seakan dia sedang main-main denganku, pada saat itu aku tersadar setelah melihat tanganku yang tiba-tiba menjadi kecil dan alasan kenapa wanita didepanku tidak merespon omonganku tadi karena ternyata aku adalah seorang bayi dan aku masih belum bisa berbicara dan apapun yang aku omongkan dari tadi dia hanya mendengarku ngomong gugugaga, setelah itu aku menduga sepertinya aku telah dilahirkan kembali dan wanita didepanku ini adalah ibuku yang sekarang.
Setelah itu ibuku menggendongku keluar dari kamar aku melihat ada seorang pria dewasa dia menyapaku terus mencium keningku, aku menduga dia ayahku, setelah itu ibuku membawa ku keluar dari rumah dan pada saat itu aku tersadar bahwa aku bukan hanya dilahirkan kembali tapi juga pindah kedunia lain dengan membawa semua ingatan ku dari dunia sebelumnya, ketika aku melihat sekeliling aku melihat pemandangan yang jauh berbeda dari yang aku ketahui dari dunia sebelumnya dimana alamnya masih belum tercemari oleh polusi dan udaranya sangatlah bersih.
Ketika aku masih memandangi pemandangan yang indah itu tiba-tiba ibuku membawa ku ke tempat lainnya dimana orang berlalu lalang dan saat itu aku sedikit terkejut karena melihat banyak ras selain ras manusia, ada ras setengah hewan seperti ras setengah kucing, anjing, kelinci, dan setengah ras hewan lainnya, ada juga monster seperti minotaur, orc dan goblin (serpertinya orc dan goblin didunia ini bukanlah makhluk mesum seperti yang ada dicerita-cerita fantasi di duniaku sebelumnya) dan juga aku menduga masih ada ras lain seperti elf dan demon hanya saja aku belum melihatnya secara langsung.
Setelah itu ibuku bermain denganku dan pada saat itu ibu memanggil namaku dengan nama Brian, secara kebetulan namaku ternyata sama dengan nama yang diberikan kepadaku di dunia sebelumnya akupun sedikit tertawa karena hal itu dan ketika ibu melihat aku tertawa ketika dipanggil namaku dia terlihat sangat senang dan bahagia pada saat itu aku berjanji akan menyayangi dan melindungi orang tua dari dunia ini apapun yang akan terjadi dan aku juga tidak akan melupakan kasih sayang dari orangtua ku dari dunia sebelumnya juga.
Tujuh tahun kemudian aku sudah bisa berbicara, berjalan, dan melakukan hal lainnya tanpa dibantu orang tuaku lagi, walaupun sudah bisa berbicara aku masih merahasiakan bahwa aku seorang yang bereinkarnasi kedunia ini, pada umur 7 tahun ini aku memiliki banyak teman dari anak-anak teman orang tuaku, tapi yang paling dekat dengan ku adalah seorang anak perempuan tomboy yang bernama Lily dan seorang anak lelaki yang bernama kevin.
Kami selalu bermain bersama seperti bermain kejar-kejaran terus bermain petak umpet dan tidak jarang kita bermain kesatria-kesatriaan dengan menggunakan kayu yang menyerupai pedang.
"Hei kawan ayo kita main petak umpet terus setelah itu bertarung pedang-pedangan" ajakan kevin kepadaku dan Lily.
"Kalo gitu ajak yang lain dong! Masa main petak umpet cuman bertiga kurang seru lah" kataku,
"Iya ajak dulu yang lain sana!!" Kata Lily,
"Iya iya aku ajak dulu yang lain, kalian tunggu dulu yah" jawab Kevin sambil menghela nafas.
Setelah Kevin mengajak yang lain barulah kita mulai bermain petak umpet dan diterus kan dengan bermain pedang-pedangan kayu dan para anak perempuan mereka gak ikutan kecuali satu orang karena dia katanya ketika udh besar ingin jadi petualang swordswoman sedangkan teman dekatku mereka berdua mempunyai mimpi Lily ingin menjadi seorang penyihir dan kevin ingin menjadi seorang kesatria, sedangkan aku belum kepikiran jadi apapun sih hehehe. Soalnya aku masih ingin menikmati kehidupan damai ini sambil berlatih dan mengingat-ingat jurus beladiri Pencaksilat yang telah di ajarkan kakekku dulu pas masih diduniaku sebelumnya.
Oh ya kami juga berencana untuk masuk ke akademi kerajaan yang ada di ibukota dimana tempat itu banyak melahirkan penyihir hebat dan kesatria kuat, makanya sebelum itu aku harus banyak berlatih untuk bersiap menghadapi segala tantangan yang akan datang disana.
Setelah puas bermain kamipun pulang kerumah masing-masing.
"Aku pulang Buuuu" ucapku,
Ibuku pun menjawab "oh iya anak ibu udah pulang" sambil mengusap wajahku yang kotor karena debu tanah sehabis bermain, setelah itu ibuku menyuruh ku mandi "Mandi dulu sana kotor dan kalo udah mandi langsung makan biar makananya gak keburu dingin kamu pasti lapar ibu udah masakin makanan kesukaan mu",
"Baik buuu" jawabku sambil bersemangat.
Setelah selesai makan aku langsung pergi ke kamarku untuk melakukan kebiasaan yang telah kulakukan dari lama karena tubuh ini belum terlatih untuk jurus-jurus Pencaksilat ku makanya setiap malam sebelum tidur aku akan melakukan image training dengan mengingat latihan dan latih tandingku dengan kakekku, selain dengan image training akupun sedikit demi sedikit melakukan olahraga untuk memperkuat tubuhku seperti push up, sit up dan berbagai gerakan dasar pencaksilat.
Empat tahun pun berlalu tubuhku sudah mulai berkembang otot-ototku dan tulang-tulangku sudah mulai terbentuk dan kuat, disaat ini umurku sudah 11 tahun dan aku sudah mulai berlatih jurus dan gerakan silat yang berat secara diam-diam ditempat rahasiaku di hutan, setiap selesai bermain aku tidak langsung pulan tapi pergi ketempat rahasiaku selain melatih tubuhku, akupun melatih jurus dan gerakan silat ku ke hewan dan monster tingkat rendah seperti babi hutan, singa, beruang bahkan goblin sekalipun.
Setelah berlatih terus menerus tiba-tiba ketika aku bangun dari tidur siangku ada sesuatu yang muncul didepanku seperti jendela hologram.
"Hoooaah!! apa ini yang ada didepanku seperti kaca transparan yang mengambang" setelah nyawaku terkumpul akupun terperanjat sambil mengatakan,
"Akhirnyaaaaa wuuuuhuuu ini yang aku tunggu-tunggu, seperti inilah seharusnya isekai itu". Bingkai status tiba-tiba muncul Kalo gini kan aku bisa mudah buat lihat hasil latihanku dan bisa cari kekurangan ku disisi apa, coba kita lihat statusku.
Nama : Brian
Level : 20
Kelamin : laki-laki
Ras : manusia
Job : none
Gelar : ahli beladiri (Pencaksilat)
ATK : B STR : B
AGI : A MP : B
INT : A LUK : A
Skill : Penguatan tubuh, sihir api dasar, Ahli semua jurus yang berkaitan dengan pencaksilat, Pendeteksi musuh, ahli menggunakan senjata apapun.
Sepertinya masih segini saja untuk saat ini kemampuan yang aku miliki, aku harus terus berlatih setiap harinya agar menjadi lebih kuat dan bisa melindungi orang-orang yang aku sayangi. Hari ini cukup dulu ah capek mending pulan dan istirahat dulu pasti ibu udah masak makan buat makan malam.