

Malam hari, pukul 23.37, di Kota Kiyohara.
Lampu-lampu jalan berkelip tidak stabil, seolah listrik kota sendiri ketakutan. Asap tipis bercampur kabut menyelimuti gang sempit di distrik lama.
Di sanalah Rift fase 0 sedang berlari dari kejaran para asosiasi The Secure.
Rift fase 0: Sialan makhluk-makhluk itu mengejar tanpa henti!
The Secure: Cepat! Hentikan makhluk itu jangan sampai dia melarikan diri!
Rift fase 0 itu berlari dengan lincah diantara gang-gang sempit di perkotaan, dengan mudahnya dia mampu mengelabui para anggota The Secure. Namun anggota elite The Secure tentu saja tidak mudah untuk dikelabui.
Kurogane Reiji adalah anggota elite dari asosiasi The Secure dengan status hero kelas A dengan kekuatannya yaitu mampu membuat dinding yang tidak terlihat.
Saar Rift fase 0 itu hampir keluar dari gang kecil dan lolos dari kejaran dia menabrak dinding tidak terlihat.
Brakkk!
Rift Fase 0: Apa-apaan ini! Kenapa seperti ada dinding disini!
Diatas gedung Kurogane Reiji duduk dengan santainya.
Kurogane Reiji: Yo!
Rift Fase 0: Hero!!!!!
Kurogane Reiji langsung mengeluarkan pedangnya dan langsung menerjang je arah Rift fase 0 itu, namun dengan cepat dia mengubah lengannya menjadi pisau besar untuk menangkis serangan dari Kurogane Reiji.
Clang!!!
Kurogane Reiji: Oh...? Ternyata kau memiliki beberapa kemampuan!
Rift Fase 0: Ughhhhhh!
Rift Fase 0 menggunakan sekuat tenaganya untuk mendorong Kurogane Reiji ke belakang.
Rift Fase 0: Sialan! Aku baru saja mendapatkan kekuatan ini! Tidak mungkin aku langsung mati disini!
Kurogane Reiji: Menyerahlah monster, kau sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk kabur!
Rift Fase 0: Diam kau bajingan!!!
Kedua tangannya langsung berubah menjadi pisau yang besar dan tajam.
Kurogane Reiji: Sebagai seorang manusia kau rela tubuhmu dikuasai oleh energi negatif yang begitu menyesatkan.
Rift Fase 0: Kalian sama sekali tidak mengerti!!!!
Rift fase 0 langsung menerjang ke arah Kurogane Reiji dengan kekuatan penuh, melihat hal itu Kurogane Reiji tersenyum dan bersiap untuk bertarung.
Ziiinggg!!!
Splat!!!!
Tubuh Rift Fase 0 itu langsung terbelah dan darahnya muncrat kemana-mana.
Kurogane Reiji: Selamat tidur, manusia yang telah jatuh dalam kesesatan...
Dari kejauhan ada kucing putih yang melihat hal itu dari jauh dan kemudian menghilang.
Tak lama kemudian para anggota asosiasi The Secure dan melihat bahwa Rift Fase 0 telah mati dan Kurogane Reiji berdiri dengan gagahnya.
The Secure: Ketua! Apa kau tidak terluka?!
Kurogane Reiji: Tenang saja fase 0 tidak akan mungkin bisa melukaiku.
The Secure: Syukurlah kalau begitu.
Kurogane Reiji: Ayo kembali ke markas dan laporkan hasil dari kasus ini.
The Secure: Baik ketua!
Mereka pun bergegas kembali ke markas gedung asosiasi The Secure.
Di dalam gedung.
Kurogane Reiji: Pak Riku.
Dengan posisi hormat beserta anggota lainnya.
Riku: Sepertinya kalian menjalani dan menyelesaikan kasus ini dengan baik, bagus sekali!
Kurogane Reiji: Terimakasih pak atas apresiasinya! Namun akhir-akhir ini aktifitas rift fase 0 semakin meningkat apakah penjara rift baik-baik saja?
Riku: Sebagai anggota elite tugasmu hanya lah membasmi para rift dan tidak perlu bertanya terlalu banyak, namun mengenai hal itu tentu saja aku akan tanyakan pada atasan lagi.
Kurogane Reiji: Maaf jika aku lancang pak, maka kami undur diri terlebih dahulu.
Riku: Pergilah.
Kurogane Reiji dan anggotanya pun keluar dari gedung asosiasi The Secure.
Anggota: Ketua apakah penjara rift benar-benar tidak baik-baik saja? Terlihat dari ekspresi pak Riku yang seperti menutupi sesuatu.
Kurogane Reiji: Melihat dari situasi saat ini lonjakan fase 0 semakin meningkat, kemungkinan besar penjara rift benar-benar sedang tidak baik-baik saja.
Anggota: Ini...!
Di dalam gedung.
Riku: Tidak kusangka dia akan menyadarinya secepat ini, perihal kondisi dari penjara rift publik sama sekali tidak boleh mengetahui apapun karena itu pasti akan menimbulkan kekacauan!
Besoknya.
Di sore hari, di sekolah Tatsumi bel pulang sekolah berbunyi.
Calvin: Nava, apa kamu ingin pergi ke warnet yang baru buka kemarin? Aku dengar mereka memiliki banyak permainan baru yang sangat seru.
Nava: Calvin... Sepertinya tidak dulu untuk hari ini, aku sedang tidak ingin bermain game hari ini. Maaf mungkin di lain hari...
Calvin: Kamu kenapa Nava... Apa kamu masih diganggu oleh mereka? Kenapa kamu tidak memberitahuku jika kamu masih diganggu oleh mereka, aku pasti akan memberikan mereka pelajaran yang berat dan membuat mereka tidak akan melakukannya lagi!
Nava: Terimakasih..., jangan khawatir aku bisa menjaga diri ku sendiri tidak perlu merepotkan mu.
Calvin: Hmmm... Baiklah kalau begitu, lain kali kita harus kesana dan bermain bersama! Kamu tidak mungkin akan menolak ku lagi bukan?
Nava: Baiklah.
Calvin: Maka... Kalau begitu aku ingin pergi ke sana sekarang, kamu saat perjalanan pulang hati-hati ya!
Nava: Baik, terimakasih Calvin.
Calvin menjulurkan tangannya untuk melakukan Bro fist, Nava pun membalasnya.
Calvin: Baiklah, aku pergi dulu sampai jumpa besok.
Nava: Jangan lupa, tugas yang diberikan guru tadi yang akan dikumpulkan besok.
Calvin: Baik! Aku pasti membuatnya dan tidak akan lupa! Terimakasih sudah mengingatkan.
Calvin pun langsung berlari ke arah teman-temannya untuk bermain warnet yang baru dibuka.
Di sisi lain Nava pergi menuju rumahnya untuk pulang dan beristirahat, namun di saat perjalanan di gang kecil Nava di cegat dan dihentikan oleh segerombolan murid sekelas dengannya yang biasa merundung dan mengganggunya saat di sekolah.
Ren: Oi bocah! Apa kamu ingin pulang? Hahaha...
Nava: Kalian... Apalagi yang ingin kalian lakukan!
Shin: Kau...! Di saat istirahat tadi belum memberikan uang sakumu bukan?
Ren: Benar sekali! Karena ada guru tadi kami jadi tidak bisa melakukannya saat itu. Maka sekarang lah saat yang tepat!
Nava: Kalian bertobatlah! Kenapa kalian melakukan hal seperti ini! Apakah kalian begitu bahagia saat memperlakukan orang lain dengan buruk!
Shin: Oi... Bocah ini ternyata sudah berani meneriaki kita...
Ren: Boss, apa yang harus kita lakukan padanya untuk mengapresiasi perlakuannya ini?
Kuro: Apa lagi yang kalian tunggu? Pukuli dia habis-habisan sampai dia bahkan tidak berani mengucapkan satu kata pun pada kita!
Shin: Aku sudah menunggunya dari tadi.
Ren: Hahaha! Hiburan akan segera dimulai!
Nava: Mereka...!
Shin langsung menerjang ke depan ke arah Nava dan langsung melancarkan pukulan ke dadanya.
Nava: Akhhhh!
Nava langsung terpental ke belakang dan meuntahkan darah. Namun di belakangnya ren muncul dan langsung mengayunkan kaki nya ke arah punggung Nava dengan kekuatan penuh.
Nava: Arggghhhhh! Sialan... Kenapa... Kenapa aku harus mengalami hal buruk seperti ini dalam hidupku!