

Kevin Wijaya terbangun dan mendapati dirinya terbaring disebuah gubuk reyot di pinggir hutan. Dia mengenakan pakaian berbahan kasar dan bertambal. Tubuhnya kurus dan lemah. Otot bisep dan perut sixpack yang dilatihnya di-gym menghilang.
“Ah, kepalaku sakit sekali.”
Sekumpulan kenangan bercampur aduk dibenaknya, perlahan-lahan mereda menjadi tenang. Dia telah bertransmigrasi menjadi seorang rakyat jelata dari sebuah kerajaan kecil bernama Kerajaan Askadia, di Dunia Panya. Dunia Panya kaya akan energi spiritual, karena energi spiritual ini, banyak hewan dan tumbuhan bermutasi, sehingga di dunia ini bukan hanya dihuni oleh manusia tapi juga makhluk lain seperti binatang dan tanaman roh, binatang dan tanaman iblis, kultivator abadi, hantu, keanehan dan tabu, serta adanya tempat terlarang. Ada banyak Kerajaan di Dunia Panya, salah satunya adalah Kerajaan Askadia. Kerajaan ini memerintah 28 provinsi, masing-masing dengan 12 kota. Pemilik tubuh ini juga bernama Kevin Wijaya, lima belas tahun, ayahnya meninggal tak lama setelah kelahirannya, dan ibunya meninggal setahun yang lalu. Dia mengungsi bersama penduduk desanya karena bencana kelaparan dan peperangan. Sudah 3 tahun Provinsi Intan dilanda kekeringan, pajak sangat tinggi karena Kerajaan Azkadia berperang dengan Kerajaan Zenith.
Penduduk desa banyak yang terpaksa menjual, istri, anak, dan bahkan dirinya sendiri untuk menjadi budak, demi membayar pajak. Demi bertahan hidup dan lepas dari jeratan pajak pemerintah, setengah dari penduduk Desa Granit melarikan diri. Selama hampir 3 bulan pelarian menjadi pengungsi Kevin telah menjual semua harta bendanya, dan sekarang dia kelaparan karena sudah 3 hari tanpa makan, dan hanya minum air kotor. Rombongan penduduk desa yang masih bertahan hidup dari kelaparan terpaksa meninggalkannya karena dia sakit dan lemah.
Sebelum transmigrasi ini, Kevin Wijaya rajin dan pekerja keras, selalu mendapat nilai yang bagus selama di Universitas. Dan setelah lulus dia mengikuti ujian PNS. Setelah hasil Ujian PNS diumumkan, dia diterima sebagai PNS di Kementrian Keuangan. Kemudian orangtuanya mengundang kerabat dan teman-temannya untuk merayakannya dirumah mereka. Sayangnya sebelum menikmati jabatannya sebagai PNS, hari itu juga dia sudah bertransmigrasi ke dunia ini.
Pada titik ini, Kevin menghela nafas dalam dan harus menerima kenyataan, betapapun anehnya kenyataan itu.
“Dengan tubuh selemah ini bagaimana aku bisa bertahan hidup?”
Setelah mengingat-ingat, ekspresi Kevin cerah, “Dunia tempatku bertransmigrasi ini bernama Dunia Panya, ini sebenarnya dunia seni bela diri abadi yang bisa terbang, menurunkan hujan dan menghancurkan gunung.”
“Karena tuhan mengizinkanku menyeberang seharusnya Tuhan mengirimkan jari emas (kode curang) padaku”
“Sistem!” tidak ada respon.
“Hei ayah sistem!
“Kakek tua !“
“Golden finger!”
BUZZZZZ…
Seketika cahaya keemasan mekar berkilauan dan muncul sebuah dadu hitam putih seukuran kepalan tangan. Dadu itu melayang didepan Kevin, dia menyentuhnya, “apa ini, sepertinya sebuah dadu.”
Kenangan terlintas dibenaknya, pada malam perayaannya lulus PNS dia bermain dadu semeja dengan teman-tamannya, sebelum ia menyeberang ia ingat dengan marah menginjak dadu ini.
“Apa gunanya dadu ini bertransmigrasi bersamaku?”
Tiba-tiba dadu ini memasuki otak Kevin, menyebabkannya sakit kepala yang hebat. Kemudian barisan teks melintas dibenaknya.
[SISTEM KULTIVASI DADU AJAIB]
[PEMEGANG DADU/HOST: KEVIN WIJAYA]
[Umur : 15 tahun]
[POIN : 0]
[Bakat : Manusia Fana (fisik lemah) ]
[Pemahaman : Di atas standar]
[Akar Spiritual : Tidak ada]
[Teknik : Tidak ada]
[Mantra : Tidak ada]
[Ranah/Alam: tidak ada]
Sebuah suara bergema dikepala Kevin.
“Ding..lempar dadu untuk mendapatkan poin, kesempatan melempar dadu satu kali setiap hari, Jika muncul angka enam, bisa melempar ulang dadu, maksimal muncul dadu angka enam sebanyak tiga kali.”
Poin bisa digunakan untuk meningkatkan bakat, pemahaman, teknik, mantra, menghilangkan kutukan, menangkal roh jahat, hantu dan keanehan, serta meningkatkan keberuntungan dan mencari peluang disekitar host(pemilik tubuh). Penyimpanan ruang angkasa Sistem Dadu Ajaib saat ini berukuran 2x2 meter kubik, bisa menyimpan benda mati dan benda hidup.
“Lempar dadu!” Seru Kevin dengan semangat.
Gelinding, di sisi yang terbalik, terlihat satu titik hitam.
“Ding, Host mendapatkan satu poin sistem”
“Aduh.. sial sekali, hanya satu poin. Tubuhku lemas, perutku lapar. Apa yang harus kulakukan” keluh Kevin sambil memegangi perutnya.
“Sistem, gunakan satu poin untuk mendapatkan peluang disekitar”
“Ding…Satu poin digunakan, semua peluang sejauh 20 meter dari Host ditampilkan:
- Ada Liontin Intan yang hilang direrumputan 16 langkah ke selatan. Liontin ini bisa menyehatkan tubuh, membantu menyerap energi spiritual, menangkal roh jahat, dan keanehan tingkat rendah.
- Ada rumput liar bermutasi 19 langkah ke Timur dari Host. Rumput ini bisa menyembuhkan sakit host.
- Ada sepotong ruby disemak-semak 23 langkah ke barat dari Host.”
- Ada rumput bermutasi setengah spiritual di dekat sumur tua sejauh 25 langkah dari host. Mengonsumsinya dapat menyehatkan tubuh, dan mengisi energi.
- Ada kantong tua dan lusuh didekat sumur tua, 27 langkah dari Host. Kantong ini berisi 5 ruby dan 7 topaz.
Semangat Kevin bangkit, dengan tertatih-tatih dia mencari satu persatu sesuai dengan petunjuk sistem.
“Masukkan semua barang kedalam ruang”. Semua barang menghilang dan masuk ke ruang penyimpanan sistem. Kevin segera kembali ke gubuk untuk menghitung harta temuannya.
“Sistem, keluarkan dua rumput tadi” kedua rumput itu pun muncul ditangannya, dia kemudian mengambil batu dan menghancurkan rumput-rumput itu menjadi seperti bubur dan langsung memakannya. Setelah memakannya, muncul aliran hangat dari perut menuju seluruh tubuhnya, rasa sakit, lapar dan lemah ditubuhnya perlahan memudar, dan digantikan oleh rasa nyaman, dan bertenaga.
“Kekayaanku saat ini hanya enam ruby, tujuh topaz, dan sebuah liontin intan, aku harus menggunakannya dengan hemat.”. Satu ruby setara dengan seratus topaz, satu safir setara dengan sepuluh ruby. Topaz adalah mata uang terkecil di Dunia Panya.
Dari ingatan pemilik tubuh ini, Kevin mengetahui kalau ada kota kabupaten kecil bernama Kota Batu Putih (White Rock City) berjarak 15 km dari gubuk ini, dia pun segera berjalan menuju kota itu. Kota Batu Putih termasuk dalam Provinsi Zamrud dan berbatasan dengan Provinsi Intan. Di dekat gerbang kota, Kevin melihat banyak pengungsi kurus dan berpakaian compang-camping seperti dirinya, para pengungsi tidak diizinkan masuk ke dalam kota, karena bupati takut terjadi kerusuhan dan penjarahan, banyak prajurit penjaga membawa pedang, berjaga disekeliling gerbang kota. Kevin mengikuti iring-iringan pedagang dan segera masuk ke antrian orang yang akan masuk kota.
“Kartu registrasi rumah tangga” prajurit penjaga gerbang kota menanyai Kevin.
Meskipun Kevin telah kelaparan dan menjual semua harta bendanya, kartu registrasi rumah tangganya tetap utuh didalam kantung dalam bajunya. Meski sudah memudar dan compang-camping serta tidak terbaca, tapi stempel provinsi daerahnya masih terlihat jelas.
Kevin membayar biaya masuk sebesar dua topaz, satu topaz lebih banyak dari biaya masuk standar yaitu satu topaz. Satu topaz tambahan itu untuk menyuap penjaga gerbang, karena dia berasal dari kabupaten lain.
Suasana di dalam kota kecil ini sangat ramai, terdengar hiruk pikuk penjual jajanan disepanjang jalan. Kevin segera menuju toko baju, dan memilih baju sederhana yang pas ditubuhnya. Setelah itu dia segera mencari penginapan. Penginapan yang dipilih Kevin terletak didaerah yang sedikit kumuh, karena lebih murah yaitu hanya delapan topaz per malam, sudah dapat air panas untuk mandi dan makan dua kali.
Kevin memilih bermalam di dalam kota, karena menurut ingatan pemilik tubuh, malam hari didunia ini sangat berbahaya. Terkadang bisa bertemu hantu, roh jahat, monster, iblis, makhluk aneh dan kejahatan lainnya. Mengingat peruntungannya yang kurang baik bahkan bisa dikatakan sial, kemungkinan dirinya untuk bertemu kejahatan lebih besar.
Matahari terbenam, gelap mulai menyelimuti Kota Batu Putih, Kevin yang kelelahan karena berjalan kaki jauh, segera makan, minum dan mandi dengan air panas yang disediakan oleh pihak penginapan. Kemudian ia segera menyelimuti tubuhnya dan tertidur lelap.
Lewat Tengah malam, tiba-tiba berhembus hawa dingin menusuk, menyapu seluruh kota, suara-suara menghilang, hening dan sunyi, Kevin seketika terbangun merasa sangat kedinginan. Tiba-tiba terdengar suara raungan, dari jauh dan jeritan-jeritan yang melengking, begitu menakutkan. Jiwa Kevin terguncang, kepalanya sakit sekali, darah keluar dari hidung dan telinganya, kemudian dia pingsan.