Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
Pemuda Nakal dan Pesona Wanita Dewasa

Pemuda Nakal dan Pesona Wanita Dewasa

sakhoh | Bersambung
Jumlah kata
44.7K
Popular
332
Subscribe
79
Novel / Pemuda Nakal dan Pesona Wanita Dewasa
Pemuda Nakal dan Pesona Wanita Dewasa

Pemuda Nakal dan Pesona Wanita Dewasa

sakhoh| Bersambung
Jumlah Kata
44.7K
Popular
332
Subscribe
79
Sinopsis
18+PerkotaanSlice of lifeKonglomerat21+Harem
NOVEL PEMERSATU BANGSA!!Karena Randy sangat susah diatur, akhirnya dia dipindahkan kuliah oleh Papanya dari Ameris ke Nusantaria. Venny mengetahui bahwa tunangannya selingkuh dengan sekretarisnya, memilih untuk mengakhiri hubungannya walaupun sebentar lagi mereka akan nikah. Venny yang sedang galau karena baru saja putus dari tunangannya, menghibur diri dengan cara ke tempat karaoke sendirian dan menyewa ruangan VIP. Di sana dia bertemu dengan Randy yang sedang berkerja di tempat karaoke itu karena dihukum Papanya. Dari situlah Randy dan Venny bertemu hingga mereka berdua melakukan hal-hal diluar batas karena pengaruh minuman keras. Ketika bangun dan menyadari semuanya, Venny memilih lari meninggalkan Randy yang masih tertidur pulas. Randy yang merasa bersalah, mencari keberadaan Venny dengan bermodalkan KTP milik Venny.
Episode 1

Hampir semua bab di cerita ini mengandung adegan 21++ jadi dimohon bijaklah dalam membaca.

Dentuman irama musik diskotik terdengar sangat keras di telinga. Banyak pria dan wanita yang menggoyangkan tubuhnya mengikuti alunan musik. Di sudut ruangan, ada sepasang manusia yang sedang bercumbu, keduanya tak memperdulikan ramainya orang di dalam club itu.

Cekrek

Cekrek

Cekrek

Tanpa sadar, aksi kedua orang itu diabadikan oleh seseorang melalui camera ponselnya.

Hari sudah hampir siang, tapi Randy masih saja betah berada di balik selimut tebalnya. Matanya enggan terbuka, pengaruh alkohol yang diminumnya tadi malam masih terasa hingga membuat kepalanya pusing.

Brak!

Pintu kamar dihempaskan dengan sangat keras hingga Randy terkejut dan langsung sadar dari tidurnya.

"Randy, bangun!" Teriak Rama yang tak lain Papanya Randy.

"Papa, bisa pelan dikit nggak sih buka pintunya."

"Sudah sadar kamu, jam segini baru bangun. Lihat itu udah jam berapa? Kemana saja kamu tadi malam?"

"Aku hanya kumpul sama teman-temanku, Pa."

"Lalu ini apa?" Rama melemparnya beberapa lembar foto yang menunjukkan adegan cumbuannya bersama seorang wanita tadi malam.

"Ini..." Randy tak mampu berkata-kata.

"Kamu sengaja Papa pindahkan kuliah dari Ameris ke Nusantaria agar kamu berubah, tapi ternyata sama saja. Kamu memang tidak bisa dibilangin. Menyesal Papa mengirim mu ke Ameris sejak SMP."

"Pa, ini nggak seperti yang Papa kira."

"Ini sudah tidak ada toleransi lagi, kamu harus menerima hukumanmu. Mobil, ATM dan kartu kredit Papa sita." Rama mengambil kunci mobil yang berada di meja.

"Jangan Pa, please. Papa boleh ambil kartu kredit dan ATM yang papa berikan padaku, tapi jangan sita mobilku, Pa."

"Tidak bisa, semuanya harus Papa sita."

"Aku akan melakukan apa saja asal Papa nggak menyita mobilku." Randy memohon.

"Baiklah kalau begitu, mulai malam ini kamu bekerja di W Karaoke pusat."

"Baiklah, Pa. Aku akan mengawasi W Karaoke pusat."

"Apa maksudnya mengawasi? Posisi kamu disana sebagai Room service."

"Apa, Pa? Yang benar aja Pa, masa sebagai Room service sih, Pa?"

"Mau atau tidak? Kalau mau Papa akan kembalikan kunci mobilmu, kalau tidak jangan harap kamu bisa memakai mobilmu lagi."

"Iya Pa, Iya Aku mau."

"Bagus, malam ini kamu mulai bekerja."

"Malam ini, Pa?"

"Iya, seragamnya akan diantar sebentar lagi kesini. Bagus-baguslah bekerja." Rama keluar dari kamar Randy.

*****

Venny sedang berada di dalam mobil hendak menuju ke kantor Gerry. Venny dan Gerry sudah bertunangan dan akan menikah dalam waktu dekat. Sesampainya di kantor Gerry, Venny langsung masuk ke dalam dan menanyakan pada resepsionis terlebih dahulu.

"Siang, Mbak." Sapa Venny pada salah satu resepsionis yang bertugas.

"Eh, Nona Venny, selamat siang."

"Pak Gerry ada di ruangannya?"

"Oh, tadi keluar sama Lira. Katanya mau ketemu klien, terus Pak Gerry juga bilang katanya mau langsung pulang karena beliau kurang enak badan katanya."

"Lira sekretaris nya itu kan?"

"Iya, benar."

"Sudah dari tadi mereka keluar?" Tanya Venny.

"Sudah ada satu jam yang lalu."

"Oke, terima kasih ya."

Venny langsung berjalan cepat keluar dari gedung itu. Venny masuk ke dalam mobil dan langsung melajukan mobilnya dengan cepat menuju ke apartemen milik Gerry. Dia khawatir Gerry sakit dan tak ada yang mengurus karena dia sendirian tinggal di apartemennya.

Ceklek!

Venny membuka pintu apartemen Gerry karena dia tau kode sandi nya, lalu dia masuk ke dalam.

"Eh, apa ada tamu? Sepatu siapa ini? Tamunya cewek ya." Gumam Venny yang melihat ada sepatu wanita di apartemen Gerry.

Venny melangkahkan kakinya perlahan menuju ke ruang tengah tapi dia tak melihat satu orang pun berada di sana.

"Hah, pintu kamarnya terbuka, apa dia ada di kamar?" Batin Venny.

Karena rasa penasaran yang kuat, Venny akhirnya memberanikan diri melangkah dengan perlahan mendekati kamar tunangannya itu.

"Ahh...uuhh.... Kamu seksi banget, sayang... lubang vag*na kamu sangat nikmat."

"Kamu selalu bisa membuatku puas, Ger. Ah emmphh...oh..."

"Goyang terus sayang, lebih cepat. Ah ah oh... Good girl. Payu**ra mu oh...ah..sangat menggoda oohh..."

"Emmphh...akh, yeah...oh... I like it."

Venny merasa mual mendengar percakapan dua orang yang berada di dalam kamar itu. Dengan mengumpulkan keberanian, Venny membuka lebar pintu kamar itu hingga dia melihat dengan jelas tunangannya sedang berbaring tanpa sehelai benang pun di tubuhnya. Sedangkan seorang wanita yang tak lain adalah sekretarisnya itu berada di atas tubuh Gerry dan tanpa busana juga, sedang berlenggak-lenggok menggoyangkan tubuhnya.

"Gerry." Teriak Venny.

Seketika kegiatan panas dua orang itu berhenti karena mendengar teriakan Venny.

"Venny."

"Anj*ng Lo Ger, dasar cowok nggak punya otak." Maki Venny lalu dia berbalik badan dan hendak melangkahkan kakinya.

Gerry langsung turun dari tempat tidur dan mengejar Venny.

"Jangan pergi Ven, maafkan Aku. Aku... Aku khilaf."

"Nggak ada maaf bagi cowok yang tukang selingkuh, menjijikkan. Beruntung Aku nggak pernah mau kau ajak berbuat begitu."

"Ven, maafkan Aku." Gerry memegang tangan Venny.

"Lepaskan tanganmu, Aku jijik bersentuhan samamu." Venny menghempaskan tangan Gerry.

"Sayang..."

"Hubungan kita putus."

"Jangan Venny, maafkan Aku."

"Oh iya satu lagi, biasakan pakai baju dulu sebelum berbicara sama orang lain. Barang kayak pisang busuk aja pede banget nunjukin ke orang."

Bugh!

Venny menendang pisang busuk milik Gerry dengan lututnya lalu keluar dari kamar itu.

"Aakhhhh, sakit." Gerry terduduk di lantai sambil memegang pisang busuknya yang berdenyut karena baru saja terkena tendangan maut dari Venny.

Venny berlari menuju ke basement lalu masuk ke dalam mobilnya. Dia melajukan mobilnya dengan cepat dan tak tentu arah. Hatinya sangat perih mengingat apa yang baru dilihanya tadi.

"Brengs*k Lo Geeeeerrr." Teriak Venny sambil menyetir mobilnya.

Venny memukul-mukul setir mobilnya karena kesal dengan apa yang telah terjadi dalam kisah cintanya.

"Dasar laki-laki anj*ng Lo Geeerrr." Lagi-lagi Venny berteriak memaki Gerry.

Venny terus melajukan mobilnya tak tentu arah hingga hari mulai gelap. Tepat dekat lampu merah, Venny melihat ada tempat karaoke, akhirnya dia pun membelokkan mobilnya ke tempat karaoke tersebut.

"Gue harus kuat, Gue harus bisa move on, laki-laki bukan cuma si pisang busuk itu. Gue cantik, mandiri, pasti banyak yang menginginkan Gue. Pasti akan ada seorang Casanova yang menginginkan Gue." Venny menyemangati dirinya sendiri.

Setelah memarkirkan mobilnya, Venny masuk ke dalam tempat karaoke itu lalu memesan ruangan VIP untuk dirinya sendiri.

Kini Venny sudah berada di ruangan VIP karaoke. Setelah pegawai yang mengantarkan dia ke ruangan itu pergi, Dia pun mulai memilih lagi dan bernyanyi dengan lagu yang sesuai dengan suasana hatinya.

Lanjut membaca
Lanjut membaca