

"Arghhhh! Arghhhh! "! Rion sang zombie mengerang seperti binatang buas sambil berlari tertatih-tatih bersama ribuan zombie kurus lainnya.
Ya, dia sekarang adalah salah satu dari ribuan pasukan raja zombie. Bersama zombie-zombie lemah lainnya , dia bertarung melawan para pemburu.
Para pemburu adalah manusia yang bertahan hidup di era kehancuran ini. Manusia-manusia itu melawan semua zombie menggunakan mesin-mesin terbaru dan kekuatan super mereka.
Rion menatap para pemburu di depannya -yang jumlahnya hanya puluhan orang- dengan kagum. Kenapa dia kagum? Itu semua karena para manusia itu masih good looking dan sangat kuat!
Kalau dibandingkan dengan penampilannya yang seperti mayat hidup ini, Rion merasa sangat sedih dan frustasi. Dia sudah kehilangan penampilan manusianya. Kulit wajah dan tubuhnya sudah terkoyak-koyak. Matanya keluar dan rambutnya hanya tersisa beberapa helai. Penampilannya seperti zombie-zombie jelek di game plant vs zombie yang pernah dia mainkan waktu kecil. Lalu badannya berbau sangat busuk.
Sebenarnya Rion merasa bahwa dirinya masih memiliki kesadaran. Tapi dia tidak bisa mengontrol tubuhnya sendiri. Ini karena otaknya sudah rusak! Otak adalah organ utama di tubuh manusia. Otak para zombie ini sudah rusak dan hanya virus yang menggerakan tubuh mereka berdasarkan insting.
Lalu bagaimana dengan Raja zombie? Rion melihat zombie besar di penghujung wilayah. Badannya hampir setinggi sepuluh meter. Benar-benar raksasa. Bukan hanya itu saja. Raja zombie juga sangat pintar. Tidak seperti zombie-zombie lainnya, Raja Zombie dan para bawahannya adalah zombie bermutasi. Mereka bisa menggerakan tubuh mereka sendiri dan memiliki kekuatan super. Oleh karena itu, pihak zombie tidak musnah saat para pemburu ini muncul.
BAM! Terdengar bunyi ledakan yang sangat kuat. Rion tersadar dari lamunannya. Saat tersadar, dia sudah melihat teman-teman zombienya remuk menjadi daging cincang. Mereka semua terkena jebakan bom yang ditanam di dalam tanah.
Rion tahu itu tapi tubuhnya sangat bodoh. Tubuhnya berjalan seperti boneka, tanpa rasa takut. Tapi sebenarnya Rion sangat takut mati. Karena itulah dia bertahan hidup dalam wujud zombie ini sampai dunia sudah berubah menjadi seepik ini.
Rion merasa bahwa dirinya tidak memiliki kehidupan yang bahagia sebagai manusia. Orang tuanya bercerai dan dia dicampakkan. Dia tinggal di panti asuhan selama bertahun-tahun sampai akhirnya dia lulus sekolah. Sambil bekerja dia melanjutkan pendidikannya di universitas. Karena terlalu sibuk mencari uang dan belajar, dia tidak punya teman akrab dan pacar. Dia menjadi jomblo ngenes sampai sekarang.
Walaupun Rion berhasil lulus dan mendapatkan pekerjaan sebagai staff kantor yang biasa-biasa saja, tidak ada seorang wanita pun yang mau dengannya. Saat mendekati para wanita, dia selalu ditolak dengan banyak alasan. Seperti gaji UMR, tidak punya rumah, tidak punya mobil, tidak punya barang mewah, dan yang paling penting MOKONDO! Padahal dia tidak pernah berpacaran tapi wanita-wanita itu bergosip seperti itu di belakangnya.
"Hah... " Rion menghela napas. Dia menatap medan perang disekelilingnya sambil berpikir apakah dia bisa bertahan hidup di tempat ini.
Dan jawabannya tentu saja.... tidak...
Tubuh bodohnya berjalan dan menginjak saklar bom yang berada di tanah.
BOM! Ledakan hebat mengenai tubuhnya.
Rion meneteskan air mata. Ini adalah emosi pertama yang dituruti oleh tubuh zombienya. Dia tidak merasakan sakit sama sekali tapi dia bisa merasakan mati rasa yang aneh.
Lalu pandangannya memudar..
"Apa aku akan mati seperti ini? Hidupku benar-benar menyedihkan... " ini adalah pikiran terakhir sebelum akhirnya dia menghilang dari dunia ini.
***
Harusnya seperti itu kan?
Tapi tiba-tiba penglihatannya kembali. Agak pudar awalnya, tapi semakin jelas saat dia mengedipkan matanya.
Pandangan pertamanya adalah orang berlalu-lalang dengan panik. Dia merasa sangat nostalgia dengan situasi hetic ini.
"Apa ini mimpi kematian? Tapi harusnya aku di akhirat bukan? Tapi kok balik ke kantorku lagi? " pikirnya bingung.
"Rion!" Seseorang berteriak sambil menutupi pandangannya.
Dan dia mengenalinya. Sosok ini adalah mimpi buruk number one, selama dia bekerja di kantornya yang dulu.
"Bengong lagi, bengong lagi. Kamu kerja memang lelet. Kamu tidak digaji cuma untuk duduk aja disini. Mana proposal pengajuan yang saya suruh kamu selesaikan?" Sosok itu berkata dengan wajah garang.
".... " Rion masih membeku. "Pak Arthur... " dia akhirnya membuka mulutnya pelan.
Si Pak Arthur itu hanya melototinya. "Kamu... Memang sebaiknya kamu dipe... "
"Pak maaf" seseorang memotong pembicaraan. Itu adalah seorang staff perempuan. Dia menyerahkan map berisi beberapa dokumen kepada pak Arthur dan berkata "Maaf pak, tadi saya pinjam proposalnya Rion karena mau lihat datanya. Ini sudah selesai pak"
Ekspresi pak Arthur berubah dan dia tersenyum "Hmm, oke oke" Lalu dia menatap Rion dengan tatapan tidak senang sebelum akhirnya kembali ke ruangannya.
"Rion, kok kamu ga fokus sih? Lupa ngopi ya tadi pagi?" Staff wanita itu berkata dengan wajah cemberut.
"Di... an... " Rion bergumam bingung.
Dian mengernyitkan keningnya "Ih, kamu kenapa sih? Kok aneh ? Jangan lupa buat kopi di pantry deh, mumpung pak Arthur masih review proposalnya" katanya sebelum akhirnya pergi.
Kesadaran Rion akhirnya kembali. Dia langsung bergegas meninggalkan kursinya dan lari ke toilet. Lalu dia memegang kedua kepalanya sambil berteriak frustasi dengan bibir dikatup. Orang-orang di toilet mendengarnya dan berpikir bahwa dia lagi ngeden karena sembelit.
"Bagaimana mungkin? Aku kembali ke masa lalu??"
Dia merasa bahwa semua ini tidak masuk akal. Tapi dia merasa lega sekaligus senang. Dia lalu berdoa kepada tuhan, padahal dia seorang atheis. Tapi ini merupakan keajaiban yang terjadi padanya dan dia tidak tahu alasannya.
Butuh waktu beberapa menit sampai akhirnya dia merasa tenang. Lalu dia memikirkan semuanya satu per satu.
Rion melihat jam tangan digitalnya. "Hari ini tanggal 19. Besok adalah hari kiamatnya... "
Dia ingat bahwa wabah itu menyebar tanggal 20. Saat itu di kantornya, si office girl tiba-tiba menjadi zombie dan mengigit semua orang. Rion berhasil selamat karena dia bersembunyi di dalam gudang bersama 5 orang lainnya. Tapi pak Arthur mengkhianatinya untuk menyelmatkan dirinya sendiri. Sehingga dia tergigit dan mati menjadi zombie. Kalau dipikir-pikir dia sangat membenci orang tua itu.
Rion pun mengambil langkah pertamanya. dia langsung mengemaskan barangnya untuk pulang dan bersiap-siap untuk pulang. Dia ingin mempersiapkan semuanya sebelum wabah itu menyebar.
"Hei, hei si kurang ajar. Ini masih jam 1 dan kau sudah mau keluar? Memang ga tau diri! " Pak Arthur langsung menegurnya.
Rion menatapnya benci. Dia menarik name tag di lehernya dan melemparnya ke arah wajah pak Arthur.
Pak Arthur sangat murka, karena name tag itu mengenai wajahnya. "Dasar tidak tahu diri! " Dia ingin menampar Rion, tapi Rion langsung mengambil tangan pria tua itu dengan sigap.
"Maaf pak, aku berhenti. Kalau bisa transfer gajiku selama beberapa hari ini" katanya sambil tersenyum.
Seluruh isi kantor sangat sunyi karena kegilaan ini. Rion langsung berbalik dan menuju pintu keluar tanpa menoleh ke belakang. Dia tidak mempedulikan wajah jelek pak Arthur dan teman-teman kantornya.