Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
GOYANGAN KAKAK TIRIKU

GOYANGAN KAKAK TIRIKU

zahro | Bersambung
Jumlah kata
59.4K
Popular
855
Subscribe
221
Novel / GOYANGAN KAKAK TIRIKU
GOYANGAN KAKAK TIRIKU

GOYANGAN KAKAK TIRIKU

zahro| Bersambung
Jumlah Kata
59.4K
Popular
855
Subscribe
221
Sinopsis
PerkotaanSekolah21+Harem
warning 18+ di sebuah rumah, bintang yang tinggal bersama keluarga tirinya, di sebabkan ayahnya yang harus bekerja di luar kota.. namun suatu saat, ketika bintang sedang melakukan ritual ia lupa mengunci pintu kamarnya... dengan sangat terkejut kakak tirinya itu tiba' masuk ke kamarnya. alih' malu justru kakak tirinya mengejek bintang, di karenakan benda pusakanya bintang itu terlalu kecil...
bab 1

"Dek bangun dek" ujar Karin sambil mengetuk pintu kamar Bintang.

"Hmm, bentar lagi kak," jawab Bintang.

Karin terus mengetuk pintu sampai Bintang bangun dan membuka pintu.

"Cepetan bangun dek," ujar Karin.

"Iya kak, bangun nih," balas Bintang sambil bangun dari kasurnya.

Dengan mata yang masih mengantuk, Bintang berjalan ke arah pintu kamarnya.

"Kakak gangguin orang tidur aja," ujarnya sambil membuka pintu.

"Ini udah siang loh! Emangnya kamu tidak sekolah?" tanya Karin.

"Emangnya jam berapa sih kak?" balik Bintang bertanya.

"Udah hampir jam 7 nih," balas Karin sambil menunjuk ke arah jam dinding.

Setelah itu Bintang langsung bergegas mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi, karena ia takut kalau sampai telat ke sekolah, bisa saja ia dijemur di lapangan.

Selesai mandi, ia langsung berganti seragam dan bergegas menyantap sarapannya.

"Kalo makan yang cepat! Kalo sampai telat kamu dihukum loh," ucap mamanya saat Bintang sedang menyantap sarapannya.

"Iya ma," jawab Bintang.

Beberapa saat kemudian, Bintang sudah selesai sarapan. Lalu Bintang berangkat menuju sekolahnya dengan motor Vario miliknya.

Singkat cerita, sore hari pun tiba. Saat ini Bintang tengah berjalan masuk ke dalam kamarnya dengan lemas, karena capek setelah pulang sekolah.

Bintang masuk ke dalam kamarnya dan berganti pakaian! Setelah selesai berganti baju, ia berbaring di atas tempat tidurnya sambil bermain ponsel miliknya.

Ia menggesek layar ponselnya dan klik salah satu aplikasi di ponselnya. Bintang membuka salah satu video biru yang ia simpan.

"Ini yang paling gua suka," gumamnya sambil menonton video.

Tak berselang lama, terdengar suara desahan dari ponsel milik Bintang. Bintang sedang menonton video yang tidak pantas.

Sambil terus menonton video, perlahan-lahan tangan Bintang mulai masuk ke dalam celananya dan memegang alat kelaminnya yang sudah terbangun.

"Enak banget," gumam Bintang dalam hati sambil memegangnya.

Perlahan-lahan, Bintang mulai menurunkan celananya hingga alat kelaminnya terlihat. Dan kini alat kelaminnya sudah terbuka lebar, menghirup udara luar.

Kemudian Bintang mulai melakukan col*y sambil menonton video. Matanya yang terus fokus ke layar ponsel, salah satu tangannya masih memegang alat kelaminnya.

"Ooohhhh," gumamnya.

Beberapa menit terlewati dengan begitu cepat, kini Bintang sudah mulai merasakan air mani miliknya akan segera keluar. Namun, di detik-detik terakhir, hal yang tidak terduga justru terjadi.

"Uhhhh," gumam Bintang yang mempercepat gerakan tangannya.

Tiba-tiba pintu kamar Bintang terbuka. Seketika Bintang langsung menoleh ke arah pintu dan terlihatlah Karin yang sedang berdiri mematung di depan pintu kamar Bintang.

"Dek! Kamu lagi col*y?" ucap Karin dengan suara lembutnya.

Pada saat itu, air mani milik Bintang pun muncrat kemana-mana dan Karin menyaksikan kejadian itu. Bintang buru-buru menarik selimut untuk menutupi alat kelaminnya.

"Anu kak, anu..." ucap Bintang berusaha menjawab.

Ia hanya bisa bicara dengan terbata-bata, karena merasa gugup.

Bintang mencoba mengelak dan mengatakan bahwa ini tidak seperti yang dipikirkan Karin. Namun Karin tidak percaya apa yang dikatakan Bintang. Jelas-jelas Bintang sudah tertangkap tangan saat melakukan masturbasi.

"Udah lah dek! Kamu ngaku aja. Kakak lihat semua yang kamu lakukan baru saja," ujar Karin.

Karin terus mendesak Bintang supaya mengaku. Namun Bintang tidak mau mengakuinya. Setelah Karin mengancam akan melaporkannya kepada mamanya, akhirnya Bintang pun mengakui perbuatannya baru saja.

"Kamu ngaku atau kakak bilangin sama mama?" ucapnya dengan nada serius.

"Jangan jangan kak! Iya aku ngaku, aku tadi sedang coly. Tapi plis kak, jangan kasih tau mama," ucap Bintang dengan nada memelas dan tangannya memohon.

Dan tiba-tiba saja ia bangun dari tempat tidur.

Alhasil burung kutilang milik Bintang pun terlihat. Sontak mata Karin langsung terbuka lebar, karena melihat ukuran burung kutilang Bintang yang begitu oversize.

Kemudian Karin langsung menutupi wajahnya dengan tangannya dan menyuruh Bintang untuk segera menutupinya.

"Buruan pakek celananya dek! Kakak geli lihatnya," ucapnya sambil menutup wajah.

"Eh! Maaf kak!"

Lalu Bintang segera merapikan celananya kembali. Setelah kejadian barusan, Karin kembali ke kamarnya sendiri. Singkat cerita, malam pun tiba. Saat ini Bintang tengah di dalam kamarnya. Ia sedang belajar untuk persiapan ujian yang akan datang.

Sedang Karin tengah menonton TV di ruang keluarga bersama mamanya. Pada saat Bintang belajar, ia kembali teringat dengan kejadian yang terjadi siang tadi.

"Kenapa gua terus keinget sama kejadian tadi siang sih," gumamnya saat belajar.

Sementara di ruang keluarga, mamanya Karin udah merasa ngantuk.

"Haaah, mama udah ngantuk, Kan," ujarnya pada Karin.

"Baru jam segini kok udah ngantuk ma?"

"Nggak tau juga, tumben sekali mama jam segini udah ngantuk," balas mamanya Karin sambil beranjak dari sofa.

"Mama mau kemana?"

"Mama mau tidur duluan," balas mamanya Karin sambil berjalan ke arah kamarnya.

Setelah mamanya Karin masuk ke dalam kamar, Karin pun melanjutkan menonton TV.

Sedangkan Bintang masih belajar di dalam kamar.

Beberapa saat kemudian, Bintang pun sudah selesai belajar. Ia bangkit dari tempat duduknya dan berjalan keluar dari kamarnya.

"Mau kemana dek?" tanya Karin saat Bintang keluar dari kamarnya.

"Nggak kemana-mana kak, gua bosan di kamar terus kak."

"Ya udah, sini nonton sama gua."

Lalu Bintang duduk di sebelah Karin dan ikut menonton TV. Beberapa saat setelah Bintang duduk, Karin pun bangkit dari tempat duduknya.

"Mau kemana kak?" tanya Bintang sambil menatap layar TV.

"Kakak mau tidur duluan dek. Udah ngantuk banget nih."

Karin pun berjalan masuk ke dalam kamarnya. Kemudian Bintang mematikan TV dan masuk ke kamarnya.

Di dalam kamar, Bintang cuma diam menatap langit-langit kamarnya. Karena ia belum bisa tidur, Bintang pun mengambil ponselnya dan memainkan salah satu game yang ada di ponsel miliknya.

Setengah jam pun berlalu. Karena ia ingin buang air kecil, Bintang bangkit dari tempat tidurnya dan buru-buru ke kamar mandi.

Karena Bintang buru-buru, ia langsung masuk ke dalam kamar mandi. Karena ia pikir kamar mandinya nggak dikunci pasti nggak ada orang.

Saat Bintang baru saja masuk, ia dikejutkan suara jeritan perempuan.

"Haaaaa...."

Sontak Bintang langsung menoleh ke arah sumber suara.

Ternyata sumber suara tersebut dari Karin yang sedang di dalam kamar mandi. Pada saat itu Karin sedang buang air kecil.

"Keluar dek, kakak belum selesai," serunya menyuruh Bintang keluar.

"I-iya kak."

Bintang langsung buru-buru keluar dan berlari ke ruang TV. Sesampainya di sana, Bintang duduk berdiam diri.

Saat di kamar mandi tadi, Bintang nggak sengaja melihat siput milik Karin. Ia terus terbayang-bayang dengan siput tersebut. Mulai ada rasa penasaran tentang rasa siput tersebut.

"Gimana ya, rasanya siput tuh," gumamnya dalam hati.

Tak berselang lama, Karin pun menghampiri Bintang ke ruang TV.

"Udah selesai kak?" tanya Bintang.

"Udah, lain kali jangan masuk sembarangan."

"Maaf kak, kirain nggak ada orang," balas Bintang sambil berjalan ke arah kamar mandi.

Bintang pun berlalu meninggalkan Karin, ia berjalan masuk ke dalam kamar mandi dan segera menyelesaikan urusannya di kamar mandi.

Beberapa saat pun berlalu. Setelah selesai, Bintang langsung kembali menuju kamarnya. Saat sampai di ruang TV, ternyata Karin sudah nggak di sana lagi.

Lanjut membaca
Lanjut membaca