Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
Terjerat Arisan Tante Kesepian

Terjerat Arisan Tante Kesepian

Atariyua Senja | Bersambung
Jumlah kata
41.3K
Popular
587
Subscribe
279
Novel / Terjerat Arisan Tante Kesepian
Terjerat Arisan Tante Kesepian

Terjerat Arisan Tante Kesepian

Atariyua Senja| Bersambung
Jumlah Kata
41.3K
Popular
587
Subscribe
279
Sinopsis
18+PerkotaanSupernaturalHaremUrbanMengubah Nasib
Area Khusus 21+. Faris hanyalah seorang pemuda kelas bawah yang bekerja serabutan demi menyambung hidup. Di mata dunia, ia hanyalah "si miskin" yang tidak punya masa depan, bahkan sering menjadi bahan hinaan di lingkungan pergaulannya. Namun, nasib Faris berubah drastis setelah sebuah kejadian misterius memberinya sebuah kekuatan ajaib. kemampuan untuk memikat dan memanipulasi keberuntungan yang membuatnya kaya mendadak dalam semalam. Kekayaan dan karisma barunya membawa Faris masuk ke lingkaran elit yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya: Lingkaran Arisan Mewah. Bukan sembarang arisan, ini adalah perkumpulan para wanita sosialita berkuasa yang menyimpan kesepian di balik kemewahan mereka. Awalnya, Faris hanya ingin memanfaatkan kekuatannya untuk membalas dendam pada kemiskinan, namun ia justru terjebak dalam jaring intrik dan gairah. Satu per satu wanita cantik dan berkelas mulai memperebutkan perhatiannya. Dari "Tante" penguasa bisnis hingga gadis-gadis muda yang haus kasih sayang, semuanya seolah terhipnotis oleh pesona Faris yang tak masuk akal. Kini, Faris harus memilih: Apakah ia akan menggunakan kekuatannya untuk menjadi penguasa di balik layar, atau justru ia sendiri yang akan hancur terjerat dalam permainan "Arisan" yang penuh rahasia gelap ini?
Bab 1 : Sisa Harga Diri di Lantai Marmer.

Jakarta tidak pernah tidur, tapi bagi Faris, kota ini lebih terasa seperti pemangsa yang siap menelannya hidup-hidup.

Hujan deras mengguyur kawasan Sudirman malam itu. Faris berdiri di depan lobi gedung apartemen penthouse super mewah dengan seragam pelayan katering yang sudah basah kuyup di bagian pundak.

Di tangannya, ia memegang dua kantong besar berisi botol-botol wine mahal dan nampan perak yang harus diantarkan ke lantai paling atas.

"Lantai 45, cepat! Para nyonya sudah menunggu. Jangan sampai lecet sedikit pun botolnya, atau gaji sebulanmu hangus!" bentak manajer katering melalui handy-talkie.

Faris hanya bisa mengangguk kecil. Ia masuk ke dalam lift berlapis emas. Di dalam pantulan cermin lift, ia melihat dirinya sendiri.

Pemuda berusia 23 tahun dengan wajah kusam karena kurang tidur, tulang pipi yang menonjol karena jarang makan enak, namun memiliki mata yang tajam, meski saat ini redup oleh kemiskinan.

Ting.

Pintu lift terbuka, langsung menghadap ke ruang tamu seluas lapangan basket. Wangi parfum mahal menyeruak, bercampur dengan aroma cerutu tipis dan tawa renyah yang terdengar dipaksakan.

Di sana, duduk lima orang wanita dengan gaun sutra yang berkilauan di bawah lampu kristal.

Inilah mereka, kelompok yang dikenal sebagai "Arisan Mawar Hitam" kumpulan istri pejabat dan pengusaha yang lebih kaya dari tujuh turunan orang biasa.

"Oh, pelayannya datang," ucap seorang wanita berambut sasak tinggi, Maya.

Ia menatap Faris dari ujung kaki ke ujung kepala dengan tatapan seolah melihat kecoa di lantai.

Faris berjalan menunduk, meletakkan botol-botol itu di meja marmer. Tangannya sedikit gemetar karena kedinginan.

Saat ia hendak menuangkan wine, botol yang licin karena embun air nyaris tergelincir..

Dengan sigap Faris menangkapnya, tapi beberapa tetes cairan merah itu memercik ke sepatu hak tinggi milik seorang wanita yang duduk di tengah.

Suasana seketika hening.

"Astaga! Sepatu limited edition-ku!" pekik wanita itu, yang dikenal sebagai Tante Sofia. Ia menatap Faris dengan api kemarahan.

"Kau tahu berapa harga sepatu ini? Lebih mahal dari harga nyawamu, bocah miskin!"

"Maaf, Nyonya... saya tidak sengaja. Lantainya licin dan..."

PLAK!

Satu tamparan keras mendarat di pipi Faris. Kepalanya terhentak ke samping. Rasa panas menjalar, tapi rasa malunya jauh lebih membakar.

Di depan para wanita cantik ini, Faris merasa seperti sampah yang tak berharga.

"Bersihkan. Pakai tanganmu!" perintah Sofia dingin.

Faris terdiam. Harga dirinya memberontak, tapi bayangan ibunya yang sedang sakit di kontrakan sempit membuat lututnya tertekuk.

Ia berlutut di lantai marmer yang dingin, menggunakan ujung seragamnya untuk mengelap sepatu Sofia. Diiringi gelak tawa wanita-wanita lain, Faris merasa dunia ini benar-benar tidak adil.

"Sudahlah, Sofia. Jangan terlalu keras padanya. Lihat wajahnya, sebenarnya dia lumayan tampan kalau tidak dekil begitu," sahut salah satu wanita lain sambil menyesap wine-nya, menatap Faris dengan pandangan

Setelah selesai, Faris diminta pergi tanpa dibayar tip sepeser pun. Ia keluar dari gedung itu dengan perasaan hancur.

Hujan masih turun, lebih lebat dari sebelumnya. Ia berjalan menyusuri trotoar, hingga langkahnya terhenti di depan sebuah toko barang antik kecil yang terjepit di antara gedung-gedung tinggi.

Toko itu bernama 'The Ancient Soul'.

Entah kenapa, ada dorongan kuat di dadanya untuk masuk. Di dalam, bau kemenyan dan debu menyambutnya.

Seorang lelaki tua dengan mata buta sebelah duduk di balik meja kayu tua.

"Kau membawa aroma penderitaan yang sangat lezat, anak muda," ucap lelaki tua itu tanpa menoleh.

"Aku hanya ingin berteduh sebentar," jawab Faris pendek.

"Tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Ambil ini,"

lelaki itu menyodorkan sebuah kotak kecil dari kayu hitam yang dipenuhi ukiran aneh.

"Ini milikmu yang tertunda. Bayarannya? Kau akan tahu nanti."

Faris ragu, namun tangannya seolah digerakkan oleh sesuatu.

Saat jemarinya menyentuh kotak itu, sebuah sengatan listrik yang dahsyat merambat ke seluruh tubuhnya.

Pandangan Faris menggelap. Ia terjatuh ke lantai kayu toko tersebut.

Di dalam kegelapan pikirannya, ia mendengar suara bisikan ribuan orang.

“Kekayaan adalah energi. Cinta adalah pengabdian. Siapa yang memegang kunci, dialah yang berkuasa.”

Tiba-tiba, sebuah layar transparan muncul di depan matanya seperti halusinasi, tapi terasa sangat nyata..

[Sistem Supranatural Teraktivasi] Inang: Faris Dirgantara

Status: Terhina (Level 1) Kekuatan Utama:

The Sovereign Aura (Aura Penguasa) & Eye of Greed (Mata Ketamakan)

Misi Pertama: Taklukkan wanita yang telah menamparmu.

Hadiah: Aset Tunai 10 Miliar Rupiah & Karisma Level Unggul.

Faris tersentak bangun. Toko itu sudah kosong. Lelaki tua tadi hilang.

Bahkan bangunan toko itu kini terlihat seperti reruntuhan tua yang sudah lama ditinggalkan. Faris melihat ke tangannya kotak kayu itu telah hancur menjadi abu, meninggalkan sebuah tato kecil berbentuk mahkota hitam di pergelangan tangan kirinya.

Saat ia berdiri, Faris merasakan sesuatu yang berbeda. Tubuhnya tidak lagi menggigil. Punggungnya yang biasanya membungkuk kini tegak secara alami.

Matanya, yang tadi redup, kini bersinar dengan cahaya keemasan tipis yang misterius.

Ia melihat ke arah apartemen mewah tadi. Di matanya, gedung itu kini tidak lagi terlihat megah, melainkan hanya kumpulan angka-angka dan energi merah yang melambangkan nafsu dan kesepian para penghuninya.

Tiba-tiba, ponsel butut di saku Faris bergetar. Sebuah SMS masuk dari bank.

[BANK MANDALA: Saldo masuk sebesar Rp10.000.000.000,00. Saldo anda saat ini...]

Faris tertegun. Jantungnya berdegup kencang. Ia meremas ponselnya hingga retak. Kemiskinan yang mencekiknya selama puluhan tahun seolah luruh dalam sekejap.

"Tante Sofia..." gumam Faris dengan suara yang kini terdengar berat dan penuh wibawa.

"Kau bilang nyawaku tidak seharga sepatumu? Mari kita lihat, berapa harga harga dirimu saat aku membeli seluruh hidupmu."

Faris berbalik, berjalan menembus hujan. Namun anehnya, air hujan seolah membelok, tidak menyentuh pakaiannya sama sekali. Faris bukan lagi pemuda miskin yang bisa diinjak.

Malam itu, di tengah hiruk pikuk Jakarta, seorang raja supranatural baru saja lahir..

Faris tidak langsung beranjak. Ia membiarkan butiran air hujan yang seolah enggan menyentuh kulitnya menjadi saksi bisu transformasinya.

Di bawah sorot lampu jalanan yang remang, bayangan Faris di aspal tampak jauh lebih besar dan lebih pekat dari ukuran tubuhnya yang asli, seolah ada entitas raksasa yang sedang berdiri di belakangnya.

Ia mengepalkan tangan, merasakan aliran energi dingin yang berdenyut selaras dengan detak jantungnya.

Tato mahkota hitam di pergelangan tangannya bukan sekadar tanda, melainkan gerbang menuju kekuasaan yang tak terbatas.

Kini, kebisingan Jakarta suara klakson yang bersahutan, deru mesin, hingga bisik-bisik rahasia di gedung pencakar langit—terdengar seperti simfoni yang tunduk di bawah telinganya.

"Dunia ini terlalu lama dipimpin oleh orang-orang yang merasa dewa karena uang," gumam Faris, suaranya kini memiliki vibrasi yang sanggup menggetarkan udara di sekitarnya.

"Saatnya mereka belajar bagaimana rasanya berlutut di hadapan penguasa yang sebenarnya."

Ia melirik ke arah apartemen penthouse tempat Sofia berada. Di matanya, bangunan megah itu kini tak lebih dari tumpukan kartu yang siap roboh hanya dengan satu jentikan jarinya.

Faris menyunggingkan senyum tipis yang mematikan. Dengan saldo miliaran yang terus berlipat ganda dan kekuatan supranatural yang mengalir di nadinya, malam ini adalah awal dari pembersihan besar-besaran.

Jakarta mungkin masih hiruk-pikuk seperti biasanya, tapi mulai detik ini, setiap inci aspal yang diinjak Faris akan menjadi wilayah kekuasaannya.

Sang Raja telah bangun dari tidurnya yang panjang dalam kemiskinan, dan ia siap menagih setiap tetes air mata dan harga diri yang pernah dirampas darinya...

Lanjut membaca
Lanjut membaca