Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
Para Wanita Menyukaiku Setelah Hidup Kembali

Para Wanita Menyukaiku Setelah Hidup Kembali

D.Dreamweaver | Bersambung
Jumlah kata
78.2K
Popular
634
Subscribe
200
Novel / Para Wanita Menyukaiku Setelah Hidup Kembali
Para Wanita Menyukaiku Setelah Hidup Kembali

Para Wanita Menyukaiku Setelah Hidup Kembali

D.Dreamweaver| Bersambung
Jumlah Kata
78.2K
Popular
634
Subscribe
200
Sinopsis
PerkotaanSekolahKonglomeratHaremMengubah Nasib
Ethan, cucu kesayangan konglomerat Santoso Wijaya., memilih hidup sederhana tanpa pamrih semata-mata untuk Karin - wanita yang dicintainya selama lima tahun penuh. Namun, cintanya yang tulus tak terbalas dengan setulusnya. Karin telah menghianatinya dari belakang. Saat kebenaran terbongkar, rasa sakit dan kehancuran yang membuat Ethan jatuh dalam kecelakaan yang mengakhiri hidupnya. Namun, takdir memiliki rencana lain. Sebuah keajaiban terjadi dan Ethan kembali ke masa lima tahun yang lalu! Dengan kesempatan kedua ini, ia bertekad mengubah segalanya, menjauhi Karin dan menemukan Anya - wanita yang selama ini menyembunyikan cinta tulus yang sesungguhnya padanya. Dan tak disangka, bukan hanya Karin atau pun Anya yang mendekatinya, melainkan banyak wanita lain yang berlomba-lomba mengejar hatinya ...
BAB 1 Penghianatan Terbongkar

01 Januari 2026

Di keramaian kota yang sangat padat. Terlihat seorang lelaki tampan sedang mendorong gerobak baksonya berkeliling di sepanjang jalan raya. Tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di hadapannya. Sebuah mobil berwarna hitam dengan plat nomor D303 yang cukup ia kenal.

Seorang lelaki paruh baya pun keluar dan terlihat menunduk memberikan hormat pada si penjual bakso tersebut. “Tuan muda, anda harus kembali ke kediaman Santoso Wijaya. Kakek anda sedang sakit.”

“Sampaikan pesanku. Aku tidak akan kembali jika kakek tidak merestui hubunganku dengan Karin.”

“Tapi, Tuan muda.”

“Sudah. Pergi sana. Aku ingin kerja.” Lelaki paruh baya itu tampak menghela napas saat ia diusir oleh lelaki tersebut. Sudah beberapa kali ia datang untuk membujuk Tuan Mudanya agar kembali ke kediaman Santoso Wijaya, tapi hingga saat ini Tuan mudanya masih enggan untuk kembali hanya karena terlalu mencintai seorang wanita yang bernama Karin dan sekali lagi ia kembali dengan tangan kosong.

Lelaki yang disebut-sebut sebagai Tuan Muda tadi itu pun kembali berkeliling kota menyusuri jalan raya yang padat kendaraan. Lelaki itu tak lain adalah Ethan Wijaya, Cucu kesayangan dari seorang konglomerat Santoso Wijaya.

Demi Karin – wanita yang ia cintai, ia merelakan kekayaan yang diwariskan untuknya demi bisa dekat dengan Karin. Tiga tahun yang lalu, ia meminta restu pada kakeknya, tapi kakeknya tak merestui hubungannya dengan Karin sehingga ia memutuskan untuk meninggalkan kediaman Santoso Wijaya.

Demi membiayai kuliah Karin, Ethan rela berkeliling kota berjualan bakso yang hasilnya akan ia berikan pada Karin. Agar wanita yang ia cintai itu dapat meraih cita-cita dan mimpinya. Ethan siap membantu walau harus bekerja keras banting tulang. Apa pun akan ia berikan pada Karin – selama wanita itu tetap selalu disisnya, ia tak peduli apa kata orang karena baginya Karin adalah dunianya.

Setelah seharian berjualan bakso, Ethan memutuskan kembali ke kos-kosan sederhana yang ia sewa. Ia menghitung penghasilnya hari ini dan tersenyum sumringah mendapatkan hasil yang lebih baik dari dibandingkan kemarin.

“Dua minggu lagi adalah hari kelulusan Karin. Aku harus membeli buket dan hadiah untuknya,” batinnya.

Ethan pun menyisihkan sebagian penghasilannya hari ini untuk membeli buket dan hadiah. Kemudian, ia mulai menjelajahi media sosial untuk mencari hadiah yang cocok untuk ia berikan pada Karin di hari kelulusannya. Setelah menemukan hadiah yang cocok, ia pun mulai memesannya melalui situs online.

“Semoga dia suka.”

***

Waktu berlalu begitu cepat, tak terasa hari yang Ethan tunggu-tunggu pun tiba. Hari kelulusan Karin akan menjadi awal kebahagiaannya di masa depan. Karin telah berjaji padanya akan menikahinya setelah lulus kuliah. “Sepertinya tampilanku sudah oke,”batinnya sambil memperhatikan pantulan dirinya di cermin.

Tak lupa ia memeriksa buket dan hadiah yang akan ia persembahkan untuk kekasihnya. Senyum manis tercetak di wajahnya saat ia membuka kotak cincin yang telah ia siapkan. Tidak mewah namun terlihat elegan jika terpasang di jari mungil Karin, ia sudah tak sabar memasangkan cincin tersebut dan memulai hidup baru yang lebih serius dengan wanita yang ia cintai selama empat tahun ini.

“Aku harus segera berangkat, sepertinya acaranya sebentar lagi selesai,” celetuknya dan bergegas meninggalkan kosan kecil yang menjadi saksi pejuangannya selama ini.

Setelah sepuluh menit berlalu, akhirnya Ethan pun tiba di sebuah kampus ternama di Indonesia tempat di mana Karin menempuh pendidikan selama ini. Saat ia turun dari angkot umum, beberapa orang menatapnya.

Ethan tak peduli dengan tatapan itu, ia tahu mereka memandangnya jijik karena ia terlihat miskin dan tak punya apa-apa. “Dia tampan sekali, tapi sayang sepertinya dia miskin.”

Langkahnya terhenti sejenak dan menghela napas sebelum ia mencoba menahan diri untuk tidak marah. Ia masuk ke kawasan bagunan kampus dan mencari keberadaan Karin. “Apakah anda melihat Karin?” tanya Ethan pada salah satu mahasiswa yang ikut wisuda hari ini.

“Karin?”

“Iya.” Wanita itu mengerut dan terdiam. Sejenak menatapnya dari ujung kaki hingga ujung kepala. “Anda siapa yah?”

“Aku pacarnya Karin?”

“WHAT! ITU TIDAK MUNGKIN. KAU PASTI NGAYAL DEH!” pekik wanita tersebut dan memandang rendah Ethan. Beberapa mahasiswa yang tak sengaja mendengar pecakapan mereka mendekat dan menatap Ethan.

“Emangnya salah jika aku pacarnya Karin.”

“Wanita secantik Karin mana mungkin punya pacar kayak kamu,” cetusnya sambil tertawa. Beberapa mahasiswa disekitarnya pun ikut tertawa dan menganggap jika Ethan terlalu bermimpi.

“Kau tidak mungkin pacarnya Karin. Pacarnya Karin itu adalah Daniel – anak dari pengusaha terkaya nomor tiga di Indonesia.” Ethan tampak kaget mendengarnya, tapi berusaha untuk tetap tenang dan mempercayai Karin jika kekasihnya itu tidak mungkin selingkuh darinya.

“Jaga ucapanmu yah. Karin adalah pacarku dia tidak mungkin memiliki kekasih lain selain aku,” tegur Ethan dan berlalu meninggalkan para wanita tersebut yang masih mengejeknya.

“Terserah kau saja deh,” kata para wanita tersebut meneriaki Ethan yang sudah berlalu pergi.

***

Rahang mengeras, otot-ototnya tercetak jelas di leher, tatapannya tajam penuh bara api yang tertahan di balik keheningan. Ia berjalan cepat mencari kamar mandi untuk menenangkan dirinya. Untungnya, tak membutuhkan waktu yang lama saat ia berhasil menemukan kamar mandi.

Ia bergegas masuk dan membasuh wajahnya. Mencoba meredakan emosinya yang tersulut api. Ethan pun mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan pesan pada Karin untuk menanyakan keberadaan wanita itu. Tapi, kekasihnya tak kunjung membalas. Sejak tadi pagi ia sudah menghubungi Karin tapi hingga saat ini pesannya tak dibalas. Perasaannya semakin kalut, ada rasa takut merasuk di relung hatinya. Khawatir jika apa yang dikatakan wanita tadi benar.

“Tidak mungkin. Karin tidak mungkin menghianatiku. Selama ini akulah yang ada di sisinya. Aku yang membantunya menyelesaikan pendidikannya.” Ethan mencoba meredakan emosi dan menyakinkan dirinya jika Karin tidak mungkin menghianatinya. Setelah beberapa menit di kamar mandi, Ethan segera keluar dan mencari keberadaan Karin.

Tak membutuhkan waktu yang lama saat Ethan tiba di sebuah lapangan yang luas. Pandangannya pun tertuju pada segerombolan mahasiswa. Seakan telah menyaksikan sebuah moment yang menakjubkan. Karena penasaran, Ethan mendekat untuk melihat sebelum kembali mencari Karin.

Dan saat itulah, jantung Ethan seakan berhenti berdetak. Buket bunga yang sejak tadi ia pegang erat-erat kini terjatuh ke tanah. Wanita yang sejak tadi ia cari berada di tengah-tengah gerombolan mahasiswa. Karin berdiri dengan wajah bahagia dan merona. Menatap sosok lelaki yang kini berlutut di hadapannya sambil menyodorkan sebuah cincin permata.

“Karin, maukah kau menjadi kekasihku?”

“Tentu saja aku mau, Daniel.” Jawaban Karin membuat dunia Ethan runtuh. Apa yang ia khawatirkan sejak tadi menjadi kenyataan. Karin benar-benar telah menghianatinya, wanita itu selingkuh dan memilih lelaki lain daripada dia.

Ethan melangkah maju dan menarik tangan Karin agar menatapnya. “Karin, apa yang kau lakukan?” Karin tampak syok melihat Ethan. Tak menyangka Ethan akan datang di hari kelulusannya.

“Eth ... than. Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Karin gugup.

Ethan menatap kekasihnya cukup dalam. Memegang kedua pundak Karin agar kekasihnya menatap langsung ke matanya. Ia ingin mencari kebenaran di sana. Ia tak ingin mendengar kebohongan. “Karin katakan yang sejujurnya. Siapa dia?” ucap Ethan sambil salah satu tangannya menunjuk Daniel.

Karin menghela napas sebelum akhirnya ia menepis tangan Ethan yang sejak tadi memegang pundaknya. “Dia adalah pacarku.”

“Lalu aku bagaimana? Bukankah kau adalah pacarku?”

Karin tersenyum sinis dan mendorong Ethan menjauh. “Sejak kapan aku menjadi pacarmu? Dengar yah, tak akan ada wanita yang mau denganmu. Kau hanyalah orang miskin yang tak punya masa depan. Sedangkan dia, anak orang kaya dan akan memiliki masa depan yang cerah. Lebih baik kau pergi dari sini. Jangan mengganggu kebahagiaanku dengan Daniel.”

Ethan tersenyum kecut, tak menyangka perjuangan yang selama ini ia lakukan untuk bisa hidup bersama Karin hanyalah sia-sia. Ia telah menghabiskan banyak waktu pada wanita yang hanya memanfaatkannya. “Aku pastikan kau akan menyesal telah menghianatiku,” kata Ethan sebelum ia meninggalkan kerumunan tersebut.

Ethan belari sekuat tenanga dan ingin segera menghilang dari hadapan Karin. Hingga saat ia tiba di gerbang utama kampus, ia tak menyadari sebuah mobil melaju kencang ke arahnya dan kecelakaan tragis pun tak bisa ia hindari.

Ethan terpental jauh dan membentur dinding pembatas kampus. Beberapa mahasiswa yang melihat kecelakaan tersebut berteriak histeris dan mulai mengerubuni tubuh Ethan yang penuh dengan darah segar.

“Panggil ambulance. CEPAT!”

Pandangan Ethan mulai mengabur, rasa sakit itu pun kian menyebar di seluruh tubuhnya. “Ethan! Aku mohon bertahanlah.” Tiba-tiba suara yang cukup ia kenal mendekat.

Itu adalah suara Anya, sosok wanita yang selama ini sering membantunya saat berkeliling jualan bakso. “Ethan aku mohon jangan pergi. Aku belum mengungkapkan perasaanku padamu. Aku mohon jangan tinggalin aku. Aku sangat mencintaimu.”

Pengakuan cinta tersebut membuat Ethan tersenyum tipis. Di saat ia akan menghembuskan napas terakhir, ia malah mendapatkan pengakuan cinta dari Anya.

“Terima kasih ...” lirih Ethan sebelum akhirnya ia meninggal dunia.

Lanjut membaca
Lanjut membaca